Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Indrawani.S/SPK/101 PERTEMUAN-4 KERANGKA DASAR SPK OLEH Ir. Indrawani Sinoem, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Indrawani.S/SPK/101 PERTEMUAN-4 KERANGKA DASAR SPK OLEH Ir. Indrawani Sinoem, MS."— Transcript presentasi:

1 Indrawani.S/SPK/101 PERTEMUAN-4 KERANGKA DASAR SPK OLEH Ir. Indrawani Sinoem, MS.

2 Indrawani.S/SPK/102 KERANGKA DASAR SPK KERANGKA DASAR SPK : I. KOMPONEN-KOMPONEN SPK II. PERANGKAT KERAS SPK III. KLASIFIKASI SPK IV. TINGKATAN TEKNOLOGI SPK V. PIHAK-PIHAK YG BERPERAN DLM PENGEMBANGAN SPK DLM PENGEMBANGAN SPK

3 Indrawani.S/SPK/103 I. KOMPONEN-KOMPONEN SPK Menurut Suryadi dan Ramadhani (2002), SPK memiliki 3 (tiga) subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis SPK tersebut, yaitu : 1.Subsistem Manajemen Basis Data (Database Management Subsystem) 2. Subsistem Manajemen Basis Model (Model Base Mangement Subsystem) 3. Subsistem Perangkat Lunak Penyelenggara Dialog (Dialog Generation and Management Software).

4 Indrawani.S/SPK/104 Menurut Turban dkk (2005), ada 4 komponen utama dari SPK, yaitu : 1. Subsistem Manajemen Data 2. Subsistem Manajemen Model 3. Subsistem Antar Muka Pengguna (Dialog) 4. Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan

5 Indrawani.S/SPK/105 Manajemen data Manajemen Model Eksternal Subsistem Berbasis Pengetahuan Antarmuka Pengguna Sistem lainnya Yang berbasis komputer Internet, Intranet, Ekstranet Data internal dan eksternal Basis Pengetahuan Organisasional Manajer (Pengguna)

6 Indrawani.S/SPK/ Subsistem Manajemen Data Subsistem manajemen data memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut sistem manajemen database (DBMS). Sistem manajemen database melakukan 3 (tiga) fungsi dasar : a. Sebagai penyimpanan data dalam basis data.

7 Indrawani.S/SPK/107 b. Menerima data dari data basis data c. Pengendali basis data. Sistem manajemen basis data harus bersifat interaktif dan luwes dalam artian mudah dilakukan perubahan terhadap ukuran, isi, dan struktur elemen-elemen data. Ada beberapa perbedaan antara database SPK dan non-SPK : a. Sumber data untuk SPK lebih “kaya” dari pada non-SPK, dimana data harus ber-

8 Indrawani.S/SPK/108 asal dari luar dan dari dalam karena pro- ses pengambil keputusan terutama untuk manajemen puncak (strategis). b. Proses pengambilan keputusan dan eks- traksi data dan sumber data yang sangat besar dan cukup fleksibel untuk memung- kinkan penambahan dan pengurangan secara cepat.

9 Indrawani.S/SPK/109 Data Internal KeuanganPemasaranProduksiPersonalia Data Eksternal Lainnya Ekstrasi Basis Pengetahuan Organisasional Data Personal, Privat Database Pendukung Keputusan Data Warehouse Perusahaan Query Facility Sistem Manajemen Data Base Retrieval Inquiry Update Report Delete Direktori Data Manajemen Antar Muka Manajemen Model Subsistem Manaj. Pength

10 Indrawani.S/SPK/1010 Elemen-elemen subsistem manajemen data : a. Database SPK : Database adalah kumpulan data yg saling terkait yg diorganisasi untuk memenuhi kebu- tuhan dan struktur sebuah organisasi dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang untuk lebih dari satu aplikasi. Data pada database SPK diekstraksi dari sumber data internal dan eksternal, juga dari data personal milik satu atau lebih pengguna.

11 Indrawani.S/SPK/1011 b. Ekstraksi Untuk membuat sebuah database SPK atau data warehouse, sering perlu mengcapture data dari beberapa sumber. Operasi ini di- sebut ekstraksi. Pada dasarnya ekstraksi berisi file-file pen- ting, rangkuman, filtrasi standarisasi, dan kondensasi data. Ekstraksi juga terjadi ketika pengguna menghasilkan laporan-laporan dari data di dalam database SPK.

12 Indrawani.S/SPK/1012 c. Sistem Manajemen Database Database dibuat, diakses, dan diperbaharui oleh sebuah DBMS. Kebanyakan SPK dibuat dengan sebuah DBMS relational komersial standar yang memberikan berbagai kapabili- tas. Sebuah database yg efektif dan mana- jemennya dapat mendukung banyak kegiatan manajerial.

