Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NAMA:Dr. Suko Hardjono, Apt,MS. TTL:Malang, 28 September 1952 STATUS:Kawin, 3 Anak dan 2 Cucu ALUMNI FFUA:1972 PENGALAMAN ORGANISASI 1.Pengurus SEMA FFUA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NAMA:Dr. Suko Hardjono, Apt,MS. TTL:Malang, 28 September 1952 STATUS:Kawin, 3 Anak dan 2 Cucu ALUMNI FFUA:1972 PENGALAMAN ORGANISASI 1.Pengurus SEMA FFUA."— Transcript presentasi:

1

2 NAMA:Dr. Suko Hardjono, Apt,MS. TTL:Malang, 28 September 1952 STATUS:Kawin, 3 Anak dan 2 Cucu ALUMNI FFUA:1972 PENGALAMAN ORGANISASI 1.Pengurus SEMA FFUA 2.Anggota BPM FFUA 3.Ketua SEMA FFUA 4.Anggota MPM UA 5.Sekretaris SEMA Pascasarjana 6.Sekretaris I ISFI Jatim 7.Ketua ISFI Jatim 8.Wakil Ketua ISFI Pusat :::::::::::::::: JABATAN STRUKTURAL 1.Sekretaris Jurusan 2.Pembantu Dekan 3 FFUA 3.Pembantu Rektor 3 UA 4.Anggota SAU :::::::: MOTTO HIDUP:Bermanfaat Untuk Sesama

3 TUJUAN BELAJAR SUMPAH DAN ETIK 1.Mahasiswa mengenal Sumpah Apoteker dan Kode Etik Apoteker Indonesia; 2.Mahasiswa belajar mengamalkan Sumpah Apoteker dan Kode Etik Apoteker Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

4 APOTEKER Sarjana Farmasi yang telah lulus pendidikan profesi Apoteker LULUSAN SLTA PENDIDIKAN TINGGI FARMASI APOTEKER SARJANA FARMASI TANGGUNG JAWAB SECARA ETIK TANGGUNG JAWAB SECARA HUKUM PRAKTEK PROFESI DIAMBIL SUMPAH

5 CIRI – CIRI PROFESI : 1.Harus dilatar belakangi suatu latihan atau pendidikan ketrampilan dan intelektual yang sistematis; 2.Ukuran keberhasilannya bukan hanya atau tidak selalu bersifat materi; 3.Harus berpihak kepada masyarakat; 4.Ketidak hadiran di bidangnya dirasakan kehilangan bagi masyarakat untuk siapa ia mengabdi; 5.Menyadari akan keterbatasannya bahwa suatu profesi tidak pernah dapat memecahkan masalah di bidangnya secara sempurna, karena itu ia harus selalu meningkatkan dan memperdalam ilmu dalam profesinya.

6 SEBELUM PRAKTEK APOTEKER HARUS DIAMBIL SUMPAHNYA KARENA MEMPUNYAI KEWENANGAN PROFESI YANG TIDAK BISA DICAMPURI OLEH PROFESI LAINNYA PERLU DIBERI BATASAN / RAMBU-RAMBU

7

8 SUMPAH / JANJI *) APOTEKER Demi Allah Saya Bersumpah/Saya Berjanji *) bahwa : 1.Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan; 2.Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker; 3.Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;

9 4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian; 5. Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian, atau Kedudukan Sosial; 6. Saya ikrarkan sumpah / janji *) ini dengan sungguh-sungguh dan penuh keinsyafan.

10 BELAJAR MENGAMALKAN SUMPAH APOTEKER 1.Belajar untuk memperhatikan kebutuhan orang lain dan tidak egois; 2.Belajar bagaimana kita memperlakukan makhluk hidup sebagai ciptaan Tuhan; 3.Belajar untuk tidak menceriterakan rahasia teman atau orang lain; 4.Belajar mempergunakan pengetahuan kefarmasian kita untuk keperluan yang tidak merugikan orang lain; 5.Belajar menjalankan tugas dengan baik dan benar; 6.Belajar tidak membeda-bedakan antara mahasiswa yang satu dengan lainnya.

