Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kerusakan karena suhu rendah. Suhu beku (Freezing) akan membunuh jaringan. Komoditas yang sensitif terhadap Chilling. Q 10 biasanya lebih tinggi temperatur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kerusakan karena suhu rendah. Suhu beku (Freezing) akan membunuh jaringan. Komoditas yang sensitif terhadap Chilling. Q 10 biasanya lebih tinggi temperatur."— Transcript presentasi:

1 Kerusakan karena suhu rendah

2 Suhu beku (Freezing) akan membunuh jaringan. Komoditas yang sensitif terhadap Chilling. Q 10 biasanya lebih tinggi temperatur chilling. Pada beberapa komoditas, respirasi meningkat pada suhu chilling yang rendah. Setelah dipindahkan pada suhu non-chilling, respirasi menjadi tidak normal dan tetap tinggi.

3 Kerusakan karena suhu rendah Chilling Injury

4 Kerusakan karena suhu rendah Freezing Injury

5 Kerusakan karena suhu tinggi Respirasi meningkat apabila temperatur naik sampai titik tertentu. Temperatur di atas titik tersebut ( komoditas tertentu) protein akan mengalami denaturasi dan respirasi menurun dengan cepat. Waktu x Temperatur, merupakan komponen yang menentukan kematian sel. Sel dapat bertahan hidup pada temperatur tinggi, dalam jangka pedek (digunakan untuk perlakuan karantina).

6 Kerusakan karena suhu tinggi Heat Injury

7 Kerusakan karena suhu tinggi Heat shock (dikenakan temperatur tinggi secara cepat, bukan temperatur lethal), akan memacu pembentukan heat schock protein yang dapat melindungi sel dari stress (tekanan) temperatur baik tinggi maupun rendah.

8 Konsentrasi Atmosfer Oksigen Konsentrasi O 2 rendah, akan menurunkan respirasi. Dibawah ~ 2 – 3 %, ETS mulai terhambat. Apabila penggunaan ATP lebih besar daripada ATP yang dapat dihasilkan melalui Siklus Krebs dan ETS yang terhambat, maka kebutuhan ATP akan dicoba dipenuhi melalui respirasi anaerob. Respirasi anaerob hanya menghasilkan 2 ATP per mol, glukosa vs. 36 ATP melalui respirasi aerob (18 kali lipat ). Poduksi CO 2 6,3 kali lipat.

9 Konsentrasi Atmosfer Karbon dioksida Konsentrasi CO 2 tinggi, juga akan menurunkan respirasi. Kemungkinan melalui penghambatan dekarboksilasi pada saat respirasi aerob. Setiap komoditas mempunyai kemampuan yang berbeda dalam mentolerir CO 2 tinggi (mis. Selada vs strawberi) Sama seperti pengaruh O 2 rendah, apabila penggunaan ATP lebih besar daripada ATP yang dapat dihasilkan melalui Siklus Krebs dan ETS yang terhambat, maka kebutuhan ATP akan dicoba dipenuhi melalui respirasi anaerob.

10 Konsentrasi Atmosfer Etilen Buah klimakterik & non-klimaterik mempunyai respon yang berbeda terhadap etilen di lingk-nya. Buah klimakterik : Etilen mempersingkat waktu untuk memulai peningkatan klimakterik ( termasuk produksi etilen secara autokatalitik). Penambahan konsentrasi etilen dari luar kurang berpengaruh terhadap laju respirasi sebelum atau selama klimakterik.

11 Etilen pada buah klimakterik Hari Penyerapan O 2 kontrol 0,

12 Konsentrasi Atmosfer Etilen Buah non-klimakterik : Penambahan etilen akan menyebabkan peningkatan respirasi Pemberian konsentrasi etilen yang lebih tinggi tidak akan mengubah kecepatan tercapainya laju respirasi maksimum. Semakin tinggi konsentrasi etilen yang, akan semakin tinggi laju respirasinya. Tidak berpengaruh terhadap produksi etilen secara autokatalitik. Laju respirasi kembali normal apabila setelah etilen dihilangkan.

13 Hari Penyerapan O 2 kontrol 0, Etilen pada buah Non- klimakterik

14 Stress Fisik Setiap jenis stres fisik dapat menyebabkan respirasi dan produksi etilen meningkat secara cepat, baik pada buah klimakterik maupun non-klimakterik.


Download ppt "Kerusakan karena suhu rendah. Suhu beku (Freezing) akan membunuh jaringan. Komoditas yang sensitif terhadap Chilling. Q 10 biasanya lebih tinggi temperatur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google