Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Cara-cara menghampiri objek  Tujuan pendekatan adalah pengakuan terhadap hakikat ilmiah objek ilmu pengetahuan itu sendiri.  Cara-cara mengumpulkan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Cara-cara menghampiri objek  Tujuan pendekatan adalah pengakuan terhadap hakikat ilmiah objek ilmu pengetahuan itu sendiri.  Cara-cara mengumpulkan,"— Transcript presentasi:

1

2  Cara-cara menghampiri objek  Tujuan pendekatan adalah pengakuan terhadap hakikat ilmiah objek ilmu pengetahuan itu sendiri.  Cara-cara mengumpulkan, menganalisis, dan meyajikan data  Tujuan metode adalah efisiensi dengan cara menyederhanakan. Pendekatan Metode

3  Kegiatan berupa apresiasi, penelitian dan kritik ditentukan oleh tujuan.  Pendekatan merupakan langkah pertama dalam mewujudkan tujuan tersebut.  Dalam praktiknya, pendekatan mendahului metode dan teori.

4 Tujuan dan apa yang akan dipresiasiProses kelangsungan apresiasiLandasan teori yang digunakan

5  Latar belakang munculnya pendekatan emotif karena KS sebagai karya seni sarat berbagai nilai-nilai estetis.  Pendekatan emotif adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan unsur-unsur yang mengajuk emosi atau perasaan pembaca. Ajukan emosi itu berhubungan dengan keindahan penyajian bentuk maupun ajukan emosi yang berhubungan dengan isi atau gagasan yang lucu atau menarik (Aminuddin, 2011:42).

6  Dari pengertian di atas, pendekatan emotif merupakan pendekatan yang mengarahkan pembaca untuk mampu menemukan dan menikmati nilai keindahan (estetis) dalam suatu karya sastra tertentu, baik dari segi bentuk maupun dari segi isi.

7  Pendekatan ekspresif hampir sama dengan pendekatan biografis.  Pada masa Yunani dan Romawi penonjolan aspek ekspresif karya sastra telah dimulai seorang ahli sastra Yunani Kuno, Dionysius Casius Longius, dalam bukunya On the Sublime (Mana Sikana, dalam Atmazaki, 1990: 32-33).  Aspek ekspresif sebagai salah satu pendekatan dalam sastra barangkali lebih cocok dipakai dalam melihat kebimbangan pengarang dalam berkarya.

8  Atmazaki (1990: 34-35) mengungkapkan beberapa alasan munculnya pendekatan ekspresif: 1. Pengarang adalah orang pandai 2. Kata author berarti pengarang, yang berarti berwenang dan berkuasa 3. Pengarang orang yang mempunyai kepekaan terhadap persoalan, punya wawasan kemanusiaan yang tinggi dan dalam

9  Pendekatan yang menimbang karya sastra dengan kemulusan, kesejatian, atau kecocokan vision pribadi penyair atau keadaan pikiran; dan sering pendekatan ini mencari dalam karya sastra fakta-fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman penulis, yang secara sadar ataupun tidak, telah membukakan dirinya dalam karyanya tersebut (Pradopo, 1997:193).

10  Pendekatan ekspresif merupakan pendekatan yang mengkaji ekspresi perasaan atau temperamen penulis (Abrams, 1981:189).  Menurut Semi (1984), pendekatan ekspresif adalah pendekatan yang menitikberatkan perhatian kepada upaya pengarang atau penyair mengekspresikan ide-idenya ke dalam karya sastra.  Pendekatan ekspresif lebih banyak memanfaatkan aktivitas pengarang sebagai data literer (Ratna, 2005:68)

11  Pendekatan ekspresif ini menekankan kepada penyair dalam mengungkapkan atau mencurahkan segala pikiran, perasaan, dan pengalaman pengarang ketika melakukan proses penciptaan karya sastra.  Ekspresif yang dimaksud berkenaan dengan daya kontemplasi pengarang dalam proses kreatifnya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang baik dan sarat makna.

12 Sajak 1990 (WS Rendra) Setelah para cukong berkomplot dengan para tiran. Setelah hak azasi di negera miskin ditekan demi kejayaan negara maju. Bagaimanakah wajah kemanusiaan. Dijalan orang dibius keajaiban iklan. Dirumah ia tegang, marah dan berdusta. Impian mengganti perencanaan. Penataran mengganti penyadaran. Kota metropolitan di dunia ketiga adalah nadi dari jantung negara maju. Nadi yang akan mengidap kanker yang akan membunuh daya hidup desa-desa. Dan akhirnya tanpa bisa dikuasai lagi, menjadi jahat, hina dan berbahaya. Itulah penumpukan yang tanpa peredaran. Tanpa hak azasi tak ada kepastian kehidupan. Orang hanya bisa digerakkan tapi kehilangan daya geraknya sendiri. Ia hanyalah babi ternak yang asing terhadap hidupnya sendiri. Rakyat menjadi bodoh tanpa opini. Disekolah murid diajar menghapal berdengung seperti lebah lalu akhirnya menjadi sarjana menganggur. Dirumah ibadah orang nerocos menghapal dan dikampung menjadi pembenci yang tangkas membunuh dan membakar. Para birokrat sakit tekanan darah sibuk menghapal dan menjadi radio. Kenapa pembangunan tidak berarti kemajuan ? Kenapa kekayaan satu negara membuahkan kemiskinan negara tetangganya Peradaban penumpukan tak bisa dipertahankan, lihatlah Kemacetan, Polusi dan Erosi. Apa artinya tumpukan kekuasaan bila hidupmu penuh curiga dan takut diburu dendam. Apa artinya tumpukan kekayaan bila bila bau busuk kemiskinan menerobos jendela kamar tidurmu. Isolasi hanya melahirkan kesendirian tanpa keheningan. Luka orang lain adalah lukamu juga ! Sedangkan peradaban peredaran tak bisa dibina tanpa berlakunya hak azasi manusia. Apa artinya kekayaan alam tanpa keunggulan daya manusianya ? Bagaimana bisa digalang daya manusia tanpa dibangkitkan kesadarannya akan kedaulatan pribadi terhadap alam dan sesamanya ? Wajah-wajah capek membayang di air selokan. Dan juga di cangkir kopi para cukong. Bau kumuh dari mimpi yang kumal menyebar di lorong-lorong pelacuran dan juga dibursa saham. Sungguh apa faedahnya kamu jaya di alam kehidupan bila pada akhirnya kamu takut mati karena batinmu telah lama kau hina.

13  Bagaimanakah pendekatan ekspresif dan emotif dalam puisi di atas?ekspresif


Download ppt " Cara-cara menghampiri objek  Tujuan pendekatan adalah pengakuan terhadap hakikat ilmiah objek ilmu pengetahuan itu sendiri.  Cara-cara mengumpulkan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google