Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HOME Ilir ilir Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi Lunyu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HOME Ilir ilir Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi Lunyu."— Transcript presentasi:

1

2 HOME Ilir ilir Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane Ya suraka, surak hiya

3 2

4 3 Pada benda bergerak, dideskripsikan dengan besaran-besaran yang telah dipelajari antara lain Posisi Jarak Kecepatan Percepatan Waktu tempuh Energi kinetik Perpindahan Laju Gaya total Ada yang merupakan besaran vektor ada yang merupakan besaran skalar

5 4 Momentum and Impulse

6 Expectations After chapter 5, students will:  be able to define and calculate the impulse of a force.  be able to define and calculate the momentum of a moving object.  understand and apply the impulse-momentum theorem.  understand the conditions in which the momentum of a system is conserved.

7 What is momentum? All objects have mass; so if an object is moving, then it has momentum – it has its mass in motion. In terms of an equation, Momentum = mass * velocity p = m V

8 7 Besaran yang merupakan ukuran mudah atau sukarnya suatu benda mengubah keadaan geraknya (mengubah kecepatannya, diperlambat atau dipercepat)  momentum Definisi momentum : Hasil kali massa dan kecepatan Momentum  besaran vektor, satuannya kg.m/s

9 a little math … 1. Determine the momentum of a... a. 60-kg body moving eastward at 9 m/s. b kg car moving northward at 20 m/s. c. 40-kg freshman moving southward at 2 m/s

10 9 Contoh Soal : Berapa besar momentum burung 22 g yang terbang dengan laju 8,1 m/s? Gerbong kereta api kg berjalan sendiri di atas rel yang tidak mempunyai gesekan dengan laju konstan 18,0 m/s. Berapa momentumnya? Jika suatu peluru memiliki massa 21,0 g ditembakkan dan memiliki laju 210 m/s, berapa momentumnya?

11 10 Laju perubahan momentum sebuah benda sama dengan gaya total yang diberikan padanya Hk. Newton II

12 What is impulse? Impulse means change in momentum. I = Ft What then is the unit of measurement for impulse?

13 Momentum Change = Impulse  (mv) = Ft mv = Ft What is impulse?

14 Impulse Newton’s Second Law can read  F = ma = m(  v/  t) = (  mv)/(  t) = (  p/  t) Rearranging, Impulse =  p = F  t

15 14 Contoh Air keluar dari selang dengan debit 1,5 kg/s dan laju 20 m/s, dan diarahkan pada sisi mobil, yang menghentikan gerak majunya, (yaitu, kita abaikan percikan ke belakang.) Berapa gaya yang diberikan air pada mobil? Mencuci mobil: perubahan momentum dan gaya.

16 15 Penyelesaian Kita ambil arah x positif ke kanan. Pada setiap sekon, air dengan momentum p x = mv x = (1,5 kg)(20 m/s) = 30 kg.m/s berhenti pada saat mengenai mobil. Besar gaya (dianggap konstan) yang harus diberikan mobil untuk merubah momentum air sejumlah ini adalah Tanda minus menunjukkan bahwa gaya pada air berlawanan arah dengan kecepatan asal air. Mobil memberikan gaya sebesar 30 N ke kiri untuk menghentikan air, sehingga dari hukum Newton ketiga, air memberikan gaya sebesar 30 N pada mobil.

17 16 Kekekalan Momentum, Tumbukan Momentum total dari suatu sistem benda- benda yang terisolasi adalah konstan Sistem sekumpulan benda yang berinteraksi satu sama lain Sistem terisolasi suatu sistem di mana gaya yang ada hanyalah gaya-gaya di antara benda-benda pada sistem itu sendiri

18 Collisions m1m1 m2m2 Before m1m1 m2m2 After

19 v = 10v = 0 Before Collision MM p = Mv MM After Collision p = 2Mv’ Mv = 2Mv’ v’ = ½ v v’ = 5

20 Conserve Energy and Momentum Case 1: Case 2: Equal masses M > M Case 3: M < M Before Collision

21 Coefficient of Restitution For perfectly elastic collisions e = 1. If the two object stick together, e = 0. Otherwise 0 < e < 1.

22 Center of Mass

23 22 Jenis Tumbukan (berdasar kekal-tidaknya energi kinetik selama proses tumbukan) Lenting (tenaga kinetik kekal) Tidak Lenting (energi kinetik total setelah tumbukan selalu lebih kecil dari tenaga kinetik total sebelum tumbukan)

24 23

25 Momentum kekal Energi kinetik kekal 24 Tumbukan Lenting :

26 Contoh Bola bilyar dengan massa m yang bergerak dengan laju v bertumbukan dari depan dengan bola kedua yang massanya sama dan sedang dalam keadaan diam (v 2 = 0). Berapa laju kedua bola setelah tumbukan, dengan menganggap tumbukan tersebut lenting? 25 Penyelesaian Hk Kekekalan Momentum : Hk Kekekalan Energi Kinetik: (1) (2)

27 Persamaan (2) dapat ditulis : 26 Gunakan Persamaan (1) : Diperoleh : (3) Persamaan (1) = Persamaan (3) Kemudian dari persamaan (1) (atau (3)) diperoleh Bola 1 diberhentikan oleh tumbukan, sementara bola 2 mendapat kecepatan awal bola 1.

