Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENELITIAN Oleh: M. Laksono Tri Rochmawan, SE, MSi, Akt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENELITIAN Oleh: M. Laksono Tri Rochmawan, SE, MSi, Akt."— Transcript presentasi:

1 METODOLOGI PENELITIAN Oleh: M. Laksono Tri Rochmawan, SE, MSi, Akt.

2 MODUL - 1 ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN

3 MANUSIA MENCARI KEBENARAN Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan. Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur 2 teori, & diuji konsistensi internalnya (dilakukan tes/pengujian secara empiris). Ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur 2 teori, & diuji konsistensi internalnya (dilakukan tes/pengujian secara empiris). Teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Adanya pengertian kendali (kontrol) dalam penelitian ilmiah, tidak dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam. Adanya pengertian kendali (kontrol) dalam penelitian ilmiah, tidak dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam. Menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan. Menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan. Cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena. Ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. Cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena. Ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

4 PROSES SEKULARISASI ALAM.... mulanya manusia menganggap alam suatu yg sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan;.... mulanya manusia menganggap alam suatu yg sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan; hukum didefinisikan sebagai kaitan-2 yang tetap dan harus ada diantara gejala-2 sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukum-hukum normative ; hukum didefinisikan sebagai kaitan-2 yang tetap dan harus ada diantara gejala-2 sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukum-hukum normative ; pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati; pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati; terjadi pergeseran konsep hukum (alam), pengertian hukum sesuai dengan hukum alam, tatanan di alam dapat disimpulkan melalui penelitian empiris; terjadi pergeseran konsep hukum (alam), pengertian hukum sesuai dengan hukum alam, tatanan di alam dapat disimpulkan melalui penelitian empiris; Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur- angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal; Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur- angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal; ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-2 alam. ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-2 alam. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

5 Berbagai Cara Mencari Kebenaran Secara kebetulan, (penemuan terjadi scr kebetulan saja) Secara kebetulan, (penemuan terjadi scr kebetulan saja) Trial And Error, (bersifat untung-untungan) Trial And Error, (bersifat untung-untungan) Melalui Otoritas, (kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan) Melalui Otoritas, (kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan) Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman, (berpikir secara deduktif dan induktif). Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman, (berpikir secara deduktif dan induktif). Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles. Melalui Penyelidikan Ilmiah, (kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif). Melalui Penyelidikan Ilmiah, (kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

6 DASAR-DASAR PENGETAHUAN Penalaran Penalaran Kegiatan berpikir menurut pola/logika tertentu dgn tujuan untuk menghasilkan pengetahuan Kegiatan berpikir menurut pola/logika tertentu dgn tujuan untuk menghasilkan pengetahuan Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran disebut rasionalisme & yg menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran disebut rasionalisme & yg menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme. Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid) Pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid) Logika induktif dan deduktif Logika induktif dan deduktif M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

7 SUMBER PENGETAHUAN Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yg ada di alam semesta ini. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yg ada di alam semesta ini. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descartes pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang berarti, bahwa “segala sesuatu harus diragukan”. Rene Descartes pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang berarti, bahwa “segala sesuatu harus diragukan”. Persoalan mengenai kriteria utk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran, mk muncul berbagai kriteria kebenaran. Persoalan mengenai kriteria utk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran, mk muncul berbagai kriteria kebenaran. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

8 KRITERIA KEBENARAN Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar Beberapa kriteria kebenaran Beberapa kriteria kebenaran Teori Koherensi (Konsisten), suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten Teori Koherensi (Konsisten), suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan), suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut (Bertrand Russel) Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan), suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut (Bertrand Russel) Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan), kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis (Charles S Pierce), suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan), kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis (Charles S Pierce), suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

9 ONTOLOGI (apa yang dikaji) hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri Democritus, menerangkan prinsip-2 materialisme : Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera. Democritus, menerangkan prinsip-2 materialisme : Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

10 EPISTIMOLOGI (Cara mendapatkan kebenaran) bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan : hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan : Batasan kajian ilmu Batasan kajian ilmu Cara menyusun pengetahuan Cara menyusun pengetahuan Diperlukan landasan yg sesuai dengan ontologis & aksiologis ilmu itu sendiri Diperlukan landasan yg sesuai dengan ontologis & aksiologis ilmu itu sendiri Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit Metode ilmiah tidak dapat diterapkan disiplin ilmu yang sama Metode ilmiah tidak dapat diterapkan disiplin ilmu yang sama Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis : Ilmu eksakta dan ilmu sosial Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis : Ilmu eksakta dan ilmu sosial M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

11 BEBERAPA PENGERTIAN DASAR Konsep, Konsep, istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak. Diharapkan peneliti mampu mem-formulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dng penyederhanaan beberapa masalah yg berkaitan satu dengan yang lainnya. Konstruk (construct), Konstruk (construct), suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu. Proposisi Proposisi hubungan yang logis antara dua konsep. Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi : yang pertama aksioma atau postulat, yang kedua teorema. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian; sedang teorema ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

