Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Waktu : 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi : Memahami Haki- Kat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar :

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Waktu : 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi : Memahami Haki- Kat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar :"— Transcript presentasi:

1

2 Waktu : 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi : Memahami Haki- Kat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa & unsur-unsur terbentuknya negara & unsur-unsur terbentuknya negara 1.2. Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan bentuk-bentuk kenegaraan 1.3. Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI tujuan NKRI 1.4. Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. dan bernegara.

3 Waktu : 4 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memahami HakiKat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa & unsur-unsur bangsa & unsur-unsur terbentuknya negara terbentuknya negara

4 (Indikator) Hasil Yang Diharapkan : Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara

5 Bangsa & Negara Manusia Bangsa M. Individu M. Sosial Pendapat Ahli 1.Hans Kohn 2.Ernest Renann 3.Otto Bauer, dll Pengertian Negara Pendapat Ahli 1.G. Jellinek 2.G.W.E Hegel 3.Kranenburg, dll Terjadinya Negara Unsur-unsur Terben- tuknya Negara 1.Rakyat 2.Wilayah 3.Pem Yg Berdaulat 1.Teoritis 2.Primer & Sekunder 3.Faktual

6 Setiap manusia memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda sehingga selalu dpt dibedakan dng orang lain. Setiap manusia memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda sehingga selalu dpt dibedakan dng orang lain. Orang yang dilahirkan secara kembarpun pasti memiliki perbedaan. Orang yang dilahirkan secara kembarpun pasti memiliki perbedaan. 1.Manusia Sebagai Makhluk Individu & Sosial Perbedaan yang dimiliki, karena Tuhan telah menciptakan sifat, watak, keinginan, kebutuhan dan cita-cita yang berbeda. Perbedaan yang dimiliki, karena Tuhan telah menciptakan sifat, watak, keinginan, kebutuhan dan cita-cita yang berbeda. a.Sebagai Makhluk Individu & Sosial

7 Manusia sebagai makhluk Individu, mrp satu kesatuan yang terdiri dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa). Manusia sebagai makhluk Individu, mrp satu kesatuan yang terdiri dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa). Setiap manusia dibekali kemampuan (potensi) akal, pikiran, perasaan dan keyakinan sehingga sanggup untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya agar mampu bertahan hidup (survival). Setiap manusia dibekali kemampuan (potensi) akal, pikiran, perasaan dan keyakinan sehingga sanggup untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya agar mampu bertahan hidup (survival). Dengan akal dan pikirannya, ia mampu menaklukkan alam dan makhluk lain. Dan dengan perasaan serta keyakinannya, ia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, benar-salah dan menemukan Tuhannya. Lanjutan ………….

8 Pemenuhan Kebutuhan Manusia Kebutuhan Fisik dan Biologisnya (membentuk keluarga, marga, dan kelompok masyarakat). Kebutuhan Fisik dan Biologisnya (membentuk keluarga, marga, dan kelompok masyarakat). Kebutuhan Ekonomi (membentuk usaha dagang, pasar dan perusahaan). Kebutuhan Ekonomi (membentuk usaha dagang, pasar dan perusahaan). Kebutuhan Sosial (kelompok ibadah, arisan dan perkumpulan sosial lainnya). Kebutuhan Sosial (kelompok ibadah, arisan dan perkumpulan sosial lainnya).

9 Dalam kehidupan tradisional, antara lain seperti kelompok suku- suku atau bangsa tertentu. Sedangkan dalam kehidupan modern, sekarang ini kita kenal disebut ”negara”. Aristoteles ( M), mengatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon yang artinya mahluk yang hidup berkelompok, selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Aristoteles ( M), mengatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon yang artinya mahluk yang hidup berkelompok, selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Lanjutan ………….

10 b.Makna Bangsa Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang memiliki ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa budaya yang sama & solideritas tertentu. Dalam pengertian sosiologis, bangsa termasuk ”kelompok paguyuban” yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara.

11 # Faktor yang mempengaruhi indentitas sebuah bangsa : Faktor naturalFaktor natural Faktor kulturalFaktor kultural Faktor spritualFaktor spritual Faktor historisFaktor historis Faktor geografisFaktor geografis

12 Dalam pengertian politis, bangsa merupakan sekelompok orang dalam suatu negara. Sedangkan masyarakat dalam arti sosiologis, merupakan sekelompok orang dalam suatu negara. Lanjutan …………  Hans Kohn (Jerman) bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa mrp golongan yg beraneka ragam & tidak bisa dirumuskan secara eksak.

