Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

REKAYASA LALU LINTAS LITERATUR : MKJI, {IHCM}, HCM(wshington) Pedoman perencanaan wil. perkotaan)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "REKAYASA LALU LINTAS LITERATUR : MKJI, {IHCM}, HCM(wshington) Pedoman perencanaan wil. perkotaan)"— Transcript presentasi:

1 REKAYASA LALU LINTAS LITERATUR : MKJI, {IHCM}, HCM(wshington) Pedoman perencanaan wil. perkotaan)

2

3

4

5

6 ..

7 REKAYASA LALU LINTAS BAHAN MKJI SEGMEN JALAN, PERSIMPANGAN, BAGIAN JALINAN Segmen jalan: Jalan perkotaan Jalan luar kota Jalan bebas hambatan (Tol) Pada suatu jalan dilewati oleh arus lalu lintas yang disebut ; Volume (Q), dan daya tampung jalan disebut: Capasitas Volume (Arus Lalu lintas) Q. adalah: Jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada segmen jalan pada satuan waktu dan pada waktu tertentu.(kend/jam),(SMP/j) Capasitas (Capasity) C. ; Arus maximum yang dapat dipertahankanPada suatu bagian jalan pada waktu tertentu. Atau daya tampung suatu segmen jalan thd arus lalu litas dan pada waktu tertentu.(SMP/Jam) Korelasi Antara Volume dan Capasitas yaitu DS ( degree Of Saturation ), Drajat kejenuhan. Yaitu DS = Q/C dengan batasan nilai < 0,85 belum jenuh kalau > 0,85 berarti jenuh / macet

8 Perhitungan Volume (Q) Q Q = Jumlah Kend/jam = Jl. Lv + Jl.Hv + Jl.Mc = SMP/jam Jam Lv (MP) = kendaraan ringan, Hv =kend berat. Mc = sepeda motor SMP = Satuan Mobil Penumpang Lv = 1, Hv = 1,3, Mc = 0,2..0,4 Lv =kendaraan ringan adalah kend bermotor ber as dua dengan 4 roda dan jarak as 2 – 3m(meliputi mobil penumpang, oplet, mikro bis, pck-up, dan truk kecil) HV=kend. Berat adalah kendaraan bermotor dengan lebih 4 roda( meliputi truk, bis, truk 2as, truk 3as, dan truk kombinasi) Mc =Motor cycle = kend. Bermotor dengan 2 da 3 roda ( meliputi sepeda motor dan kend.roda tiga) Um = kendaraan tidak bermotor / kendaraan lambat adalah kendaraan dengan roda yang digerakan oleh orang/hewan.

9 Capasitas jalan perkotaan C = Co x Fcw x Fc.sp x Fc.sf x Fc.cs C = capasitas sebenarnya Co= capasitas dasar ( smp/jam ) Fc.w = Factor pengaruh lebar lajur Fc.sp= Factor pengaruh pemisah arah Fc.sf=factor pengaruh hambatan samping Fc.cs = factor pengaruh ukuran kota

10 Kapasitas dasar/Co Jalan perkotaan Type jalanKapasitasdasa r/Co smp/jam catatan *Empat lajur terbagi Jln. Satu arah Empat lajur tak terbagi Dua lajur tak terbagi Perlajur Total 2 arah

11 Tipe jalanLebar jalur lalu-lintas efektif (W c ) (m)FC w Empat lajur terbagi atau Jalan satu arah Per lajur 3,00 3,25 3,50 3,75 4,00 0,92 0,96 1,00 1,04 1,08 Empat lajur tak terbagiPer lajur 3,00 3,25 3,50 3,75 4,00 0,91 0,95 1,00 1,05 1,09 Dua lajur tak terbagiTotal dua arah ,56 0,87 1,00 1,14 1,25 1,29 1,34 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC w UNTUK LEBAR JALUR LALU-LINTAS jalan Perkotaan

12 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC sp UNTUK PEMISAHAN ARAH jalan Perkotaan Pemisahan arah SP %-% FC sp Dua lajur 2/21,000,940,880,820,760,70 Empat lajur 4/21,000,970,940,910,880,85 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC cs UNTUK UNTUK UKURAN KOTA Ukuran kota (Juta penduduk)Faktor penyesuaian untuk ukuran kota FC cs < 0,1 0,1 – 0,5 0,5 – 1,0 1,0 – 3,0 > 3 0,86 0,90 0,94 1,00 1,04