13 Indrawani.S/SPK/1013 d. Query Facility Membangun dan menggunakan SPK sering memerlukan akses, manipulasi dan query data. Tugas-tugas tersebut dilakukan oleh query facility. e. Direktori Direktori data merupakan sebuah katalog dari semua data di dalam database. Ia berisi definisi data, dan fungsi utamanya adalah utk menjawab pertanyaan mengenai item-item

14 Indrawani.S/SPK/1014 data, sumbernya dan makna eksak data. Direktori ini terutama cocok utk mendukung fase intelegensi dari proses pengambil kepu- tusan karena membantu men-scan data dan mengidentifikasi area masalah atau peluang- peluang.

15 Indrawani.S/SPK/ Subsistem Manajemen Model Subsistem Manajemen Model merupakan sistem perangkat lunak yang mempunyai 4 (empat) fungsi pokok : a. Sebagai perancang model b. Sebagai perancang format keluaran model (laporan-laporan). c. Untuk memperbaharui dan merubah model d. Untuk memanipulasi data.

16 Indrawani.S/SPK/1016 Model (Basis Model) Strategis, taktis, operasional Statistik, Keuangan, pemasaran, Ilmu manajemen, akuntansi, Teknik dan lain-lain. Blok pembangun model Direktori Model Manajemen Basis Model Perintah pemodelan : creation Pemeliharaan : update Dialog databese Bahasa Pemodelan Eksekusi model, Integrasi dan Prosesor perintah Manajemen Data Manajemen Antarmuka (Dialog) Subsistem Berbasis Pengetahuan

17 Indrawani.S/SPK/1017 Pada intinya, sistem manajemen model mem-berikan fasilitas pengelolaan model untuk mengkomputasikan pengambilan keputusan dan meliputi semua aktivitas yang tergabung dalam permodelan SPK. Subsistem Manajemen model dari SPK terdiri dari elemen-elemen : a. Basis Model, berisi rutin dan statistik khusus, keuangan, forecasting, ilmu manajemen, dan model kuantitatif lainnya yang memberikan

18 Indrawani.S/SPK/1018 kapabilitas analisis pada sebuah SPK. Kemampuan untuk invokasi, menjalankan, mengubah, menggabungkan, menginspeksi model merupakan suatu kapabilitas kunci dari SPK yang membedakannya dengan CBIS. Model dalam basis model dibagi menjadi 4 (empat) katagori, yaitu : 1. Model Strategis 2. Model Taktis 3. Model Operasional 4. Model Analitik

19 Indrawani.S/SPK/1019 b. Sistem Manajemen Basis Model Fungsi perangkat lunak sistem manajemen basis model adalah membuat model dengan menggunakan bahasa pemrograman, alat SPK, dan/atau subrutin. c. Direktori Model adalah katalog dari semua model dan perangkat lunak lainnya pada basis model. Ia berisi definisi model dan fungsi utamanya adalah menjawab pertanyaan tentang ketersediaan dan kapa- bilitas model.

20 Indrawani.S/SPK/1020 d. Eksekusi model, Integrasi, dan perintah Eksekusi model adalah proses mengontrol model. Integrasi model mencakup gabungan operasi dari beberapa model saat diperlukan atau mengintegrasikan SPK dengan aplikasi lain. Command processor model digunakan untuk menerima dan menginterpretasikan instruksi-instruksi pemodelan dan komponen antar muka pengguna (dialog) dan merute- kannya ke subsistem manajemen model.

21 Indrawani.S/SPK/ Subsistem Antar Muka Pengguna (Dialog) Subsistem antar muka pengguna (dialog) me- rupakan subsistem untuk berkomunikasi dgn pengguna. Tugas utamanya adalah meneri- ma masukkan dan memberikan keluaran yg dikehendaki pengguna. Fleksibelitas dan kekuatan karakteristik SPK timbul dari ke- mampuan interaksi antara sistem dan pengguna.

22 Indrawani.S/SPK/1022 Manajemen Data dan DBMS Subsistem Berbasis Pengetahuan Manajemen Model Dan MBMS Subsistem Manajemen Antarmuka Pengguna (UIMS) Prosesor Bahasa Alami INPUT Bahasa Action OUTPUT Bahasa Display PENGGUNA Printer, Plotter PC Display

23 Indrawani.S/SPK/1023 Manajemen subsistem antar muka pengguna (dialog), merupakan subsistem antar muka pengguna dikelola oleh sebuah perangkat lunak yang terdiri dari beberapa program yang memberikan kapabilitas tertentu pada SPK. Kapabilitas utamanya adalah : a. Memberikan dialog grafis, penggunaan se- cara sering sebuah browser Web. b. Mengakomodasikan pengguna dgn berbagai alat input.