13 F. Ratzel (Jerman) bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geo-politik). F. Ratzel (Jerman) bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geo-politik). Otto Bauer (Jerman), bangsa adalah kelompok manusia yg mempunyai kesamaan karakter/perangai yang timbul karena kesamaan nasib. Otto Bauer (Jerman), bangsa adalah kelompok manusia yg mempunyai kesamaan karakter/perangai yang timbul karena kesamaan nasib.  Karakter, sikap dan perilaku yang menjadi jatidiri bangsa.  Ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain. Ernes Renan (Perancis) bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu sehingga merasa dirinya adalah satu. Ernes Renan (Perancis) bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu sehingga merasa dirinya adalah satu. Lanjutan …………

14  Jalobsen dan Lipman, bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan politik (political unity).  Bung Karno, bangsa adalah : a.Ras, yaitu sekelompok orang yang mempunyai ciri- ciri jasmaniah sama yang dibawa sejak lahir. b.Volk, yaitu sekelompok orang yang sudah mempunyai kesamaan dalam kebudayaan. c.Natie, yaitu sekelompok orang yang sudah mempunyai persamaan kesadaran bernegara dan kesadaran berpolitik tanpa membedakan ras atau volk, bahkan tidak lagi membedakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Lanjutan …………

15 Kata Negara berasal dari : state (Inggris), staat (Belanda dan Jerman), etat (Perancis), statum (Latin), yang berarti keadaan yang tegak dan tetap. Negara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam maupun ke luar). Dalam arti luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama. c.Makna Negara Pengertian Negara

16 No Nama Tokoh Pendapat Yang Dikemukakan 1.GeorgeJellinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari seke- lompok manusia yang mendiami wilayah tertentu. 2. Roger H. Soltau Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yg mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat. 3. Mr. Kranen -burg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena adanya kehendak dari suatu golongan atau bangsa. Pendapat Para ahli :

17 4. Karl Marx Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/ kapitalis) untuk menindas atau meng- eksploitasi kelas lain (proletariat/buruh). 5.Logemann Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Organisasi itu adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan-lapangan kerja tetap. 6. Max Weber Negara adalah suatu masyarakat yang mempu- nyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Lanjutan ………….

18 TINJAUAN NEGARA ORGANISASI KEKUASAAN : J.H.A. Logeman, negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur dan menyeleng- garakan masyarakat dengan kekuasaan tersebut. Kranenburg, negara adalah suatu organisasi kekuasaan yg diciptakan oleh sekelompok manusia yg disebut bangsa. ORGANISASI POLITIK : Robert Mc. Iver, negara adalah suatu organisasi politik yang berbeda dengan organisasi lain, karena negara memiliki kedaulatan tertinggi dan keanggotaannya bersifat mengikat semua orang. ORGANISASI KESUSILAAN : G.W.F. Hegel, negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang timbul dari sintesa antara kemerdekaan universal dengan kemerdekaan individual. INTEGRALISTIK : B. Spinoza, Adam Muller, dan Soepomo, negara mrp suatu integritas antara pemerintah dengan rakyat. Negara mengatasi seluruh golongan dalam masyarakat dan merupakan suatu kesatuan yang organis.

19 Sifat Hakikat Negara 1.Sifat Memaksa (negara memiliki mempunyai kekuatan fisik secara legal. 2.Sifat Monopoli (yaitu dalam menetap- kan tujuan bersama masyarakat. 3.Sifat Mencakup Semua (All- Embracing), yaitu semua peraturan perundang-undangan yg berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali. Sifat Hakekat negara berkaitan erat dgn dasar-dasar terbentuk- nya negara, norma dasar (fundamental norm) yg menjadi tujuan, falsafah hidup yang ingin diwujudkan, perjalanan sejarah dan tata nilai sosial-budaya yang telah berkembang di dalam negara.

20 Secara Teoritis : Teori Ketuhanan (F. J. Stahl, Agustinus, Jean Bodin), bahwa negara terjadi atas kehendak Tuhan. Teori Ketuhanan (F. J. Stahl, Agustinus, Jean Bodin), bahwa negara terjadi atas kehendak Tuhan. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rouseau, Montesquieu), bahwa negara terbentuk atas perjanjian antar manusia atau masyarakat (du Contracts social). Teori Perjanjian (Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rouseau, Montesquieu), bahwa negara terbentuk atas perjanjian antar manusia atau masyarakat (du Contracts social). Teori Kekuasaan (H.J. Laski, Leon Duguit, Karl Marx), bahwa negara dibentuk oleh kekuasaan yg memaksa, monopoli dan mencakup semua. Teori Kekuasaan (H.J. Laski, Leon Duguit, Karl Marx), bahwa negara dibentuk oleh kekuasaan yg memaksa, monopoli dan mencakup semua. Terjadinya Negara

21 4.Teori Kedaulatan : a. Kedaulatan Negara (P. Laband, G. Jellinek), bahwa kekuasaan tertinggi ada pada negara dan negaralah kekuasaan tertinggi ada pada negara dan negaralah yg menciptakan hukum. yg menciptakan hukum. b. Kedaulatan Hukum (Krabbe), bahwa hkm memegang peranan penting dalam negara. peranan penting dalam negara. 5.Teori Hukum Alam (Plato, Aristoteles, Agustinus, T. Aquinas), bahwa hukum alam berlaku abadi, universal, tidak berubah, berlaku untuk suatu waktu dan tempat. Negara terjadi secara alamiah atas dasar manusia sbg mahluk sosial (Zoon Politicon and social being). Teori Hukum Murni, bahwa negara merupakan suatu Teori Hukum Murni, bahwa negara merupakan suatu kesatuan tata hukum yg bersifat memaksa/overmacht kesatuan tata hukum yg bersifat memaksa/overmacht (wille das staates). (wille das staates).

