Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IBUT SURYANTO NIM : 0470020026 Teknok Elektro Telekomunikasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IBUT SURYANTO NIM : 0470020026 Teknok Elektro Telekomunikasi."— Transcript presentasi:

1 IBUT SURYANTO NIM : Teknok Elektro Telekomunikasi

2 RANCANG BANGUN ANTENA BOLIC FREKUENSI 2.4 Ghz MENGGUNAKAN WAJAN DIAMETER 38 CM DAN KABEL UTP 15 METER UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA Di susun oleh : Ibut Suryanto Dosen Pembimbing : Dr. HOGA SARAGIH, ST, MT AHMAD ROFI’I, MT

3 LATAR BELAKANG Dengan semakin meningkatnya teknologi informasi terutama internet, masyarakat sangat bergantung menggunakan teknologi ini untuk aktivitasnya seperti pekerjaan, belanja, pergaulan dan remote system. Membahas yang dinamakan teknologi data analog maupun digital yang menggunakan media gelombang, tidak terlepas dengan yang disebut antena. Antena bermacam-macam bentuk sesuai desain, perhitungan dan kegunaan dalam bidang tertentu. Kesempatan ini saya membahas tentang antena wajanbolic yang kebanyakan orang memakainya sebagai antena frekuensi 2.4Ghz untuk menangkap sinyal WiFi. Beberapa komunitas masyarakat Indonesia memakai antena ini karena antena ini dibilang tergolong murah tetapi kemampuannya tidak kalah dengan antena buatan pabrikan. Jadi Wajanbolic adalah solusi tepat untuk antena WiFi frekuensi 2.4 Ghz yang berfungsi sebagai sarana antena WiFi dan pengiriman data point to point dengan jarak menengah ( up to 5 km ) Line Of Sight ( LOS ).

4 PERUMUSAN MASALAH Internet di Indonesia sangat mahal,bila dibandingkan dengan negara lain seperti inggris dan negara eropa lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor sehingga menimbulkan beban kepada masyarakat luas untuk menikmati fasilitas internet. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : 1.Harga bandwith sangat mahal, karena kebanyakan akses internet di Indonesia tertuju kepada server Amerika bukan ke server lokal. 2.Infrastruktur dan peralatan telekomunikasi masih impor, termasuk antena. 3.Masih sedikitnya ISP yang ada sehingga belum ada persaingan yang besar. 4.Teknologi yang di pakai masih ketinggalan,. Sebagai contoh adalah teknologi GPRS, kecepatan maksimal hanya sampai 158 Kpbs. Dan operator memakai billing ( perhitungan pembayaran ) menggunakan sistim timebase atau pemakaian internet berdasarkan waktu penggunaan, jadi sudah bisa diperkirakan kecepatan GPRS dipakai untuk browsing pasti sangat lama dan mahal. Maka pembuatan wajanbolic sebagai salah satu sarana penangkapan sinyal WiFi dan suatu terobosan yang sangat baik untuk mendapatkan koneksi internet gratis terdekat disekitar kita. Selain sebagai koneksi internet, kita bisa memanfaatkan wajanbolic sebagai media untuk transfer data point to point kepada rekan kita yang letaknya jauh.

5 BATASAN MASALAH Pembatasan masalah disini fokus pada pembuatan antena wajanbolic yang bekerja pada frekuensi 2.4 Ghz. Adapun batasan-batasan masalah yang ada sebagai berikut : 1.Analisa parameter antenna wajan bolic meliputi pola radiasi, gain, polarisasi dan directivity. 2. Perbandingan performansi antara gain wireless USB adapter tanpa menggunakan antenna wajan bolic dengan wireless USB adapter tanpa menggunakan antenna wajan bolic. 3.Kabel perpanjangan USB menggunakan UTP merek Belden Amerika sepanjang 15 meter. Menggunakan wajan aluminium dengan diameter 38 cm.

6 TUJUAN PENULISAN Tujuan membuat wajan bolic ini adalah mampu bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz menggunakan media wajan sebagai sub antena. Juga dengan menggunakan alat-alat dan bahan-bahan yang sederhana sehingga di dapat harga yang lebih murah jika di bandingkan dengan membeli antena grid. Sehingga dengan menggunakan antena wajan bolic bisa di dapat gain antena yang lebih besar. Dan yang paling penting dari pembuatan wajanbolic ini mampu meramaikan pengembangan dalam bidang ICT di indonesia.

