Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGUKURAN VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA Dr. Suliyanto, SE, MM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGUKURAN VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA Dr. Suliyanto, SE, MM."— Transcript presentasi:

1 PENGUKURAN VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA Dr. Suliyanto, SE, MM

2 PENGERTIAN VARIABEL Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Moh. Nazir). Suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam- macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Variabel harus dapat diukur, karena penelitian pada dasarnya proses mengukur suatu variabel.

3 Untuk kepentingan penelitian, konsep bisa diubah menjadi variabel. Misalnya saja konsep tentang konsumsi, bisa diubah menjadi variabel makanan ringan, makanan berlemak, makanan berserat, dan lain-lain.

4 Teknik Pengukuran Variabel Observeb dan Unobserveb Pengukuran Variabel Observeb Langsung dilakukan pengukuran berdasarkan nilai skala yang ditunjukkan oleh alat ukur tersebut. Pengukuran Variabel Unobserved Dilakukan dengan melaui indikator (indikasi) yang dapat digunakan untuk menggambarkan variabel tersebut.

5 Perbedaan Pengukuran Variabel Observeb dan Unobserveb Pengukuran Observeb Panjang Tinggi Berat Luas Pendapatan Pengukuran Unbserveb Loyalitas Pelanggan Kepuasan Kerja Motivasi Kerja Komitmen Karyawan Kepercayaan

6 Perbedaan Notasi Variabel Observeb dan Unobserveb Unobserveb Observeb Kepuasan Pelanggan X1 X2 X3 X4 X5 PENDAPATAN

7 MODEL INDIKATOR PENELITIAN REFLEKTIF Dalam model penelitian relflektif indikator dipandang sebagai variabel yang dipengaruhi oleh variabel laten. Oleh karena itu angka dalam indikator reflektif harus menunjukkan pola inter- corelation agar dapat diterima sebagai pengukuran. Kepuasan Pelanggan X1 X2 X3 X4 X5

8 MODEL INDIKATOR PENELITIAN FORMATIF Dalam model penelitian formatif indikator dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi variabel laten. Oleh karena itu angka dalam indikator formatif tidak harus menunjukkan pola inter-corelation agar dapat diterima sebagai pengukuran. Status Sosial Ekonomi Pendidikan Tempat Tinggal Jenis Kelamin

9 Pembagian variabel berdasarkan sifatnya: 1.Variabel Dikotomis Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan. Laki-Laki: 1 Perempuan: 2 2. Variabel Kontinyu Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu. Berat badan Didi: 50Kg Berat badan Dodo: 62,75Kg

10 PENGUKURAN SUBYEKTIF DAN PENGUKURAN OBYEKTIF Bagaimana mengukur pendapatan secara obyektif ? Bagaimana mengukur pendapatan secara subyekti?

11 Pembagian Variabel Berdasarkan pada Hubungan antar Variabel: 1. Variabel Bebas 2. Variabel Tergantung 2. Variabel Moderator 4. Variabel Intervening Upa h Semangat Kerja Upa h Semangat Kerja Upah Semangat Kerja L. Kerja Prestasi Akademi k Karir Kekaya an

12 Desain Pengukuran 1. Skala Likert 2. Skala Guttman 3. Skala Semantic Deferensial 4. Skala Rating

13 Skala Likert Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setujuskor 5 b. Setujuskor 4 c. Tidak ada pendapatskor 3 d. Tidak setujuskor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1

14 Skala Gudman Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif. Misalnya : YaTidak Baik Buruk PernahBelum Pernah Punya Tidak Punya

15 Skala Semamtik Deferensial Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan. Contoh: Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ? 1. Sangat Buruk 5. Sangat Baik

16 Skala Rating Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif. Contoh: Kenyaman ruang loby Bank CBA: Kebersihan ruang parkir Bank CBA:

17 DESAIN SKALA Skala dalam penelitian ada lima tingkatan: 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Rasio

18 Skala Nominal Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja Contoh: Wanita 1 Laki-laki 2

19 Skala Ordinal Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas. Contoh: Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sri Ratu………………………1 Moro …………………………3 Matahari …………………..5 Rita I ……………………….2 Rita II ………………………4 Super Ekonomi ………….6

20 Skala Interval Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Contoh: 1. Skala Pada Termometer 2. Skala Pada Jam 3. Skala Pada Tanggal

21 Skala Rasio Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Contoh: 1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Hasil Penjualan

22 Ringkasan Tentang Skala SkalaTipe Pengukuran KategoriPeringkatJarakPerbandingan NominalYaTidak OrdinalYa Tidak IntervalYa Tidak RasioYa

23 DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur variabel.


Download ppt "PENGUKURAN VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA Dr. Suliyanto, SE, MM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google