Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P. Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI Propinsi DIY TELAAH SINGKAT SYARI’AT ISLAM : IBADAH PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P. Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI Propinsi DIY TELAAH SINGKAT SYARI’AT ISLAM : IBADAH PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P. Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI Propinsi DIY TELAAH SINGKAT SYARI’AT ISLAM : IBADAH PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

2 Makna Di Balik Perintah Allah Swt. Melaksanakan Ibadah Qurban : A. Melatih niat yang benar dalam beribadah B. Melatih & mengasah kepekaan sosial Rasul SAW. :” Sesungguhnya suatu amal itu tergantung pada niatnya ”. Kaidah & syarat diterimanya amal : al ikhlas wash showab (ikhlas & benar). Suatu amal akan bernilai sebagai ibadah bila benar niatnya dan dilakukan dengan cara yang benar (sesuai syariat). Rasul SAW. bersabda :” Kasihilah yang di bumi, maka yang di langit (Allah beserta para malaikat) akan mengasihimu ”. Harga hewan qurban dirasa cukup mahal (terutama bagi si pelit). Maka dengan niat ikhlas karena Allah, ‘berapapun’ harganya, akan kita laksanakan juga.

3 C. Melatih kasabaran dan keikhlasan beribadah D. Bergembira (pesta) setahun sekali Saat berqurban, minimal 1/3 daging qurban harus dibagikan kepada fakir miskin, dan 1/3-nya lagi kepada kerabat, tetangga (masyarakat). Maka, kita tidak boleh serakah dengan meminta : hati, sampil, kulit, kepala, dll. (yang melebihi 1/3 bagian). Rasulullah SAW. bersabda : “ Apabila kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu hendak berqurban, maka janganlah ia mencabut bulu dan kukunya ” (HR. Khamsah, kecuali Bukhary). Bagi fakir miskin, Hari Raya Qurban betul-betul merupakan saat-saat bergembira (pesta setahun sekali). Pada hari itu, Allah memberi hadiah istimewa kepada umat Islam (terutama kaum fakir miskin).

4 Dalil-dalil yang terkait dengan ibadah Qurban : A. Perintah Allah (dalam Al Qur’an) a.QS. Al Kautsar (108) : 1 – 3 b.QS. Al Hajj (22) : 34, 37 c.QS. Al Ankabuut (29) : 2 – 3 “ Sesungguhnya Aku (Allah) telah memberi nikmat yang banyak kepadamu. (Oleh karena itu), sholatlah dan berqurbanlah (sembelihlah binatang qurban). Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu adalah orang yang (amalan ibadahnya) terputus. ” Q.S. Al Kautsar (108) : 1 – 3.

5 “ Sekali-kali tidaklah akan dapat mencapai (keridhaan) Allah daging- daging unta dan darahnya itu, akan tetapi ketaqwaanmu kepada Allah-lah yang dapat mencapainya…. ” Q.S. Al Hajj (22) : 37. “ Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut Nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada- Nya. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). ” Q.S. Al Hajj (22) : 34. “ Apakah manusia mengira bahwa akan dibiarkan saja mengatakan bahwa mereka telah beriman, padahal mereka belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, agar Allah mengetahui orang-orang yang benar imannya dan orang-orang yang berdusta. ” Q.S. Al Ankabut (29) : 2 – 3.

6 Dalil-dalil yang terkait dengan ibadah Qurban : A. Perintah Allah (dalam Al Qur’an) B. Petunjuk ( reference ) Rasulullah SAW. “ Barangsiapa yang menyembelih (qurban) sebelum sholat (hari raya), maka hendaklah ia ulangi lagi (penyembelihannya). ” HR. Mutafaqun ‘alaih. “ Siapa yang sholat seperti sholat kita dan menghadap qiblat ke arah qiblat kita, maka janganlah ia menyembelih (binatang qurban) sebelum selesai shalat (Sholat Hari Raya Idul Adha)…” (HR. Bukhari). “Abu Hurairah r.a. berkata bersabda Rasulullah SAW. : Barangsiapa mempunyai kelapangan rizki untuk berqurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah dia dekat-dekat dengan tempat sholat kami ” HR. Ahmad dan Ibnu Majjah.

7 SYARI’AT ISLAM TENTANG IBADAH QURBAN IBADAH QURBAN harus memenuhi ketentuan sbb. : a.Memenuhi syarat JENIS TERNAK b.Memenuhi syarat UMUR c.Memenuhi syarat KESEHATAN TERNAK d.Memenuhi syarat WAKTU PENYEMBELIHAN

8 a. Memenuhi syarat JENIS TERNAK Ternak udhiah : kambing, domba, sapi, kerbau, unta, atau sejenisnya. Jenis lainnya tidak sah : unggas (ayam, itik, angsa, dll.), apalagi yang diharamkan (babi, anjing, binatang buas, dan sejenisnya).  KAMBING/DOMBA 1 ekor untuk 1 orang/keluarga/sekelompok masyarakat.  SAPI / KERBAU 1 ekor diatasnamakan 7 orang atau 7 keluarga.  UNTA 1 ekor diatasnamakan 10 orang atau 10 keluarga. Ketika Rasulullah SAW. berqurban, beliau pernah mengucapkan: “ Bismillaahi wallaahu akbar, ini qurban dariku dan dari ummatku yang belum berqurban ” (HR. Bukhary).

9 b. Memenuhi syarat UMUR Seekor binatang qurban dianggap cukup umur bila sudah berganti sepasang gigi depan/gigi seri ( poel ) atau setara :  Kambing/domba : umur 1,5 tahun.  Sapi / kerbau : umur 2 tahun.  Unta : umur 5 tahun. Jabir r.a. berkata bersabda Rasulullah SAW.: “ Janganlah kamu menyembelih (binatang qurban), kecuali yang telah musinnah, terkecuali jika sukar kamu perolehnya, maka sembelihlah kambing yang setahun umurnya (jadza’ah) ” (HR. Jama’ah, kecuali Bukhary dan Tirmidzi).