12 BEBERAPA PENGERTIAN DASAR (lanjutan) Teori, Teori, serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN) serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN) Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya, harus cocok dengan fakta-fakta empiris. Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya, harus cocok dengan fakta-fakta empiris. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx : Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx : Model Based Theory, berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Model Based Theory, berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Teori Deduktif, suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Teori Deduktif, suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Teori Induktif, menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Teori Induktif, menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Teori Fungsional, suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya Teori Fungsional, suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

13 BEBERAPA PENGERTIAN DASAR (lanjutan) Logika Ilmiah, gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu system dengan mekanisme korektif. Logika Ilmiah, gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu system dengan mekanisme korektif. Hipotesis, jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan bersifat spesifik yang siap diuji secara empiris. Dalam merumuskan hipotesis pernyataannya harus merupakan pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis, jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan bersifat spesifik yang siap diuji secara empiris. Dalam merumuskan hipotesis pernyataannya harus merupakan pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (independent), variable tergantung (dependent), variable perantara (moderate), variable pengganggu (intervening) dan variable kontrol (control) Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (independent), variable tergantung (dependent), variable perantara (moderate), variable pengganggu (intervening) dan variable kontrol (control) Definisi Operasional, spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel Definisi Operasional, spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

14 KERANGKA ILMIAH Perumusan masalah : pertanyaan tentang obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-2 yang terkait didalamnya. Perumusan masalah : pertanyaan tentang obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-2 yang terkait didalamnya. Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis : Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis : Menjelaskan hubungan antara faktor yang terkait Menjelaskan hubungan antara faktor yang terkait Disusun secara rasional Disusun secara rasional Didasarkan pada premis-premis ilmiah Didasarkan pada premis-premis ilmiah Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok Pengujian hipotesis : Pengujian hipotesis : mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

15 SARANA BERPIKIR ILMIAH Bahasa, ialah bahasa ilmiah yg merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan, syarat-syarat : Bahasa, ialah bahasa ilmiah yg merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan, syarat-syarat : bebas dari unsur emotif bebas dari unsur emotif reproduktif reproduktif obyektif obyektif eksplisit eksplisit Matematika, pengetahuan sbg sarana berpikir deduktif sifat : Matematika, pengetahuan sbg sarana berpikir deduktif sifat : jelas, spesifik dan informatif jelas, spesifik dan informatif tidak menimbulkan konotasi emosional tidak menimbulkan konotasi emosional Kuantitatif Kuantitatif Statistika, pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat : Statistika, pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat : dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

16 AKSIOLOGI (Nilai Guna Ilmu) Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-2 tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dng nilai-nilai budaya & moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-2 tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dng nilai-nilai budaya & moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

17 Tugas 1 Selalu membaca modul METODOLOGI PENELITIAN (dapat diperoleh di LPPM Anindyaguna, hub. Mas Chula) Selalu membaca modul METODOLOGI PENELITIAN (dapat diperoleh di LPPM Anindyaguna, hub. Mas Chula) Akan diberikan quest setiap pertemuan minggu berikutnya Akan diberikan quest setiap pertemuan minggu berikutnya M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

18 MODUL - 2 PENGERTIAN PENELITIAN

19 APAKAH PENELITIAN ITU? Pengertian yang salah tentang Penelitian 1. Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data) 2. Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain 3. Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi 4. Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

20 APAKAH PENELITIAN ITU? Research (Inggris) dan recherche (Prancis) Research (Inggris) dan recherche (Prancis) re (kembali) re (kembali) to search (mencari) to search (mencari) Studi yang dilakukan seseorang melalui Studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yg hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (T. Hillway) Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997: 5) Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997: 5) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

21 Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian 1. Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan. 2. Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan. 3. Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik. 4. Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub- sub masalah yang lebih dapat dikelola. 5. Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik. 6. Penelitian menerima asumsi kritis tertentu. 7. Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian. 8. Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya, M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

22 Bagan Penelitian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

23 Macam Tujuan Penelitian 1. Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. 2. Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena yang lain 3. Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y). 4. Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. 5. Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

24 Hubungan Penelitian dengan Perancangan Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge. Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain meng- gunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain meng- gunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)

25 RAGAM PENELITIAN MODUL - 3

26 RAGAM PENELITIAN MENURUT BIDANG ILMU Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi. Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian, ilmu ekonomi, dll. Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian, ilmu ekonomi, dll. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

27 RAGAM PENELITIAN MENURUT PEMBENTUKAN ILMU Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

28 RAGAM PENELITIAN MENURUT BENTUK DATA (kuantitatif atau kualitatif) Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

29 RAGAM PENELITIAN MENURUT PARADIGMA KEILMUAN Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu : (1) Positivisme, (2) Rasionalisme, dan (3) Fenomenologi. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

30 Beda Ketiganya M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

31 RAGAM PENELITIAN MENURUT STRATEGI Penelitian Opini Penelitian Opini Penelitian Empiris Penelitian Empiris Penelitian Kearsipan Penelitian Kearsipan Penelitian Analitis Penelitian Analitis M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

32 Penelitian Opini Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) Penelitian Empiris

33 Penelitian Kearsipan “Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) Penelitian Analitis Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika.

