Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“ REVIU INDIKATOR KINERJA “ INDIKATOR KINERJA adalah ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian kegiatan, program, sasaran,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“ REVIU INDIKATOR KINERJA “ INDIKATOR KINERJA adalah ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian kegiatan, program, sasaran,"— Transcript presentasi:

1 “ REVIU INDIKATOR KINERJA “ INDIKATOR KINERJA adalah ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian kegiatan, program, sasaran, dan tujuan REVIU INDIKATOR KINERJA MELIPUTI : 1. Reviu terhadap indikator kinerja itu sendiri. 2. Reviu terhadap capaian indikator kinerja. REVIU TERHADAP INDIKATOR KINERJA ITU SENDIRI YAITU MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP KUALITAS IK DENGAN MELIHAT PEMENUHAN KRITERIA IK YG BAIK MELIPUTI : A. Reviu terhadap masing-masing indikator kinerja. B. Reviu terhadap satu set indikator kinerja. C. Reviu terhadap keselarasan indikator kinerja.

2 REVIU TERHADAP MASING-MASING INDIKATOR KINERJA KRITERIA INDIKATOR KINERJA YANG BAIK ADALAH : 1. Langsung 2. Obyektif 3. Spesifik 4. Cukup 5. Dapat dikuantifikasi dan dapat diobservasi 6. Dirinci/dipilah 7. Praktis 8. Dapat diyakini

3 IK LANGSUNG, suatu indikator kinerja harus mengukur sedekat mungkin dengan hasil yang akan diukur. CONTOH : Hasil yang akan diukurIndikator Kinerja Peningkatan pendapatanIK langsung : masyarakat di desa A“ Tingkat pendapatan masyarakat” IK Pengganti : “ Persentase keluarga di desa A yang rumahnya berlantai keramik” “ Persentase keluarga di desa A yang memiliki sepeda motor tahun 95 ke atas “ Asumsi : Apabila suatu keluarga memiliki pendapatan yang lebih, mereka akan membeli barang tertentu seperti dikemukakan di atas. Jika asumsi ini terbukti meyakinkan maka indikator pengganti dapat me- rupakan indikator kinerja yang me- madai, meskipun tidak seakurat pengukuran langsung.

4 IK OBYEKTIF, indikator yang obyektif tidak memiliki ambiguitas (berarti dua/dwimakna) mengenai apa yang akan diukur, dan memi- liki relevansi yang kuat dengan yang diukur. Untuk indikator makro, dapat dikatakan obyektif apabila memiliki satu atau lebih dimensi dan tepat secara operasional. Untuk indikator mikro, dapat dikatakan obyektif apabila hanya me- miliki satu dimensi dan tepat secara operasional. Setiap dimensi yang ada dapat menggambarkan suatu fenomena tertentu setiap saat. Tepat secara operasional artinya tidak ada ambiguitas atas data apa yang akan dikumpulkan untuk suatu indikator.

5 CONTOH INDIKATOR MAKRO : Indikator Kinerja Keterangan Indeks PembangunanTepat, karena untuk menggambarkan Manusia (IPM)kesejahteraan sosial suatu daerah ter- tentu diukur dari sejauh mana peme - rintah berhasil meningkatkan kualitas pembangunan manusia yang memiliki dimensi a.l : mutu pendidikan, derajat kesehatan, dan pendapatan per kapita masyarakat (PDRB).

6 CONTOH INDIKATOR MIKRO : Indikator Kinerja Keterangan Jumlah eksportir yangMasih argumentatif, karena penger- berhasiltian eksportir yang berhasil masih mengandung beberapa dimensi dan kurang tepat secara operasional, se- hingga dapat menimbulkan bias. Jumlah eksportir yangLebih tepat, karena pengertian ekspor- meningkat volume pen-tir yang berhasil hanya memiliki satu jualannya minimal 5 %dimensi dan tepat secara operasional, sehingga tidak bias.

