Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Wiwin Rahmanti, SE., M.Com., Akt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Wiwin Rahmanti, SE., M.Com., Akt."— Transcript presentasi:

1 PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Wiwin Rahmanti, SE., M.Com., Akt

2 AKUNTANSI a. Accounting is a business language b. General-purpose financial statement c. Financial statement vs financial reporting d. Accounting is a means to an end

3 AKUNTANSI Alokasi Sumber Daya yang terbatas: informasi keuangan perusahaan membantu user untuk mengambil keputusan alokasi modal – bagaimana, berapa yang akan dialokasikan, perusahaan mana yang dipilih Alokasi Sumber Daya yang terbatas: informasi keuangan perusahaan membantu user untuk mengambil keputusan alokasi modal – bagaimana, berapa yang akan dialokasikan, perusahaan mana yang dipilih Perlunya standar akuntansi: comparabilitas, penyajian wajar, lengkap dan jelas Perlunya standar akuntansi: comparabilitas, penyajian wajar, lengkap dan jelas Peran profesi akuntan:????? Peran profesi akuntan:?????

4 PABU (GAAP) Pengertian berterima umum: pedoman tersebut dianut karena merupakan ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. Atau jika belum ada standar yang resmi, pedoman tersebut dianut karena merupakan kebiasaan,konvensi, tradisi, dan praktik bisnis yang sehat sehingga cukup layak untuk diikuti. Pengertian berterima umum: pedoman tersebut dianut karena merupakan ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. Atau jika belum ada standar yang resmi, pedoman tersebut dianut karena merupakan kebiasaan,konvensi, tradisi, dan praktik bisnis yang sehat sehingga cukup layak untuk diikuti.

5 PABU (GAAP) PABU merupakan seperangkat konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, dan praktik yang sehat yang dipilih atau didukung berlakunya serta dijadikan pedoman umum di wilayah tertentu PABU merupakan seperangkat konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, dan praktik yang sehat yang dipilih atau didukung berlakunya serta dijadikan pedoman umum di wilayah tertentu Standar akuntansi merupakan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang mengani konsep, prinsip dan metoda yang ditetapkan sebagai pedoman utama praktik akuntansi Standar akuntansi merupakan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang mengani konsep, prinsip dan metoda yang ditetapkan sebagai pedoman utama praktik akuntansi

6 Hal-hal Yang Diatur Dalam Standar Definisi; makna yang dilekatkan pada elemen, pos dan istilah yang digunakan dalam pelaporan keuangan. Dengan pendefinisian tersebut akan dapat ditentukan apakah suatu objek dapat dimasukkan dan diakui sebagai elemen atau pos tertentu. Definisi; makna yang dilekatkan pada elemen, pos dan istilah yang digunakan dalam pelaporan keuangan. Dengan pendefinisian tersebut akan dapat ditentukan apakah suatu objek dapat dimasukkan dan diakui sebagai elemen atau pos tertentu. Pengukuran/penilaian; pengukuran merupakan penentuan kos suatu elemen atau pos laporan keuangan yang terlibat dalam suatu transaksi. Penilaian adalah penentuan dasar dan jumlah rupiah untuk dilekatkan pada elemen pada tanggal pelaporan. Pengukuran/penilaian; pengukuran merupakan penentuan kos suatu elemen atau pos laporan keuangan yang terlibat dalam suatu transaksi. Penilaian adalah penentuan dasar dan jumlah rupiah untuk dilekatkan pada elemen pada tanggal pelaporan.