13 Tipe jalanKelas Hambatan Samping Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu FC sf Lebar bahu W s ≤ 0,51,01,5≥ 2,0 4/2 DVL L M H VH 0,96 0,94 0,92 0,88 0,84 0,98 0,97 0,95 0,92 0,88 1,01 1,00 0,98 0,95 0,92 1,03 1,02 1,00 0,98 0,96 4/2 UDVL L M H VH 0,96 0,94 0,92 0,87 0,80 0,99 0,97 0,95 0,91 0,86 1,01 1,00 0,98 0,94 0,90 1,03 1,02 1,00 0,98 0,95 2/2 UD Atau Jalan satu arah VL L M H VH 0,94 0,92 0,89 0,82 0,73 0,96 0,94 0,92 0,86 0,97 0,99 0,97 0,95 0,90 0,85 1,01 1,00 0,98 0,95 0,91 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC sf UNTUK HAMBATAN SAMPING a) Jalan dengan bahu

14 Tipe jalanKelas Hambatan Samping Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu FC sf Lebar kerebW k ≤ 0,51,01,5≥ 2,0 4/2 DVL L M H VH 0,95 0,94 0,91 0,86 0,81 0,97 0,96 0,93 0,89 0,85 0,99 0,98 0,95 0,92 0,88 1,01 1,00 0,98 0,95 0,92 4/2 UDVL L M H VH 0,95 0,93 0,90 0,84 0,77 0,97 0,95 0,92 0,87 0,81 0,99 0,97 0,95 0,90 0,85 1,01 1,00 0,97 0,93 0,90 2/2 UD Atau Jalan satu arah VL L M H VH 0,93 0,90 0,86 0,78 0,68 0,95 0,92 0,88 0,81 0,72 0,97 0,95 0,91 0,84 0,77 0,99 0,97 0,94 0,88 0,82 b) Jalan dengan kereb FC sf jalan Perkotaan

15 CONTOH PERHITUNGAN Diketahui : Jalan perkotaan 4/.2ud dengan lebar bahu 1,10 m lebar perlajur = 3 m Jumlah penduduk = jiwa. Jumlah arus (Volume) : Lv= 1000 buah ( 1 ) Hv = 800 buah ( 1,3 ) Mc = 1500 buah ( 0,2 ) Arus 50/50. Data Hambatan samping : Ped = 45 orang, parkir=18 bh. Um = 15 buah Hitung DS Penyelesaian : Volume (Q) = (1000 X1) + (800 x 1,3) + (1500x0,2) = 2340 smp/jam Jumlah Hambatan samping = (45x0,5)+(18x1)+(15x0,4)= 46,5 klas Hs =VL C = Co x Fsp x Fw x Fsf x Fcs = (4 x 1500) x 1 x 0,91x 0,994x0,94 = 5102 smp/jam DS = Q/C = 2340 / 5102 = 0,458 < 0,85 tidak jenuh FV(lv) = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVcs = (53 – 4)x 1,03 x0,95 = 52,6 Km/j DS & FV(lv) dengan Grafik didapat V rata-rata = 48 km/j. nilainya sama dengan Vrata-rata lap.

16 Diketahui : Jalan perkotaan 2/2ud lebar eff jalan =5m Lebar bahu = 1,5m. Jumlah penduduk jiwa data lalu lintas : Hv = 400 kend.(1,3), Lv = 625 kend(1,0) Mc= 1000 kend (0,2) Jumlah arus 2 arah 50/50 data hambatan samping = Ped= 45 orang, Um = 15 kend Parkir = 18 kend. Penyelesaian : Q= (400x1,3) + (625x1)+ (1000x0,2)= 1345 smp/jam C= 2900 x 0,56 x 1 x 0,99 x 0,94 = 1511 smp/jam DS = Q/C = 1345 / 1511 = 0,89 > 0,85 jenuh Fv(lv) = (FVo + FVw) x FVsf x FVcs = (44- 9,5)x0,99x0,95=32,45 km/jam Menggunakan Grafik DS & FV(lv) didapat Vrata-rata = 22 km/jam

17 Jalan Luar kota C = Co x Fc.w x Fc. Sp x Fc.sf Jalan Bebas Hambatan ( Tol) C= Co x Fcsp x Fc.w

18 Tipe jalan/ Tipe alinyemen Kapasitas dasar (smp/jam) Catatan Empat-lajur terbagi - Datar - Bukit - Gunung Empat-lajur tak-terbagi - Datar - Bukit - Gunung Dua-lajur tak-terbagi - Datar - Bukit - Gunung Per lajur Total kedua arah KAPASITAS DASAR JALAN LUAR KOTA