24 Indrawani.S/SPK/1024 c. Menyajikan data dengan berbagai format & alat output. d. Memberikan kepada para pengguna kapabi- litas help, prompting, diagonistik, dan rutin- rutin saran, atau semua dukungan fleksibeli- tas lainnya. e. Memberikan interaksi dengan database dan basis model f. Menyimpan data input dan output

25 Indrawani.S/SPK/1025 g. Memberikan grafis berwarna, grafis 3 dimen- si, dan plotting data. h. Memiliki window yg memungkinkan banyak fungsi utk ditampilkan secara konkuren. i. Dapat mendukung komunikasi di antara dan antar pengguna melalui proses input dan pemodelan. j. Dapat mendukung komunikasi di antara dan antar pengguna dan pembangun MSS.

26 Indrawani.S/SPK/1026 k. Memberikan pelatihan berdasarkan contoh l. Memberikan fleksibelitas dan adaptivitas shg MSS dapat mengakomodasi masalah dan teknologi yg berbeda-beda. m. Berinteraksi dengan banyak style dialog yg berbeda-beda. n. Menangkap, menyimpan, dan menganalisis pemakaian dialog (pelacakan) untuk mening- katkan sistem dialog, pelacakan oleh peng- guna juga disediakan.

27 Indrawani.S/SPK/1027 Suryadi dan Ramdhani (2002) membagi subsistem antar muka pengguna (dialog) menjadi 3 (tiga) bagian : a. Bahasa aksi : meliputi apa yg digunakan oleh pengguna (user) dalam berkomunikasi dgn sistem. Hal ini meliputi pemilihan- pemilihan seperti papan ketik (key board), panel-panel sentuh, joystick, perintah suara dsb.

28 Indrawani.S/SPK/1028 b. Bahasa tampilan (presentasi) : meliputi apa yg harus diketahui oleh pengguna. Bahasa tampilan meliputi printer, layar tam- pilan, grafik, warna, plotter, keluaran suara, dsb. c. Bahasa Pengetahuan : meliputi apa yang harus diketahui oleh pengguna agar peng- guna sistem menjadi efektif. Basis penge- tahuan bisa berada dlm pikiran pengguna, pada kartu referensi atau petunjuk, buku manual, dsb.

29 Indrawani.S/SPK/ Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan Banyak masalah tidak terstruktur dan semi terstruktur yang sangat kompleks sehingga solusinya memerlukan keahlian. Keahlian tersebut dapat diberikan oleh suatu sistem pakar atau sistem cerdas lainnya. Oleh sebab itu makin banyak SPK canggih yang dilengkapi dengan komponen yang disebut subsistem manajemen berbasis pengetahu- an.

30 Indrawani.S/SPK/1030 USER (PENGGUNA) User atau pengguna adalah orang yang ber- hadapan dengan masalah atau keputusan dimana SPK didesain untuk mendukungnya. User atau pengguna dapat seorang manajer atau pengambil keputusan. SPK memiliki 2 kelas user, yaitu manajer dan staf spesialis. Staf spesialis misalnya : anali- sis finansial, perencana produksi, periset pasar, sejumlah manajer lainnya.

31 Indrawani.S/SPK/1031 Pola Penggunaan SPK pada usernya 1. Subscription mode : pengambil keputusan menerima report yang dihasilkan secara ter- atur. 2. Terminal mode : pengambil keputusan ada- lah user langsung dari sistem melalui akses online. Ini adalah mode yg paling dominan. 3. Intermediary mode : pengambil keputusan menggunakan sistem melalui perantara, yg melakukan analisis, menterjemahkan, dan melaporkan hasilnya.

32 Indrawani.S/SPK/1032 Ada beberapa tipe perantara yang mereflek- sikan pelbagai dukungan yang berbeda thd manajer : a. Staff assistant : orang yang memiliki pe- ngetahuan mengenai memanajemen masalah dan berpengalaman dengan teknologi pendukung keputusan.

33 Indrawani.S/SPK/1033 b. Expert tool user : orang yang memiliki ke- terampilan dalam aplikasi yang melibatkan satu atau lebih jenis tool penyelesaian masalah spesifik. c. Business (system) analyst : orang yang memilki pengetahuan umum dari wilayah aplikasi, pendidikan administrasi bisnis formal (bukan computer science), dan memiliki keterampilan dalam membangun tool SPK.

