Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Edward Anthony (1963) Pendekatan/ Approach/ المدخل adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Edward Anthony (1963) Pendekatan/ Approach/ المدخل adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa dan."— Transcript presentasi:

1 Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

2 Edward Anthony (1963) Pendekatan/ Approach/ المدخل adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa dan belajar-mengajar bahasa. Metode/ method/ الطريقة adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan. Teknik/ tehnique/ أسلوب adalah kegiatan spesifik yang diimplementasikan dalam kelas, selaras dengan metode dan pendekatan yang telah dipilih.

3 Latar Belakang Cikal bakal metode ini muncul pada abad kebangkitan Eropa (abad 15), untuk mempelajari teks-teks klasik. Akan tetapi penamaan metode ini dengan “grammar translation method” baru dikenal pada abad 19 Karakteristik 1.Tujuan mempelajari bahasa asing adalah agar mampu membaca teks dalam bahasa target. 2.Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu, kamus atau daftar kata, dan teks bacaan. 3.Tatabahasa disajikan secara deduktif. 4.Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tatabahasa dan kosakata, kemudian penerjemahan harfiah. 5.Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai pengantar dalam kegiatan belajar- mengajar. 6.Peran guru aktif sebagai penyaji materi. Peran pelajar pasif sebagai penerima materi. Kelebihan 1.Pelajar hafal kaidah-kaidah tatabahasa bahasa target. 2.Pelajar memahami isi detail bahan bacaan yang dipelajari dan mampu menterjemahkan. 3.Bisa dilaksanakan dalam kelas besar dan tidak menuntut kemampuan guru yang ideal. Kekurangan 1. Metode ini lebih banyak mengajarkan “tentang bahasa” bukan mengajarkan “kemahiran bahasa. 2. Metode ini hanya fokus pada kemahiran membaca dan mengabaikan kemahiran yang lain. 3. Terjemahan harfiah sering mengacaukan makna kalimat dalam konteks yang luas.

4 1.Guru memulai pelajaran dengan menjelaskan definisi butir-butir tatabahasa kemudian memberikan contoh- contohnya. 2.Guru menuntun siswa menghafalkan daftar kosakata dan terjemahannya. 3.Guru menuntun siswa untuk memahami teks bacaan dengan menterjemahkannya kata perkata atau kalimat perkalimat

5 Karakteristik 1.Tujuan utama adalah penguasaan bahasa secara lisan agar pelajar bisa berkomunikasi dengan bahasa target. 2.Kaidah-kaidah bahasa diajarkan secara induktif. 3.Guru dan pelajar sama-sama aktif, tapi guru berperan memberikan stimulus. 4.Bahasa target digunakan sebagai bahasa pengantar dan bahasa ibu sama sekali dielakkan. Kelebihan 1.Pelajar terampil menyimak dan berbicara. 2.Pelajar menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati penutur asli. 3.Pelajar mengetahui banyak kosakata dan pemakaiannya dalam kalimat. 4.Pelajar menguasai tatabahasa secara fungsional tidak sekedar teoritis. Kekurangan 1.Pelajar lemah dalam kemampuan membaca 2.Memerlukan guru yang ideal 3.Tidak bisa dilaksanakan dalam kelas besar 4.Model latihan menirukan dan menghafalkan kalimat- kalimat kurang bermakna atau tidak realistis, sehingga membosankan bagi orang dewasa. Latar Belakang Muncul akibat ketidakpuasan terhadap hasil pengajaran bahasa dengan metode gramatika terjemah. Asumsi Bahwa proses belajar bahasa asing sama dengan belajar bahasa ibu.

6 1.Guru memulai penyajian materi secara lisan, mengucapkan satu kata dengan menunjukkan bendanya atau gambarnya, siswa menirukan berkali-kali hingga faham. 2.Latihan berikutnya berupa tanya jawab dengan kata tanya: “ma, hal, aina…” 3.Kemudian siswa diminta membuka buku teks, guru memberikan contoh bacaan yang benar kemudian siswa diminta untuk membacanya. 4.Selanjutnya, menjawab pertanyaan secara lisan tentang latihan yang ada dibuku, dilanjutkan dengan mengerjakannya secara tertulis. 5.Tatabahasa diberikan pada tingkat tertentu secara induktif.