11

12

13 ETIK berasal dari kata Ethos Yang berarti watak kesusilaan adalah kumpulan ketentuan tentang watak dan perilaku yang baik dari anggota suatu profesi, yang harus ditaati oleh anggota profesi itu berdasarkan kesepakatan anggota profesi itu sendiri KODE ETIK PROFESI: KODE ETIK APOTEKER : adalah kode etik yang harus ditaati oleh anggota IAI berdasarkan kesepakatan yang diputuskan dalam Kongres IAI IKATAN MORAL

14 HUBUNGAN DOKTER - APOTEKER - PASIEN DOKTER PASIEN APOTEKER MENENTUKAN JENIS DAN DOSIS OBAT MEMERIKSA DAN MENDIAGNOSE PENYAKIT MENYERAHKAN MENJELASKAN DAN MEMONITOR OBAT

15 TUHAN YANG MAHA ESA SUMPAH APOTEKER KODE ETIK APOTEKER KEWAJIBAN UMUM KEWAJIBAN TERHADAP PENDERITA KEWAJIBAN TERHADAP TEMAN SEJAWAT KEWAJIBAN TERHADAP PETUGAS KESEHATAN IKATAN MORAL

16 KODE ETIK APOTEKER INDONESIA MUKADIMAH Bahwasanya seorang Apoteker di dalam menjalankan tugas kewajibannya serta dalam mengamalkan keahliannya harus senantiasa mengharapkan bimbingan dan keridhaan Tuhan Yang Maha Esa Apoteker di dalam pengabdiannya serta di dalam mengamalkan keahliannya selalu berpegang teguh kepada sumpah/janji Apoteker Menyadari akan hal tersebut Apoteker di dalam pengabdian profesinya berpedoman pada satu ikatan moral yaitu : KODE ETIK APOTEKER INDONESIA

17 BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK: 1.Sebagai mahasiswa Farmasi harus menyadari bahwa keberhasilannya hanya karena bimbingan, petunjuk dan ijin dari Tuhan YME; 2.Sumpah dan Kode Etik Apoteker harus menjadi landasan mahasiswa Farmasi dalam menuntut ilmu kefarmasian; 3.Kode Etik Apoteker sebagai kumpulan nilai atau prinsip harus dicoba untuk digunakan sebagai petunjuk serta standar perilaku oleh mahasiswa Farmasi dalam bertindak dan mengambil keputusan.

18 BAB I KEWAJIBAN UMUM Pasal 1 Seorang Apoteker harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Sumpah/Janji Apoteker. Pasal 2 Seorang Apoteker harus berusaha dengan sungguh- sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia. Pasal 3 Seorang Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya sesuai kompetensi Apoteker Indonesia serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan kewajibannya.

19 1.Setiap mahasiswa Farmasi dalam menuntut ilmu harus didasari oleh sebuah niat luhur untuk kepentingan makhluk hidup; 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tercela, sehingga merugikan orang lain; 3.Setiap mahasiswa Farmasi harus menyadari bahwa kompetensi yang nantinya harus dia miliki hanya bisa didapat melalui proses pembelajaran yang sungguh-sungguh; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

20 Pasal 4 Seorang Apoteker harus selalu aktif mengikuti perkembangan di bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya. Pasal 7 Seorang Apoteker harus menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya. Pasal 8 Seorang Apoteker harus aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya.

21 arus selalu aktif mencari informasi agar dapat mengikuti perkembangan di bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya. 1.Setiap mahasiswa Farmasi harus selalu aktif mencari informasi agar dapat mengikuti perkembangan di bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya. 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar bagaimana menyampaikan informasi kepada orang lain secara efektif dan efisien; 3.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk selalu memberikan informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang sudah diyakini kebenarannya; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

22 Pasal 5 Di dalam menjalankan tugasnya seorang Apoteker harus menjauhkan diri dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentangan dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian. Pasal 6 Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

23 erusaha untuk tidak mencari keuntungan pribadi dengan merugikan atau mengorbankan teman lainnya atau orang lain; 1.Berusaha untuk tidak mencari keuntungan pribadi dengan merugikan atau mengorbankan teman lainnya atau orang lain; 2.Belajar bagaimana menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya; 3.Agar menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya setiap mahasiswa Farmasi harus belajar selalu jujur, disiplin, penuh integritas dan melakukan perbuatan yang tidak tercela; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

24 BAB II KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP PENDERITA Pasal 9 Seorang Apoteker dalam melakukan praktik kefarmasian harus mengutamakan kepentingan masyarakat, menghormati hak azasi pasien dan melindungi makhluk hidup insani.

