Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Organizational Behavior Sistem kerja dan konfik M-8 1 Tony Soebijono.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Organizational Behavior Sistem kerja dan konfik M-8 1 Tony Soebijono."— Transcript presentasi:

1 Organizational Behavior Sistem kerja dan konfik M-8 1 Tony Soebijono

2 Definisi Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja Tony Soebijono2

3 3 TIPE KONFLIK Dalam individu Antar individu Individu dan kelompok

4 Contoh konflik antar organisasi misalnya persaingan antara: Pepsi vs Coca-cola. Google.cn vs Baidu Microsoft vs Open Source Tony Soebijono4

5 5 SUMBER KONFLIK – Perubahan organisasi – Pertikaian kepribadian – Perangkat nilai yang berbeda – Ancaman terhadap status – Perbedaan persepsi & sudut pandang

6 6 PANDANGAN TENTANG KONFLIK tradisional, hubungan manusia, interaksionis 1. Pandangan tradisional Semua konflik merugikan & hrs dihindari Konflik menandakan salah fungsi di dalam kelompok Konflik dilihat sbg: Hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk Kurangnya keterbukaan & kepercayaan antara orang Kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan & aspirasi karyawan

7 7 PANDANGAN TENTANG KONFLIK 2. Pandangan hubungan manusia Konflik merupakan hasil wajar & tidak terelakkan dalam setiap hubungan individu dalam kelompok. 3. Pandangan interaksionis Konflik mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif Pemimpin kelompok mempertahankan tingkat minimum berkelanjutan dari konflik agar kelompok tetap hidup, kritis dan kreatif

8 8 PROSES KONFLIK Ada 5 tahap pada proses konflik, yaitu: 1. Oposisi (ketidak cocokan potensial) Adanya kondisi yang menciptakan kesempatan untuk munculnya konflik. Kondisi (sumber konflik): – Komunikasi – Struktur tugas – Faktor-faktor pribadi

9 9 PROSES KONFLIK 2. Kognisi dan personalisasi Dua hal pokok dalam tahap ini: – Isu-isu konflik didefinisikan (proses pembuatan pengertian) – Emosi berperan dalam membentuk persepsi 3. Maksud (intensi) yaitu keputusan untuk bertindak dalam suatu cara tertentu  5 maksud penanganan

10 10 PROSES KONFLIK 4. Perilaku Pernyataan, tindakan dan reaksi yang dibuat oleh pihak yang konflik 5. Hasil yaitu konsekuensi jalinan aksi reaksi antar pihak-pihak yang konflik, berupa: Fungsional  menghasilkan perbaikan kinerja kelompok Disfungsional  merintangi kinerja kelompok

11 11 5 maksud (dalam proses konflik) Bersaing Keinginan untuk memuaskan kepentingan satu pihak tanpa peduli dampaknya terhadap pihak lain Berkolaborasi Pihak yang terlibat konflik berkeinginan untuk memuaskan kepentingan semua pihak dalam memecahkan masalah Menghindar Keinginan untuk menarik diri dari konflik atau menekan konflik Mengakomodasi Kesediaan satu pihak untuk memuaskan pihak lain dengan bersedia menaruh kepentingan lawan di atas kepentingannya Kompromi Setiap pihak dalam konflik bersedia melepaskan sesuatu  terjadi sharing

12 Macam konflik 1.Konflik emosional 2.Konflik destruktif 3.Konflik konstruktif Tony Soebijono12

13 13 KONFLIK EMOSIONAL Marah Tidak percaya Tidak senang Takut Menentang Bentrok kepribadian dsb.