34 Ragam Penelitian menurut Lain-lain (1) Ragam Penelitian menurut pendekatan-sumber: Arikunto (1998: 9-10) Ragam Penelitian menurut pendekatan-sumber: Arikunto (1998: 9-10) a. Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu) b. Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (cross-sectional—yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

35 Ragam Penelitian menurut Lain-lain (2) Ragam Penelitian-sumber: Suryabrata (1983: 15-64) Ragam Penelitian-sumber: Suryabrata (1983: 15-64) 1. Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif) 2. Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu) 3. P erkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu) 4. Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek) 5. Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi) 6. Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali) 7. Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian) 8. K ausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding) 9. Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

36 Menurut Yin M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

37 Ragam Penelitian & Syarat penelitian Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat : Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat : SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer) OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer) (Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis, dan jujur) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)

38 UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN MODUL - 4

39 PROPOSAL Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian Proposal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian Proposal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

40 UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN 1. Judul 2. Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan) 3. Tujuan dan Lingkup penelitian 4. Tinjauan Pustaka/Landasan Teori 5. Hipotesis 6. Cara penelitian 7. Jadwal penelitian 8. Daftar Pustaka 9. Lampiran M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

41 Keterkaitan antar unsur M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

42 Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian. Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

43 Judul proposal penelitian Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

44 Latar belakang Mengapa kita memilih permasalahan ini? Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini? M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

45 Rumusan permasalahan Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari) bahasan lebih panjang lebar tentang cara-2 merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari) bahasan lebih panjang lebar tentang cara-2 merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

46 Keaslian penelitian Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain). Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

47 Faedah yang diharapkan Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja? Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja? M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

48 Tujuan dan Lingkup Penelitian 1. mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2. meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3. menguji validitas suatu teori; 4. menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5. memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6. memperbaiki metodologi yang keliru; 7. memperbaiki interpretasi yang keliru; 8. mengatasi kesulitan dalam praktek; 9. memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

49 Tinjauan Pustaka Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”). untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

50 Landasan Teori dan Hipotesis Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

51 Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut: a) dirumuskan secara singkat tapi jelas; a) dirumuskan secara singkat tapi jelas; b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih; b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih; c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka). c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

52 Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

53 Daftar Pustaka dan Lampiran Daftar Pustaka memuat informasi pustaka- pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Daftar Pustaka memuat informasi pustaka- pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri- sendiri. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri- sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

54 Hubungan isi Prop – Isi Laporan M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

55 Tugas 2 Copy Panduan Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi STIE ANINDYAGUNA Copy Panduan Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi STIE ANINDYAGUNA Baca dan hayati untuk persiapan membuat proposal penelitian/Skripsi M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

56 TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN & PERUMUSAN PERMASALAHAN MODUL - 5

57 TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN  Mengidentifikasi Masalah  Membuat Hipotesis  Studi Literature  Mengidentifikasi dan Menamai Variabel  Membuat Definisi Operasional  Memanipulasi dan Mengontrol Variabel  Menyusun Desain Penelitian  Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran  Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview  Melakukan Analisa Statistik  Menggunakan Komputer untuk Analisa Data  Menulis Laporan Hasil Penelitian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

58 Penemuan Permasalahan Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

59 Cara Menemukan permasalahan M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

60 Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan. Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan. Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

61 Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi. Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi. Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan- kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks. Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan- kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks. Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya. Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya. Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

62 Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar- dasar yang jelas. Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar- dasar yang jelas. Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

63 Bentuk Rumusan Permasalahan 1. bentuk satu pertanyaan (question); 2. bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik; 3. bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan (question). 4. bentuk hipotesis; dan 5. bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

64 Pertanyaan: “Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?” “Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?” “Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub–inti?” “Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub–inti?” M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

65 Pernyataan “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.” “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.” “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi terhadap desain rumah sub–inti. “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi terhadap desain rumah sub–inti. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

66 Karakteristik Rincian Permasalahan 1. Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (a researchable unit ). 2. Setiap rincian terkait dengan interpretasi data. 3. Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik). 4. Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti) 5. Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak realistik. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

67 Contoh Rumusan Permasalahan Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: “ permasalahan sebagai berikut: Apakah kepemimpinan mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan, dan apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?” “ permasalahan sebagai berikut: Apakah kepemimpinan mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan, dan apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?” “ dengan penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu – ibu dalam membeli produk X”. “ dengan penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu – ibu dalam membeli produk X”. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

