Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Pembuatan Kuesioner dan Pedoman  Cara merancang kuesioner  Teknik merancang kuesioner  Struktur kuesioner  Cara merancang pedoman Materi Kuliah –

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Pembuatan Kuesioner dan Pedoman  Cara merancang kuesioner  Teknik merancang kuesioner  Struktur kuesioner  Cara merancang pedoman Materi Kuliah –"— Transcript presentasi:

1 1 Pembuatan Kuesioner dan Pedoman  Cara merancang kuesioner  Teknik merancang kuesioner  Struktur kuesioner  Cara merancang pedoman Materi Kuliah – 5 STIS – 3 SK

2 2 TEKNIK MERANCANG KUESIONER 1. Acuan penyusunan pertanyaan dalam kuesioner 2. Rancangan kuesioner 3. Jenis pertanyaan 4. Tahapan membentuk pertanyaan

3 3 1. Acuan Penyusunan Pertanyaan dalam Kuesioner  Tujuan survei  Indikator  Rancangan tabel analisis (dummy table)  Variabel  Waktu acuan (time of reference)

4 4  Tujuan Survei Kuesioner disusun sesuai dengan tujuan survei  Indikator Delapan tujuan yang ada di MDGs terdiri dari target-target yang dituangkan dalam bentuk indikator-indikator pencapaian tujuan. Indikator tersebut dapat diukur melalui data yang dihasilkan dari kegiatan survei.  Rancangan Tabel (dummy table) Dari dummy tabel dapat diketahui apakah semua variabel yang diperlukan, dicakup dalam pertanyaan-pertanyaan yang nantinya disusun dalam kuesioner. Kalau tidak maka datanya tidak akan terkumpul dan akibatnya tujuan survei tidak akan tercapai.

5 5  Variabel Variabel diturunkan dari indikator dan merupakan acuan utama dalam membentuk pertanyaan. Variabel juga dapat menjadi pertanyaan langsung jika memang tidak dapat atau tidak perlu diturunkan lagi.  Waktu Acuan (time of reference) Pertanyaan dalam kuesioner harus mengacu pada suatu titik atau periode waktu. Misalnya pada saat pencacahan, selama sebulan terakhir, satu minggu yang lalu, hingga saat pencacahan, dan lain-lain. Penjelasan tentang waktu acuan ini harus ada di buku pedoman pencacahan.

6 6 DEFINISI OPERSIONAL Setelah pertanyaan terbentuk, maka diperlukan definisi yang bersifat operasional. Artinya, definisi tersebut digunakan untuk membantu menterjemahkan pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner. Definisi operasional setiap pertanyaan akan disusun dalam buku pedoman. Contoh: Pertanyaan: Apakah anda dapat membaca dan menulis? Definisi operasional: Dapat membaca dan menulis artinya dapat membaca dan menulis kata-kata/kalimat sederhana dalam aksara tertentu dan mengerti artinya.

7 7 2. Rancangan Kuesioner Menentukan pertanyaan yang akan ditanyakan Menyeleksi jenis pertanyaan dan menentukan kata-katanya Merancang urutan pertanyaan dan format kuesioner secara keseluruhan

8 8 3. Jenis Pertanyaan  Pertanyaan terbuka - Jawaban responden tidak dibatasi oleh kategori jawaban. - Pada pilot survey pertanyaan terbuka digunakan utk mencari jawaban yg sejenis digunakan sbg kategori jawaban pada pertanyaan tertutup - Pada in-depth study pertanyaan terbuka bermanfaat untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. - Jawaban dari pertanyaan terbuka terkadang menyulitkan analisa.

9 9 -Jawaban sudah tercantum dalam kuesioner yang dinyatakan dalam kategori (kode)  Pertanyaan tertutup  Kombinasi pertanyaan tertutup dan terbuka atau semi terbuka Contoh: Alat KB (keluarga berencana) apa yang digunakan selama ini? 1. IUD 4. Sterilisasi 2. PIL 5. Lainnya, sebutkan ( ) 3. Kondom

10 10 4. Tahapan Membentuk Pertanyaan Indikator Dummy table Variabel Penurunan variabel menjadi pertanyaan Pengelompokan pertanyaan Tujuan survei Tahap 4 Tahap 5Tahap 6 Tahap 1 Tahap 2Tahap 3