34 Indrawani.S/SPK/1034 II. PERANGKAT KERAS SPK SPK telah meluas secara simultan dengan adanya kemajuan di bidang teknologi perang- kat keras dan perangkat lunak komputer. Perangkat keras dapat dilakukan sebelum, selama, atau setelah desain perangkat lunak MSS, namun pilihan tersebut sering ditentu- kan oleh apa yang tersedia di dlm organisasi. Umumnya MSS berjalan pada perangkat yg standar.

35 Indrawani.S/SPK/1035 Pilihan perangkat keras utama adalah : server organisasi, komputer mainframe dgn sistem manajemen database legacy, work- station, komputer personal, atau client/server. SPK terdistribusi berjalan dengan pada ber- bagai tipe jaringan, meliputi internet, intranet, dan ekstranet. Akses dapat diberikan oleh sejumlah peralatan mobile termasuk notebook PC, PDA, dan ponsel.

36 Indrawani.S/SPK/1036 III. KLASIFIKASI SPK Klasifikasi Output menurut Alter Klasifikasi Alter (1980) dibuat berdasarkan “tingkat implikasi tindakan dari output sistem” atau tingkat dimana output sistem dapat langsung mendukung atau menentukan keputusan. Ada 7 (tujuh) katagori : a.Dua tipe pertama berorientasi pada data, yaitu melakukan pemanggilan atau analisis data.

37 Indrawani.S/SPK/1037 b. Tipe ketiga, berkaitan dgn data dan model c. Empat tipe lainnya berorientasi pada model, yaitu memberikan kapabilitas simulasi, optimalisasi, atau komputasi yg menyaran- kan jawaban.

38 Indrawani.S/SPK/1038 Klasifikasi menurut Holsapple dan Whinston Hossapple dan Whinston (1996) mengklasifi- kasi SPK menjadi 6 (enam) kerangka kerja : a. SPK berorientasi-teks b. SPK berorientasi-database c. SPK berorientasi-spreadsheet d. SPK berorientasi-solver e. SPK berorientasi-aturan f. SPK gabungan

39 Indrawani.S/SPK/1039 a. SPK Berorientasi-Teks Informasi (data dan pengetahuan) sering di- simpan dalam format teks dan harus diakses oleh pengambil keputusan. Dengan demikian adalah penting untuk menyajikan dan mem- proses dokumen dan fragmen teks secara efektif dan efisien. SPK berorientasi-teks mendukung pengambil keputusan dengan secara elektonik melacak informasi yang disajikan secara teks yg dpt mempengaruhi keputusan.

40 Indrawani.S/SPK/1040 b. SPK berorientasi-database Pada SPK, database organisasi punya peran penting dalam struktur SPK. Generasi awal dari SPK berorientasi-database terutama menggunakan konfigurasi database relatio- nal. Informasi ditangani oleh database relas- ional cenderung sangat bervolume, deskriptif, dan sangat terstruktur. SPK berorientasi- database bercirikan pembuatan laporan yang baik dan kapabilitas query.

41 Indrawani.S/SPK/1041 c. SPK berorientasi-spreadsheet Spreadsheet merupakan sistem pemodelan yang memungkinkan pengguna mengem- bangkan model-model untuk mengeksekusi analisis SPK. Microsoft Excel merupakan spreadsheet yang banyak digunakan penggu- na dalam pengembangan SPK yg berorienta- si spreadsheet.

42 Indrawani.S/SPK/1042 d. SPK berorientasi-Solver Solver adalah suatu algoritma atau prosedur yang ditulis sebagai satu program komputasi tertentu untuk memecahkan suatu tipe masalah tertentu. Contoh solver dapat beru- pa prosedur kuantitas pesanan ekonomis untuk menghitung kuantitas pesanan optimal atau rutin regresi linear untuk menghitung trend. Solver dapat diprogram secara komer- sil dalam perangkat lunak pengembangan.

43 Indrawani.S/SPK/1043 e. SPK berorientasi-aturan Komponen pengetahuan SPK mencakup aturan prosedural maupun inferensial, sering pada suatu format sistem pakar. Aturan ini bisa jadi kualitatif atau kuantitatif dan komponen seperti ini dapat menggantikan atau diintegrasikan dengan model kuantitatif. Contoh : menjelaskan integrasi sebuah imple- mentasi algoritma penugasan dengan sistem pakar seperti mengarahkan kembali pesawat yg sedang terbang, kru pesawat, dan penumpang pd saat hub utama bandara ditutup

44 Indrawani.S/SPK/1044 f. SPK Gabungan SPK gabungan adalah suatu sistem hibrid yg meliputi gabungan dua atau lebih dari lima struktur dasar tersebut di atas.

