Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KESADARAN PENDIDIKAN SUKU ASLI DI KECAMATAN BANTAN (Studi kasus Keterbelakangan Tingkat pendidikan suku asli di Desa Bantan Tengah, Desa Bantan Air dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KESADARAN PENDIDIKAN SUKU ASLI DI KECAMATAN BANTAN (Studi kasus Keterbelakangan Tingkat pendidikan suku asli di Desa Bantan Tengah, Desa Bantan Air dan."— Transcript presentasi:

1 KESADARAN PENDIDIKAN SUKU ASLI DI KECAMATAN BANTAN (Studi kasus Keterbelakangan Tingkat pendidikan suku asli di Desa Bantan Tengah, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Pambang, Kembung Luar) SAIM (Ketua) IKA KURNIA SUFIANI (Anggota) MUFAROAH (Anggota) AMRIZAL (Anggota) MUHAJIR (Anggota)

2 Latar Belakang Sepertinya orang Asli di Kecamatan Bantan telah hidup di dalam masyarakat yang terasing dan kurang mendapat perhatian sempurna, terutama pendidikan. Sedangkan Secara geografi,mereka terletak tidak jauh dari perkotaan, tapi telah membentuk pemikiran di kebanyakan masyarakat orang asli bahwa tidak ada gunanya mengantar anak-anak mereka ke sekolah ataupun ke-perguruan tinggi.

3 Secara umum, orang tua mereka masih kurang berminat dengan pendidikan. Mereka melihat sekolah sebagai suatu tempat untuk menghantar anak-anak mereka untuk bermain dan juga makan. Tetapi apabila mereka melihat masyarakat luar menunjukkan minat terhadap pendidikan anak-anak orang asli, mereka menjadi lebih sadar tentang perlunya pendidikan. Tetapi ia masih sukar untuk mengubah persepsi mereka disebabkan oleh kurangnya bantuan dan motivasi untuk pendidikan anak-anak orang asli.

4 RUMUSAN MASALAH Bagai mana Tingkat kesadaran pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan keterbelakangan pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan Bagai mana cara menyelesaikan permasalahan tentang keterbelakangan pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan.

5 Tujuan dan Kegunan Penelitian a. Tujuan Untuk mengetahui kesadaran pendidikan suku asli di kecamatan Bantan Untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan keterbelakangan dankurangnya kesadaran pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan Untuk Merumuskan kebijakan dan solusi permasalahan tentang keterbelakangan serta kurangnya kesadaran suku asli terhadap pendidikan.

6 b. Kegunaan Penelitian Dapat mengetahui sejauh mana kesadaran suku asli Kecamatan Bantan terhadap pendidikan Serta dapat mengenal pasti factor-faktor yang melatarbelakangi keterbelakangan dan kurangnya kesadaran suku asli Kecamatan Bantan terhadap pendidikan Memudahkan peneliti dan pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis dalam merumuskan solusi atau jalan keluar dari masalah keterbelakangan pendidikan tersebut. Supaya suku asli Kecamatan Bantan memiliki Sumber Daya Manusia yang baik.

7 Sistematika Penulisan Halaman judul, Abstrak, Daftarn isi, Daftar Tabel, Daftar Grafik, Daftar Gambar Bab I Pendahuluan: Latar belakang, Rumusan masalah,Tujuan dan manfaat penelitian, Sistematika Penulisan. Bab II Tinjauan Pustaka: Latarbelakang suku asli secara umum, Keadaan suku asli di Kabupaten Bengkalis Bab III Metode Penelitian Bab IV Pembahasan Kesadaran pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan, Masalah Keterbelakangan Pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan, Faktor-faktor Keterbelakangan pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan dan Solusi masalah keterbelakangan pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan Bab V Penutup Kesimpulan, Saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran

8 METODE PENELITIAN a.Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dan penelitian perpustakaan. Namun begitu, peneliti lebih banyak menekankan kepada penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ianya lebih ditekankan ke dalam penghayatan terhadap interaksi antara konsep yang sedang diteliti secara nyata (empiric) dan bukan dari segi kuantitatifnya. Penelitian perpustakaan adalah penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap bahan-bahan di perpustakaan bertujuan mendapatkan data-data penelitian dalam bentuk dokumentasi. Data- data yang akan dikumpul oleh penulis adalah buku, jurnal, majalah dan dalam bahasa Inggeris dan Indonesia.

9 Dalam penelitian kualitatif terdapat tiga pendekatan yaitu penelitian tindakan, penelitian kasus dan penelitian etnografi. Oleh yang demikian, dalam penelitian kualitatif ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kasus. Penelitian ini bertujuan meneliti secara rinci terhadap keterbelakangan pendidikan suku asli yang ada di Kecamatan Bantan dengan cara memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci, juga memberikan pembatasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya.