11 11 Contoh: Mengumpulkan data terkait monitoring tujuan MDGs, salah satunya mencapai menurunkan angka kematian anak Indikator Dummy Table Tujuan survei Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan: persentase balita yang ditolong tenaga kesehatan (dokter, bidan, dan tng medis lain) pada proses persalinannya Tabel 1. Jumlah Balita menurut Penolong Persalinan Terakhir di Kabupaten Bekasi, 2009 Tahap 1Tahap 2Tahap 3

12 12 Contoh (lanjutan): Penurunan variabel menjadi pertanyaan Pengelompokan pertanyaan Variabel 1.Jumlah penduduk usia 0-4 tahun 2.Jumlah penduduk usia 0-4 thn yg ditolong persalinannya oleh tenaga kesehatan 3. Usia balita 1.Jml pddk: Siapa saja yang menjadi anggota rumah tangga ini? 2. Jml balita menurut penolong persalinan: Siapa yang menolong proses persalinan? 3. Usia: berapa umur balita? (dalam bulan atau hari) 1.Pertanyaan ttg pddk dan usia  Kelompok Ket. ART 2.Pertanyaan penolong persalinan  Kelompok Kesehatan Balita. Tahap 4Tahap 5Tahap 6

13 Struktur Kuesioner  Dasar Pengelompokkan Pertanyaan   Tata Cara Menyusun Pertanyaan   Struktur Kuesioner 

14 14  Dasar Pengelompokan Pertanyaan  1.Kesamaan tujuan Pertanyaan yang mempunyai tujuan yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok. Misalnya kelompok pendidikan terdiri dari pertanyaan tentang partisipasi sekolah, ijazah tertinggi yang dimiliki, dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan pendidikan. 2.Umur Misalnya balita, Wanita Usia Subur (WUS), penduduk usia kerja dan lain- lain. 3.Jenis Kelamin Misalnya kelompok pertanyaan tentang KB ditanyakan hanya untuk wanita

15 15  Tata Cara Menyusun Pertanyaan  1.Alur pertanyaan harus jelas, logis dan konsisten antar pertanyaan. 2.Perlu mencantumkan ”rambu-rambu” pada setiap pertanyaan/kelompok pertanyaan yang mempunyai konsistensi/saringan 3.Hindari pertanyaan yang menggunakan kalimat negatif 4.Jika menggunakan pertanyaan yang sensitif, berikan catatan cara bertanya.

16 16  Struktur Kuesioner (1)  1.Kuesioner harus mempunyai keterangan tempat atau identitas dari objek penelitian yang bersifat unik dan diletakkan di bagian awal. 2.Utamakan pertanyaan yang bersifat umum kemudian dilanjutkan dengan hal-hal yang khusus terkait dengan tujuan survei. 3.Tersedia bagian untuk mencatat hal penting yang ditemukan saat pengumpulan data 4.Kelompok pertanyaan dibedakan menurut jenis pertanyaan individu atau rumah tangga. 5.Jawaban dinyatakan dalam kode-kode untuk memudahkan pengolahan, dan disediakan kotak untuk pengisian kode tersebut. 6.Kode jawaban dari pertanyaan yang bersifat multiple reponses berbeda.

17 17 MERANCANG BUKU PEDOMAN (1) o Satu buku pedoman dapat memuat semua hal tentang survei termasuk metodologi, operasional lapangan, dan petunjuk dalam melakukan pencacahan. Namun bisa juga menyajikan setiap bagian tersebut dalam buku pedoman yang terpisah. o Setiap buku pedoman harus selalu memuat penjelasan tentang survei secara umum.

18 18 MERANCANG BUKU PEDOMAN (2) Berikut ini contoh untuk buku pedoman pencacahan; hal-hal pokok yang umum dicantumkan : 1. Gambaran umum survei 2. Tata cara pelaksanaan survei 3. Definisi operasional variabel 4. Petunjuk pengisian kuesioner 5. Pengawasan lapangan 6. Pemeriksaan konsistensi dan kewajaran isian kuesioner


Download ppt "1 Pembuatan Kuesioner dan Pedoman  Cara merancang kuesioner  Teknik merancang kuesioner  Struktur kuesioner  Cara merancang pedoman Materi Kuliah –"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google