68 PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA MODUL - 6

69 Tinjauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature). peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature). Relevan dengan permasalahan penelitian anda Relevan dengan permasalahan penelitian anda M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

70 Kegunaan Tinjauan Pustaka mengkaji sejarah permasalahan; mengkaji sejarah permasalahan; membantu pemilihan prosedur penelitian; membantu pemilihan prosedur penelitian; mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; menghindari duplikasi penelitian; dan menghindari duplikasi penelitian; dan menunjang perumusan permasalahan. menunjang perumusan permasalahan. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

71 Sumber-Sumber Pustaka 1) abstrak hasil penelitian 2) indeks 3) review 4) jurnal 5) buku referensi 6) Internet M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

72 Indeks Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server. misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

73 Review Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya- karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya- karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

74 Jurnal Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer. Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer. Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi. Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

75 Buku referensi Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu. Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu. Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut. Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

76 Cara Pencarian Pustaka Manual Manual mengunjungi perpustakaan mengunjungi perpustakaan tempat-tempat sumber informasi (BPS) tempat-tempat sumber informasi (BPS) Online Online M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

77 CARA MERUJUK Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun Jika terdapat dua pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua pengarang tersebut Jika terdapat dua pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua pengarang tersebut Jika ada tiga pengarang atau lebih, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari pengarang tersebut diikuti dengan dkk. Atau et al. Jika ada tiga pengarang atau lebih, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari pengarang tersebut diikuti dengan dkk. Atau et al. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

78 Penulisan Kutipan (Nama penulis yang diacu dalam uraian) Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al: a. Menurut Calvin (1978) b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan.... c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976)...Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B. Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru….! Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru….! M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

79 Merujuk Kutipan Langsung Kurang dari 40 kata Merujuk Kutipan Langsung Kurang dari 40 kata Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu : Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu : Soebronto ( 1990 : 123 ) menyimpulkan “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ Soebronto ( 1990 : 123 ) menyimpulkan “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ Nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman. Nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ (Soebronto, 1990 : 13 ). Kesimpulan dari penelitian ini adalah “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ (Soebronto, 1990 : 13 ). Jika ada tanda kutip dalam kutipan digunakan tanda kutip tunggal. Jika ada tanda kutip dalam kutipan digunakan tanda kutip tunggal. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ terdapat kecenderungan semakin banyak ‘ campur tangan ‘ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan ( Soewignyo, 1991 : 101 ) Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ terdapat kecenderungan semakin banyak ‘ campur tangan ‘ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan ( Soewignyo, 1991 : 101 ) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

80 Merujuk kutipan langsung 40 kata atau lebih Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, dimulai pada ketukan ke 6 dari garis tepi sebelah kiri, dan diketik dengan spasi tunggal : Smith ( 1990 : 276 ) menarik kesimpulan sebagai berikut : The “ placebo effect “, with had been verified in previous studies, disappeared when behavior were studied in the manner. Furthermore, the behavior ere never exhibited again, even when real drug well administered. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a placebo effect. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

81 Kutipan yang sebagian dihilangkan : Kutipan yang sebagian dihilangkan : “ Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah …. Diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru “ ( Manan, 1995 : 278 ) Jika ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan 4 titik : “ Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain …. Yang termasuk bagian manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar “ (Asin, 1995 : 315 ) Nama pengarang disebut terpadu dalam teks : Salminin ( 1990 : 13 ) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat. Nama pengarang disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya : Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat ( Salimi, 1990 : 13 ) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

82 Penulisan Daftar Pustaka Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja. Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.Contoh: Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976,.... Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976,.... Tidak boleh hanya: Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al. Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al. Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru….! Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru….! M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

83 Derajat kesarjanaan Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan (tanpa penulisan Gelar akademik atau profesi penulis) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

84 Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut). Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

85 Contoh penulisan daftar pustaka hasil penelusan online Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol): Johnson, P Tropical Indonesian Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000). Contoh untuk situs WWW (World Wide Web): Djunaedi, A The History of Indonesian Urban Planning.. -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000). Contoh untuk informasi lewat e -mail: Djunaedi, A. 22 Maret The urban pattern of some coastal cities in the northern Central Java.. (19 Apr. 2000). M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

86 Kita Merujuk Metode pengutipan APA Style Apa itu APA Style? Apa itu APA Style? Apa itu APA Style? Apa itu APA Style? (American Psychological Association) Bandingkan dengan BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI STIE ANINDYAGUNA! M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

87 RUANG LINGKUP PENELITIAN MANAJEMEN MODUL - 7

88 Ruang Lingkup Penelitian Manajemen Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. …… dan disini kita boleh mengkaji Manajemen Perhotelan, Manajemen Pariwisata……. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

