Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JILBAB BUSANA MUSLIMAH Oleh : Dra. Fatimah Mahmudi, MA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JILBAB BUSANA MUSLIMAH Oleh : Dra. Fatimah Mahmudi, MA."— Transcript presentasi:

1

2 JILBAB BUSANA MUSLIMAH Oleh : Dra. Fatimah Mahmudi, MA

3 JILBAB BUSANA MUSLIMAH Disyariatkannya wanita berbusana muslimah dengan tujuan untuk : 1. Menjaga 1. Menjaga kesucian 2. Memiliki 2. Memiliki kedudukan yang tinggi tinggi dan mulia 3. Mencegah 3. Mencegah kerusakan yang ditimbulkan ditimbulkan akibat tabarruj (berhias diri) 4. Menjaga 4. Menjaga dirinya dari gangguan orang orang lain 5. Sebagai 5. Sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sasaran sorotan mata dan pusat perhatian

4 Perintah Menutup Aurat "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.... (QS. Al A'raaf (7) : 26)

5 Aurat Laki-laki Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut "Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di "Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di depan Ma'mar kedua pahanya terbuka, maka sabdanya : “Hai Ma'mar ! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat" (HR. Bukhari, Ahmad, Hakim) Rasulullah Saw bersabda: Rasulullah Saw bersabda: “Aurat laki-laki ialah antara pusat sampai dua lutut”. [HR. Ad Daruquthni dan al-Baihaqi)

6 Aurat Wanita Pembahasan aurat wanita dibagi menjadi tiga keadaan, yaitu: Di hadapan suami mereka maka wanita boleh menampakkan seluruh bagian tubuhnya. Di hadapan suami mereka maka wanita boleh menampakkan seluruh bagian tubuhnya. Di hadapan muhrimnya dan orang-orang yang disebut dalam Qs. an-Nûr [24]: 31, maka baginya boleh menampilkan bagian tertentu dari anggota tubuhnya yaitu anggota badan yang biasanya dijadikan tempat perhiasan, seperti: kepala seluruhnya, tempat kalung (leher), tempat gelang tangan (pergelangan tangan) sampai pangkal lengan dan tempat gelang kaki (pergelangan kaki) sampai lutut. Di hadapan muhrimnya dan orang-orang yang disebut dalam Qs. an-Nûr [24]: 31, maka baginya boleh menampilkan bagian tertentu dari anggota tubuhnya yaitu anggota badan yang biasanya dijadikan tempat perhiasan, seperti: kepala seluruhnya, tempat kalung (leher), tempat gelang tangan (pergelangan tangan) sampai pangkal lengan dan tempat gelang kaki (pergelangan kaki) sampai lutut.

7 “….dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Qs. an-Nûr [24]: 31). “….dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Qs. an-Nûr [24]: 31). "Hai Asmaa' ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)" (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a) "Hai Asmaa' ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)" (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a) Yang dimaksud dengan yang biasa nampak daripadanya adalah wajah dan telapak tangan. Karena dua bagian ini yang biasa nampak dari wanita muslimah di hadapan Rasul Muhammad Saw (baik dalam sholat, haji maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar sholat dan haji) dan Rasul mendiamkannya sementara ayat-ayat al- Qur’an masih turun. Yang dimaksud dengan yang biasa nampak daripadanya adalah wajah dan telapak tangan. Karena dua bagian ini yang biasa nampak dari wanita muslimah di hadapan Rasul Muhammad Saw (baik dalam sholat, haji maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar sholat dan haji) dan Rasul mendiamkannya sementara ayat-ayat al- Qur’an masih turun. Adapun di hadapan laki-laki selain suami dan muhrimnya maka aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun di hadapan laki-laki selain suami dan muhrimnya maka aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

8 Pengertian Jilbab “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” QS. Al-Ahzab (33) : 59) QS. Al-Ahzab (33) : 59) Kerudung merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab Kerudung merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka.....” “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka.....” (Q.S An-Nur (24) : 31) (Q.S An-Nur (24) : 31) Ayat ini turun sebelum ayat tentang jilbab sehingga ayat ini hanya menyampaikan batasan aurat dan perintah memakai kerudung. Ayat ini turun sebelum ayat tentang jilbab sehingga ayat ini hanya menyampaikan batasan aurat dan perintah memakai kerudung.

9 Tuntunan Berjilbab Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31). Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31). Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori) Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori) Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Bukan untuk mencari popularitas. Bukan untuk mencari popularitas. "Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan mem- berinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut." (HR Abu Dawud) "Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan mem- berinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut." (HR Abu Dawud) Sedangkan masalah warna, motif, model dan seterusnya, kita kembalikan saja kepada masing-masing kebiasaan, dengan melihat pada ketentuan-ketentuan di atas. Sedangkan masalah warna, motif, model dan seterusnya, kita kembalikan saja kepada masing-masing kebiasaan, dengan melihat pada ketentuan-ketentuan di atas.

10 Kesalahan-kesalahan Dalam Dalam Berbusana Berbusana Muslimah Tidak menutup aurat secara sempurna Tidak menutup aurat secara sempurna Aurat yang sering ditampakan dalam berbusana muslimah yang salah antara lain: Leher Leher Jilbab terlalu pendek atau karena jilbab yang diterpa angin Lengan Lengan Hanya menggunakan baju berlengan panjang tanpa decker. Sehingga ada bagian lengan yang terlihat bila tangan digerakkan. Rambut Rambut Baik rambut yang terurai didepan, dibelakang atau disekitar daerah telinga tidak boleh terlihat. Kaki Kaki Dianjurkan busana yang panjangnya melebihi mata kaki, atau bahkan sampai menyentuh tanah. Atau mengenakan kaus kaki, dianjurkan dengan warna gelap, bukan dengan warna kulit.

11 Ketat Ketat Hal ini berdasarkan hadist Usamah: Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi). Jilbab terlalu pendek Jilbab terlalu pendek Sering disebut ‘busana muslimah gaul’ yang kadang hanya sepanjang leher dan diikat-ikat dileher, tidak menutup pada bagian dada.

12 Hikmah Memakai Memakai Jilbab Jilbab Dalam Dalam Kehidupan Kehidupan Sehari- hari a) Sebagai identitas seorang muslimah a) Sebagai identitas seorang muslimah "Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud) b) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah) b) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah) c) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab c) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab d) Memperkuat kontrol sosial d) Memperkuat kontrol sosial

13 Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dengan diwajibkannya jilbab sebagai busana muslimah ternyata banyak membawa manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah : "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS.Ali Imran (3) : 191)

14 Contoh kesalahan berjilbab

15

16

17

18 Jilbab yang sesuai tuntunan

19

20

21 JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIIRA


Download ppt "JILBAB BUSANA MUSLIMAH Oleh : Dra. Fatimah Mahmudi, MA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google