Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA DEPARTEMEN SOSIAL RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA DEPARTEMEN SOSIAL RI."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA DEPARTEMEN SOSIAL RI

2 I. SITUASI KUMULATIF S/D SEPTEMBER a.Sampai dengan 30 September 2006 secara kumulatif jumlah pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS yang dilaporkan adalah sebagai berikut : - Kasus AIDS: Infeksi HIV: b.Propinsi yg melaporkan AIDS & HIV 32 propinsi. Kabupaten/Kota yg melaporkan AID & HIV 158 Kab/Kota. c.Ratio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 4,6 : 1. d.Kasus AIDS, terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta, Papua, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah. Jumlah pengidap Infeksi & Kasus HIV/AIDS =

3 d.Cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan sbb : - IDU 52,6 %, - Heteroseksual 37,2 % - Homoseksual 4,5 %. d.Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada - kelompok umur 20 – 29 tahun (54,77 %), - kelompok umur 30 – 39 tahun (26,56 %) - kelompok umur 40 – 49 tahun (8,04 %). f.Proporsi kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 23,63%.

4 Tuna Susila Penyalahguna Napza Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan Gelandangan dan Pengemis Anak Jalanan Anak terlantar Anak Nakal Pekerja migran bermasalah Keluarga Miskin II. SASARAN PELAYANAN DEP. SOSIAL A. PMKS beresiko tinggi tertular HIV/AIDS Depsos memiliki sasaran pelayanan yang rawan tertular HIV/AIDS

5 B. Ciri-ciri. Miskin Pendidikan rendah Tidak memiliki ketrampilan kerja Tidak memiliki pekerjaan yang normatif Rawan dieksploitasi dan dimanipulasi oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab.

6 III. KEBIJAKAN. PROGRAM DAN KEGIATAN A. Kebijakan 1. Upaya penanggulangan HIV/AIDS dibedakan berdasarkan kelompok perilaku berisiko rendah, perilaku risiko tinggi dan Odha, karena bentuk penanganannya yang berbeda. Pendekatan dengan KIE dan BCC saja akan memberikan hasil yang terbatas, sehingga perlu kegiatan pendukung lainnya, seperti upaya perawatan dan pengobatan. 2.Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya/norma kemasyarakatan dan kegiatannya diarahkan untuk mempertahankan dan memperkokoh ketahanan dan kesejahteraan keluarga. 3. Upaya penanggulangan HIV/AIDS diselenggarakan oleh masyarakat, pemerintah dan LSM berdasarkan prinsip kemitraan. Masyarakat dan LSM menjadi pelaku utama, sedangkan pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang mendukung terselenggaranya upaya penanggulangan HIV/AIDS.

7 4. Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus didasari pada pengertian, bahwa masalah HIV/AIDS sudah menjadi masalah sosial kemasyarakatan serta masalah nasional dan penanggulangannya melalui “Gerakan Nasional Penanggulangan HIV/AIDS” 5.Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan, termasuk yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kelompok marginal terhadap penularan HIV/AIDS. 6. Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus menghormati harkat dan mertabat Odha dan keluarganya serta memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. 7. Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS diselenggarakan melalui Komunikasi, Informasi & Edukasi (KIE) serta Komunikasi Perubahan Perilaku (BCC) guna menciptakan gaya hidup sehat (Healthy life style)

8 8. Upaya pencegahan yang efektif, termasuk penggunaan kondom 100% diantara penjaja seks da pelanggannya, pasangan Odha, serta pemanfaatan fungsi ganda (dual protention) kondom dalam keluarga. 9.Upaya mengurangi infeksi HIV pada penyalahguna NAPZA suntik melalui kegiatan pengurangan dampak buruk (ham reduction) 10. Upaya penanggulangan HIV/AIDS merupakan upaya- upaya terpadu dan peningkatan perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit, pengobatan dan perawatan berdasarkan data dan fakta ilmiah serta dukungan terhadap Odha. 11. Setiap pemeriksaan untuk mendiagnosa HIV/AIDS harus didahului dengan penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan yang bersangkutan (informed consent). Konseling yang memadai harus diberikan sebelum dan sesudah pemeriksaan dan hasil pemeriksaan wajib dirahasiakan.