19 Tipe jalanLebar efektif jalur lalu lintas (Wc) (m) FC w Empat-lajur terbagi Enam-lajur terbagi Per lajur 3,00,91 3,250,96 3,501,00 3,751,03 Empat-lajur tak Terbagi Per lajur 3,000,91 3,250,96 3,501,00 3,751,03 Dua-lajur tak terbagiTotal kedua arah 50,69 60,91 71,00 81,08 91,15 101,21 111,27 Factor pengaruh lebar lajur FCw.untuk Jalan Luar Kota

20 Tipe jalanKelas Hambatan Samping Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu FC sf Lebar bahu W s ≤ 0,51,01,5≥ 2,0 4/2 UDVL0,991,001,011,03 L0,960,970,991,01 M0,930,950,960,99 H0,900,920,950,97 VH0,880,900,930,96 2/2 UD 4/2 UD VL0,970,991,001,02 L0,930,950,971,00 M0,880,910,940,98 H0,840,870,910,95 VH0,800,830,880,93 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC SF AKIBAT HAMBATAN SAMPING JALAN LUAR KOTA

21 Pemisahan arah SP %-% FC SP Dua-lajur 2/ Empat-lajur 4/ FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS FC SP AKIBAT PEMISAHAN ARAH JALAN LUAR KOTA

22 Tipe jalan bebas hambatan / Tipe alinyemen Kapasitas Dasar (smp / jam) Catatan Empat- ddan enam-lajur terbagi - Datar - Bukit - Gunung Dua-lajur tak-terbagi - Datar - Bukit - Gunung Per lajur Total di kedua arah KAPASITAS DASAR JALAN BEBAS HAMBATAN

23 Tipe jalan bebas hambatan Lebar efektif jalur Lalu-lintas W c (m) FC w Empat-lajur terbagi Enam-lajur terbagi Per lajur 3,250,95 3,500,98 3,61,00 3,751,03 Dua-lajur tak-terbagiTotal kedua arah 6,50,96 71,00 7,51,03 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS AKIBAT LEBAR JALUR Lalu-Lintas JALAN BEBAS HAMBATAN

24 Pemisahan arah SP %-% FC SP Jalan tak terbagi1,000,970,940,910,88 FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS AKIBAT PEMISAHAN ARAH JALAN BEBAS HAMBATAN Panjang kelandaian / % kelandaian Kapasitas dasar Smp/jam Panjang ≤ 0,5 km / Seluruh kelandaian Panjang ≤ 0,8 km / Kelandaian ≤ 4,5% Keadaan-keadaan lain KAPASITAS PADA KELANDAIAN KHUSUS

25 DS Degree of Saturation DS > 0,85 MKJI) ….Jenuh …. Macet DS = Q/C ….usaha memperkecil Q atau memperbesar C. Memperkecil Q (mengefektifkan Q) contoh mengurangi kendr pribadi dan berpindah keangkutan umum) Memperbesar C mengurangi hambatan samping Pada jalan perkotaan dan jalan luar kota

26 Type jalan 2/2ud.. Dua lajur dua arah tanpa median 4/2ud.. Empat lajur dua arah tanpa median 4/2d.. Empat lajur dua arah dengan median 6/2ud, 8/2ud, 6/2d, 8/2d dan seterusnya

27 1. KECEPATAN ARUS BEBAS SEBENARNYA / FV pada jalan perkotaan FV = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVcs FVo = kecepatan arus bebas kendaraan ringan (Km/jam) FVw = Penyasuaian lebar jalur lebar efektif (km/jam) FFVsf = faktor penyesuaian kondisi hambatan samping(perkalian) FFVcs= factor penyesuaian ukuran kota (perkalian) 2. Kecepatan arus bebas kendaraan ringan sebenarnya Pada jalan luar kota FV = ( FVo + FVw ) x FFVsf x FFVrc FFVrc = factor penyesuaian untuk fungsi jalan 3. Kecepatan arus bebas kendaraan ringan sebenarnya Pada jalan Bebas hambatan FV= FVo + FVw

28 Tipe jalanKecepatan arus bebas dasar FV 0 (km/jam) Kendaraan ringan LV Kendaraan berat HV Sepeda Motor MC Semua kendaraan (rata-rata) Enam lajur terbagi (6/2 D) atau Tiga lajur satu arah (3/1) Empat lajur terbagi (4/2 D) atau Dua lajur satu arah (2/1) Empat lajur tak terbagi (4/2) UD) Dua lajur tak terbagi (2/2 UD) KECEPATAN ARUS BEBAS DASAR Jalan Perkotaan

