Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Asuhan neonatus, bayi, dan balita “Labioskizis dan labioplatoskizis, atresia rekti dan anus, hiscprung” Oleh: Witri Nofika Rosa (13211388) Dosen Pembimbing.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Asuhan neonatus, bayi, dan balita “Labioskizis dan labioplatoskizis, atresia rekti dan anus, hiscprung” Oleh: Witri Nofika Rosa (13211388) Dosen Pembimbing."— Transcript presentasi:

1

2 Asuhan neonatus, bayi, dan balita “Labioskizis dan labioplatoskizis, atresia rekti dan anus, hiscprung” Oleh: Witri Nofika Rosa ( ) Dosen Pembimbing Dian Febrida Sari, S.Si.T STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG 2014/2015

3 LABIOSKIZIs DAN LABIOPLATOSKIZIS

4 DEFINISI LABIOSKIZIS DAN LABIOPLATOSKIZIS Merupakan deformitas daerah mulut berupa celah atau sumbing atau pembentukan yang kurang sempurna semasa embrional berkembang, bibir atas bagian kanan dan bagian kiri tidak tumbuh bersatu.

5 ETIOLOGI 1.Faktorgenetik / keturunan2. Kurang nutrisi3. Radiasi4. Trauma5. Infeksi6. Obat7. Multifaktoral dan mutasi genetik8. Diplasia ektodermal

6 PATOFISIOLOGI Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm, pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (proses nasalis dan maksilaris) pecah kembali Labioskizis terjadi akibat fusi atau penyatuan prominen maksilaris dengan prominem nasalis medial yang diikuti difusi kedua bibir, rahang dan palatum pada garis tengah dan kegagalan fusi septum nasi. Gangguan fusi palatum durum serta palatum mole terjadi sekitar kehamilan ke 7 sampai 12 minggu

7 KLASIFIKASI Berdasarkan organ yang terlibat 1. Celah di bibir (labioskizis) 2. Celah di gusi (gnatoskizis) 3. Celah di langit (palatoskizis) 4.Celah dapat terjadi lebih dari satu organ misalnya terjadi di bibir dan langit–langit (labiopalatoskizis)

8 Unilateral Incomplete  Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. Unilateral Complete  Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. Bilateral Complete  Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. Berdasarkan lengkap/tidaknya celah terbentuk

9 PENATALAKSANAAN Penanganan untuk bibir sumbing adalah dengan cara operasi Operasi ini dilakukan setelah bayi berusia 2 bulan, dengan berat badan yang meningkat, dan bebas dari infeksi oral pada saluran napas dan sistemik Untuk melakukan operasi bibir sumbing dilakukan hukum Sepuluh (rules of Ten) yaitu: Berat badan bayi minimal 10 pon, Kadar Hb 10 g%, usianya minimal 10 minggu dan kadar leukosit minimal /ui

10 Atresia REKTI dan ANUS

11 DEFINISI Atresia rekti adalah obstruksi pada rektum. Atresia anus adalah obstruksi pada anus. Atresia anus adalah salah satu bentuk kelainan bawaan yang menunjukan keadaan tidak adanya anus, atau tidak sempurnanya anus.

12 ETIOLOGI 1. Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur sehingga bayi lahir tanpa lubang dubur 2. Kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu / 3 bulan 3.Adanya gangguan atau berhentinya perkembangan embriologik di daerah usus, rektum bagian distal serta traktus urogenitalis, yang terjadi antara minggu ke-4 sampai ke-6 usia kehamilan

13 PATOFISIOLOGIS 1. Kegagalan pembentukan septum urorektal secara komplit karena gangguan pertumbuhan, fusi atau pembentukan anus dari tonjolan embrionik. 2.Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur, sehingga bayi lahir tanpa lubang dubur. 3.Gangguan organ ogenesis dalam kandungan penyebab atresia ani, karena ada kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu atau tiga bulan. 4.Berkaitan dengan sindrom down

14 TANDA & GEJALA 1. Mekonium tidak keluar dalam 24 jam pertama setelah kelahiran 2. Tidak dapat dilakukan pengukuran suhu rectal pada bayi 3.Mekonium keluar melalui sebuah fistula atau anus yang salah letaknya 4. Distensi bertahap dan adanya tanda– tanda obstruksi usus (bila tidak ada fistula) 5. Bayi muntah- muntah pada umur 24– 48 jam 6. Pada pemeriksaan rectal terdapat adanya membran anal 7. Perut kembung

15 KLASIFIKASI Lubang anus sempit atau salah letak di depan tempat semestinya Terdapat selaput pada saat pembukaan anus sehingga mengganggu proses pengeluaran feces Rektum (saluran akhir usus besar) tidak terhubung dengan anus Rektum terhubung dengan saluran kemih atau sistem reproduksi melalui fistula (lubang), dan tidak terdapat pembukaan anus.

16 PENATALAKSANAAN PEMBEDAHAN Untuk kelainan dilakukan kolostomi, kemudian anoplasti perineal yaitu dibuat anus permanen (prosedur penarikan perineum abnormal) dilakukan pada bayi berusia 12 bulan. Aksisi membran anal (membuat anus buatan) Fiktusi yaitu dengan melakukan kolostomi sementara dan setelah 3 bulan dilakukan korksi sekaligus (pembuat anus permanen)

17 HISCPRUNG

18 DEFINISI Hirschsprung (Megakolon Kongenital) Suatu penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat pergerakan usus yang tidak adekuat karena sebagian dari usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksi ototnya

19 ETIOLOGI Kegagalan pembentukan saluran pencernaan selama masa perkembangan fetus

20 TANDA & GEJALA Konstipasi / tidak bisa BAB Distensi abdomen MuntahDinding abdomen tipis Trias yang sering ditemukan adalah:  Mekonium yang terhambat keluar (lebih dari 24 jam), perut kembung dan muntah berwarna hijau. Pemeriksaan colok anus sangat penting dan pada pemeriksaan ini jari akan merasakan jepitan dan pada waktu ditarik akan diikuti dengan keluarnya udara dan mekonium / feses yang menyemprot. Pemeriksaan penunjang :  Pada photo polos abdomen tegak akan terlihat usus – usus melebar atau terdapat gambaran obstruksi usus rendah.

21 PENATALAKSANAAN Pengangkatan aganglionik (usus yang dilatasi) Dilakukan tindakan Colostomi Pertahankan pemberian nutrisi yang adekuat

22


Download ppt "Asuhan neonatus, bayi, dan balita “Labioskizis dan labioplatoskizis, atresia rekti dan anus, hiscprung” Oleh: Witri Nofika Rosa (13211388) Dosen Pembimbing."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google