10 c. Memenuhi syarat KESEHATAN TERNAK Ternak qurban harus : sehat, kuat berdiri, dan tidak boleh cacat. Rasulullah SAW. bersabda : “ Empat macam binatang yang tidak sah untuk diqurbankan, yaitu yang bermata satu yang sangat pece, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang sangat pincangnya, dan patah kakinya, terlalu kurus serta tidak bersumsum ” (HR. Khamsah). d. Memenuhi syarat WAKTU PENYEMBELIHAN Saat penyembelihan :  Hari Raya Idhul Adha (10 Dzulhijjah), atau  Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Tidak dianggap sah bila dilaksanakan sebelum ataupun setelahnya.

11 1.Siapkan seluruh perlengkapan penyembelihan Siapkan sarana dan prasarana penyembelihan. Pisau tidak boleh dipakai untuk menyembelih binatang najis (terutama babi). Asah pisau setajam mungkin. 2. Periksa kondisi tubuh ternak, terutama kesehatannya Amati keadaan visual (yang nampak), seperti : postur, keadaan wajah (khususnya mata), lubang hidung, kulit, saluran reproduksi, dll. SEBELUM PROSES PENYEMBELIHAN 3. Istirahatkan ternak sebelum disembelih Stres karena kelelahan, takut, dll. mengakibatkan kualitas daging menjadi turun (rasa menjadi kecut, lebih alot, dll.). 4. Puasakan ternak sebelum disembelih Sehingga ternak tidak beringas/agresif da penanganan lebih mudah. Selain itu, pemuasaan akan mengurangi isi rumen (perut).

12 Hadits Nabi SAW. : Syaddad bin Aus berkata : bersabda Rasulullah SAW. : “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan (ihsan) pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih, (yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya” (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majjah )

13 1. Baringkan ternak menghadap ke arah Kiblat Kepala di selatan dan keempat kaki di sebelah Barat. Penyembelih (jagal) berada di sebelah Timur kepala hewan yg disembelih. Bila ternak memiliki tanduk yang panjang melingkar, perhatikan posisi tanduk agar tidak mengganggu proses penyembelihan. 2. Pegang (ikat) keempat kaki ternak dengan kuat Pastikan ikatan (pegangan) betul-betul kuat! 3. Baca BASMALLAH, Sholawat, Takbir, dan Doa Khusus Kepala di selatan dan keempat kaki di sebelah Barat Penyembelih (jagal) berada di sebelah Timur kepala hewan yg disembelih SAAT PROSES PENYEMBELIHAN

14 Firman Allah Swt : “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut Nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat- ayatnya.” Q.S. Al An ‘Aam (6) : 118. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut Nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” Q.S. Al An ‘Aam (6) : 121.

15 5. Dilarang menyiksa ternak Sebelum ternak benar-benar mati, dilarang keras : menusuk jantungnya, menguliti, memotong kakinya, memotong ekornya, dll. 4. Lakukan proses penyembelihan secara benar Memotong 3 saluran pada leher bagian depan (di bawah jakun): 1. Saluran Nafas (kerongkongan), 2. Saluran Makanan (tenggorokan), dan 3. Pembuluh Darah (Arteri Karotis & Vena Jugularis).

16 6. Gantung ternak yg telah mati pada kedua kaki belakangnya Lihat letak/posisi tulang kakinya! Posisi ini memungkinkan sisa-sisa darah masih bisa menetes dari bagian leher yang terbuka, sehingga darah pada daging bisa seminimal mungkin!

17 DAGING HALAL Bagaimanakah pengertian/definisi daging HALAL?

18 Daging dikatakan HALAL bila : 2. Disembelih sesuai dengan Syari’at Islam a. Memantapkan NIAT yang benar b. Membaca BASMALLAH c. Menggunakan PISAU yang TAJAM d. Memotong 3 saluran pada LEHER BAGIAN DEPAN e. Tidak melakukan perlukaan pada ternak hingga ternak BENAR2 MATI 1. BUKAN berasal dari binatang/hewan yang di-HARAM-kan Pastikan bukan daging : babi, anjing, kucing, ular, katak, dll. DAGING HALAL adalah daging yang berasal dari HEWAN HALAL yang DISEMBELIH sesuai SYARI’AT ISLAM

19 Daging dikatakan THOYYIB (sehat & layak) bila : 2. Diproses dengan memperhatikan unsur-unsur kesehatan a. Tidak ditambahi BTM berbahaya (termasuk yang karsinogenik) : a.1. vetsin, a.2. artificial colourings (Rhodamin-B, Methyanil yellow, dll.) b. Tidak diberi bahan pengawet berbahaya, seperti : Formalin, Borax (asam borat), dll. c. Dan lain-lain (seperti : tidak gosong, tidak digoreng dgn. jelantah, dll.) 1. Berasal dari hewan ternak yang SEHAT yang disembelih secara Syari’at Islam Pastikan bukan berasal dari ternak yang sakit. DAGING THOYYIB adalah daging halal yang didapatkan melalui proses yang aman (menurut tinjauan kesehatan)

20 Tatacara penyembelihan hewan ternak : Syari’at Islam vs. Metode Negara Barat Syari’at Islam sangat manusiawi & tidak menyiksa ternak Metode Negara Barat sangat tidak manusiawi & menyiksa ternak

21 Bagaimanakah… Cara/Metode Negara Barat ?!


Download ppt "Oleh : Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P. Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI Propinsi DIY TELAAH SINGKAT SYARI’AT ISLAM : IBADAH PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google