29 Tipe jalanLebar jalur lalu-lintas efektif (W c ) (m) FV w (km/jam) Empat lajur terbagi atau Jalan satu arah Per lajur 3,00 3,25 3,50 3,75 4, Empat lajur tak terbagiPer Lajur 3,00 3,25 3,50 3,75 4, Dua lajur tak terbagiTotal , PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FV W UNTUK LEBAR JALUR LALU LINTAS Jalan perkotaan

30 Tipe jalanKelas Hambatan Samping (SFC) Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu Jarak: kereb - penghalang W S (m) ≤ 0,5 m1,0 m1,5 m≥ 2,0 m Empat lajur terbagi 4/2 D Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,97 0,93 0,87 0,81 1,01 0,98 0,95 0,90 0,85 1,01 0,99 0,97 0,93 0,88 1,02 1,00 0,99 0,96 0,92 Empat lajur tak terbagi 4/2 UD Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,96 0,91 0,84 0,77 1,01 0,98 0,93 0,87 0,81 1,01 0,99 0,96 0,90 0,85 1,02 1,00 0,98 0,94 0,90 Dua lajur tak terbagi 2/2 UD Atau Jalan satu arah Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 0,98 0,93 0,87 0,78 0,68 0,99 0,95 0,89 0,81 0,77 0,99 0,96 0,92 0,84 0,77 1,00 0,98 0,95 0,88 0,82 FAKTOR PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FV sf, UNTUK HAMBATAN SAMPING jalan Perkotaan a) Jalan dengan kereb

31 Tipe jalanKelas Hambatan Samping (SFC) Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu Lebar bahu W k (m) ≤ 0,5 m1,0 m1,5 m≥ 2,0 m Empat lajur terbagi 4/2 D Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,02 0,98 0,94 0,89 0,84 1,03 1,00 0,97 0,93 0,88 1,03 1,02 1,00 0,96 0,92 1,04 1,03 1,02 0,99 0,96 Empat lajur tak terbagi 4/2 UD Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,02 0,98 0,93 0,87 0,80 1,03 1,00 0,96 0,91 0,86 1,03 1,02 0,99 0,94 0,90 1,04 1,03 1,02 0,98 0,95 Dua lajur tak terbagi 2/2 UD Atau Jalan satu arah Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,96 0,90 0,82 0,73 1,01 0,98 0,93 0,86 0,79 1,01 0,99 0,96 0,90 0,85 1,01 1,00 0,99 0,95 0,91 b) Jalan dengan bahu

32 Ukuran kota (Juta penduduk)Faktor penyusuaian untuk ukuran kota < 0,1 0,1 – 0,5 0,5 – 1,0 1,0 – 3,0 > 3,0 0,90 0,93 0,95 1,00 1,03 FAKTOR PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FV c s UNTUK UKURAN KOTA Jalan Perkotaan

33 Kinerja jalan DS = Q/C FV (Grafik) maka didapat V lv rata-rata Atau DS (tabel) akan didapat: LOS =Level OF Service Tingkat pelayanan

34 Kecepatan arus bebas dari kendaraan ringan Pada jalan Luar Kota : FV(lv) = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVrc

35 Tipe jalan/ Tipe alinyemen/ (Kelas jarak pandang) Kecepatan arus bebas dasar FV 0 (km/jam) Kendaraan Ringan LV Kendaraan berat Menegah MHV Bus Besar LT Truk Besar LT Sepeda Motor MC Enam-lajur terbagi - Datar - Bukit - Gunung Enam-lajur terbagi - Datar - Bukit - Gunung Enam-lajur terbagi - Datar - Bukit - Gunung Dua-lajur tak terbagi - Datar SDC: A “ “ B “ “ C - Bukit - Gunung Kecepatan arus bebas dasar Jalan Luar kota

36 Tipe jalanLebar efektif Jalur lalu Lintas (W c )(m) FV w (km/h) Datar: SDC= A,B- Bukit SDC= A,B,C - Datar: SDC= C Gunung Empat-lajur Dan Enam-lajur Terbagi Per lajur 3,00 3,25 3,50 3, Empat-lajur Tak terbagi Per lajur 3,00 3,25 3,50 3, Dua-lajur Tak terbagi Total PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FV w AKIBAT LEBAR JALUR LALU – LINTAS Jalan Luar Kota