22 Terjadinya negara menurut pakar sejarah meliputi primer dan sekunder. Secara Primer meliputi : Suku – Kerajaan – Negara (Staat) – Negara Demokrasi (ideal). Sedangkan secara Sekunder, yaitu meliputi de fakto dan de jure. Suku/Persekutuan Masyarakat (genootschaft) Kerajaan (Rijk) Negara Nasional Negara Demokrasi Pertumbuhan Primer dan Sekunder

23  Pendudukan (Occupatie)  Peleburan (Fusi)  Penyerahan (Cessie)  Penaikan (Accesie)  Penguasaan/ Pencaplokan (Anexatie)  Proklamasi (Proclamation)  Pembentukan baru (Innovation)  Pemisahan (Separatisme) Pendekatan Faktual

24 Menurut Friedrich Hertz (Jerman), ada 4 unsur yg berpe- ngaruh dalam terbentuknya suatu bangsa :  Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional.  Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya.  Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian atau kekhasan yang mandiri.  Keinginan untuk menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh dan prestise. 2.Unsur-unsur Terbentuknya Negara a.Unsur-unsur Terbentuknya Bangsa

25 UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA NEGARA DEKLARATIF DE FACTO DE JURE TIDAK MUTLAK KONSTITUTIF RAKYATWILAYAH PEMERINTAH BERDAULAT MUTLAK b.Unsur-unsur Terbentuknya Negara

26 Menurut Oppenheimer dan Lauterpacht, suatu negara harus memenuhi syarat: rakyat yg bersatu, wilayah, pemerintah yg berdaulat & pengakuan dari negara lain. Lanjutan ………………. Menurut Konvensi Montevideo 1933, negara harus mempunyai empat unsur konstitutif : 1.Harus ada penghuni (rakyat, penduduk, warga negara) atau bangsa (staatsvolk) ; 2.Harus ada wilayah atau lingkungan kekuasaan; 3.Harus ada kekuasaan tertinggi (penguasa yg berdaulat) atau pemerintahan yang berdaulat; dan 4.Kesanggupan berhubungan dgn negara-negara lain.

27 RAKYAT BUKAN PENDUDUK PENDUDU K WARGA NEGARA BUKAN WARGA NEGARA Rakyat Secara sosiologis, rakyat adalah sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persamaan, dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. Secara hukum, rakyat mrp warga negara dlm suatu negara yg memiliki ikatan hukum dgn pemerintah.

28 Warga negara & bukan warga memiliki hak dan kewajiban yang berbeda. Lanjutan …………. Tinjauan Umum Tentang Rakyat : Secara politis, rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu negara atau menjadi penghuni negara yang tunduk pada kekuasaan negara itu.Secara politis, rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu negara atau menjadi penghuni negara yang tunduk pada kekuasaan negara itu. Secara sosiologis, rakyat adalah sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persamaan, dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu.Secara sosiologis, rakyat adalah sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persamaan, dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. Secara hukum, rakyat merupakan warga negara dalam suatu negara yg memiliki ikatan hukum dgn pemerintah.Secara hukum, rakyat merupakan warga negara dalam suatu negara yg memiliki ikatan hukum dgn pemerintah.

29 Daratan Indonesia = 35 % terdiri dari  pulau besar & kecil, luas = km2. Batas wilayah daratan suatu negara, dapat berupa : 1)Batas Alamiah, dalam bentuk : sungai, danau, pegunungan, lembah, dan hutan. 2)Batas Buatan, dalam bentuk : pagar tembok, kawat berduri, tiang tembok, pos penjagaan dan patok. 3)Batas secara Geografis, adanya garis lintang & bujur dalam bola dunia. Misalnya letak negara Indonesia secara geografis berada pd lintang 60 LU, 110 LS, 950 BB – 1410 BT. Wilayah Daratan