7 IK SPESIFIK, indikator kinerja harus sesuai dengan program dan atau kegiatan, sehingga mudah dipahami dalam memberikan infor- masi yang tepat tentang hasil atau capaian kinerja dari kegiatan dan atau sasaran. CONTOH : SasaranIndikator KinerjaPengukuranKeterangan Meningkatnya1. Jumlah masy. yg melekJml penduduk ygIndikator kinerja kualitas pendi- huruf dalam tahun xxdapat membacasatu sampai tiga dikan masyara- mencapai 80%huruf latin / Jmldapat dikategori- katpendudukkan spesifik 2. Tingkat partisipasi pen-Persentase jumlah didikan masy. dalammurid terhadap tahun xx mencapai 75%jumlah anak usia sekolah 3. Tingkat ketersediaana. Jumlah murid / sarana pendidikan dan Jml ruang kelas tenaga pengajar dalamb. Jumlah murid / tahun xx mencapai 60% Jml guru

8 IK CUKUP, sebagai suatu kelompok indikator kinerja dan indikator kinerja pendukung seharusnya secara cukup dapat mengukur hasil. Pertanyaan yang sering muncul adalah : “ Berapa indikator kinerja yang harus digunakan untuk mengukur suatu hasil? “ Jawabannya tergantung pada : a. Kompleksitas hasil yang akan diukur. b. Sumberdaya yang tersedia untuk memonitor kinerja. c. Jumlah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang memadai. Untuk hasil yang sifatnya langsung dapat diketahui serta mempunyai pengukuran yang benar dan terbukti, satu indikator sudah dapat diang- gap cukup.

9 Untuk hasil yang sifatnya tidak langsung, satu indikator mungkin tidak cukup, sehingga perlu beberapa indikator untuk mengukur hasil. Untuk menentukan berapa indikator yang akan digunakan, perlu dipertimbangkan keseimbangan antara sumberdaya yang tersedia untuk pengukuran kinerja dan jumlah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang memadai. Namun demikian juga dihindari terlalu banyak indikator. CONTOH : SATU SASARAN DENGAN SATU INDIKATOR KINERJA Sasaran Indikator kinerjaPengukuran Meningkatnya tingkatTingkat partisipasi pendidikan Persentase jumlah partisipasi pendidikanmasyarakat dalam tahun xxmurid terhadap masyarakat dalam ta-anak usia sekolah hun xx sebesar 80%

10 CONTOH : SATU SASARAN DENGAN BEBERAPA INDIKATOR KINERJA SasaranIndikator kinerjaPengukuran DIMENSI MeningkatnyaNILAI TAMBAH : perekonomianJumlah PDRB tahun xxPDRB RpMilyard daerah Angka persentase laju % kenaikan di- pertumbuhan PDRB bandingkan th tahun xxlalu Tingkat distribusi pen-Penggunaan ru- dapatan masyarakatmus koefisien gini

11 CONTOH (LANJUTAN) : SATU SASARAN DENGAN BEBERAPA INDIKATOR KINERJA SasaranIndikator kinerjaPengukuran DIMENSI MeningkatnyaINVESTASI : perekonomianJumlah investasi DNPembentukan daerahdalam tahun xxmodal tetap bruto Angka persentase laju % kenaikan in- pertumbuhan investasivestasi dibanding tahun xxtahun lalu

12 CONTOH (LANJUTAN) : SATU SASARAN DENGAN BEBERAPA INDIKATOR KINERJA SasaranIndikator kinerjaPengukuran MeningkatnyaDIMENSI PAD : perekonomianJumlah angka PADJumlah PAD daerahtahun xx(RpMilyard) Laju pertumbuhan PAD % kenaikan PAD tahun xxdibanding tahun lalu