25 elajar untuk mengutamakan kepentingan penderita, masyarakat atau teman lainnya; 1.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk mengutamakan kepentingan penderita, masyarakat atau teman lainnya; 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat, khususnya bayi, anak-anak dan orang lain yang dalam kondisi lemah; 3.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, terutama dilingkungannya. 4.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk mendiskusikan setiap permasalahan sebelum mengambil keputusan; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

26 BAB III KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP TEMAN SEJAWAT Pasal 10 Seorang Apoteker harus memperlakukan teman Sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Pasal 11 Sesama Apoteker harus selalu saling mengingatkan dan saling menasehati untuk mematuhi ketentuan-ketentuan Kode Etik. Pasal 12 Seorang Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan kerjasama yang baik sesama Apoteker di dalam memelihara keluhuran martabat jabatan kefarmasian, serta mempertebal rasa saling mempercayai di dalam menunaikan tugasnya.

27 elajar untuk menghargai temannya dan berusaha memperlakukan sesama teman sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan; 1.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk menghargai temannya dan berusaha memperlakukan sesama teman sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan; 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk menjaga komunikasi sesama teman; 3.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk mengingatkan secara santun kepada temannya yang berbuat kurang baik tanpa harus mempermalukan temannya tersebut; 4.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk saling mempercayai sesama teman; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

28 BAB IV KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP TEMAN SEJAWAT PETUGAS KESEHATAN LAINNYA Pasal 13 Seorang Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan untuk membangun dan meningkatkan hubungan profesi, saling mempercayai, menghargai dan menghormati sejawat petugas kesehatan lain. Pasal 14 Seorang Apoteker hendaknya menjauhkan diri dari tindakan atau perbuatan yang dapat mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya kepercayaan masyarakat kepada sejawat petugas kesehatan lain.

29 elajar untuk membuat jejaring dengan mahasiswa Farmasi dari universitas lain dan dengan mahasiswa pada bidang ilmu atau profesi yang berbeda; 1.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk membuat jejaring dengan mahasiswa Farmasi dari universitas lain dan dengan mahasiswa pada bidang ilmu atau profesi yang berbeda; 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk mengingatkan secara santun kepada temannya dari bidang ilmu atau profesi lain, yang berbuat kurang baik, tanpa harus mempermalukan temannya tersebut; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

30 BAB V PENUTUP Pasal 15 Seorang Apoteker bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia dalam menjalankan tugas kefarmasiannya sehari-hari. Jika seorang Apoteker baik dengan sengaja maupun tak sengaja melanggar atau tidak mematuhi Kode Etik Apoteker Indonesia, maka dia wajib mengakui dan menerima sanksi dari pemerintah, ikatan/organisasi profesi farmasi yang menanganinya (IAI) dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 08 Desember 2009

31 elajar untuk menerima dengan lapang dada, setiap teguran atau sanksi dari kelompoknya maupun fakultas atau universitas, apabila ia melakukan kesalahan atau perbuatan yang kurang baik; 1.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk menerima dengan lapang dada, setiap teguran atau sanksi dari kelompoknya maupun fakultas atau universitas, apabila ia melakukan kesalahan atau perbuatan yang kurang baik; 2.Setiap mahasiswa Farmasi harus belajar untuk memperbaiki setiap kesalahan atau perbuatannya yang kurang baik; BELAJAR MENGAMALKAN KODE ETIK:

32


Download ppt "NAMA:Dr. Suko Hardjono, Apt,MS. TTL:Malang, 28 September 1952 STATUS:Kawin, 3 Anak dan 2 Cucu ALUMNI FFUA:1972 PENGALAMAN ORGANISASI 1.Pengurus SEMA FFUA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google