30  Wilayah lautan berupa : samudra, laut, selat, danau & sungai dalam batas wilayah negara.  Berpedoman pd Hasil Konferensi Hukum Laut Internasio- nal III 1982 di Montigo By oleh PBB, yaitu UNCLOS (United Nations conference on The Law of The Sea).  Ditandatangani tgl 10 Des 1982 oleh 119 negara peserta (117 negara dan 2 organisasi kebangsaan di dunia).  Sejak 16 Nov 1993 telah diratifikasi oleh 60 negara & menjadi hukum positif sejak 16 Nov Negara yg tidak memiliki lautan (land locked). Negara yang memiliki wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya (archipelago state). Wilayah Lautan

31 Negara Republik Indonesia memiliki luas wilayah laut 65% dan panjang pantai Km. Lanjutan ………………. Perjuangan Wilayah Laut Indonesia :  Sejak Proklamasi, 3 mil laut yaitu Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO 1939).  Deklarasi Djuanda 13 Des 1957 (12 mil laut). UU No. 4/Prp Tahun  Konferensi PBB tentang hukum laut tahun Ta- hun 1982, dicantumkan asas negara kepulauan da- lam UNCLOS 82 (United Nations Conference on The Law of The Sea) Indonesia meratifikasi melalui UU No. 17 Tahun 1985 – 31 Des 1985.

32 Traktat multilateral tentang batas laut : Laut Teritorial (LT)12 mil, Zona Bersebelahan (ZB) 24 mil, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil & Landas Benua (LB) 400 mil. Lanjutan ………………. DARATAN NEGARA (B) LAUT 12 Mil 200 Mil 12 Mil 200 M ≥ 200 Mil (LANDAS KONTINEN) (ZEE) (LB) (LT) (ZB)

33  Pasal 1 Konvensi Paris 1919 menyatakan bahwa negara-negara merdeka dan berdaulat berhak mengadakan eksplorasi dan eksploitasi di wila- yah udaranya.  Konvensi Chicago 1944 (Pasal 1) ” Bahwa setiap negara mempunyai kedaulatan yg utuh dan ekslusif di ruang udara di atas wilayahnya”.  Berdasarkan UU Negara Indonesia No. 20 Tahun 1982, batas wilayah kedaulatan dirgantara ter- masuk orbit geo-stationer setinggi km. Wilayah Udara

34 Dua Teori Tentang Konsepsi Wilayah Udara, yaitu : 1.Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory) a. Kebebasan ruang udara tanpa batas (wilayah a. Kebebasan ruang udara tanpa batas (wilayah udara dapat digunakan oleh siapa pun). udara dapat digunakan oleh siapa pun). b. Kebebasan udara terbatas (setiap negara berhak b. Kebebasan udara terbatas (setiap negara berhak mengambil tindakan tertentu untuk keamanan mengambil tindakan tertentu untuk keamanan dan keselamatannya. dan keselamatannya. Lanjutan ………………. Pada negara kolong hanya mempunyai hak atas wilayah/ zona teritorial.

35 2. Teori Negara Berdaulat di Udara (The Air Sovereagnty) Sovereagnty) a. Teori Keamanan (suatu negara mempunyai a. Teori Keamanan (suatu negara mempunyai kedaulatan yg diperlukan untuk menjaga kedaulatan yg diperlukan untuk menjaga keamanannya. keamanannya. b. Teori Pengawasan Cooper (Cooper’s Control b. Teori Pengawasan Cooper (Cooper’s Control Theory), bahwa kedaulatan negara ditentukan Theory), bahwa kedaulatan negara ditentukan oleh kemampuan negara ybs untuk mengawasi oleh kemampuan negara ybs untuk mengawasi wilayah diatasnya secara fisik dan ilmiah. wilayah diatasnya secara fisik dan ilmiah. c. Teori Udara (Schacter), bahwa wilayah udara itu c. Teori Udara (Schacter), bahwa wilayah udara itu haruslah smp suatu ketinggian di mana udara haruslah smp suatu ketinggian di mana udara masih cukup mampu mengangkat /mengapung- masih cukup mampu mengangkat /mengapung- kan balon dan pesawat udara. kan balon dan pesawat udara. Lanjutan ……………….

36 Daerah ekstrateritorial mencakup :  Daerah perwakilan diplomatik di suatu negara.  Kapal yang berlayar di bawah bendera suatu negara. Wilayah ekstrateritorial adalah wilayah suatu negara yang berada di luar wilayah negara itu. Dasar Konggres Wina (1815) dan Kongres Aachen (1818). Wilayah Ekstrateritorial

37 1.Kedaulatan adalah, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara yang berlaku terhadap seluruh wilayah dan segenap rakyat negara itu. 2.Pemerintah berdaulat adalah pemerintah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam mengatur rakyat dan negaranya baik secara internal maupun eksternal. Kata kedaulatan atau “daulat” berasal dari kata daulah (Arab) sovereignity (Inggris), souvereiniteit (Perancis), supremus (Latin), dan souvranita ((Italia), yang berarti “kekuasaan tertinggi”. Pemerintah Yang Berdaulat

38 Lanjutan ………………. Menurut Jean Bodin ( ), bahwa kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum dalam suatu negara. Kedaulatan mempunyai sifat-sifat pokok :  Asli tidak berasal dari kekuasaan lain.  Permanen kekuasaan tetap ada selama negara itu berdiri.  Tunggal merupakan satu-satunya kekuasaan tertinggi dalam negara yang tidak dibagi-bagikan.  Tidak terbatas tidak dibatasi oleh kekuasaan lain.