7 Hal-hal Yang Diatur Dalam Standar (Cont’d) Pengakuan; pencatatan suatu kos ke dalam sistem akuntansi sehingga terefleksi dalam laporan keuangan Pengakuan; pencatatan suatu kos ke dalam sistem akuntansi sehingga terefleksi dalam laporan keuangan Pengungkapan/penyajian; cara menyajikan informasi utama dan tambahan dalam laporan keuangan. Pengungkapan/penyajian; cara menyajikan informasi utama dan tambahan dalam laporan keuangan. Sumber: Soewardjono Sumber: Soewardjono

8 IFRS Convergence Importance / Urgency (Why) Importance / Urgency (Why) Challenges (What) Challenges (What) Strategy ( How ) Strategy ( How ) Sumber: Taufikur Rahman, 2008 Sumber: Taufikur Rahman, 2008

9 The financial accounting reports should comply with generally accepted accounting principles, which are defined into written standards by the authoritative standards setting body

10 Some Controversial issues in accounting standards Conflict of interest among the information user Conflict of interest among the information user Relevancy vs. reliability of information Relevancy vs. reliability of information Understandability of accounting information’s Understandability of accounting information’s Comparability of information Comparability of information Etc Etc

11 Convergence/Harmonization of Accounting Standards in Globalizations Era Become urgent because of : The expansions of MNC The expansions of MNC Global merger and acquisition Global merger and acquisition Global money market Global money market Global capital market Global capital market

12 IASC / IASB International Accounting Standards Committee was organized in 1973 International Accounting Standards Committee was organized in 1973 Initiated by UK and US Initiated by UK and US Motivated by economy or politic background? Motivated by economy or politic background? Joined later: Joined later: Canada, Australia, Mexico, Japan, France, Germany, the Netherland, New Zealand, and most of countries in the world

13 IASC / IASB 1987 recognized and supported by IOSCO 1987 recognized and supported by IOSCO (International Organization of Securities and Exchange Commission) (International Organization of Securities and Exchange Commission) 2000 was reorganized as IASB (Board) 2000 was reorganized as IASB (Board)

14 IASB and FASB (US) October 2002 Norwalk Agreement was signed October 2002 Norwalk Agreement was signed Agreed to eliminate the differences between US GAAP and IFRS/IAS Agreed to eliminate the differences between US GAAP and IFRS/IAS Collaborate to develop certain standards ( business combinations, performance evaluations, revenues) Collaborate to develop certain standards ( business combinations, performance evaluations, revenues)

15 Structure of Accounting Standards IAS/IFRSPSAK Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements International Accounting Standards/ International Financial Reporting (“IAS/IFRS”) Statements of Financial Accounting Standards (“PSAK”) Standing Interpretation Committee/ International Financial Reporting Interpretations Committee Interpretation of Financial Accounting Standards (“ISAK”) Implementation Guidance Implementation Guidance and Others

16 Benefits of Convergence Among others : Comparability of financial statements; same language in business Comparability of financial statements; same language in business Lower cost of capital Lower cost of capital Access to cross-border funding sources Access to cross-border funding sources Reduce resources in standards-setting Reduce resources in standards-setting Enhance credibility in financial reporting Enhance credibility in financial reporting Increased access to training materials Increased access to training materials Sumber: Dudi Kurniawan, anggota DSAK IAI 2007 Sumber: Dudi Kurniawan, anggota DSAK IAI 2007

17 Challenges in Implementing IFRS Understanding the meaning of international convergence Understanding the meaning of international convergence Translation of IFRS Translation of IFRS Complexity and structure of IFRS Complexity and structure of IFRS Frequency, volume and complexity of changes to the IFRS Frequency, volume and complexity of changes to the IFRS Challenges for SMEs and accounting firms Challenges for SMEs and accounting firms Potential knowledge shortfall Potential knowledge shortfall Implications of endorsements of IFRS Implications of endorsements of IFRS

18 Further Challenges Fair value measurement Fair value measurement Applying professional judgment Applying professional judgment The use of specialist The use of specialist Cost of compliance Cost of compliance

19 Further Challenges Adjusting information system Adjusting information system Training and education Training and education Legal and tax issues Legal and tax issues Communicating with stakeholders Communicating with stakeholders The relevance of IFRS for Small Medium Enterprises The relevance of IFRS for Small Medium Enterprises

20 Adoption/Convergence Techniques Big Bang Approach (revolution) Big Bang Approach (revolution) Gradual Approach (evolution) Gradual Approach (evolution) Eclectics Approach (selective) Eclectics Approach (selective)