45 Indrawani.S/SPK/1045 Klasifikasi SPK yang lain a. SPK Institusional, berkaitan dengan keputus- an yang terjadi secara alamiah. Contoh umumnya adalah sistem manajemen portfolio (PMS) yg digunakan oleh beberapa Bank besar untuk mendukung keputusan investasi. SPK institusional dapat dikembangkan dan diperbaiki saat SPK makin bertambah umur karena SPK digunakan secara berulang- ulang untuk memecahkan masalah yg identik dan serupa.

46 Indrawani.S/SPK/1046 b. SPK Ad Hoc, berkenaan dengan masalah khusus yang biasanya tidak diantisipasi dan tidak terjadi lagi. Keputusan Ad Hoc sering melibatkan perencanaan strategis dan kadang-kadang masalah kontrol manajemen.

47 Indrawani.S/SPK/1047 IV. TINGKATAN TEKNOLOGI SPK Dalam merancang dan menggunakan SPK dikenal 3 (tiga) tingkatan teknologi yg berupa perangkat keras dan perangkat lunak. Ketiga tingkatan teknologi tersebut adalah : 1. SPK Spesifik (SPKS) 2. Pembangkit SPK (Generator SPK) 3. Perlengkapan SPK (Tools SPK)

48 Indrawani.S/SPK/1048 Aplikasi-Aplikasi SPK Khusus Pembangkit SPK Peralatan SPK Gbr. Tingkat Teknologi SPK

49 Indrawani.S/SPK/ SPK SPESIFIK (SPKS) “Final Product” atau aplikasi SPK yang nyata-nya menyelesaikan pekerjaan yg kita inginkan. Contoh : Houston Minerals membuat DSS untuk menganalisis joint venture.

50 Indrawani.S/SPK/ PEMBANGKIT SPK (GENERATOR SPK) Pembangkit SPK adalah software pengem- bangan terintegrasi yang menyediakan sekumpulan kemampuan untuk membangun SPK spesifik secara cepat, murah, dan mudah. Contoh : Lotus 1-2-3, Microsoft excel.

51 Indrawani.S/SPK/ PERLENGKAPAN SPK Sistem ini merupakan teknologi yang paling dasar dalam merancang dan membangun SPK. Perlengkapan SPK terdiri atas elemen- elemen perangkat keras dan lunak. Dengan adanya berbagai utilitas yang dimiliki perleng- kapan SPK, maka perancang akan lebih mudah membangun SPK terutama untuk me- ngembangkan SPK spesifik dan pembangkit SPK. Saat ini tingkatan teknologi inilah yang paling banyak dikembangkan, diantaranya

52 Indrawani.S/SPK/1052 utilitas untuk : a. Pengembangan bahasa bagi keperluan tertetu b. Peningkatan sistem operasi untuk mendukung perancangan subsistem dialog. c. Perancangan grafik berwarna d. Perancangan subsistem lainnya. Contoh : Grafis, editors, query systems, random number generator, dan spreadsheets.

53 Indrawani.S/SPK/1053 V. PIHAK-PIHAK YG BERPERAN DALAM PENGEMBANGAN SPK 1. Manajer atau Pemakai adalah orang yg berhadapan dgn masalah atau keputusan. Manajer adalah orang yg mengambil tindakan dan bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan yang diambilnya. 2. Penghubung adalah orang yang membantu pemakai, seperti staf pimpinan, yang bertugas sbg pemberi saran atau informasi serta menerje- mahkan kebutuhan manajer pd perancang.

54 Indrawani.S/SPK/ Perancang atau Pembangun SPK adalah fasilitator yang menggabungkan kemampuan dari pembangkit SPK untuk menghasilkan suatu SPK spesifik. 4. Teknisi Pendukung adalah orang bertugas untuk mengembang-kan kemampuan atau menambahkan komponen sistem informasi tambahan (jika dibutuhkan sebagai bagian dari pembangkit SPK), penambahan database baru, model analisis baru, dan format tampilan data tambahan.

55 Indrawani.S/SPK/ Pengembang software/hardware (toolsmith) adalah orang yang berfungsi mengembang- kan teknologi, bahasa perangkat lunak, dan perangkat keras baru serta menghubungkan berbagai subsistem lainnya.

56 Indrawani.S/SPK/1056 Manajer Penghubung Pembangun SPK Teknisi pendukung SPK Pengembang software/ hardware Pembangkit SPK Modifikasi Adaptif


Download ppt "Indrawani.S/SPK/101 PERTEMUAN-4 KERANGKA DASAR SPK OLEH Ir. Indrawani Sinoem, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google