39 Kedaulatan pemerintah dapat dibedakan : Kedaulatan ke dalam. Kedaulatan ke dalam. Kedaulatan ke luar. Kedaulatan ke luar. Lanjutan …………… Pemerintah adalah lembaga, atau orang yang bertugas mengatur dan memajukan negara dengan rakyatnya.  Pemerintah dalam arti sempit, (eksekutif)  Pemerintah dalam arti luas, adalah keseluruhan alat perlengkapan negara.

40 Lanjutan ………………. Beberapa teori tentang kedaulatan oleh para ahli : 1.Kedaulatan Tuhan (Agustinus, T. Aquinas, Marsillius), bahwa raja atau penguasa memperoleh kekuasaan tertinggi dari Tuhan. 2.Kedaulatan Raja (N. Machiavelli, Jean Bodin, Thomas Hobbes), Kedaulatan negara terletak di tangan raja sebagai penjelmaan kehendak Tuhan. 3.Kedaulatan Negara (George Jellinek, Paul Laband), bahwa kekuasaan pemerintah bersumber dari kedaulatan negara. 4.Kedaulatan Hukum (Krabbe, Immanuel Kant, Kranenburg), bahwa kekuasaan hkm merupakan kekuasaan tertinggi di dalam negara. 5.Kedaulatan Rakyat (John Locke, Montesquieu, J.J. Rousseau), bahwa rakyat merupakan kesatuan yang dibentuk oleh individu- individu melalui perjanjian masyarakat (social contract).

41 Dasar Pertimbangan : 1.Adanya kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya. 2.Ketentuan hukum alam. PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN DE FACTO DE JURE BERSIFAT SEMENTARA BERSIFAT TETAP BERSIFAT PENUH UNSUR DEKLARATIF Pengakuan Dari Negara Lain

42 Penugasan Praktik Kewarganegaraan 6 TNI Amankan Perbatasan RI – Australia Frekuensi pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia ditingkatkan meski ketegangan hubungan kedua negara telah berangsur-angsur menurun. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyampaikan hal itu usai memimpin upacara peringatan HUT ke-60 TNI Angkatan Udara (AU) di Jakarta, Minggu (9/4). ”(Ada) tambahan personel ke perbatasan RI-PNG dan RI-Australia, tapi tidak ada penambahan pasukan di Papua,” kata Panglima TNI. Menurut Djoko, pihaknya akan menggelar pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain. Terutama, yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Selat Merauke yang berbatasan dengan Australia. Sumber : Media Indonesia, 11/4/2006.

43 Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memahami HakiKat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk negara dan bentuk-bentuk kenegaraan kenegaraan

44 (Indikator) Hasil Yang Diharapkan : Menguraikan sifat hakikat negara Menguraikan sifat hakikat negara Mendeskripsikan fungsi dan tujuan negara Mendeskripsikan fungsi dan tujuan negara Menganalisis bentuk negara dan bentuk kenegaraan Menganalisis bentuk negara dan bentuk kenegaraan

45 Fungsi Dan Tujuan Negara 1.Fungsi Negara 2.Tujuan Negara 3.Faham Tentang Tujuan Negara Bentuk Negara Bentuk Kenegaraan 1.Koloni 2.Protektorat 3.Mandat 4.Trustee 5.Dominion 6.Uni 1.Kesatuan 2.Serikat Negara & Bentuk Kenegaraan

46 Fungsi negara (minimal) 1.Sebagai Stabilisator (law and order), 2.Mengusahakan kesejahteraan & kemakmuran rakyatnya; 3.Mengusahakan Pertahanan & menjaga serangan dr luar; 4.Menegakkan keadilan. Menurut Charles E. Merriam, 1.Keamanan ekstern; 2.Ketertiban intern; 3.Keadilan; 4.Kesejehateraan umum; 5.Kebebasan. 3.Hakikat Negara & Bentuk-bentuk Kenegaraan a.Fungsi Negara

47 Montesquieu, fungsi negara mencakup tiga tugas pokok “Trias Politica” : 1.Fungsi Legislatif. 2.Fungsi Eksekutif. 3.Fungsi Yudikatif. Menurut Para Ahli Goodnow, fungsi negara ada dua : 1.Policy Making. 2.Policy Executing. Mohammad Kusnardi, S.H., fungsi negara ada dua : 1.Menjamin ketertiban (law and order). 2.Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

48 Lanjutan ………………. Pandangan Lain Tentang Tugas Negara, yaitu : 1.Mengendalikan dan mengatur gejala kekuasaan sosial yang bertentangan satu dengan lainnya agar tidak membahayakan. 2.Mengorganisasikan dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan ke arah tercapainya tujuan dari masyarakat seluruhnya. Tugas Negara Secara Umum : 1.Tugas Esensial. 2.Tugas Fakultatif.

