Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 1 # 2: Elemen-elemen dalam Proses Policy- Making Ekowisata Hand-out kuliah Kebijakan dan Pengelolaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 1 # 2: Elemen-elemen dalam Proses Policy- Making Ekowisata Hand-out kuliah Kebijakan dan Pengelolaan."— Transcript presentasi:

1 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 1 # 2: Elemen-elemen dalam Proses Policy- Making Ekowisata Hand-out kuliah Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata, PS PSL, SPs IPB, Bogor, April 2007 Aris Munandar Pendahuluan Kebijakan ekowisata merupakan outcome dari proses pembuatan kebijakan yang merefleksikan interaksi interests dan values para pelaku (actors) dalam mempengaruhi dan menentukan proses-proses perencanaan, pengembangan dan kebijakan Kebijakan publik dalam ekowisata meliputi action, inaction, decision dan non-decicions yang berimplikasi pada pertimbangan pilihan alternatif-alternatif

2 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 2 # 2: Elemen-elemen dalam Proses Policy- Making Ekowisata Hand-out kuliah Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata, PS PSL, SPs IPB, Bogor, April 2007 Aris Munandar Pendahuluan Kebijakan ekowisata merupakan outcome dari proses pembuatan kebijakan yang merefleksikan interaksi interests dan values para pelaku (actors) dalam mempengaruhi dan menentukan proses-proses perencanaan, pengembangan dan kebijakan Kebijakan publik dalam ekowisata meliputi action, inaction, decision dan non-decicions yang berimplikasi pada pertimbangan pilihan alternatif-alternatif

3 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 3 Elemen dalam proses pembuatan kebijakan ekowisata (Hall, 2003) Specific policy issues Demand Outcomes DecisionsOutputs The policy arena Institutions Interest group Significant individuals Institutional leadership Institutional arrangement The policy environment Values Power arrangement Values Institutional arrangement

4 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 4 Lingkungan Kebijakan Power arrangement Eksekutif: kementerian, komisi, badan Legislatif dan produk legislasinya Yudikatif Institutional arrangement (industri) Institusi ~ pembuat keputusan yang membantu mewujudkan outcome …. dengan cara lebih mengongkritkan solusi dari sekedar memberi alternatif Dalam jangka panjang suatu institutional arrangement akan mengerucut menjadi policy

5 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 5 Values “a cultural concept, and is related to human beings perceive things” “a relative measure or indicator or human welfare, mainstream economic apply” Value dalam pengembangan ekowisata  relevan dengan pengertian pertama, yaitu bagaimana perencana/pengembang/pengelola mempersepsi ekowisata yang dikembangkan atau dikelolanya, berhubungan dengan form dan function

6 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 6 Values dalam pengembangan (Lynch, 1981 dan Simonds, 1983)  landscape development [termasuk ekowisata] Value normatif: ekspresi simbolik, efisiensi/ mekanistik, keseimbangan homeostatik (policy: subsidi silang) dan keamanan Value analis dan advokat: B/C ratio, kecukupan dan konservasi Value utopian: partisipasi atau inclusiveness, pemberdayaan, self-sufficiency, social stability, meta- criteria seperti keadilan, equal access dll.

7 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 7 Value memori masa lalu dan nilai-nilai artistik: curiousity, pleasant memory Value ilmu-ilmu sosial: community development, mobility, pengendalian sosial yang efektif Value perencana dan designers: keteraturan menurut formula (order), clarity, perencana sebagai form-giver, memberi pengalaman, terkelola (manageability)  skala pengelolaan

8 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 8 Policy Arena Interest group Asosiasi industri Indigenous community ~ interes terhadap community development, terhadap nilai-nilai lokal NGO Institution dan Institutional leadership Pemerintah dan industri Provider pendidikan dan latihan ekowisata

9 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 9 Individual significant Politician Local leader Environmental leader Petugas/operator Specific Policy Issues Proses pembuatan kebijakan  memerlukan analisis kebijakan Contoh analisis kebijakan ekowisata internasional (see Megan Eppler Wood, 2004) oleh badan pembuat kebijakan membuat (1) tipe-tipe kebijakan, (2) tool kebijakan untuk setiap tipe kebijakan dan (3) policy actions. Skala policy issue: lokal hingga global

10 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 10 Beberapa contoh produk policy  strategy 1.Australia (The National Ecotourism Strategy, NES) “ Australia will have an ecologically and culturally sustainable ecotourism industry that will be internationally competitive and domestically viable. Ecotourim in Australia will set an international example for environmental quality and cultural authenticity while releasing an appropriate return to the Australian community and conservation of the resource” 2.Queensland Ecotourism Plan (QEP)  key objectives 2.1. Pengelolaan dan perlindungan lingkungan 2.2. Pengembangan industri

11 Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB Pengembangan infrastruktur 2.4. Community development 3.New Zealand  Maori-operated Whale Watch Kaikoura 4.Fiji dan Samoa  mempunyai strategi mirip Australia 5.USA dan Kanada  kebijakan dan perencanaan pada level sub-national


Download ppt "Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata. IPB 1 # 2: Elemen-elemen dalam Proses Policy- Making Ekowisata Hand-out kuliah Kebijakan dan Pengelolaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google