9 12. Diusahakan agar peraturan perundang-undangan harus mendukung dan selaras dengan Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS disemua tingkat. 13.Setiap pemberi pelayanan berkewajiban memberikan layanan tanpa diskriminasi kepada pengidap HIV dan penderita AIDS.

10 a. Program Pencegahan, yang meliputi : Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Promosi dan Distribusi Kondom Konseling dan Voluntary Counseling and Testing (VCT) 1. PROGRAM POKOK B. PROGRAM DAN KEGIATAN b. Program Pelayanan Sosial - Pelayanan Sosial PMKS-ODHA Berbasis Keluarga dan Masyarakat. - Pelayanan Sosial PMKS-ODHA Berbasis Panti & Rumah Singgah.

11 Pelayanan Sosial Odha meliputi kegiatan-kegiatan: - Konseling - Pendampingan - Dukungan Sosial - Pelatihan Ketrampilan Kerja. c. Program Penjangkauan dikantong2 permasalahan d. Program Orang Tua Asuh bagi anak2 dari Odha. e. Program Pemberdayaan Odha melalui Sheltered Workshop f. Progra Pemberdayaan Odha dan Keluarganya untuk mengurus diri sendiri

12 a.Program Pelatihan Petugas, Orsos Peduli HIV/AIDS, Odha dan Keluarganya. b.Program Penyusunan Buku Panduan, Modul-Modul, Leaflet, Brosur, Komik dan lain-lain. c.Program Penelitian d.Program Penciptaan Lingkungan Kondusif e.Program Peningkatan Kerjasama dan f.Koordinasi g.Monitoring dan Evaluasi 2. PROGRAM PENUNJANG

13 IV. KEGIATAN TAHUN 2006 A. Dana APBN 1.Pertemuan-pertemuan Jejaring Komunikasi HIV/AIDS Bidang Sosial, POKJA AIDS dan Tim HIV/AIDS Bidang Sosial. 2.Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS : - Kampanye, dan Saresehan HIV/AIDS - Pencegahan HIV/AIDS melalui Teknik Simulasi 3. Pertemuan Tindak Lanjut Komitmen Sentani dengan Dinas-dinas Sosial di Bali. Melalui DIPA Pusat Th 2006 Rp ,- Kegiatan – kegiatan yang dilakukan :

14 4.Pemantapan Konseling (VCT) bagi Petugas Sosial Daerah secara Regional 5.Pelatihan Petugas Pencegahan / KIE HIV/AIDS dan perawatan Odha berbasis masyarakat 100 orang). 6. Pertemuan Konsultasi Petugas-Petugas Sosial LSM dalam Penanggulangan HIV/AIDS (60 orang). 7. Pelatihan Manajemen Wirausaha bagi Odha (40 orang).

15 Bimbingan dan Penyuluhan Penyebar- luasan Penyakit menular HIV/AIDS di 33 propinsi/122 lokasi. B. Melalui Dana Dekon Tahun Rp ,- C. Rencana Kegiatan Tahun 2006 Melalui kerjasama dengan UNICEF dalam Kegiatan Pencegahan Penyebarluasan HIV/AIDS dikalangan Anak- Anak. Rp ,-

16 V. RENCANA KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA TAHUN

17

18 VI. Networking Pelayanan Pengobatan dan Dukungan bagi Odha dan Keluarganya, (PMKS) Berbasis Keluarga dan Masyarakat

19

20 DAFTAR PANTI SOSIAL YANG MENJADI RUJUKAN PELAYANAN SOSIAL ODHA 1. Untuk Rujukan Wanita Tuna Susila yg Positif HIV/AIDS. a.PSKW “Mulya Jaya” Jl. Tat Twam Asi - Pasar Rebo Jakarta Timur b. PSKW “Sido Arum” Jl. Cokrobedog, Godean Sleman – Jogyakarta c.PSKW “Mattiro Deceng” Jl. Takdir No. 19 Km 16 – Ujung Pandang

21 2. Untuk Rujukan Korban Penyalahguna Napza yg Positif HIV/AIDS. PSPP “Galih Pakuan” Putat Nutug – Parung, Bogor 3. Untuk Rujukan Gelandangan & Pengemis yg Positif HIV/AIDS. PSBK “Pangudi Luhur” Jl. Mulyadi Joyomartono - Bekasi