89 Bisnis Umum  Peramalan Bisnis·  Trend Bisnis Dan Industri·  Inflasi dan Penentuan Harga·  Akuisisi·  Ekspor dan Perdagangan Internasional·  Studi Kelayakan Bisnis·  Profil Pelaku Bisnis yang Sukses·  Bisnis Pejabat·  Nilai Budaya  Bisnis Antar Suku·  Peranan Lembaga Konsumen M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

90 Manajemen Pemasaran  Potensi Pasar·  Karakteristik Pasar·  Penjualan·  Strategi Pemasaran·  Inovasi produk ·  Pengaduan konsumen·  Perilaku Konsumen·  Image Konsumen·  Studi Kelayakan Pasar ·  Profil & Dinamika Konsumen·  Analisis Lokasi·  Studi Kelayakan Pasar·  Pengujian Pasar·  Segmentasi Pasar·  Produk Baru·  Saluran Distribusi·  Promosi·  Periklanan·  Multilevel Marketing ·  Franchising (Waralaba)·  Kepemimpinan Pasar·  Pelayanan·  Tingkat Penjualan·  Persaingan Pasar·  Respon akibat perubahan harga·  Elastisitas harga ·  Biaya setiap lini produk·  Angggaran promosi optimal·  Pengujian iklan yang kreatif·  Intensitas Grosir dan retail· M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

91 Manajemen Keuangan  Anggaran  Sumber-sumber  Pembiayaan  Modal Kerja  Tingkat Bunga dan Resiko Kredit  Investasi  Biaya Modal  Portofolio  Penilaian Saham dan Obligasi  Analisis Biaya  Hasil Resiko  Rasio-Rasio Keuangan  Lembaga Keuangan  Implikasi Pajak  Merger dan Akuisisi M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

92 Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi  Manajemen Mutu Terpadu  Motivasi dan Kepuasan Kerja  Gaya Kepemimpinan  Produktivitas Tenaga Kerja  Efektivitas Organizationa  Budaya & Komunikasi Organissi  Studi Gerak dan Waktu  Serikat Pekerja  Perilaku Karyawan  Loyalitas Kerja  Kinerja Supervisor  Sistem Penilaian Kerja  Pengambilan Keputusan  Penilaian Kinerja  Stress Kerja  Manajemen Konflik  Emotional Quetion·  Spritual Quetion  Desain Organisasi  Perubahan & Pengembangan Org  Rekruitment  Seleksi dan Penempatan  Sistem Kompensasi  Pengembangan Karir  Promosi  Mutasi  Kreativitas Manajemen  Model-Model Pola Kerja  Manajemen Partisipasi  Perbedaan Gender  Polusi dan Kesehatan Kerja  Pemberhentian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

93 Sistem Informasi Manajemen  Sistem Informasi Eksekutif  Sistem Komunikasi Bisnis  Sistem Dukungan Keputusan  Aliansi fungsi Sistem Informasi  Personel Sistem Informasi  Pengembangan Sistem Informasi  Jaringan Efektif MIS  Penggunaan Konsultan dlm Pembuatan Keputusan M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

94 Manajemen Operasi dan Produksi  Sistem Produksi  Penentuan Lokasi  Plant layout  Prosedur Dan Metode Kerja  Mesin Dan Peralatan Produksi  Material Handling  Pemeliharaan (Maintenance)  Sistem Pergudangan  Pengendalian Persediaan  Pengendalian Material  Pengendalian Tenaga Kerja  Pengendalian Mutu  Statistical Quality Control M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

95 Manajemen Perhotelan (HoReCa) Hotel (Akomodasi) Hotel (Akomodasi) Kantor Depan Kantor Depan Kamar Kamar Restoran Restoran Café dan bar Café dan bar ……… ……… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

96 Manajemen Pariwisata Objek dan daya tarik wisata Objek dan daya tarik wisata Biro perjalanan wisata Biro perjalanan wisata Wisatawan Wisatawan ……… ……… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

97 Tugas 3 Tugas ini sekaligus sebagai bahan rancangan Tugas Akhir  Sifat tugas : Perorangan (Tidak boleh ada judul yang sama pada obyek penelitian yang sama)  Batas akhir pengumpulan tugas : paling lambat 1 (satu) minggu sebelum jadwal ujian akhir semester mata kuliah Metodologi Penelitian Sistematika Usulan Penelitian (Proposal) sebagai berikut : A. Judul Penelitian B. Latar Belakang Penelitian C. Perumusan Masalah D. Batasan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Manfaat Penelitian G. Tinjauan Pustaka H. Metode Penelitian I. Daftar Pustaka M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)

98 PENULISAN SKRIPSI MODUL - 8

99 Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Bab I : Pendahuluan Bab II : Tinjauan Pustaka Bab II : Tinjauan Pustaka Bab III : Metode Penelitian Bab III : Metode Penelitian Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab V : Kesimpulan dan Saran Bab V : Kesimpulan dan Saran M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

100 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan Latar Belakang Permasalahan Rumusan Permasalahan Rumusan Permasalahan Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