49 Pada umumnya, suatu negara didirikan dengan tujuan untuk :  Menciptakan kesejahteraan  Mewujudkan ketertiban dan ketenteraman. Semua rakyat yang menjadi bagiannya. b.Tujuan Negara Tujuan masing-masing negara sangat dipengaruhi oleh tata nilai sosial budaya, kondisi geografis, sejarah terbentuknya, serta politik dari penguasa yang bersangkutan.

50 1. Ajaran Plato, negara bertujuan utk memajukan kesusilaan manusia, sbg perseorangan (individu) & sbg makhluk sosial. 2. Ajaran Negara Kekuasaan (Machiavelli dan Shang Yang), negara bertujuan utk memperluas kekuasaan semata-mata. 3. Ajaran Theokratis (Kedaulatan Tuhan), tujuan negara untuk men-capai penghidupan dan kehidupan aman dan tenteram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan (T. Aquinas, Agustinus). 4. Ajaran Negara Hukum, negara bertujuan untuk menyeleng- garakan ketertiban hukum dengan berdasarkan dan berpe- doman kepada hukum (Immanuel Kant). 5. Negara kesejahteraan (welfare state), tujuan negara adalah mewujudkan kesejahteraan umum (Mr. R. Kranenburg). Pandangan Para Ahli Tentang Tujuan Negara Lanjutan ……………….

51 Pandangan Fasisme :  Negara bukan ciptaan rakyat melainkan ciptaan orang kuat.  Negara wajib ”menggembleng” dan mengisi jiwa rakyat secara totaliter, diktatorial, dan nasionalisme. Teori Fasisme Kata fasisme berasal dari kata “fascio” = “kelompok politik”. Muncul istilah Fascio de Combattimento atau “Barisan Tempur”, yg dipraktikkan di Italia pada zaman B. Mussolini ( ).

52 Ciri-ciri Negara Fasis : Ciri-ciri Negara Fasis : a.Ditandai oleh kediktatoran satu partai yang kaku; b.Adanya penindasan terhadap oposisi; c.Menganut paham nasionalisme yang sempit; d.Seluruh aspek kehidupan warga negara diatur, dikontrol, dan dikendlikan secara ketat oleh pemerintah fasis yang sentralistis; e.Moralitas sering diabaikan demi mencapai tujuan negara fasis; f.Pengaturan perekonomian sangat sentralistis; g.Tujuan negara fasis adalah “Imperium Dunia”. Pemimpin bercita-cita untuk mempersatukan semua bangsa di dunia menjadi satu negara atau kekuatan bersama. Lanjutan ……………….

53 Teori Individualisme Individualisme dalam arti luas adalah perjuangan menuju kebebasan atau liberalisme. Negara hanya berfungsi sebagai “Penjaga Malam”. Dalam arti ekonomis, bahwa kebebasan dalam kehidupan ekonomi tidak boleh dibatasi oleh pemerintah atau masyarakat. Dalam arti politis, Negara ada untuk individu, bukan individu untuk negara.

54 Teori Sosialisme Teori Sosialisme Sosialisme menentang kemutlakan milik pribadi dan menyokong pemakaian milik pribadi tersebut untuk kesejahteraan umum. Sosialisme sebagai tahap transisi menuju komunisme. Pada tahap komunisme, hak milik pribadi, kelas-kelas, dan negara benar- benar dihapus; Sarana-sarana produksi dimiliki secara bersama-sama negara tanpa kelas.

55 Persamaan dan perbedaan antara Sosialisme dan Komunisme Persamaan Sosialisme dan Komunisme Perbedaan SosialismeKomunisme Negara mempunyai hak campur tangan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Hal ini dilakukan demi terca- painya tujuan negara, yaitu memberi Kebaha- giaan yang sebesar- besarnya dan merata bagi setiap anggota masyarakat. a.Negara masih mengakui hak milik pribadi atas alat produksi terbatas. b.Untuk menciptakan kesejahteraan bersama, negara menggunakan cara- cara damai. c.Keberadaan negara diperlukan untuk selama-lamanya. a.Negara melakukan hak milik pribadi atas alat produksi. b.Untuk menciptakan kesejahteraan ber- sama secara revolu- sioner, negara menghalalkan segala cara. c.Keberadaan negara hanya sementara waktu diperlukan. Lanjutan ……………….