10 b.Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah suku asli yang ada di desa Kecamatan Bantan, mereka berdomisili di Desa Bantan Tengah, Bantan Air dan Desa Teluk Pambang. c.Objek dan subjek penelitian Yang dijadikan objek dalam penelitian ini ialah kesadaran dan keterbelakangan suku asli dalam pendidikan. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah suku asli yang ada di Kecamatan Bantan.

11 d. Populasi dan sampel penelitian Populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat suku asli yang ada di Kecamatan Bantan dengan jumlah penduduk lebih kurang 400 kepala keluarga, sedangkankan yang peneliti jadikan sampel sebanyak 80 kepala keluarga dan anaknya yang sekolah maupun yang tidak sekolah.

12 e. Teknik Pengumpulan data 1. Observasi Teknik observasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan berita dari apa yang dilihat dan didengar yang kemudiannya ditulis, serta mengenal pasti tentang kesadaran dan keterbelakangan pendidikan suku asli di Kecamatan Bantan yang sebenarnya. Cara observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan yang tidak teratur dan bebas dan ikut serta dalam setiap aktivitas mereka. Dalam hal ini, penulis akan mencatat apa yang dilihat, didengar dan difikir selama mengadakan observasi. Observasi ini diadakan selama 2 minggu. Adapun observasi tersebut lebih banyak penulis fokuskan terhadap suku asli di Kecamatan Bantan. Hal ini dilakukan untuk mencari kesadaran suku asli dalam pendidikan, peneliti juga mencari factor keterbelakangan serta solusi dari keterbelakangan tersebut.

13 2. Wawancara Teknik wawancara dilakukan untuk pengumpulan data dan maklumat dari data primer yang diperolehi melalui wawancara. Wawancara ini bersifat tidak terstruktur atau tidak tersusun secara sistematis juga bebas dan tidak terikat dengan pertanyaan yang disusun sebelumnya. Responden yang diwawancarai lebih kurang 80 Kepala Kepala Keluarga serta anaknya yang sekolah maupun yang tidak sekolah. Gunaya untuk mengetahui kesadaran suku asli terhadap pendidikan dan faktor-faktor kurangnya kesadaran pendidikan untuk memudahkan peneliti dalam merumus dan menganalisa solusinya.

14 3. Dokumentasi Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengumpul data sekunder. Antara dokumen yang di kumpulkan ialah majalah Tempo, jurnal dan makalah seminar, Koran, dan naskah suku asli Kecamatan Bantan. Serta buku-buku atau data-data yang berkaitan dengan perbahasan suku asli. Data dokumentasi tersebut lebih banyak penulis kumpulkan dan analisa yang berkaitan dengan hal kesadaran suku asli terhadap pendidikan.

15 f. Teknik Analisa Data Dalam penelitian ini mengunakan analisa diskriptif kualitatif dengan pendekatan penomenologi. Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk menguraikan keterangan-keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami bukan saja oleh orang yang mengumpulkan data tapi juga oleh orang lain. Untuk mengolah data hasil penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

16 1. Penelitian Teknik ini digunakan untuk mencari ciri-ciri dari unsur-unsur dalam situasi yang relevan dalam persoalan penelitian. Peneliti melakukannya dengan cara memeriksa dan meneliti kembali data-data yang berkaitan dengan fokus masalah penelitian sehingga data tersebut benar-benar bisa dipercayai dan tidak diragukan. 2. Diskusi Dengan Individu Lain Apabila data-data diperoleh dari tempat penelitian, peneliti membincangkan terlebih dahulu dengan individu-individu yang memiliki pengetahuan serta ahli tentang permasalahan penelitian ini. Hal ini penulis lakukan sebelum merumuskan kebenaran data yang didapati peneliti.

17 3. Pemetaan Data Dalam mengolah kebenaran data-data, juga diperlukan teknik pemetaan data sebagaimana yang diungkapkan oleh Lexy J. Moleong. Pemetaan data merupakan salah satu teknik pemeriksaan kebenaran data yang mampu menjelaskan maksud penelitian yang sebenar. Dalam teknik pemetaan data ini, banyak cara yang boleh digunakan untuk mengolah kebenaran data tetapi peneliti hanya mengunakan dua cara yaitu; Pemetaan Data Dengan Sumber. Peneliti membandingkan dan mengolah semula setiap maklumat yang diperolehi dari data observasi dengan data yang diperolehi hasil daripada wawancara yang telah dijalankan. Peneliti turut membandingkan informasi yang didapati dari orang ramai dengan apa yang dikatakan oleh responden-responden yang telah diwawancarai. Turut dibandingkan ialah data dari dokumen yang berkaitan. Pemetaan Data Dengan Metode. Cara ini dijalankan dengan menilai serta menyusun tahap kebenaran penemuan hasil penelitian mengunakan beberapa teknik pengumpulan data. Melihat kebenaran antara data observasi, dokumentasi dan wawancara.


Download ppt "KESADARAN PENDIDIKAN SUKU ASLI DI KECAMATAN BANTAN (Studi kasus Keterbelakangan Tingkat pendidikan suku asli di Desa Bantan Tengah, Desa Bantan Air dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google