13 IK DAPAT DIKUANTIFIKASI DAN DIOBSERVASI Indikator kuantitatif adalah indikator dalam angka. Indikator kualitatif adalah indikator yang bersifat pengamatan deskriptif (pendapat ahli atas suatu kekuatan instansi atau pen- jelasan mengenai suatu perilaku). Indikator kuantitatif lebih efektif digunakan, namun tidak selalu lebih obyektif, ketepatan angkanya memungkinkan kesepakatan atas data hasil, untuk itu diperlukan indikator kualitatif yang dapat mendukung angka berdasarkan kekayaan informasi hasil yang di- miliki. CONTOH : - Pengukuran kualitas hidup - Pengukuran kapasitas SDM

14 CONTOH : Hasil yangIndikator kinerja Keterangan akan diukur Kualitas hidupIPMKuantitatif, dapat diukur dan diobservasi Populasi pendudukKualitatif, dapat diukur perkotaandan diobservasi Kualitas pelayananKualitatif, dapat diukur kesehatandan diobservasi Kapasitas SDMTingkat pengetahuanKualitatif aparatur Tingkat kepercayaanKualitatif masy. kpd aparatur

15 IK DIRINCI / DIPILAH, indikator kinerja harus sensitif terhadap perbedaan dimensi hasil. CONTOH : INDIKATOR KINERJA TIDAK RINCI RINCI Tingkat partisipasi pendidikan APK SD APK SLTP APK SLTA APM SD APM SLTP APM SLTA Rasio guru terhadap murid Rasio guru terhadap murid SD Rasio guru terhadap murid SLTP Rasio guru terhadap murid SLTA

16 CONTOH : INDIKATOR KINERJA TIDAK RINCI RINCI Mutu hasil pendidikan Rata-rata nilai ujian akhir SD Rata-rata nilai ujian akhir SLTP Rata-rata nilai ujian akhir SLTA Rasio kualitas guru Rasio guru layak mengajar SD Rasio guru layak mengajar SLTP Rasio guru layak mengajar SLTA Rasio ketidaksesuaian guru terhadap mata pelajaran

17 IK PRAKTIS, indikator kinerja dikatakan praktis apabila data dapat diperoleh pada saat yang tepat dengan biaya yang wajar. IK DAPAT DIYAKINI, pertimbangan terakhir dalam memilih indi- kator kinerja adalah apakah kualitas data yang diperoleh telah cukup memadai untuk pengambilan keputusan. Pertanyaannya : “ Standar kualitas data yang bagaimana yang diperlukan akan berguna?” Jawabannya : Data yang diperlukan untuk membuat keputusan yang baik tidak perlu setara dengan standar rigid (kaku) yang dicari ilmuwan sosial.

18 CONTOH : Data tentang jumlah penduduk yang terserang penyakit demam berdarah, dapat diperoleh cukup dengan survey singkat dengan biaya relatif sedikit, tidak perlu penelitian yang rumit. Sebaliknya data tentang dampak Program Pengurangan Subsidi BBM bagi masyarakat, tidak cukup hanya dilakukan dengan sur- vey sederhanasaja, tetapi diperlukan suatu penelitian yang men- dalam.

19 HAL-HAL LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM REVIU INDIKATOR KINERJA : 1. Apakah IK ditetapkan melalui proses konsultasi yang memadai? 2. Apakah IK direviu secara berkala agar tetap dapat dipercaya sebagai bagian dari suatu sistem yang handal? 3. Apakah penetapan IK telah mempertimbangkan pengumpulan datanya (cost-effectiveness)? 4. Apakah IK ditetapkan dengan persetujuan pimpinan, sehingga mendapatkan komitmen khususnya alokasi sumberdaya instansi dalam mencapai tujuan dan sasaran? 5. Apakah IK telah dikomunikasikan pada setiap tingkatan unit organisasi, sehingga diketahui pihak yang bertanggung jawab dalam mencapai target? 6. Jika terdapat lebih dari satu unit organisasi yang berkepentingan thd satu indikator kinerja, apakah sudah ditentukan leadernya?

