Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATA KULIAH AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan kepentingan utama stakeholder dalam CSR Mahasiswa mampu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATA KULIAH AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan kepentingan utama stakeholder dalam CSR Mahasiswa mampu."— Transcript presentasi:

1

2 MATA KULIAH AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL

3 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan kepentingan utama stakeholder dalam CSR Mahasiswa mampu menjelaskan teori sosial dalam CSR Mahasiswa mampu menjelaskan implementasi teori dalam CSR

4 Teori CSR Ada beberapa definisi. Yang paling umum adalah: Kelompok-kelompok yang tanpa dukungan organisasi akan berhenti untuk eksis Setiap kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan organisasi Kelompok pemangku kepentingan meliputi: Manajer Karyawan Pelanggan Investor Pemegang Saham Pemasok Pemerintah Masyarakat pada umumnya Masyarakat setempat

5 Stakeholding Adalah Pertimbangan semua kelompok pemangku kepentingan secara terpisah. Misalnya satu orang mungkin menjadi pelanggan dari suatu organisasi dan juga karyawan dan anggota masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya. Dia juga dapat menjadi pemegang saham dan anggota dari asosiasi lingkungan lokal dan oleh karena peduli terhadap lingkungan. Kemungkinan besar orang itu juga akan khawatir tentang masa depan juga, atas nama sendiri atau atas nama anak- anak mereka.

6 Klasifikasi stakeholder Ada dua kategori, yaitu: Stakeholder Internal, termasuk dalam organisasi seperti karyawan atau manajer Stakeholder Eksternal adalah kelompok-kelompok seperti pemasok atau pelanggan yang umumnya tidak dianggap sebagai bagian dari organisasi. Stakeholder sukarela dapat memilih apakah atau tidak untuk menjadi stakeholder untuk organisasi sedangkan stakeholder involuntrary tidak bisa. Misalnya seorang karyawan dapat memilih untuk meninggalkan kerja organisasi dan karena itu adalah pemangku kepentingan sukarela. Masyarakat lokal atau lingkungan yang tidak mampu untuk membuat pilihan ini dan karena itu harus dianggap sebagai stakeholder paksa.

7 Stakeholder Teori Argumen : memaksimalkan kekayaan bagi pemegang saham gagal untuk memaksimalkan kekayaan bagi masyarakat dan semua anggotanya. Perhatian pengelolaan hanya pada semua kepentingan stakeholder. Semua pemangku kepentingan harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Teori ini menyatakan bahwa ada 3 alasan mengapa hal ini harus terjadi: Ini adalah cara yang benar secara moral dan etis untuk berperilaku Menguntungkan pemegang saham Hal ini mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi dalam suatu organisasi Menurut teori ini, manajemen pemangku kepentingan, atau tanggung jawab sosial perusahaan, bukanlah tujuan itu sendiri tetapi hanya dilihat sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja ekonomi. Asumsi ini sering implisit meskipun jelas dinyatakan oleh Atkinson, Waterhouse dan Wells (1997) dan benar-benar konsisten dengan alasan etis untuk mengadopsi teori stakeholder.

8 Kebutuhan Informasi Stakeholder manajemen memiliki kebutuhan informasi yang signifikan. Hal ini sangat sulit jika tidak ada pengukuran bagaimana organisasi telah dilakukan bagi stakeholder. Jadi setiap stakeholder diidentifikasi perlu memiliki ukuran kinerja dimana kinerja pemangku kepentingan dapat dipertimbangkan. Oleh karena itu non-keuangan tindakan akan menjadi sangat penting, tetapi informasi ini sering dianggap lebih subyektif daripada informasi keuangan. Oleh karena itu ukuran pelanggan kepuasan kadang-kadang didasarkan pada survei dan kadang-kadang pada ukuran kinerja statistik seperti jumlah keluhan atau kembali, atau pangsa pasar atau retensi pelanggan. Baru-baru ini telah ada sejumlah multi-dimensi kerangka pengukuran kinerja yang dapat dikatakan memiliki beberapa tingkat orientasi stakeholder. Mungkin yang paling terkenal dari multi-dimensi kerangka pengukuran kinerja adalah "balanced scorecard" (Kaplan dan Norton 1992, 1993, 1996a, 1996b). Contoh lain adalah keuntungan layanan rantai (Heskett et al 1994.) Yang secara khusus mempertimbangkan tiga stakeholder yaitu karyawan, pelanggan, dan pemegang saham. Sekali lagi model ini secara khusus menganggap dua stakeholder pertama sebagai sarana untuk mencapai hasil keuangan yang superior.

9 Pelaporan Dampak Lingkungan Peningkatan keunggulan diberikan kepada akuntansi lingkungan dan pelaporan antara organisasi didorong sepenuhnya oleh adanya peraturan. Pelaporan eksternal dari dampak lingkungan tersebut tidak ditentukan oleh peraturan - ini hanya memerlukan pelaporan kepada badan pengawas yang sesuai, dan kebutuhan akibatnya untuk memenuhi rezim peraturan dari berbagai negara, telah mendorong sendiri peningkatan pentingnya akuntansi lingkungan. Organisasi yang memilih untuk melaporkan eksternal mengenai dampak kegiatan mereka terhadap lingkungan eksternal cenderung melakukannya secara sukarela. Dengan demikian mereka berharap untuk mendapatkan beberapa keuntungan dari jenis akuntansi dan pelaporan. Jenis manfaat yang organisasi dapat mengharapkan bertambah melalui semacam ini pengungkapan akan dipertimbangkan kemudian. Pengaruh stakeholder terhadap organisasi dan dapat disarankan bahwa pengungkapan peningkatan kegiatan organisasi merupakan cerminan dari pertumbuhan kekuatan dan pengaruh dari para pemangku kepentingan, tanpa bentuk kepemilikan secara hukum, dan pengakuan ini dipengaruhi oleh organisasi dan para manajernya.

10 Tanggung Jawab Sosial Manajer Pelanggan Penemu teknologi Lembaga pendidikan Perusahaan lain Penyedia Kreditur Pemegang saham Pemerintah dan Masyarakat pada umumnya

11 Stakeholders dlm lingkungan luar perusahaan

12

13


Download ppt "MATA KULIAH AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan kepentingan utama stakeholder dalam CSR Mahasiswa mampu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google