21 Perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia Masa Penjajahan Belanda: bookkeeping Masa Penjajahan Belanda: bookkeeping Dalam masa kemerdekaan, dengan dibukanya jurusan akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang menggunakan buku-buku acuan dari Amerika seperti dasar-dasar akuntansi, intermediate accounting, advanced accounting, dan cost accounting, maka sistem akuntansi di Indonesia mulai dipengaruhi oleh sistem akuntansi Amerika. Dalam masa kemerdekaan, dengan dibukanya jurusan akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang menggunakan buku-buku acuan dari Amerika seperti dasar-dasar akuntansi, intermediate accounting, advanced accounting, dan cost accounting, maka sistem akuntansi di Indonesia mulai dipengaruhi oleh sistem akuntansi Amerika. Pada tahun 1957, empat orang lulusan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Prof. Sumardjo Tjitrosidojo membentuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Pada tahun 1957, empat orang lulusan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Prof. Sumardjo Tjitrosidojo membentuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

22 Perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia (cont’d) Dengan berlakunya Undang-undang Penanaman Modal Asing pada tahun 1967 dan Undang- undang Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 1968 mulai timbul kebutuhan terhadap laporan keuangan yang andal, dapat dimengerti serta dapat diperbandingkan. Namun pada saat itu standar akuntansi keuangan dan audit belum terkodifikasi dengan baik (Kartikahadi, 1992). Dengan berlakunya Undang-undang Penanaman Modal Asing pada tahun 1967 dan Undang- undang Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 1968 mulai timbul kebutuhan terhadap laporan keuangan yang andal, dapat dimengerti serta dapat diperbandingkan. Namun pada saat itu standar akuntansi keuangan dan audit belum terkodifikasi dengan baik (Kartikahadi, 1992).

23 PAI 1973 Pada tanggal 2 Desember1973, dengan dukungan dari Bank Dunia, IAI mengadakan konggres nasional ketiga di Jakarta. Dari konggres inilah dihasilkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), Norma Pemeriksaan Akuntan, dan Kode Etik Akuntan Indonesia Pada tanggal 2 Desember1973, dengan dukungan dari Bank Dunia, IAI mengadakan konggres nasional ketiga di Jakarta. Dari konggres inilah dihasilkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), Norma Pemeriksaan Akuntan, dan Kode Etik Akuntan Indonesia PAI tersebut menggunakan buku Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Business Enterprises karangan Paul Grady sebagai sumber utama. PAI tersebut menggunakan buku Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Business Enterprises karangan Paul Grady sebagai sumber utama. Buku PAI 1973 ini berisi bab-bab sebagai berikut: Buku PAI 1973 ini berisi bab-bab sebagai berikut: Pendahuluan Pendahuluan Bab 1. Laporan Keuangan Bab 1. Laporan Keuangan Bab 2. Pendapatan dan Biaya Bab 2. Pendapatan dan Biaya Bab 3. Aktiva Bab 3. Aktiva Bab 4. Hutang dan Kewajiban Bab 4. Hutang dan Kewajiban Bab 5. Modal Sendiri Bab 5. Modal Sendiri

24 PAI 1984 Tanggal 22 Desember 1984 PAI yang baru disahkan oleh rapat pengurus pusat IAI. Tanggal 22 Desember 1984 PAI yang baru disahkan oleh rapat pengurus pusat IAI. Pendahuluan Pendahuluan Bab I Konsep Dasar dan Keterbatasan Laporan Keuangan Bab I Konsep Dasar dan Keterbatasan Laporan Keuangan Bab IIPrinsip Laporan Keuangan Bab IIPrinsip Laporan Keuangan Bab III Prinsip Pendapatan dan Beban Bab III Prinsip Pendapatan dan Beban Bab IV Prinsip Aktiva Bab IV Prinsip Aktiva Bab V Prinsip Kewajiban Bab V Prinsip Kewajiban Bab VIPrinsip Modal Bab VIPrinsip ModalPernyataan: Akuntansi Untuk Transaksi dan Penjabaran Mata uang Asing Akuntansi Untuk Transaksi dan Penjabaran Mata uang Asing Akuntansi Bunga Untuk Periode Konstruksi Akuntansi Bunga Untuk Periode Konstruksi Standar Khusus Akuntansi Untuk Koperasi Standar Khusus Akuntansi Untuk Koperasi Standar Khusus Akuntansi Untuk Asuransi Kerugian Standar Khusus Akuntansi Untuk Asuransi Kerugian Standar Khusus Akuntansi Untuk Minyak dan Gas Bumi Standar Khusus Akuntansi Untuk Minyak dan Gas Bumi Standar Khusus Akuntansi Untuk Sewa Guna Usaha Standar Khusus Akuntansi Untuk Sewa Guna Usaha Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia

25 PAI 1984 (Cont’d) Interpretasi: Penjelasan tentang tanggal efektif berlakunya PAI 1984 Penjelasan tentang tanggal efektif berlakunya PAI 1984 Penjelasan akuntansi untuk selisih kurs akibat devaluasi Penjelasan akuntansi untuk selisih kurs akibat devaluasi Penjelasan akuntansi untuk revaluasi aktiva tetap Penjelasan akuntansi untuk revaluasi aktiva tetap Penjelasan atas perubahan posisi keuangan Penjelasan atas perubahan posisi keuangan Penjelasan akuntansi untuk koreksi masa lalu dan pos luar biasa Penjelasan akuntansi untuk koreksi masa lalu dan pos luar biasa Penjelasan akuntansi untuk biaya emisi saham dan obligasi Penjelasan akuntansi untuk biaya emisi saham dan obligasi Penjelasan tentang tanggal efektif berlakunya pernyataan PAI no. 3 Penjelasan tentang tanggal efektif berlakunya pernyataan PAI no. 3 Penjelasan akuntansi untuk penyertaan dalam surat berharga Penjelasan akuntansi untuk penyertaan dalam surat berharga Penjelasan akuntansi untuk dividen dalam bentuk saham Penjelasan akuntansi untuk dividen dalam bentuk saham

26 Menuju SAK Adanya globalisasi yang semakin dirasakan di Indonesia dengan ditandatanganinya perjanjian GATT baru sebagai kelanjutan Uruguay Round, mempengaruhi bisnis sehingga diperlukan suatu standar yang mampu mengatasi masalah-masalah baru yang timbul dengan adanya perubahan lingkungan tersebut. Adanya globalisasi yang semakin dirasakan di Indonesia dengan ditandatanganinya perjanjian GATT baru sebagai kelanjutan Uruguay Round, mempengaruhi bisnis sehingga diperlukan suatu standar yang mampu mengatasi masalah-masalah baru yang timbul dengan adanya perubahan lingkungan tersebut.

27 Menuju SAK Menyadari akan tugas dan tanggung jawab akan pentingnya pengembangan standar akuntansi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis, maka IAI pada bulan Desember 1991 mengadakan Seminar Nasional tentang PAI. Dari seminar inilah didapatkan berbagai permasalahan dan saran untuk pengembangan PAI dengan mengacu pada International Accounting Standard. Menyadari akan tugas dan tanggung jawab akan pentingnya pengembangan standar akuntansi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis, maka IAI pada bulan Desember 1991 mengadakan Seminar Nasional tentang PAI. Dari seminar inilah didapatkan berbagai permasalahan dan saran untuk pengembangan PAI dengan mengacu pada International Accounting Standard. Sebagai kelanjutan dari seminar tersebut maka pada tanggal 3 sampai 5 Desember 1992 diadakan Konvensi Nasional Akuntansi ke-2 di Yogyakarta. Sebagai kelanjutan dari seminar tersebut maka pada tanggal 3 sampai 5 Desember 1992 diadakan Konvensi Nasional Akuntansi ke-2 di Yogyakarta.