14 14 KONFLIK DESTRUKTIF Perasaan Cemas Stress yang Mencengkam Komunikasi Menyusut Persaingan yang tidak Sehat Keterlibatan yang Menurun

15 15 KONFLIK KONSTRUKTIF Inovasi & Kreativitas Upaya Meningkat Ikatan yang Makin Kuat Ketegangan yang Menyusut

16 16 PENYELESAIAN KONFLIK 1.Dominasi Dan Penekanan 2.Pemecahan Integratif 3.Kompromi

17 17 DOMINASI Kekerasan (forcing) Penenangan (smoothing) Penghindaran (Avoidance) Aturan Mayoritas (Majority-rule/Voting )

18 18 INTEGRATIF Konfrontasi Superordinate-goals Superioritas

19 19 KOMPROMI Pemisahan (separation) Perwasitan (pihak ke-3) melibatkan pihak ke 3 – mediator/ konsultan Kompensasi

20 20 PENGERTIAN STRES Yaitu suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses pikiran dan kondisi fisik seseorang Inti dari stres adalah adanya kendala dari keinginan

21 21 SUMBER POTENSI STRES & KONDISI INDIVIDU Faktor yang menjadi sumber munculnya stres: Faktor lingkungan mis: ekonomi, politik, teknologi yang tidak menentu Faktor organisasi mis: tuntutan tugas, aturan atau antar individu, struktur organisasi, kepemimpinan dalam organisasi, tahapan kehidupan organisasi Faktor individu mis: masalah keluarga, masalah ekonomi, kepribadian

22 22 KONDISI INDIVIDU Kondisi individu yang dapat mendukung muncul/tidaknya stres ( ada 4 hal): 1. Persepsi Persepsi yang menakuntukan & banyak tekanan dari individu thd situasi yang dialami 2. Pengalaman kerja Pengalaman kerja membuat org mampu beradaptasi dengan lingkungan kerjanya  mengembangkan cara menanggulangi stres 3. Dukungan sosial Meningkatnya dukungan sosial spt hub dengan kolega, rekan sekerja, atasan, keluarga, teman, atau masyarakat dapat menghambat timbulnya stres 4. Locus of control Org yang memiliki internal locus of control lebih mampu mengendalikan stres, org yang memiliki external locus of control cenderung tidak mampu mengendalikan stres

23 23 DAMPAK STRES Dampak stres pada pekerjaan dapat berupa: Gejala fisiologis mis: pusing, tekanan darah tinggi Gejala psikologi mis: gelisah, depresi, menurunnya kepuasan kerja Gejala perilaku mis: menurunnya produktivitas, absen, keluar dari pekerjaan

24 24 MENGELOLA STRES Stres pekerjaan dapat dikelola melalui: Pendekatan individu Pendekatan organisasi

25 25 Pendekatan individu mis: pengelolaan waktu, latihan fisik, relaksasi, mengembangkan dukungan sosial Pendekatan organisasi Caranya: – seleksi & penempatan posisi karyawan sesuai dengan kondisi pribadinya – menetapkan tujuan yang lebih spesifik & menarik serta ada umpan balik dalam pelaksanaannya – merancang ulang pekerjaan (job redesign)  menumbuhkan tanggung jawab & otonomi karyawan – melibatkan karyawan dalam membuat suatu keputusan organisasi – mengefektifkan komunikasi dalam organisasi – memperbaiki program kesejahteraan bagi karyawan

26 26 TINDAKAN MENGURANGI STRES Meditasi yaitu pemusatan pikiran untuk menenangkan fisik & emosi/mental – Meditasi memerlukan unsur: lingkungan yang relatif tenang posisi yang nyaman rangsangan mental yang repetitif (diulang-ulang) sikap yang pasif Biofeedback yaitu belajar (berlatih) mengendalikan proses internal stres (spt pusing, detak jantung) dengan bimbingan medis Personal wellness yaitu upaya untuk menjadikan dirinya lebih baik dengan cara perubahan gaya hidup (mis: pengaturan menu, pengaturan pernafasan, pelemasan otot, dsb.)

27 thx


Download ppt "Organizational Behavior Sistem kerja dan konfik M-8 1 Tony Soebijono."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google