101 Latar Belakang Permasalahan Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul. Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul. Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi. Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi. Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun. Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

102 Rumusan Permasalahan Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab. Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab. Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesis Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesis M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

103 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya. Kegunaan Penelitian: Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri. Kegunaan Penelitian: Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

104 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yg diteliti dan acuan-2 yg berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri) Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yg diteliti dan acuan-2 yg berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri) Hipotesis Penelitian Hipotesis Penelitian Jika penelitian bersifat korelasional maka : Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

105 BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis Penelitian Variabel dan Pengukuran Variabel dan Pengukuran Populasi dan Sampel Populasi dan Sampel Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Metode Analisis Metode Analisis M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

106 JENIS PENELITIAN Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya: Historis; Historis; Deskriptif; Deskriptif; Perkembangan; Perkembangan; Kasus dan penelitian lapangan; Kasus dan penelitian lapangan; Korelasional; Korelasional; Kausal komparatif; Kausal komparatif; Eksperimen murni; Eksperimen murni; Eksperimen semu; Eksperimen semu; Kaji tindak. Kaji tindak. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

107 Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut : Daya tarik permasalahan; Daya tarik permasalahan; Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan; Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan; Tersedianya alat dan kondisi kerja; Tersedianya alat dan kondisi kerja; Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan; Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan; Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya; Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya; Resiko kegagalan. Resiko kegagalan. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

108 Variabel dan Pengukuran “Perubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32) “Perubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32) Peubah harus terukur Peubah harus terukur M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

109 Populasi dan Sampel “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79) “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79) “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80) “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

110 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data misalnya : “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon. “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon. Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Observasi merupakan suatu proses yang komplek, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses- proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, ) Observasi merupakan suatu proses yang komplek, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses- proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, ) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

111 Metode Analisis Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

112 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN a. Penyajian Data Pada sub bab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi. b. Analisis Data dan Interpretasi M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

113 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Kesimpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas. 2. Saran Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)

114 Lampiran: Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) Daftar Pustaka Lihat penjelasan Modul sebelumnya

115 POPULASI DAN SAMPEL SKALA PENGUKURAN MODUL - 9

116 Definisi  “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)  “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80) M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

117 Statistical Methods Descriptive Statistics Inferential Statistics Collecting and describing data. Making decisions based on sample data. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

118 Descriptive Statistics Collect Data e.g. Survey Present Data e.g. Tables and Graphs Characterize Data e.g. Mean A Characteristic of a: Population is a Parameter Sample is a Statistic. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

119 Inferential Statistics Estimation Hypothesis Testing Making decisions concerning a population based on sample results. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

120 Types of Data M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

121 Data Sources Primary Data Collection Secondary Data Compilation Observation Experimentation Survey Print or Electronic M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

122 Quota Types of Sampling Methods Samples Non-Probability Samples JudgementChunk Probability Samples Simple Random Systematic Stratified Cluster M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

123 Probability Samples Simple Random SystematicStratifiedCluster Subjects of the sample are chosen based on known probabilities. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

124 Simple Random Samples Every individual or item from the target frame has an equal chance of being selected. Selection may be with replacement or without replacement. One may use table of random numbers for obtaining samples. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

125 Systematic Samples Decide on sample size: n Divide population of N individuals into groups of k individuals: k = N/n Randomly select one individual from the 1st group. Select every k-th individual thereafter. N = 64 n = 8 k = 8 First Group M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

126 Stratified Samples Population divided into 2 or more groups according to some common characteristic. Simple random sample selected from each. The two or more samples are combined into one. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

127 Cluster Samples Population divided into several “clusters”, each representative of the population. Simple random sample selected from each. The samples are combined into one. Population divided into 4 clusters. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

128 Types of Survey Errors Coverage Error Non Response Error Sampling Error Measurement Error Excluded from selection. Follow up on non responses. Chance differences from sample to sample. Bad Question! M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

129 Skala Pengukuran Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu : Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu : nominal, nominal, ordinal, ordinal, interval dan interval dan ratio. ratio. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

130 Nominal Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka- angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka- angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklasifikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Sebagai contoh kita mengklasifikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

131 Ordinal Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2, 3, 4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat, tidak mengekspresikan jumlah. Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2, 3, 4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat, tidak mengekspresikan jumlah. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

132 Interval Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

133 Ratio Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

134 Perhatikan Contoh berikut!!!! Apakah saudara setuju dengan kenaikan harga BBM? Apakah saudara setuju dengan kenaikan harga BBM? 1. setuju 2. tidak setuju Termasuk skala pengukuran apakah pertanyaan diatas?…………… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

135 Bagaimana dengan yang ini? Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan ekonomi pemerintah saat ini? Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan ekonomi pemerintah saat ini? 1) Sangat buruk, 2) Buruk, 3) Cukup, 4) Baik, 5) Sangat Baik Apakah ini skala nominal?…………… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