7 Latar Belakang Dalam situasi perang dunia kedua, Amerika memerlukan personalia yang lancar berbahasa asing untuk ditempatkan di beberapa negara. Sehingga muncullah satu badan yang dinamai Army Specialized Training Program (ASTP) tahun Model ASTP adalah cikal bakal munculnya metode audiolingual. Asumsi Bahwa bahasa itu pertama-tama adalah ujaran. Bahasa adalah kebiasaan. Karakteristik 1.Tujuan pengajarannya adalah penguasaan empat ketrampilan berbahasa secara seimbang. 2.Urutan penyajiannya adalah menyimak dan berbicara, baru kemudian membaca dan menulis. 3.Model kalimat bahasa asing diberikan dalam bentuk percakapan untuk dihafalkan. 4.Penerjemahan dihindari. Pemakaian bahasa ibu diperlukan untuk penjelasan, diperbolehkan secara terbatas. 5.Gramatika (dalam arti ilmu) tidak diajarkan pada tahap permulaan. 6.Penggunaan bahan rekaman, laboratorium bahasa, dan visual aids sangat dipentingkan. Kelebihan 1.Pelajar memiliki ketrampilan pelafalan yang bagus 2.Pelajar terampil membuat pola- pola kallimat yang sudah dilatihkan. 3.Suasana kelas hidup. Kekurangan 1.Makna kalimat yang diajarkan biasanya terlepas dari konteks, sehingga pelajar hanya memahami satu makna. 2.Keaktifan pelajar di dalam kelas adalah keaktifan yang semu, karena mereka hanya merespon stimulus guru.

8 1.Guru membaca teks berulangkali, sedangkan siswa menyimak tanpa melihat teks. 2.Peniruan dan penghafalan dialog atau bacaan pendek dengan teknik menirukan bacaan guru sambil menghafalkan kalimat- kalimat tersebut. 3.Penyajian pola-pola kalimat yang terdapat dalam dialog atau bacaan dilakukan dengan teknik drill. 4.Dramatisasi dialog yang sudah dilatihkan

9 Latar belakang Para ahli linguistik mengecam metode audiolingual dari sisi landasan teoritisnya. Para praktisi pengajaran bahasa juga merasa tidak puas dengan metode ini. Maka muncullah kemudian metode/ pendekatan komunikatif yang didasarkan atas teori kognitivisme dalam psikologi dan teori tatabahasa transformasi- generatif dalam linguistik. Metode audiolingual didasarkan atas teori tatabahasa struktrualisme dan teori ilmu jiwa behaviorisme. Asumsi 1.Penggunaan bahasa bersifat kreatif bukan pembiasaan. 2.Belajar bahasa asing seperti bahasa ibu berangkat dari kebutuhan dan minat pelajar. Karakteristik 1.Tujuan pengajarannya adalah mengembangkan kompetensi pelajar berkomunikasi dengan bahasa target dalam konteks komunikatif yang sesungguhnya. 2.Aktivitas dalam kelas diwarnai secara nyata oleh kegiatan-kegiatan komunikatif, bukan dril-dril manipulatif. 3.Penggunaan bahasa ibu dalam kelas tidak dilarang, tapi diminimalkan. Kelebihan 1.Pelajar lancar berkomunikasi, dalam arti menguasai kompetensi gramatikal, sosiolinguistik, wacana dan strategis. 2.Suasana kelas hidup. Kekurangan 1.Memerlukan guru yang menguasai ketrampilan komunikatif yang memadai. 2.Loncatan langsung ke aktifitas komunikatif bisa menyulitkan siswa pada tingkat permulaan.

10 1.Dialog pendek disajikan dengan didahului penjelasan tentang fungsi- fungsi ungkapan dalam dialog dan situasi di mana dialog itu mungkin terjadi. 2.Latihan mengucapkan kalimat- kalimat pokok secara perorangan, kelompok. 3.Pertanyaan diajukan tentang isi dan situasi dalam dialog, dilanjutkan pertanyaan serupa tetapi langsung mengenai situasi siswa. Di sini kegiatan komunikatif telah dimulai. 4.Kelaas membahas ungkapan- ungkapan komunikatif dalam dialog. 5.Siswa diharapkan menarik sendiri kesimpulan tentang aturan tatabahasa yang ada dalam dialog. Guru menfasilitasi dan meluruskan jika ada kesalahan. 6.Siswa melakukan evaluasi dengan mengambil sampel dari penampilan siswa dalam kegiatan komunikasi bebas.

11 Latar belakang Bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode elektik mengandung arti pemilihan dan penggabungan. Asumsi 1.Tidak ada metode yang ideal. 2.Setiap metode memiliki kekuatan. 3.Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua tujuan. 4.Yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan pelajar. Metode ini bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru secara memadai terhadap berbagai metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kekuatan dari setiap metode dan menyesuaikannya dengan kebutuhan program yang ditanganinya, kemudian menerapkannya secara proporsional. Sebaliknya, metode ini bisa menjadi metode “seadanya” atau metode “semau guru”, maka yang terjadi adalah ketidakmenentuan.

12 Terima Kasih….


Download ppt "Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Edward Anthony (1963) Pendekatan/ Approach/ المدخل adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google