Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MIXRAJUL MAHFUDZI, ST STAF KANTOR KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KAB. SUMENEP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MIXRAJUL MAHFUDZI, ST STAF KANTOR KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KAB. SUMENEP."— Transcript presentasi:

1 MIXRAJUL MAHFUDZI, ST STAF KANTOR KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KAB. SUMENEP

2 PENDAHULUAH KATA KUNCI: Manajemen pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama: masyarakat, instansi pemerintah dan swasta. Tiga pemangku kepentingan ini merupakan tritunggal dalam menyelesaikan semua permasalahan perkotaan REPLACEREDUCEREUSERECYCLE

3 Timbulan sampah Pewadahan Pengumpulan Pengolahan - Fisis - kimia - biologis Pemindahan & pengangkutan TPA Tidak langsung dibuang Langsung dibuang

4 Berdasarkan Klasifikasi Kota 4 Sumber: SK SNI T F:2 Komponen sumber sampah SatuanVolume (ltr)Berat (Kg) 1. Rumah permanenPer org/hr2,25-2,500,350-0, Rmh semipermanenPer org/hr2,00-2,250,300-0, Rmh non permanenPer org/hr1,75-2,000,250-0, KantorPer pegawai/hr0,50-0,750,025-0, Toko/rukoPer petugas/hr2,50-3,000,150-0, SekolahPer murid/hr0,10-0,150,010-0, Jl Arteri SekunderPer m/hr0,10-0,150,020-0, Jl Kolektor SekunderPer m/hr0,10-0,150,010-0, Jl LokalPer m/hr0,05-0,100,050-0, PasarPer m 2 /hr0,20-0,600,100-0,300 Klasifikasi KotaVolume (ltr/org/hari)Berat (Kg/org/hari) 1. Kota Sedang2,75-3,250,70-0,80 2. Kota Kecil2,50-2,750,625-0,70

5 5 1 Sumber sampah -Sampah rumah tangga -Sampah pertokoan, industri non proses -Jalan-jalan, taman dll 80 % 11 % 9 % 2 Komposisi sampah -Sampah organik -Kertas -Kayu -Plastik -Logam -Kaca -Karet - dll 79,5 % 8 % 3,65 % 3,67 % 1,37 % 0,50 % 3 Jumlah sampah -Produksi sampah0,8 kg/org/hr - 2,5 kg/org/hr Untuk kota besar diharuskan mengadakan pengambilan & pengukuran timbunan sampah. Contoh…………..

6

7

8

9 Sampah organik Sampah yang mudah terurai akan cepat mengalami dekomposisi dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, misalnya sampah dari persiapan atau konsumsi makanan. Sampah yang dapat terfermentasi cenderung terurai dengan cepat namun tidak menghasilkan bau yang tidak sedap, misalnya kertas, textile dan biji- bijian. Sampah tak terfermentasi mengalami proses penguraian yang amat lambat seperti plastik organik, kertas karton, rambut dsb (Diaz,et.al, 2003).

10 Sinergi kolaboratif manajemen persampahan Menggabungkan alternatif manajemen komplementer yang meliputi: mengurangi / waste prevention

11 Manajemen yang tidak tepat bisa menimbulkan permasalahan lingkungan, Penerimaan dari retribusi sampah kemungkinan besar tidak bisa menutup biaya pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan, Sampah sering kali bukan merupakan prioritas para decision-makers.

12 problem Masih banyaknya praktik open dumping, pembakaran, tidak mengolah gas metan ≠ ratifikasi Kyoto Protokol kesadaran kebersihan sudah lebih baik namun masih dalam taraf NIMBY Perusahaan belum mampu mengolah sampahnya hingga selesai daurnya Regulasi yang kuat belum diimplementasikan manaje men Peme rintah PEM DA MASYA RAKAT SWAS TA

13 Peluang ke depan KEBERLANJUTAN ADALAH KATA KUNCI DAN HARGA MATI UNTUK SETIAP PROGRAM DALAM SEMUA SEKTOR PEMBANGUNAN KEBERLANJUTAN TIDAK AKAN BERHASIL TANPA SINERGI SEMUA AKTOR (PEMANGKU KEPENTINGAN) SALAH SATUNYA ADALAH DENGAN BERPARTISIPASINYA MASYARAKAT

14 Pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat (PSTBM) Dalam pengertian ini pemeran (penguasa, kekuatan) utama dalam pengelolaan sampah adalah masyarakat, bukan pemerintah atau lembaga lainnya seperti LSM dan lain – lain. Pemerintah dan lembaga lainnya hanyalah sebagai motivator dan fasilitator. Oleh masyarakat

15 Polluters Must Pay (PMP), meningkatkan willing to pay dari masyarakat, Penanganan sampah yang dimulai dari sumbernya, meningkatkan sense of belonging, Mengerahkan sosial capital (modal kekuatan masyarakat), Berbasis masyarakat tidak selalu berarti dilakukan oleh masyarakat, bisa dilakukan oleh lembaga profesional lain yang diberi mandat oleh masyarakat

16 Pelaksanaan PSTBM Inisiatif swasta; Seleksi calon lokasi

17 Pelaksanaan PSTBM Inisiatif Pemerintah; Penentuan calon Pemda

18 pelaksanaan SELEKSI PEMDA: disusun suatu kriteria untuk menetapkan pemda yang berhak ikut dalam program tersebut; SELEKSI CALON MASYARAKAT: ditentukan oleh pemda berdasarkan pada kepadatan penduduk dan permasalahan sampah yang dihadapi dan kesediaan SOSIALISASI: Kepada para pemimpin formal dan informal dari calon lokasi SELEKSI MASYARKAT: disusun suatu kriteria terkait ketersediaan lahan dan kesiapan masyarakat berkontribusi PEMBENTUKAN KELOMPOK: Organisasi, tugas dan anggaran dasar serta berbagai alternatif sumber dan pengelolaan keuangan, alternatif penyebaran informasi program dll. RENCANA KERJA MASYARAKAT: DED, RAB, skedul SURVEY KEPUASAN PENGGUNA

19 PERLUNYA LEADING SECTOR Di Pemda perlu ada leading sector yang bisa mengkoordinasikan dan memimpin program. Karena programnya berbasis masyarakat maka perlu ada fasilitator handal yang mampu memfasilitasi baik secara teknik maupun sosial KOLABORASI DENGAN LSM HANDAL

20 Keppres no 80 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (untuk proyek berbasis masyarakat yang nilainya lebih dari Rp 50 juta), regulasi belum dirancang, Manfaatkan keterlibatan swasta dan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat (kolaborasi antara swasta dan masyarakat), Pemerintah sebagai motivator dan fasilitator.

21 Peran swasta dan Corporate Social Responsibility (CSR) Share antara masyarakat, pemerintah, swasta, donor dsb. Masyarakat biasanya hanya mampu 2-4 % untuk investasi, dan 100% untuk O&M. Selebihnya dana Pemerintah, Pemda, Swasta dan Donor (bila ada)

22 Peluang CSR DI NEGARA MAJU PELUANG INI JUSTRU BISA MENGHASILKAN INCOME (INCOME GENERATING SECTOR) CONTOH: NIKE DENGAN ZERO WASTE NYA PATAGONIA DENGAN GREEN PREMIUMNYA LAYANAN JASA CSR: TERPADU KOMPREHENSIF SINERGIS RANAH JASA: ASSESSMENT ASSISTANT ASSURANCE ADVOCACY


Download ppt "MIXRAJUL MAHFUDZI, ST STAF KANTOR KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KAB. SUMENEP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google