56 Teori Integralistik Paham Integralistik, beranggapan bahwa negara didiri- kan bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan tertentu saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat negara yang bersangkutan. Paham integralistik Indonesia pertama kali dikemukakan oleh Prof. Dr. Soepomo.. Merupakan aliran pemikiran yg paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yg kekeluargaan. Gagasan ini kemudian menjadi dasar terbentuknya Tujuan Negara Republik Indonesia, seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV.

57 4.Bentuk Negara Dan Bentuk Kenegaraan Jika ditinjau dari sifat hubungan dan cara pengelolaan suatu negara baik ke dalam maupun ke luar, maka dapat dibedakan antara “Bentuk Negara” dengan “Bentuk Kenegaraan”. PerihalPengertianContoh BentukNegara Apabila hubungan atau ikatan itu “merupakan suatu negara”  Negara Kesatuan  Negara Serikat BentukKenegaraan Apabila hubungan atau ikatan itu “tidak merupakan suatu negara”  Perserikatan Negara  Daerah Mandat, dll. Bentuk Negara

58 Lanjutan ………………. BENTUK NEGARA KESATUAN NEGARA SERIKAT Negara Kesatuan, adlh negara merdeka dan berdaulat yg pemerinta- hannya diatur oleh pe- merintah pusat. Negara Kesatuan ada sentra- lisasi & desentralisasi. Negara Serikat, mrp bentuk gabungan beberapa negara bagian (tidak berdau- lat) yg menyerahkan sebagian urusannya kepada pemerintah pusat yg menyang- kut kepentingan bersama dlm beberapa urusan.

59 Pada negara serikat, jabatan Kepala Negara bagian antara lain : Gubernur (AS, Australia). Negara Indonesia Serikat (27 Des 1949 s.d. 17 Ags 1950). Lanjutan ………………. NEGARA BAGIAN A NEGARA BAGIAN B NEGARA BAGIAN C NEGARA SERIKAT Pemerintah Pusat Negara Serikat : - Pemegang Kedaulatan ke luar - Berperan thd negara bagian

60 Konfederasi, mrp gabungan beberapa negara yg anggotanya masing- masing berdaulat penuh baik ke dalam/ke luar. Ikatan tsb dibuat atas dasar perjanjian baik tentang politik LN, pertahanan dsb. NEGARA ANGGOTA A NEGARA ANGGOTA B NEGARA ANGGOTA C PERSERIKATAN NEGARA Pemerintah Pusat Perserikatan Negara : - Kurang berperan thd negara anggota - Hanya merupakan lambang Bentuk Kenegaraan

61 Lanjutan ………………. Bentuk- bentuk Kenegaraan Pada Umumnya : 1.Koloni 2.Protektorat 3.Mandat 4.Trustee (Perwalian) 5.Dominion 6.Uni a.Uni Personil; b.Uni Riil; c.Uni Zui Generalis.

62 Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memahami HakiKat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.3. Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI NKRI 1.4. Menunjukkan semangat kebangsaan, nasio- nalisme dan patriotisme dalam kehidupan nalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

63 (Indikator) Hasil Yang Diharapkan : Menguraikan pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia Menguraikan pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia Mendeskripsikan fungsi Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia Mendeskripsikan fungsi Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia Menganalisis tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menganalisis tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mendeskripsikan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mendeskripsikan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

64 Pengertian NKRI Fungsi & Tujuan NKRI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Fungsi Tujuan Semangat Kebangsaan Nasionalisme Patriotisme

65 NKRI adalah negara kepulauan yang terbentang pada Lintang Utara (LU) – Lintang Selatan (LS) dan – Bujur Timur (BT) yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Indonesia dan Pasifik). 5.Pengertian NKRI Tonggak sejarah berdirinya NKRI : Berdirinya Budi Utomo (1908) sbg tonggak perintis. Berdirinya Budi Utomo (1908) sbg tonggak perintis. Lahirnya Konggres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tonggak penegas. Lahirnya Konggres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tonggak penegas. Diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 1945 sebagai tonggak pendobrak. Diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 1945 sebagai tonggak pendobrak.

66 Berdirinya NKRI, memiliki fungsi yaitu, sebagai pengatur kehidupan dalam negara untuk menciptakan tujuan-tujuan negara. 6.Fungsi Dan Tujuan NKRI Fungsi-fungsi negara scr umum mencakup : Sebagai Stabilisator. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemung- kinan serangan dari luar. Menegakkan keadilan.

67 Tujuan negara, ditujukan utk mengarahkan segala kegiatan dan sekaligus menjadi pedoman dlm penyusunan & pengen- dalian alat kelengkapan negara serta kehidupan rakyatnya. Lanjutan ………………. Fungsi dan sekaligus tujuan NKRI yaitu mencakup : Melindungi Segenap Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia yang Berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi, dan Keadilan Sosial. Bagi NKRI, bahwa fungsi negara sekaligus mrp tujuan negara yang ingin dicapai sesuai Pembukaan UUD 1945.