28 Menuju SAK Dalam konvensi ini dibahas mengenai pengembangan standar akuntansi di Indonesia, diantaranya sebagai berikut : a.Adanya kelemahan pokok PAI, yaitu PAI tidak disusun atas rerangka dasar (conceptual framework) yang jelas. dasar (conceptual framework) yang jelas. b.Dengan adanya perkembangan ekonomi dan dunia usaha internasional yang memasuki era globalisasi dan memperhatikan arus internasional yang memasuki era globalisasi dan memperhatikan arus modal yang masuk ke dalam dan luar dari Indonesia, serta modal yang masuk ke dalam dan luar dari Indonesia, serta perkembangan International Accounting Standard dan dorongan perkembangan International Accounting Standard dan dorongan International Accounting Standard Committee yang semakin berbobot International Accounting Standard Committee yang semakin berbobot karena mendapat dukungan dari berbagai organisasi internasional. karena mendapat dukungan dari berbagai organisasi internasional. c. Perlunya dibentuk endowment fund untuk perkembangan standar akuntansi akuntansi

29 Menuju SAK c.Diusulkan tiga pola badan penyusun standar (standard setting body) untuk menyusun standar akuntansi, : untuk menyusun standar akuntansi, : 1. Komite PAI tetap bernaung di bawah IAI, tetapi mendapat 1. Komite PAI tetap bernaung di bawah IAI, tetapi mendapat dukungan penuh dari semua pihak yang tekait dengan dibentuk dukungan penuh dari semua pihak yang tekait dengan dibentuk sounding board atau consulting group yang keanggotaannya sounding board atau consulting group yang keanggotaannya mewakili pejabat senior Departemen Keuangan, kadin, perbanas mewakili pejabat senior Departemen Keuangan, kadin, perbanas asosiasi emiten, pialang, dan sebagainya. Terdapat sekretariat asosiasi emiten, pialang, dan sebagainya. Terdapat sekretariat tetap dengan jumlah tenaga yang tetap yang cukup untuk tetap dengan jumlah tenaga yang tetap yang cukup untuk menjamin kesinambungan pengembangan. menjamin kesinambungan pengembangan. 2.Terlepas dari IAI dan merupakan badan independen seperti di AS 2.Terlepas dari IAI dan merupakan badan independen seperti di AS dan Inggris. dan Inggris. 3. Menyerahkan wewenang kepada Departemen Keuangan seperti di 3. Menyerahkan wewenang kepada Departemen Keuangan seperti di Jepang. Jepang.

30 Pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan standar Akuntansi di Indonesia Praktisi akuntan Praktisi akuntan Akuntan pendidik Akuntan pendidik Akuntan manajemen Akuntan manajemen BAPEPAM BAPEPAM Direktorat Pengembangan Akuntansi Direktorat Pengembangan Akuntansi Direktorat Jenderal Perpajakan Direktorat Jenderal Perpajakan Badan Pengawas Keuangan Badan Pengawas Keuangan Bank Indonesia Bank Indonesia

31 Due Process Topics identification Topics identification Discussion memorandum Discussion memorandum Public hearing Public hearing Exposure draft Exposure draft Standard Standard

32 SAK…………….. SAK 1994 SAK 1994 SAK 1996 SAK 1996 SAK 2000 SAK 2000 SAK 2002 SAK 2002 SAK 2004…………..59 pernyataan, 7 interpretasi SAK 2004…………..59 pernyataan, 7 interpretasi SAK 2007…………..59 pernyataan, 7 interpretasi, kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah (PSAK 101 – 106) SAK 2007…………..59 pernyataan, 7 interpretasi, kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah (PSAK 101 – 106)

33 Quality of An Accounting Standard Konsisten dengan academic research Konsisten dengan academic research Berfokus pada kebutuhan user Berfokus pada kebutuhan user Konsisten Konsisten Standar harus didasarkan pada prinsip dan konsep yang dikembangkan yang mempertimbangkan substansi dan signifikansi transaksi yang terjadi, tidak hanya menjelaskan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan Standar harus didasarkan pada prinsip dan konsep yang dikembangkan yang mempertimbangkan substansi dan signifikansi transaksi yang terjadi, tidak hanya menjelaskan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan Harus memberikan informasi keuangan yang lebih relevan dan berguna Harus memberikan informasi keuangan yang lebih relevan dan berguna

