Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENCIPTAAN SENI RUPA Media Ajar Matakuliah METODE PENCIPTAAN SENI Drs. Subandi, M.Hum Dosen Prodi Batik FSRD ISI Surakarta 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENCIPTAAN SENI RUPA Media Ajar Matakuliah METODE PENCIPTAAN SENI Drs. Subandi, M.Hum Dosen Prodi Batik FSRD ISI Surakarta 2014."— Transcript presentasi:

1 METODOLOGI PENCIPTAAN SENI RUPA Media Ajar Matakuliah METODE PENCIPTAAN SENI Drs. Subandi, M.Hum Dosen Prodi Batik FSRD ISI Surakarta 2014

2 Seni Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.ilmu kreativitas Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.artismedium

3 Definisi Alexander Baum Garton Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan. Aristoteles Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam. Immanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.

4 Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni. Leo Tolstoy Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yanng disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis. Sudarmaji Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.

5 Bentuk Seni Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :

6 Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra seperti puisi dan pantunaudio artseni musikseni suaraseni sastrapuisipantun Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisan, poster,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.Visual artlukisanposterseni bangunan Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang,filmaudio visual artmusikwayangfilm

7 ABSTRAKSI (METODOLOGI PENCIPTAAN SENI RUPA) 1.Penciptaan karya seni rupa baik yang intuitif dan metodis pada hakikatnya merupakan sebuah kerja ilmiah. 2.Keduanya telah melewati prosedur tahapan metodologis mulai dari penetapan subjek dan objek penciptaan, landasan teoretik atau empirik sampai mencakupi metode-metode penciptaan yang dibarengi dengan teknik dan cara-cara untuk mewujudkannya. 3.Intuitif dan metodis adalah konsep yang muncul ketika dalam proses kreatif terdapat kecenderungan dua tipikal yang cara kerjanya kontras. 4.Intuitif lebih spontan sedangkan proses kreatif metodis lebih prosedural dan terencana.

8 LANJUTAN…………. 5.Keduanya adalah dua tipe metode proses kreatif yang berada pada tataran hardware. Sebuah komponen alat yang memandu kegiatan penciptaan karya secara operasional. 6.Di sisi lain, baik metode intuitif maupun metodis dipandu oleh perangkat atau alat metodologis yang lebih tinggi tingkat abstraknya, yakni paradigma, pendekatan, dan teori. 7.Komponen alat tersebut sebagai software karena sifatnya menggerakkan alat yang bersifat hardware yang lebih operasional, yakni metode, teknik, dan cara berkarya.

9 INTUITIF DAN METODIS Penciptaan karya seni rupa baik yang intuitif dan metodis pada hakikatnya merupakan sebuah kerja ilmiah. Keduanya telah melewati prosedur tahapan metodologis mulai dari penetapan subjek dan objek penciptaan, landasan teoretik atau empirik sampai mencakupi metode-metode penciptaan yang dibarengi dengan teknik dan cara-cara untuk mewujudkannya.

10 INTUITIF DAN METODIS Intuitif dan metodis adalah konsep yang muncul ketika dalam proses kreatif terdapat kecenderungan dua tipikal yang cara kerjanya kontras. Intuitif lebih spontan sedangkan proses kreatif metodis lebih prosedural dan terencana.

11 Intuitif dan metodis adalah dua tipe metode proses kreatif yang berada pada tataran hardware. Sebuah komponen alat yang memandu kegiatan penciptaan karya secara operasional. Metode intuitif maupun metodis dipandu oleh perangkat atau alat metodologis yang lebih tinggi tingkat abstraknya, yakni paradigma, pendekatan, dan teori.

12 Komponen alat tersebut sebagai software karena sifatnya menggerakkan alat yang bersifat hardware yang lebih operasional, yakni metode, teknik, dan cara berkarya.

13 TIPOLOGI PRODUK, BENTUK FORMAL DAN KONTEKS Pembicaraan seni rupa biasanya didominasi oleh aspek tipologi produk, bentuk formal dan konteksnya. Tipologi membahas pengklasifikasian bentuk dan jenis seni rupa berdasarkan material, teknik, dan gaya.

14 PROSES PENCIPTAAN SENI DAN PROSES PENELITIAN Proses penciptaan seni memiliki kemiripan dengan proses penelitian untuk memperoleh kebenaran. Penelitian terdiri tahapan merumuskan masalah, mencari hipotesis, mengumpulkan, menganalisis, memverifikasi data dan menyimpulkan. Semua tahapan tersebut dapat dilaksanakan dengan sistem metodologis.

15 LANJUTAN Proses penciptaan seni baik yang intuitif dan metodis juga melakukan kerja seperti penelitian. Sebuah produk seni rupa lahir melewati berbagai proses pendahuluan. Produk seni rupa merupakan hasil sebuah renungan berpikir sebagai hasil impuls dari kondisi di sekitar seniman itu sendiri. Kehadiran impuls-impuls tersebut bagi seniman dijadikan sebagai tantangan estetik, material atau solutif akan masalah.

16 METODOLOGIS MENGIMPLIKASIKAN METODE Metodologis jelas mengimplikasikan metode, tetapi metodologi bukanlah kumpulan metode dan juga bukan deskripsi mengenai metode tersebut. Berbeda dengan metode, metodologis tidak berkaitan dengan teknik-teknik penciptaan, melainkan dengan konsep-konsep dasar logika penciptaan secara keseluruhan. Ketika paradigma, pendekatan, dan teori telah ditetapkan akan menuntut suatu metode yang khas.

17 Metodologi dan Metode Secara etimologis, metodologi berasal dari kata methods dan logos, yaitu filsafat atau ilmu mengenai metode. Metodologi dengan demikian membahas prosedur intelektual dalam totalitas komunitas ilmiah. Proses penciptaan karya yang ilmiah, faktor metodologis terdiri dari perangkat paradigma, pendekatan, termasuk teori, metode, dan teknik sebagai alat atau cara berkarya.

18 PARADIGMA, PENDEKATAN, DAN TEORI Paradigma memiliki cakupan yang luas, merupakan cara pandang berpikir terhadap sesuatu. Seseorang yang memiliki paradigma berarti akan memiliki dasar-dasar pokok pemahaman akan sebuah objek penciptaan tertentu. Dalam kasus seni rupa, paradigma bisa berupa pengetahuan, konsep–konsep seni seperti modern, posmodern, positivisme maupun kritisisme, serta akumulasi pengetahuan dan pengalaman estetik dan artistik.

19 PARADIGMA DAN PENDEKATAN Paradigma dengan demikian mendahului mengkondisikan seniman, ke arah mana pendekatan penciptaan diarahkan, dan bagaimana teori, metode, teknik dan proses selanjutnya. Pendekatan adalah sama dengan metode, yakni sebuah jalan atau cara dalam menggapai sesuatu. Pendekatan lebih bersifat abstrak daripada metode namun tingkatannya di bawah paradigma. Pada pendekatanlah sebuah metode-metode dapat dioperasionalkan.


Download ppt "METODOLOGI PENCIPTAAN SENI RUPA Media Ajar Matakuliah METODE PENCIPTAAN SENI Drs. Subandi, M.Hum Dosen Prodi Batik FSRD ISI Surakarta 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google