68 7.Semangat Nasionalisme dan Patriotisme Nasionalisme adalah faham kebangsaan yg tumbuh karena ;  Adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama,  Sbg suatu bangsa yg merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis, dan maju di dalam suatu kesatuan bangsa dan negara, serta  Cita-cita bersama guna mencapai, memelihara, dan mengabdikan identitas, persatuan, kemakmuran, dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan. a.Nasionalisme

69 Lanjutan ………………. Manifestasi Faham Nasionalisme : 1.Kesadaran Seseorang Bahwa Dirinya Merupakan Anggota Atau Warga Negara Bangsanya; 2.Kebanggaan Seseorang Akan Negara Bangsanya; 3.Kecintaan Seseorang Akan Negara Bangsanya; 4.Kesetiaan & Ketaatan Seseorang Thd Negara Bangsanya; 5.Perjuangan Seseorang Bagi Kepentingan Negara Bangsanya; 6.Kerelaan Berkorban Bagi Nagara Bangsanya

70 Lanjutan ………………. Nasionalisme : Dalam arti sempit, yaitu perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang tinggi atau berlebih- lebihan, shg memandang bangsa lain lebih rendah (Chauvinisme). Dalam arti luas, yaitu perasaan cinta atau bangga thd tanah air & bangsanya sendiri dgn tetap menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa lain di dunia.

71 Mrp semangat/sikap yang bersumber dari perasaan cinta kepada tanah air dan bangsa sehingga menimbulkan sikap gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negaranya. Implementasi Patriotisme Dapat Dilaksanakan : Pada Masa Darurat (Perang), perjuangan melawan penjajah dalam mewujudkan kemerdekaan & kedaulatan. Pada Masa Damai (Paska Kemerdekaan), mampu meningkatkan kemampuan diri, memelihara persatuan, dan lain-lain. b.Semangat Patriotisme

72 Mrp kesadaran budi yang mendorong orang rela menyerahkan kesetiaan tertinggi kepada bangsa dan atau negara bangsa. Di Indonesia, awal semangat kebangsaan dipelopori antara lain Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang ditandai lahirnya (Boedi Oetomo) dengan tujuan mencerdaskan bangsa berdasarkan kesadaran, tekad, dan upaya untuk maju atas dasar falsafah dan wawasan yang bersumber pada kepribadian nusantara. c.Penerapan Semangat Kebangsaan

73 Lanjutan ………………. Semangat kebangsaan antara lain dapat diterapkan dengan cara : 1.Keteladanan, merupakan sikap dan perilaku yang patut dicontoh karena perkataan & perbuatan. 2. Pewarisan, mrp cara atau proses dalam menu-runkan, memberikan sesuatu kepada pihak lain. 3. Ketokohan, mrp sosok yg terkenal dan disegani krn pangaruhnya sangat besar di masyarakat. Semangat kebangsaan adalah kekuatan yang terpokok dari setiap ideologi yang ada di dunia

74 Lanjutan ………………. Cara Menanamkan Semangat Kebangsaan 1.Menyampaikan Sejarah Para Pahlawan Dalam Mempertahankan Negara Bangsanya Atau Dalam Memperjuangkan Eksistensi Negara Bangsanya. 2.Menyampaikan Gambaran Tentang Kebolehan & Kehebatan Negara Bangsa Indonesia. 3.Menyampaikan Berbagai Tantangan Negara Bangsa Yang Perlu Diwaspadai Dan Diantisipasi Dengan Tindakan-tindakan Tertentu.

75 NASIONALISME BUKAN BARANG JADI Menurut Hilmar Farid, nasionalisme merupakan konstruksi sosial dan politik, bukan realitas nyata. Artinya, nasionalisme bukanlah barang jadi dan bukan pula warisan leluhur. Sebuah persepsi yang begitu lama ditanamkan selama Orde Baru yang mengatakan bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang pasti dan final. Implikasi dari pemikiran ini adalah tidak pernah dibukanya peluang memikirkan kembali konsep tentang bangsa. Sumber : Kompas, 11/1/2006 Berdasarkan wacana di atas, berikan tanggapan penjelasan ! 1. Rumuskan kembali yang dimaksud dengan nasionalisme ! 2. Apa sesungguhnya inti sari pendapat H. Farid tentang nasionalisme ! 3. Tuliskan perbedaan perwujudan nasionalisme pada masa orde baru dengan masa sekarang (reformasi) ! 4. Jelaskan, mengapa nasionalisme bukan merupakan barang jadi dan bukan pula warisan leluhur ! 5. Berikan penjelasan, benarkah masa orde baru “tidak membuka peluang memikirkan kembali konsep tentang bangsa” ! INQUIRI

76


Download ppt "Waktu : 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi : Memahami Haki- Kat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar :"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google