7 METODOLOGI PENULISAN Studi literature ini mengambil data PRIMER yang saya lakukan dari merancang, mengumpulkan alat dan bahan serta mengujinya, maka saya akan menerangkan tentang bagaimana antena ini di buat serta pendalaman materi yang berhubungan dengan antena bolic. Beberapa langkah dari metode rancang bangun adalah sebagai berikut : 1.Studi literatur tentang permasalahan dan mengumpulkan data-data yang dianggap penting dan menunjang. 2.Mempersiapkan alat dan bahan yang di butuhkan 3.Memulai proses pembuatan antena wajan bolic 4.Melakukan analisa dan evaluasi

8 1. Studi Literatur Dalam studi literatur ini, mempelajari bagaimana cara membuat antena wajanbolic dengan melakukan pendalaman bahan-bahan literatur yang berhubungan dengan tugas akhir. Pendalaman literatur dan pengambilan data dilakukan dengan cara: membuat antena dan menguji, buku-buku referensi, browsing internet. 2. Mempersiapkan alat dan bahan Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat antena wajanbolic. Bahan-bahan yang termasuk piranti elektronik dibeli di toko komputer, bahan lainnya dibeli di toko bangunan dan bahan lainnya hasil di beri dari orang. Sebagian besar alat yang di gunakan mudah didapatkan karena menggunakan bahan dan alat yang sederhana.

9 3. Proses pembuatan antena wajanbolic Pada tahap ini, proses yang dikerjakan adalah membuat antena wajanbolic. Cara merakitnya pun dilakukan dengan cara yang sesederhana mungkin dengan menggunakan peralatan dan bahan yang sederhana tetapi menghasilkan antena wajanbolic yang baik dan rapi serta memiliki performansi yang handal 4. Melakukan pengukuran parameter antena Setelah antena jadi selanjutnya dilakukan pengukuran parameter antena wajanbolic. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran pola radiasi, gain, polarisasi dn directifity. Dari pengukuran inilah akan diketahui apakah parameter-parameter yang didapat merupakan parameter yang baik untuk digunakan sebagai antena penerima. 5. Analisa dan Evaluasi Tahap terakhir dari proyek ini adalah melakukan analisa dan evaluasi hasil dari pembuatan antena wajanbolic. Setelah itu dibuat kesimpulan sesuai dengan hasil analisanya.

10 LANDASAN TEORI 1.Pengertian umum Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan menerima gelombang elektromagnetik yang merambat di udara. Waveguide adalah Saluran tunggal yang berfungsi untuk menghantarkan gelombang ( microwave ) dengan frekuensi 300 Mhz – 300 Ghz. Pola Radiasi suatu antena adalah pernyataan grafis yang menggambarkan sifat radiasi suatu antena pada medan jauh sebagai fungsi arah. Polarisasi antena adalah polarsasi dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh antena itu. Bandwidht yaitu range fekuensi kerja dimana antena masih dapat bekerja dengan efektif.

11 Pada gambar diatas diperlihatkan sebuah bagan antena wajanbolic. 2. Perhitungan Ukuran Antena wajanbolic

12 Beberapa parameter yang digunakan adalah : Dw : diameter wajan = 38 cm  0.38 m dw : kedalaman wajan = 8.5 cm  m D : diamater paralon = 8.9 cm  m fw : fokus wajan L : panjang pipa paralon yang diberi lakban alumunium S : titik tempat penempatan wireless USB adapter Beberapa parameter desain yang harus dihitung nilainya adalah fw (fokus wajan), L (panjang pipa paralon yang diberi lakban alumunium), dan S (titik tempat penempatan wireless USB adapter). Panjang pipa paralon adalah fw+L. Dimana nilai fw sangat dipengaruhi oleh diameter (Dw) dan kedalaman wajan (dw). Penghitungan nilai titik fokus wajan dilakukan dengan menggunakan persamaan :

13 Sementara menghitung panjang pipa paralon yang diberi lakban alumunium (L) dan titik penempatan wireless USB adapter (S) diperlukan langkah yang lebih panjang. Maka penghitungan harus dilakukan secara bertahap. Yang harus dihitung pertama kali adalah panjang gelombang radio 2,4GHz (λ) yang ada di udara dengan menggunakan persamaan : Dimana : λ = Panjang gelombang radio 2,4 Ghz di udara C = kecepatan cahaya di udara ( meter/detik) dibulatkan menjadi meter/detik Freq = frekuensi operasi yang digunakan (2,437 GHz) Jadi nilai panjang gelombang radio 2,4 GHz di udara adalah 12,31 cm.