20 REVIU TERHADAP SATU SET INDIKATOR KINERJA CONTOH : SASARAN : Menurunnya tingkat kematian ibu dan anak Prog/Keg.Indikator kinerjaKet. Imunisasi1. Cakupan imunisasi campakIK 1 s/d 12 meru- 2. Cakupan imunisasi hepatitis B pakan satu set IK 3. Cakupan imunisasi BCGuntuk mengukur 4. Cakupan perbaikan gizi ibu dan anakkeberhasilan 5. Angka kematian ibu hamil/melahirkanProgram Imunisasi 6. Angka kematian anak 7. Banyaknya ibu hamil yang memerik- sakan diri sedini mungkin 8. Banyaknya Posyandu aktif 9. Banyaknya in strumen dan media pe- nyuluh kesehatan 10. Banyaknya kader Posyandu 11. Rasio antara jumlah dokter dengan jumlah penduduk 12. Rasio TT Rumah Sakit dgn penduduk

21 REVIU TERHADAP KESELARASAN INDIKATOR KINERJA CONTAH : KESELARASAN KOMPONEN RENSTRA. KomponenRumusanIndikator kinerjaKet. Renstra TUJUANMeningkatnyaJumlah masy. yg melek hurufSecara logis tingkat kualitasdalam tahun xx mencapai 75%terdapat ke- pendidikan masy.selarasan Tingkat partisipasi pendidikanindikator masyarakat dalam tahun xxkinerja mencapai 60%tujuan, sasaran, SASARANMeningkatnya% masyarakat yang melekdan program tingkat melekhuruf latin dalam tahun xx/kegiatan huruf masy.sebesar 80% PROGRAMPendidikanJumlah anak putus sekolah anak putus yg mengikuti pendidikan di sekolahluar sekolah tahun xx …anak

22 REVIU TERHADAP KESELARASAN INDIKATOR KINERJA CONTOH : KESELARASAN IK ANTAR UNIT ORGANISASI. Sasaran PemdaIndikator kinerjaSasaran Unit Kerja Indikator kinerja MeningkatnyaPeningkatanMeningkatnya Luas Balai Benih Induk produktivitasproduksi:sarana dan prasa- yang disempurnakan tanaman pangan- Padi …%rana tanaman dan holtikjultura- Palawija …%pangan Luas lahan yang dibantu - Sayuran ….% saprodi MeningkatnyaTerjalinnya mitraMeningkatnya Terselenggaranya temu pertumbuhanusaha dan terben-pemberdayaan usaha kegiatan industri dan tuknya Pokja ke-IKM perdaganganmitraan MeningkatnyaRasio PuskesmasMeningkatnya Pembangunan Puskesmas derajat kesehatanterhadap jumlahpelayanan kese- Jumlah masy. yg berobat masyarakatpendudukhatan masy. Bantuan PMT-AS Perbaikan gizi ibu hamil

23 REVIU TERHADAP CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PERBANDINGAN ANTARA : - Rencana dengan realisasi - Realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya - Realisasi tahun ini dengan akumulasi realisasi s.d. tahun ini - Realisasi tahun ini dengan standarnya - Realisasi tahun ini dengan capaian organisasi lain yang sejenis PERFORMANCE GAP ANALYSIS : Membandingkan dan kemudian mencari informasi mengapa terjadi perbedaan (gap) antara realisasi capaian dengan data pembandingnya.

24 SIMPULAN HASIL PENGUKURAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SECARA KESELURUHAN : 1. Menghitung rata-rata semua capaian IK 2. Menghitung rata-rata capaian IK dengan rata-rata tertimbang (bobot) 3. Menentukan milestone (tonggak) kegiatan atau program terlebih dahulu, kemudian melihat beberapa indikator penting di dalamnya baru kemudian secara kualitatif menentukan tingkat capaian atau keberhasilan organisasi. 4. Menentuka beberapa indikator penting saja, kemudian membuat daftar dan menyimpulkan secara umum berdasarkan nilai/angka capaian individual, dengan mempertimbangkan frekuensi (modus) dan tingginya nilai.


Download ppt "“ REVIU INDIKATOR KINERJA “ INDIKATOR KINERJA adalah ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian kegiatan, program, sasaran,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google