28 27 Tumbukan Tidak Lenting Momentum kekal Momentum kekal Energi kinetik total setelah tumbukan lebih Energi kinetik total setelah tumbukan lebih kecil dari energi kinetik total sebelum kecil dari energi kinetik total sebelum tumbukan tumbukan Tumbukan tidak lenting sama sekali :Tumbukan tidak lenting sama sekali : kecepatan kedua benda setelah tumbukan sama kecepatan kedua benda setelah tumbukan sama Tumbukan tidak lentingTumbukan tidak lenting

29 28 Contoh Sebuah gerbong kereta kg yang berjalan dengan laju 24,0 m/s menabrak gerbong lain yang sejenis yang sedang dalam keadaan diam. Jika kedua gerbong tersebut tersambung sebagai akibat dari tumbukan, berapa kecepatan bersama mereka? hitung berapa besar energi kinetik awal yang diubah menjadi energi panas atau bentuk energi lainnya !

30 29 Sebelum tumbukan Sesudah tumbukan

31 30 Penyelesaian Momentum total sistem sebelum tumbukan Kedua gerbong menyatu dan bergerak dengan kecepatan yang sama, misal v. Momentum total sistem setelah tumbukan Selesaikan untuk v, ketemu V = 12 m/s

32 31 Energi kinetik awal : Energi kinetik setelah tumbukan : Energi yang diubah menjadi bentuk lain :

33 32

34 33

35 34

36 35 Tumbukan dan Impuls Ketika terjadi tumbukan, gaya biasanya melonjak dari nol pada saat kontak menjadi nilai yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat, dan kemudian dengan drastis kembali ke nol lagi. Grafik besar gaya yang diberikan satu benda pada yang lainnya pada saat tumbukan, sebagai fungsi waktu, kira-kira sama dengan yang ditunjukkan oleh kurva pada gambar. Selang waktu Δt biasanya cukup nyata dan sangat singkat. 0 Waktu, t Gaya, F

37 36 kedua ruas dikalikan dengan Δt Gaya rata-rata F yang bekerja selama selang waktu Δt menghasilkan impuls yang sama (F Δt) dengan gaya yang sebenarnya.

38 37 Tumbukan Pada Dua atau Tiga Dimensi Kekekalan momentum dan energi juga bisa diterapkan pada tumbukan dua atau tiga dimensi, dan sifat vektor momentum sangat penting. Satu tipe umum dari tumbukan yang tidak berhadapan adalah di mana sebuah partikel yang bergerak (disebut proyektil) menabrak partikel kedua yang diam (partikel "target"). Ini merupakan situasi umum pada permainan seperti bilyar, dan untuk eksperimen pada fisika atom dan nuklir (proyektil, dari pancaran radioaktif atau akselerator energi-tinggi, menabrak inti target yang stasioner). y x m1m1 m1m1 m2m2 m2m2 p1p1 p’1p’1 p’2p’2 ’1’1 ’2’2

39 38 Kekekalan momentum pada tumbukan 2 dimensi Pada arah sumbu-x: Karena pada awalnya tidak ada gerak pada arah sumbu-y, komponen-y dari momentum adalah nol

40 39 Contoh Tumbukan bola bilyar pada 2-dimensi. Sebuah bola bilyar yang bergerak dengan laju v 1 = 3,0 m/s pada arah +x (lihat gambar) menabrak bola lain dengan massa sama yang dalam keadaan diam. Kedua bola terlihat berpencar dengan sudut 45° terhadap sumbu x (bola 1 ke atas dan bola 2 ke bawah). Yaitu,  ' 1 = 45° dan  ' 2 = -45°. Berapa laju bola-bola tersebut (laju keduanya sama) ? y x m1m1 m1m1 m2m2 m2m2 p1p1 p’1p’1 p’2p’2 ’1’1 ’2’2

41 40 Penyelesaian Sumbu-x : Sumbu-y : m saling menghilangkan. Dari persamaan untuk sumbu-y : Setelah tumbukan, kedua bola mempunyai laju yang sama

42 41 Dari persamaan untuk sumbu-x :

43 42 Soal-soal 1.Bola Sofbol dengan massa 0,220 kg dengan laju 5,5 m/s bertabrakan dari depan dan lenting dengan bola lain yang sedang diam. Setelah itu, bola pertama terpantul kembali dengan laju 3,7 m / s. Hitung (a) kecepatan bola target setelah tumbukan, dan (b) massa bola target. 2.Dua bola bilyar dengan massa yang sama mengalami tumbukan dari depan yang lenting sempurna. Jika laju awal salah satu bola pada adalah 2,00 m/s, dan yang lainnya 3,00 m/s dengan arah yang berlawanan, berapa laju kedua bola tersebut setelah tumbukan?

44 43 4.Bola dengan massa 0,440 kg yang bergerak ke timur (arah +x) dengan laju 3,70 m/s menabrak bola massa 0,220 kg yang sedang diam dari depan. Jika tumbukan tersebut lenting sempurna, berapa laju dan arah masing­masing bola setelah tumbukan?

45 44 5.Bola bilyar dengan massa m A = 0,4 kg bergerak dengan laju v A = 1,8 m/s menabrak bola kedua, yang pada awalnya diam, yang memiliki massa m B = 0,5 kg. Sebagai akibat tumbukan tersebut, bola pertama dibelokkan dengan membentuk sudut 30° dan laju v' A = 1,1 m/s. (a)Dengan mengambil sumbu x sebagai arah awal bola A, tuliskan persamaan­persamaan yang menyatakan kekekalan momentum untuk komponen x dan y secara terpisah. (b)Selesaikan persamaan-persamaan ini untuk mencari v' B, dan sudut,  ', dari bola B. Jangan anggap tumbukan tersebut lenting.


Download ppt "HOME Ilir ilir Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi Lunyu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google