37 Tipe jalanKelas Hambatan Samping (SFC) Faktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar bahu Lebar bahu efektip rata rataW s (m) ≤ 0,5 m1,0 m1,5 m≥ 2 m Empat lajur terbagi 4/2 D Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,98 0,95 0,91 0,86 1,00 0,98 0,95 0,92 0,87 1,00 0,98 0,96 0,93 0,89 1,00 0,99 0,98 0,97 0,96 Empat lajur tak terbagi 4/2 UD Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,96 0,92 0,88 0,81 1,00 0,97 0,94 0,89 0,83 1,00 0,97 0,95 0,90 0,85 1,00 0,98 0,97 0,96 0,95 Dua lajur tak terbagi 2/2 UD Atau Jalan satu arah Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 1,00 0,96 0,91 0,85 0,76 1,00 0,97 0,92 0,87 0,79 1,00 0,97 0,93 0,88 0,82 1,00 0,98 0,97 0,95 0,93 PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FFV sf AKIBAT HAMBATAN SAMPING jalan Luar Kota

38 Naik + Turun (m/km) Kecepatan arus bebas dasar (LV), jalan dua-lajur dua-arah Lengkung horisontal rad/km < 0,50,5 – 11 – 22 – 44 – 66 – 88 – Kecepatan Arus Bebas dasar(LV) dua lajur dua arah Jalan Luar Kota

39 Tipe jalanFaktor penyesuaian FFV RC Pengembangan samping jalan Empat-laju terbagi: Arteri Kolektor Lokal Empat-lajur tak-terbagi: Arteri Kolektor Lokal Dua-lajur tak-terbagi Arteri Kolektor Lokal 1,00 0,99 0,98 1,00 0,97 0,95 1,00 0,94 0,90 0,99 0,98 0,97 0,99 0,96 0,94 0,98 0,93 0,88 0,98 0,97 0,96 0,97 0,94 0,92 0,97 0,91 0,87 0,96 0,95 0,94 0,96 0,93 0,91 0,96 0,90 0,86 0,95 0,94 0,93 0,945 0,915 0,895 0,94 0,88 0,84 FAKTOR PENYESUAIAN KECEPATAN ARUS BEBAS FfV RC AKIBAT KELAS FUNGSIONAL JALAN DAN TATA GUNA LAHAN Jalan Luar Kota

40 Contoh :Jalan luar kota(jl. Kolektor) pada daerah datar Type jalan 4/2d, lebar lajur=3,75m, lebar bahu=3m. Diketahui total arus =300 smp/jam data hambatan samping : Ped=100 orang, Um=23 Kend.keluar masuk=40 kend.parkir/stop=10 kend. Penyelesaian: Jumlah hambatan samping =(100x0,6)+(23x0,4)+(10x0,8)=117,20 > 50 Kelas hambtan samping= L (rendah). C= CoxFcsxFcwxFcsf= (1500x4)x1x1,03x1,01= 7906 smp/jam DS=300/7906 = 0,37 < 0,85 …Normal Fv(lv)= ( Fvo+FVw) x FFVsfxFFVrc = (78+2)x0,99x0,98= 77,616 km/jam Fv(lv) =77,616 Km/jam & DS menggunakan Grafik didp: Vrata-rata =67Km/jam

41 Contoh : jalan bebas hambatan 4/2d pada daerah datar lebar lajur= 3,75m lebar bahu= 3m. Q = 500 smp/jam, Arus 50/50 tentukan nilai DS dan Vrata-rata C= Co x Fcw x Fsp =(4x2300 ) x1,03x 1 = 9476 smp/jam Ds= Q/C = 0,052 < 0,85 Normal. V rata-rata coba sendiri

42 PERSIMPANGAN PERSIMPANGAN TANPA SINYAL & PERSIMPANGAN DENGAN SINYAL Syarat persimpangan tanpa sinyal 1. Arus lalu lintas kecil dibandingkan dengan lebar pendekat 2. DS < 0,85 3. Cycle time < 40 detik Syarat persimpangan dengan sinyal 1. Arus lalu lintas besar dibandingkan dengan lebar pendekat 2. DS > 0,85 3. Cycle time > 40 detik

43 . Persimpangan tanpa sinyal Q, C, DS Setiap kaki simpang ada Q & C …. DS Q=∑Hv +∑Lv+∑Mc C= Co x Fw x Fm x Fcs x Frsu xFlt x Frt x Fsp Co tergantung type persimpangan Fw tergantung lebar pendekat& type persimpangan Fm tergantung lebar median Fcs tergantung jl. Penduduk Frsu tergantung type lingkungan&prosentase kend tak bermotor Flt tergantung prosentase belok kr Frt tergantung prosentase belok kanan Fsp tergantung Prosentase arus