22 Informasi pelayanan HIV/ AIDS Direktorat PRTS, Ditjen Yanrehsos, Depsos RI Jl. Salemba Raya 28 Jakarta Tilp , fax : Ditjen PPM & PL Depkes RI Jl. Percetakan Negara 29 Jakarta Tel/Fax/Mobile : T. (62-21) F. (62-21) Yayasan AIDS Indonesia Jl. Letjen S. Parman Kav. 78 Gdg. Psi Lt. 3 Ruang 305 Slipi Jakarta Telp Kelompok Studi Khusus (POKDISUS) AIDS FKUI/RSCM Jl. Diponegoro Lt. II Ruang 63 Jakarta Pusat Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Jl. Hang Jebat III-F3 Keb. Baru Jakarta Selatan Hotline AIDS Mitra Indonesia Jl. Kebon Kacang IX/78 Jakarta Phone , Yayasan Pelita Ilmu (YPI) Jl. Tebet Timur Dalam VIII Q/6 Jakarta, Phone , Yayasan Kusuma Buana Telp. (021) Fax. (021)

23 Jaringan Epidemiologi Nasional Jl. Pegangsaan Timur No. 23 A Jakarta Telp Yayasan Spiritia Jl. Lauser No. 3B Keb. Baru Jakarta Telp Yayasan Prianlan Jl. Pleserin No. 5 Taman Sari – Bandung Telp. (022) (022) Lab. Mikrobiologi Faked UNSRAT Annisa Kinasih Training (Pusat Pemberdayaan Perempuan) Jl. Cipinang Timur 2 No. 13 Rawamangun Jakarta Timur, Indonesia Ph : (62-21) , Fax : (62-21) PO Box : 6618 JKPRS JKT PKBI Pusat Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran baru Jakarta Telp , , Fax Cable Address : IPPA jakarta Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Jl. Sarigading Timur No. 1 Denpasar, Bali Telp. (0361) Fax. (0361) Yayasan Kra AIDS Indonesia Jl. Kancil Selatan No. 85 Makassar Telp. (0411) Yayasan Insan Peduli Indonesia - Human Care Foundation Jl. Muktar Basri No. 102 Glugur Darat 2 Medan Sumut KP: Tilp. (061) Website:

24 25 RS RUJUKAN ARV 1.RS Adam Malik Medan 2.RSU Pekan Baru 3.RS Budi Kemuliaan Batam 4.RS M. Husien Palembang 5.RSCM Jakarta 6.RSPI SS Jakarta 7.RS Persahabatan Jakarta 8.RS Kanker Dharmais Jkt. 9.RS Duren Sawit Jkt. 10.RS. Fatmawati Jkt. 11.RSAL Dr. Mintoharjo Jkt. 12.RSPAD Gatot Subroto Jkt. 13.RS Polri Dr. Soekamto Jkt. 14. RS Hasan Sadikin Bandung 15. RS Kariadi Semarang 16. RS Sarjito Jogya 17. RS Dr. Soetomo Surabaya 18. RS Sanglah Denpasar Bali 19. RS Malalayang Manado 20. RS W.Sudirihusodo Makasar 21. RS Dr. Soedarso Pontianak 22. RS Merauke 23. RS Sele be Solu Sorong 24. RS Jayapura 25. RS Mitra Masy. Timika

25 TAMBAHAN 50 RS TAHUN RS Zainul Abidin NAD 2.RSUD Tg. Pinang Kep. Riau 3.RSUD Karimun Kep. Riau 4.RSU M.Jamil Padang 5.RSJ Palembang 6.RS Raden Mattaher Jambi 7.RSU M.Yunus Bengkulu 8.RSU Sungai Liat Babel. 9.RS Abdoel Moeloek Lampung. 10.RSU Ulin Banjarmasin 11. RSU DR. Doris Sylvanus Plk Raya 12. RS Undata Palu 13. RSU Propinsi Kendari 14. RSU Prof. DR.H.Aloi Saboe Gorontalo 15. RS M.Haulussy Ambon 16. RS Al-Fatah Ambon 17. RSU Boesoerie Ternate 18. RS Ujung Berung Bandung 19. RS Timika 20. RS Bayangkara Medan

26


Download ppt "KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA DEPARTEMEN SOSIAL RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google