14 Rumus untuk menghitung panjang guiding wavelength adalah : λG = panjang guiding wavelength λ= panjang gelombang radio 2,4 GHz di udara, bernilai 12,31 cm D = lebar diameter pipa paralon yang digunakan, dalam hal ini pipa paralon 3” mempunyai lebar 8,9 cm

15 Setelah itu barulah ditentukan titik tempat penempatan wireless USB adapter pada pipa paralon (S atau ¼λG ). Untuk menentukan posisi lokasi lubang S dari ujung pipa paralon dapat digunakan persamaan :

16 Karena yang dihitung adalah panjang minimal dari L maka jika seandainya panjang dari pipa paralon yang ditutup lakban alumunium lebih panjang dari nilai minimum yang ditentukan akan lebih baik selama tidak merusak konstruksi dari antena itu sendiri. Adapun nilai panjang L atau ¾ λG:

17 Pembuktian perhitungan Ukuran dengan software Perhitungan bagian yang tidak di lapisi Aluminium foil Perhitungan Letak USB wireless sebagai radio penerima

18 3. Perhitungan pengukuran Penguatan gain wajanbolic dalam pengukuran pada posisi sinyal ternormalisasi 0 derajad dengan access point.

19 Pengukuran directivity pada antena wajanbolic diameter 38 cm sebagai berikut : Directivity suatu antena dapat diperkirakan dengan menggunakan pola radiasi yang dihasilkan pada pengukuran pola radiasi bidang E / Vector electric field yang mengacu pada E-field dan bidang H / Vector magnetic field yang mengacu pada H-field.

20 Redaman ruang bebas di udara ( Free Space Loss ) : Redaman ini diambil dari jarak terdekat dari percobaan antena ke access point Lfs = Log d + 20 Log f = Log Log 2.4 = x (-1.33 )+ 20 x 0.4 = (-26.61) +8 = 73.9 dB Jadi redaman di udara pada jarak 46.7 meter adalah 73.9 dB

21 Hasil Uji coba antena Pengukuran kecepatan, noise dan sinyal antena wajanblic menggunakan Network Stumbler dan sebagai alat pengukur jarak menggunakan disto meter milik PT Diagram Triproporsi consultant Port Engineering dan Acces point milik kantor pos Jakarta timur. Tabel Hasil Pengukuran Noise antena Signal Noise Ratio terendah = SNR- Signal Noise Ratio tetingi = SNR+

22 Tabel Pengukuran pola radiasi Antena wajanbolic 38 cm Tabel diatas menunjukkan hasil pengukuran antena wajanbolic diputar setiap 10 derajad. Sinyal ternormalisasi adalah : sinyal dimana pada saat antena kondisi 0 derajad berhadapan dengan access point mendapat sinyal terkuat dan noise tererendah.

23 PENUTUP Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa, maka dapat disimpulkan bahwa antena wajanbolic adalah antena directional yang mempunyai keterarahan sinyal. Mempunyai nilai HPBW (Half Power Beam Width) sebesar dan polarisasi vertikal, untuk polarisasi horisontal,. Mempunyai nilai gain sebesar 17.1 dBi. Mempunyai polarisasi yang sejajar dengan antena pemancar. Serta mempunyai nilai directivity sebesar 15.7 dB. Pada Tugas Akhir ini, antenna wajanbolic yang telah dibuat telah berhasil sesuai performansi yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari pola radiasi yang dihasilkan, gain, dan directivity yang dimiliki oleh antena wajanbolic yang telah dibuat. Kesimpulan

24 DEMIKIAN PENJELASAN DAN PENGENALAN ANTENA WAJANBOLIC TERIMAKASIH


Download ppt "IBUT SURYANTO NIM : 0470020026 Teknok Elektro Telekomunikasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google