44 Perhitungan Volume (Q) dan kapasitas (C) Volume = Jlh.Kendr/jam = Jlh.Lv + Jlh.Hv + Jlh.Mc jam = SMP/jam Capasitas (C) = Co x Fw x Fm x Fcs x Frsu x Flt x Frt x Fmi Co= nilai kapasitas dasar (tergantung tipe persimpangan) Fw = factor koreksi lebar masuk Fm =factor koreksi median jalanutama fcs = factor koreksi ukuran kota Frsu = factor koreksi type link.&hambatan samping. Flt = factor pengaruh arus belok kiri Frt = factor pengaruh arus belok kanan Fmi=factor koreksi pemisah arah ini dapat Nilai dilihat pada tabel

45 Tundaan pada persimpangan tanpa lampu( D ) D = 2 + 8,2078 DS ….. Jika DS <= 0,6 D = 1,0504 / 0,2742 – 0,2042 DS …..0,6 < DS < 1,34 Atau dengan menggunakan Gambar E.1 Tundaan rata rata untuk jalan utama Dma Dma = 1 / ( 0,346 – 0,246 DS ) Tundaan rata rata untuk jalan simpang Dmi ditentukan berdasarkan tundaan rata rata seluruhsimpang dan tundaan rata rata untuk jalan utama Dmi = ( Qtot x Dtot – Qma x Dma ) / Qmi ( detik /smp.)

46 PERSIMPANGAN DENGAN LAMPU / SINYAL Secara analitis nilai DS > 0,85 atau c ( cycle time > 40 detik ) c = ( 1,5 x LT) ( 1 + ∑ FR crit ) LT lost time ( sudah ditentukan tergantung besar kecil sipang ), FR = Q/S, ∑FR crit Jumlah FR crit. Q volume setiap kaki, S = saturation flow setiap kaki S = 600w Waktu hijau (gi) gi = ( c – LT ) x FR crit ∑ FR crit Waktu hijau dapat maka waktu merah bisa dihitung (mi)

47 U T B S Phase = jumlah pergantian lampu 2 phase mis. Utara selatan bergerak dan barat timur berenti. Barat dan timur bergerak selatan utara berenti. 3 phase mis. Utara selatan bergerak dan barat dan timur berenti. Barat begerak utara selatan dan timur berenti. Timur bergerak utara dan selatan dan barat berenti.dst.

48 BUNDARAN / JALINAN Mamfaat bundaran untuk lalu lintas: Penerapan bundaran lalu lintas mempunyai beberapa mamfaat didalam meningkakan keselamatan dan kelancaran lau lintas. 1. Memaksa kendaraan untuk untuk mengurangi kecepatan karena kendaraan dipaksa untuk membelok mengikuti jalan yang mengelilingi bundaran. 2. Menghilangkan komplik berpotongan ( crossing complick) dan diganti dengan komplik yang bersilangan ( weaving complick) yang dapat berlangsung dengan lebih lancar, tanpa harus berhenti bila arus tidak begitu besar 3. Tidak ada hambatan tetap, karena dihentikan oleh lampu merah, tetapi dapat langsung memasuki persimpangan dengan prioritas pada kendaraan yang berada dibundaran Mudah untuk meningkatkan kapasitas persimpangan dengan memperlebar kaki kaki persimpangan. KAPAN BUNDARAN LALU LINTAS DIPILIH: 1. Arus lalu lintas belok kanan tinggi 2. Terdapat 4 kaki lebih dari persimpangan 3, Arus lalu lintas yang datang dari masing masing kaki hampir sama besar 4. Tersedia ruang /lahan yang cukup memadai untuk membangun bundaran lalu lintas

49

50 Lw w1 w2 Ww C=135xWw x (1+We/Ww) x (1-Pw/3)x(1+Ww/Lw) x FcsxFrsu 1,3 1,5 0,5 -1,8 BUNDARAN / JALINAN Q= =arus total Pw=(2+3)/Q 2 dan 3 arus menjalin DS= Q/C DS rata rata 4 jalinan We=(W1+W2)/2

51 Lw = panjang jalinan Ww = lebar jalinan We = (W1 +W2)/2 Pw = rasio jalinan arus= (2 + 3)/ Q = arus = Fcs = factor pengaruh ukuran kota(tabel) Frsu = factor lingkungan dan kendaraan tidak bermotor(tabel) D = Tundaan =detik/ SMP DS rata rata didapat Dratarata DS = 0,6 maka D = 1,0504/ (0,2742 – 0,2042DS)

