Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CSR dan Non Profit Team Dosen Akuntansi Pertangungjawaban Sossial Fakultas Ekonomi Universitas Esa Unggul Jakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CSR dan Non Profit Team Dosen Akuntansi Pertangungjawaban Sossial Fakultas Ekonomi Universitas Esa Unggul Jakarta."— Transcript presentasi:

1 CSR dan Non Profit Team Dosen Akuntansi Pertangungjawaban Sossial Fakultas Ekonomi Universitas Esa Unggul Jakarta

2 Pendahuluan Penting untuk mempertimbangkan sifat dari sektor ini. Tidak mencari keuntungan (NFP) merupakan salah satu sektor yang semakin penting di seluruh dunia. Selain itu jauh lebih besar daripada orang pada umumnya sadari. Di bab ini kita akan membahas sifat khas dari sektor ini dan mempertimbangkan implikasi untuk CSR. Ada gerakan yang berkembang di dalam keuntungan-"non" dan "non"-sektor pemerintah untuk mendefinisikan dirinya dalam cara yang lebih konstruktif akurat. Bukannya didefinisikan oleh "non" kata, organisasi menyarankan istilah baru untuk menggambarkan sektor ini. Hal pertama yang kita harus ingat tentang sektor ini adalah bahwa tidak ada motif profit dan keputusanharus diambil sesuai dengan kriteria yang berbeda. Sebaliknya penekanannya adalah pada penyediaanlayanan, yang merupakan alasan penting bagi keberadaan organisasi semacam itu. Selain itu ada biasanya pemutusan antara akuisisi sumber daya dan penggunaannya - dengan kata lain uang untuk menyediakan layanan biasanya tidak datang dari penerima layanan tersebut. Selain itu kebutuhan untuk layanan tersebut seringkali melebihi kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan itu selamanya beroperasi di bawah situasi sumber daya kendala.Ini berarti bahwa ada motivasi yang berbeda beroperasi di NFP. Ini juga berarti bahwa para pemangku kepentingan yang berbeda - sesuatu yang kita akan kembali sebagai penting untuk pertimbangan kami CSR dalam organisasi tersebut.

3 Jenis Sektor NGO Public badan Ini terkait dengan pemerintah dalam beberapa cara, dan mencakup hal-hal seperti otoritas lokal dan otoritas kesehatan. Ini semua memiliki fungsi memberikan pelayanan kepada anggota masyarakat dan menerima dana dan kekuasaan langsung dari pemerintah nasional. Badan publik Kuasi Ini juga sering dikenal sebagai Quangos (quasi otonom organisasi non-pemerintah) dan melayani tujuan publik atau sipil tanpa memiliki hubungan langsung dengan pemerintah. Masyarakat sipil banyak seperti ini dan contoh-contoh lainnya termasuk hal-hal seperti asosiasi perumahan. Ini terlalu sering mendapatkan dana langsung dari beberapa pemerintah. Pendidikan institusi Seperti namanya ini melayani fungsi pendidikan dan termasuk organisasi-organisasi seperti sekolah, perguruan tinggi pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Ini mungkin milik publik atau organisasi swasta dan norma berbeda antara negara. Charity Kami akan pertimbangkan secara rinci nanti tapi di sini kita perlu menyadari bahwa amal ada untuk memenuhi fungsi tertentu yang melibatkan penyediaan layanan.

4 Motivasi NGO Motivasi keberadaan itu NGO penting untuk implikasi CSR, yaitu: Motivasi Kekhawatiran Masyarakat. Biasanya ini melibatkan penyediaan layanan untuk masyarakat  akuisisi sumberdaya. Kekhawatiran dengan minimalisasi biaya transaksi. Tidak ada motif keuntungan maka cara pemberian motivasi kepada manajer danpemberian penghargaan untuk kinerja mereka tidak ada. Untuk evaluasi kinerja maka ada relevansi kurang dari ukuran akuntansi dan Sejalan besar pentingnya tindakan non-keuangan. Ini melibatkan masalah kuantifikasi dan suatu keharusan untuk memutuskan antara alternatif. Salah satu teknik yang khusus untuk lingkungan ini adalah analisis benefit cost.

5 ISU AKUNTANSI Horison waktu yang diadopsi organisasi  proyek yang jangka panjang dgn sumber dana jangka pendek. Memiliki dana untuk tujuan tertentu. Terdapat surplus sehingga sulit digunakan untuk tujuan lain.

6 Masalah CSR di NGO Organisasi untuk tujuan publik maka harus bertanggung jawab secara sosial organisasi. CSR melihat bagaimana organisasi melakukan operasi dan berhubungan dengan para pemangku kepentingan, Yaitu: Stakeholder  pemangku kepentingan yang berbeda memiliki kekuatan yang berbeda  konflik Sustainabilitas  lebih banyak/lebih sedikit sumber daya untuk tujuan organisasi  mempengaruhi pilihan yang tersedia bagi masa depan. Akuntabilitas  masalah yang penting untuk jenis organisasi dan tanggung jawab bisa berbeda. Transparansi  beragam kelompok pemangku kepentingan yang semua memiliki minat yang besar terhadap organisasi, maka jelas ada kebutuhan besar untuk transparansi. Pengungkapan  pengungkapan adalah pelaporan perusahaan karena berusaha untuk memuaskan stakeholder melalui peningkatan akuntabilitas dan transparansi  mencari dana.

7

8


Download ppt "CSR dan Non Profit Team Dosen Akuntansi Pertangungjawaban Sossial Fakultas Ekonomi Universitas Esa Unggul Jakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google