136 Lalu yang ini? Berapa kenaikan harga bahan pokok yang Saudara setujui? Berapa kenaikan harga bahan pokok yang Saudara setujui? 1). 2 % 2). 4% 3). 6% 4). 8% 5).10% Apakah ini termasuk Skala Rasio?…………… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

137 Bagaimana yang terakhir ini? Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif? Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif? 1). Rp Rp ). Rp Rp ). Rp Rp ). Rp Rp ). Rp Rp ). Rp Rp Apakah ini skala interval atau ordinal?…………… Apakah ini skala interval atau ordinal?…………… M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

138 Contoh Questioner Name: Age: Sex:M/F Education: DepartementNGO/University/Government/……… Address: M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

139 Contoh Questioner Opportunities Strongly disagree (1) - Strongly agree (5) Generating tourism business Employment Increasing family income Increasing value of village M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)

140 PENGOLAHAN DATA (Pengenalan SPSS) MODUL -10

141 ?? Apa itu SPSS? Apa itu SPSS? Apa yang bisa dilakukan SPSS? Apa yang bisa dilakukan SPSS? Apa kesamaan SPSS dengan Microsoft Office Excel? Apa kesamaan SPSS dengan Microsoft Office Excel?

142 SPSS is a software package used for conducting statistical analyses, manipulating data, and generating tables and graphs that summarize data. SPSS is a software package used for conducting statistical analyses, manipulating data, and generating tables and graphs that summarize data. Statistical analyses range from basic descriptive statistics, such as averages and frequencies, to advanced inferential statistics, such as regression models, analysis of variance, and factor analysis Statistical analyses range from basic descriptive statistics, such as averages and frequencies, to advanced inferential statistics, such as regression models, analysis of variance, and factor analysis SPSS also contains several tools for manipulating data, including functions for recoding data and computing new variables as well as merging and aggregating datasets. SPSS also contains several tools for manipulating data, including functions for recoding data and computing new variables as well as merging and aggregating datasets. SPSS also has a number of ways to summarize and display data in the form of tables and graphs. SPSS also has a number of ways to summarize and display data in the form of tables and graphs.

143 SPSS for Windows consists of three different windows, each of which is associated with a particular SPSS file type Two windows most frequently used in analyzing data in SPSS, the Data Editor and the Output Viewer windows. Two windows most frequently used in analyzing data in SPSS, the Data Editor and the Output Viewer windows. In addition, the Syntax Editor and the use of SPSS command syntax is discussed briefly. In addition, the Syntax Editor and the use of SPSS command syntax is discussed briefly. The Data Editor is the window that is open at start-up and is used to enter and store data in a spreadsheet format. The Data Editor is the window that is open at start-up and is used to enter and store data in a spreadsheet format.

144 SPSS for Windows consists of three different windows, each of which is associated with a particular SPSS file type The Output Viewer opens automatically when you execute an analysis or create a graph using a dialog box or command syntax to execute a procedure. The Output Viewer contains the results of all statistical analyses and graphical displays of data. The Output Viewer opens automatically when you execute an analysis or create a graph using a dialog box or command syntax to execute a procedure. The Output Viewer contains the results of all statistical analyses and graphical displays of data. The Syntax Editor is a text editor where you compose SPSS commands and submit them to the SPSS processor. All output from these commands will appear in the Output Viewer. This document focuses on the methods necessary for inputting, defining, and organizing data in SPSS. The Syntax Editor is a text editor where you compose SPSS commands and submit them to the SPSS processor. All output from these commands will appear in the Output Viewer. This document focuses on the methods necessary for inputting, defining, and organizing data in SPSS.

145 Starting SPSS To start SPSS, go to the Start icon under Windows 95, Windows 98, Windows 2000, and Windows NT. You should find an SPSS icon under the Programs menu item. To start SPSS, go to the Start icon under Windows 95, Windows 98, Windows 2000, and Windows NT. You should find an SPSS icon under the Programs menu item. You can also start SPSS by double-clicking on an SPSS file. You can also start SPSS by double-clicking on an SPSS file.

146

147 DATA VIEW Baris di dalam data view adalah nomor subjek Baris di dalam data view adalah nomor subjek Kolom adalah banyaknya variabel Kolom adalah banyaknya variabel

148

149 VARIABLE VIEW Baris di dalam variable view adalah variabel-variabel dari data, Baris di dalam variable view adalah variabel-variabel dari data, Kolom adalah definisi dari tiap variabel Kolom adalah definisi dari tiap variabel

150 INPUT DATA Menginput data dapat dilakukan dengan memasukkan data secara langsung ke data editor dalam format SPSS maupun format lain (misal Micosoft Excel) Menginput data dapat dilakukan dengan memasukkan data secara langsung ke data editor dalam format SPSS maupun format lain (misal Micosoft Excel) Untuk mengubah data yang sudah di-input dalam format lain menjadi format SPSS, dapat menggunakan copy-paste atau meng- import-nya dari SPSS Untuk mengubah data yang sudah di-input dalam format lain menjadi format SPSS, dapat menggunakan copy-paste atau meng- import-nya dari SPSS