34 Evaluasi terhadap kekurangan yang mungkin terdapat dalam standar harus dilakukan sebelumnya Evaluasi terhadap kekurangan yang mungkin terdapat dalam standar harus dilakukan sebelumnya Seleksi topik Seleksi topik Cost benefit relationship Cost benefit relationship Mencakup lingkup yang luas tidak hanya untuk transaksi yang terjadi di satu negara saja Mencakup lingkup yang luas tidak hanya untuk transaksi yang terjadi di satu negara saja Disclosure dibatasi untuk informasi yang berpengaruh secara signifikan Disclosure dibatasi untuk informasi yang berpengaruh secara signifikan Ditulis dalam bahasa yang jelas, lugas, dan tidak ambigu Ditulis dalam bahasa yang jelas, lugas, dan tidak ambigu

35 Tidak kompleks dan lebih cost-effective untuk diimplementasikan Tidak kompleks dan lebih cost-effective untuk diimplementasikan Memberikan petunjuk mengenai cara untuk recognition and measurement Memberikan petunjuk mengenai cara untuk recognition and measurement Pembuatan standar baru seharusnya mempertimbangkan standar akuntansi di negara lain dan meningkatkan harmonisasi terhadap standar internasional Pembuatan standar baru seharusnya mempertimbangkan standar akuntansi di negara lain dan meningkatkan harmonisasi terhadap standar internasional Punya tujuan yang realistis Punya tujuan yang realistis

36 Untuk membuat standar yang baik memerlukan partisipasi dari pihak-pihak yang terkait dan perlu dilakukan ‘field test’ sebelum difinalisasi Untuk membuat standar yang baik memerlukan partisipasi dari pihak-pihak yang terkait dan perlu dilakukan ‘field test’ sebelum difinalisasi Dalam mempertimbangkan topik yang akan dimasukkan dalam standar, perlu diperhatikan apakah masalah tersebut terjadi di semua perusahaan atau hanya meliputi sebagian kecil perusahaan saja Dalam mempertimbangkan topik yang akan dimasukkan dalam standar, perlu diperhatikan apakah masalah tersebut terjadi di semua perusahaan atau hanya meliputi sebagian kecil perusahaan saja Perlu dibuat secara tepat waktu Perlu dibuat secara tepat waktu

37 Karakteristik Standar Profesional Digunakan nama sebutan yang jelas dan konsisten untuk tiap bentuk/jenis penerbitan Digunakan nama sebutan yang jelas dan konsisten untuk tiap bentuk/jenis penerbitan Digunakan kode huruf dan angka yang logis untuk tiap jenis standar Digunakan kode huruf dan angka yang logis untuk tiap jenis standar Seluruh pasal atau paragraf dalam satu penerbitan standar diberi nomor urut penuh dari awal sampai akhir Seluruh pasal atau paragraf dalam satu penerbitan standar diberi nomor urut penuh dari awal sampai akhir

38 Revisi/perbaikan, atau penerbitan standar baru atau penggantian standar lama harus dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam struktur yang sudah dirancang sebelumnya tanpa mengganggu urutan dan susunan standar yang masih berlaku. Revisi/perbaikan, atau penerbitan standar baru atau penggantian standar lama harus dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam struktur yang sudah dirancang sebelumnya tanpa mengganggu urutan dan susunan standar yang masih berlaku. Nama dan kode standar yang telah diganti tetap dimasukkan ke dalam kodifikasi standar profesional waupun isinya telah diganti dan diberi petunjuk tentang standar penggantinya. Hal ini penting untuk riwayat pengembangan standar Nama dan kode standar yang telah diganti tetap dimasukkan ke dalam kodifikasi standar profesional waupun isinya telah diganti dan diberi petunjuk tentang standar penggantinya. Hal ini penting untuk riwayat pengembangan standar Dihimpun dalam satu buku Dihimpun dalam satu buku Bila perlu, dipilih huruf yang enak dibaca dan mempunyai tampilan khusus. (Sumber: Suwardjono) Bila perlu, dipilih huruf yang enak dibaca dan mempunyai tampilan khusus. (Sumber: Suwardjono) Karakteristik Standar Profesional


Download ppt "PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Wiwin Rahmanti, SE., M.Com., Akt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google