52 Lw W1 W2 Ww jalinan

53 W1 W2 Ww Lw 2 Jalinan Ds = Q/C ….. DS<0,6 maka Tundaan(D) =2+ 8,2078 DS Ds> 0,6 maka Tundaan (D) = 1,0504 / (0,2742-0,2042DS

54 MENENTUKAN NILAI SMP. KENDARAAN SMP ( Satuan Mobil Penumpang) adalah satuan arus lalu lintas dari berbagai type kendaraan yang dirubah menjadi kendaraan ringan(termasuk mobil penumpang) dengan menggunakan EMP.(Ekivalen Mobil Penumpang) merupakan factor dari berbagai type kendaraan. Arus menyatakan lalu lintas bukan dalam jumlah kendaraan melainkan jumlah SMP perjam Telah disebutkan dengan jelas bahwa sebuah bus besar menyita jauh lebih luas permukaan jalan dibandingkan dengan apa yang diperlukan luas permukaan jalan oleh kendaran ringan. MC HV Lv Volume = ∑Mc +∑Lv +∑Hv = SMP/jam

55 Pada arus lalu lintas seperti tersebut sebelumnya dapat dibuat berdasarkan SMP/jam. Unit ukuran ini (smp/jam) akan menjadi pertimbangan dalam mendesain jalan Nilai SMP. Pada persimpangan dari beberapa penelitian Jenis kendaraan Webster& Cobbe 1966 Chang chien 1978 Soegondo Et al 1983 Djohar 1983 IHCM 1992 Mobil panumpang 1,0 Bus2,25- 2,62- Mini bus/angkot1,001,65 - 1,25 - Kend.berat1,75- 2,251,3 Sepeda motor0,330,24 0,20 0,2/0,4* Bemo/bajai - 0,71 - 0,52 - Becak --- 0,930,5*(1,0)**

56 Catatan: * Nilai SMP. Darikendaraan tidak bermotor mencakup becak, delman,sepeda, dll. ** Nilai untuk persimpangan untuk arus yang berlawanan Faktor SMP. Kendaraan yang membelok kekanan bercampur dengan kendaraan yang berjalan lurus. Saturation flow pada jalur tersebut dihitung dengan anggapan bahwa semua kendaraan berjalan lurus, tetapi kendaraan yang membelok kekanan ditambah 75%. Dua aspek utama yang mempengaruhi penetapan factor SMP. Dapt dikelompokan sebagai berikut 1. Aspek fisik a. Dimensi/ukuran dari kendaraan b. Tenaga/energy c. Karakteristik persimpangan Sebagai contoh kendaraan berat memerlukan ruang dan waktu yang lebih dalam meninggalkan persimpangan dibanding dengan mobil penumpang

57 2.Aspek non fisik a. fungsi kendaraan b. kelajuan kendaraan Sebagai contoh kendaraan oplet memerlukan perbedaan waktu dalam meninggalkan persimpangan, walaupun ukuran dimensi/ ukuran kendaraan sam dengan mobil penumpang. (kend. Ringan) 1. Menentukan fator SMP. kendaraan Metode Headway ( Seragegs.1964 ) Pada metode ini yang dihitung adalah SMP. ( Satuan Mobil Penumpang) kendaraan pada rus stu jalur persimpangan dengan lampu lalu lintas Perkiraan kendaraan 1, 2, …. i tunggal pada rangkaian waktu t1, t2,..ti dihitung dari kendaran didepan menyentuh stopline sampai kendaraan dibelakangnya,enyentuh stop line. Scraggs memperlihatkan suatu kebutuhan dan kondisi yang cukup untuk ini : ĥ cc + ĥ HH = ĥ cH + ĥ Hc ĥ cc = Headway ratarata untuk sebuah mobil penumpang mengikuti sebuah mobil penumpang ĥ HH = Headway ratarata sebuah kendaraan berat mengikuti kendaraan berat(detik) ĥ cH = Headway ratarata untuk sebuah mobil penumpang mengikuti sebuah kendaraan berat. ĥ Hc = Headway ratarata untuk sebuah kendaraan berat mengikuti sebuah kendaraan ringan

58 Headway adalah waktu Mulai ban depan kend.didepanmenyentuh stopline sp.ban depan kend dibelakangnya menyentuh stop-line c H c c