151 DATA DALAM FORMAT SPSS Memasukkan (entri) data dengan format SPSS dapat dilakukan langsung meng-entri datanya di data view Memasukkan (entri) data dengan format SPSS dapat dilakukan langsung meng-entri datanya di data view Atau dengan mendefinisikan dahulu variabelnya di variable view Atau dengan mendefinisikan dahulu variabelnya di variable view

152 NAME Adalah nama atau singkatan dari variabel Adalah nama atau singkatan dari variabel Nama atau singkatan variabel dibuat dalam huruf kecil (di bawah versi 11.0) Nama atau singkatan variabel dibuat dalam huruf kecil (di bawah versi 11.0) Karakter pertama harus huruf dan tidak menggunakan spasi Karakter pertama harus huruf dan tidak menggunakan spasi

153 TYPE Umumnya yang digunakan adalah tipe NUMERIC (data berupa angka) dan STRING (data berupa huruf) Umumnya yang digunakan adalah tipe NUMERIC (data berupa angka) dan STRING (data berupa huruf) Untuk mengubah tipe variabel  klik di pojok kanan kotak type  variable type Untuk mengubah tipe variabel  klik di pojok kanan kotak type  variable type

154 WIDTH Adalah banyaknya karakter dari data yang akan dientri Adalah banyaknya karakter dari data yang akan dientri Berkaitan dengan COLUMNS Berkaitan dengan COLUMNS

155 DECIMALS Adalah banyaknya angka desimal yang digunakan Adalah banyaknya angka desimal yang digunakan Default angka desimal di SPSS adalah 2 Default angka desimal di SPSS adalah 2 Bila data (numeric) bilangan bulat, sebaiknya desimal dibuat 0 (nol) Bila data (numeric) bilangan bulat, sebaiknya desimal dibuat 0 (nol) untuk mengubah nilai desimal  klik di pojok kanan kotak untuk mengubah nilai desimal  klik di pojok kanan kotak

156 LABEL Adalah versi lengkap dari NAME, bisa banyak karakter Adalah versi lengkap dari NAME, bisa banyak karakter Bisa huruf besar dan menggunakan spasi Bisa huruf besar dan menggunakan spasi Sebaiknya dituliskan, terlebih bila akan variabel tersebut akan diolah lebih lanjut Sebaiknya dituliskan, terlebih bila akan variabel tersebut akan diolah lebih lanjut

157 VALUES Digunakan untuk meng-coding data NOMINAL Digunakan untuk meng-coding data NOMINAL Untuk membuat coding suatu variabel  klik di pojok kanan kotak values  VALUE LABEL Untuk membuat coding suatu variabel  klik di pojok kanan kotak values  VALUE LABEL Value untuk coding Value untuk coding Value Label untuk definisi value Value Label untuk definisi value

158 MISSING Digunakan bila dalam data yang akan diolah terdapat datum yang tidak terisi atau tidak lengkap Digunakan bila dalam data yang akan diolah terdapat datum yang tidak terisi atau tidak lengkap Sebaiknya data yang akan diolah lengkap Sebaiknya data yang akan diolah lengkap Bila ada beberapa datum tidak terisi, pilih angka yang tertentu sebagai tanda missing values atau kosongkan saja Bila ada beberapa datum tidak terisi, pilih angka yang tertentu sebagai tanda missing values atau kosongkan saja

159 COLUMN Adalah lebar tempat nama karakter dari NAME Adalah lebar tempat nama karakter dari NAME Besarnya minimal sama dengan besarnya nilai di WIDTH Besarnya minimal sama dengan besarnya nilai di WIDTH

160 ALIGN Sama seperti Align di Microsoft Word Sama seperti Align di Microsoft Word Lebih baik terlihat apabila dibuat menjadi center, terutama untuk data berupa angka Lebih baik terlihat apabila dibuat menjadi center, terutama untuk data berupa angka Untuk mengubah menjadi Left/Centre/Right  Klik di pojok kanan kotak Align Untuk mengubah menjadi Left/Centre/Right  Klik di pojok kanan kotak Align

161 MEASURE Adalah skala pengukuran dari variabel yang bersangkutan Adalah skala pengukuran dari variabel yang bersangkutan Untuk mengubah skala pengukuran  klik di pojok kanan kotak scale Untuk mengubah skala pengukuran  klik di pojok kanan kotak scale Skala pengukuran Interval dan Ratio dalam SPSS adalah SCALE Skala pengukuran Interval dan Ratio dalam SPSS adalah SCALE


Download ppt "METODOLOGI PENELITIAN Oleh: M. Laksono Tri Rochmawan, SE, MSi, Akt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google