59 Nilai headway yang dikoreksi sbb: ĥcc’ = ĥcc - Q/ Ncc ĥHc’ = ĥHc + Q/ NcH ĥcH’ = ĥcH + Q/ NcH ĥHH’ = ĥHH - Q / NHH Dimana factor koreksi Q Q = Ncc. nHc.NHH. (ĥcc – ĥHc – ĥcH+ĥHH) Ncc.NHc.NcH+Ncc.NHH+Ncc.NcH.NHH+NHc.NcH.NHH Nilai SMP Kend.Berat (HV) /H SMP.HV= ĥHH –Q/NHH ĥcc - Q / Ncc SMP HV= ĥHH’/ĥcc’

60 SMP Angkot = ĥAA’/ ĥcc’ SMP.Bajai = ĥbb’/ ĥcc’ SMP.sepeda motor =ĥsm.sm’/ ĥcc’ ĥHH’ = Headway rata rata kend berat mengikuti kend. Berat yang sudah dikoreksi Ĥcc’ = headway rata rata kend ringan mengikuti kend. Ringan yang sudah dikoreksi Ncc = jumlah headway kend.ringan mengikuti kend ringan

61 ANALISA BIAYA KEMACETAN LALU LINTAS Kemacetan masalah yang umum dalam Transportasi, Hal ini terjadi akibat adanya tambahan waktu perjalanan, baik yang disebabkan oleh tundaan lalu lintas maupun tambahan volume kendaraan yang mendekati atau melebihi capasitas pada ruas jalan. Tundaan ini berakibat pada penembahan biaya perjalanan terutama pada komponen Biaya operasi kendaraan dan nilai waktu perjalanan. LATAR BELAKANG Pertumbuhan sarana transportasi mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas, tundaan dan antrian, peningkatan waktu perjalanan, yang pada akhirnya meningkatkan biaya perjalanan. Maka tundaan dan antrian ini berakibat pada penambahan ini berakibat pada penambahan biaya perjalanan karena peningkatan BOK dan pengaruh nilai waktu perjalanan. WAKTU TUNDAAN DAN WAKTU ANTRIAN Rumusan waktu tundaan (R ) adalah : R = L - L X Y R = waktu tundaan yang dialami kend(jam) X = Kecepatan kendaraan yang rendah (Km/jam) Y = Kecepatan kendaraan yang tinggi ( Km/Jam) L = Panjang antrian Km)

62 Rumusan waktu antrian (T) adalah : T = R { 1/ X - 1/Y } X R = waktu tundaan yang dialami kendaraan ( jam) Model Perhitungan Biaya kemacetan A. Tzedakis (1980), dalam makalah Different Vehicle Speed and Congestion Cost, mengatakan bahwa rendahnya kecepatan kendaraan adalah penyebab utama kemacetan. Rumusan model C = N { ( BOK) X [X/B ] V’ } T Dimana : C = Biaya kemacetan ( rupiah) N = Jumlah kendaraan (kendaraan ) X = kendaraan pada kecepayan lambat ( Km/jam) B = Kendaraan pada kecepatan tinggi/ bebas hambatan(Km/jam) V’ =Nilai waktu perjalanan kendaraan (Rp/Kend. Jam ) T = Jumlah waktu antrian ( jam) Biaya Operasi Kendaraan ( BOK) Metode untuk menghitung Biaya Operasi Kendaraanmengadopsi persamaan pendekatan yang dilakukan DLLAJ Prof Bali.(1999) dalam Public Transport Study Consultant dengan persamaan BOK = a + b/v + c x BOK= Biaya Operasi Kendaraan, a= constanta b,c = Koef regresi. V = nilai waktu

63 MENGHITUNG TINGKAT PELAYANAN DAN KINERJA JALAN MKJI Kecepatan Menurut Hobbs (Clarrkson, H. Obglesby dan R. Garry hick, 1988) Kecepatan adalah laju perjalananyang besarnya dinyatakan kilometer perjam(Km/jam) dan umummenjadi 3 jenis: 1. Kecepatan setempat (spot speed) 2. Kecepatan bergerak ( running speed) 3. Kecepatan perjalanan ( Journey speed) kecepatan bergerak = Jauh perjalanan Waktu tempuh – waktu henti Kecepatan setempat = jauh perjalanan Waktu tempuh Volume = smp/ jam Capasitas = smp /jam C = Co x fw x fsp x fsf x fcs DS = Q/C ………………… Tingkat pelayaanan ( LOS)


Download ppt "REKAYASA LALU LINTAS LITERATUR : MKJI, {IHCM}, HCM(wshington) Pedoman perencanaan wil. perkotaan)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google