Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Reportase Investigatif Teknik Penulisan Berita Session 13 Oleh Ambang Priyonggo, M.A UMN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Reportase Investigatif Teknik Penulisan Berita Session 13 Oleh Ambang Priyonggo, M.A UMN."— Transcript presentasi:

1 Reportase Investigatif Teknik Penulisan Berita Session 13 Oleh Ambang Priyonggo, M.A UMN

2 Jurnalisme Investigatif sebagai sebuah faham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17 Diterapkan media massa di Indonesia kala Orde Baru. Harian pertama yang menerapkan ini Harian Indonesia Raya yang dipimpin Mochtar Lubis.

3 Jurnalisme Investigatif metode peliputan untuk mengungkap kebenaran kasus atau peristiwa secara mendalam... Jurnalisme ini ada ketika terjadi penyimpangan dalam tatanan masyarakat. Pers berperan menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Lalu, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan.

4 Wartawan Investigasi Investigative journalists are going after the truth where it has been obscured, uncovering wrongs and persuading the rest of us to take them seriously, to be affected by their moral reading. (Hugo de Burgh: 2000)

5 Karakter Jurnalisme Investigasi Arismunandar (2008) 1.Merupakan produk kerja asli jurnalis bersangkutan, bukan hasil investigasi dari sebuah instansi pemerintah atau nonpemerintah; 2.Mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha si jurnalis; 3.Berkaitan dengan kepentingan publik.

6 Tiga Bentuk Jurnalisme Investigasi Bill Kovach dan Tom Rosenstiel 1.Pelaporan investigatif orisinal 2.Pelaporan investigatif interpretatif 3.Pelaporan terhadap investigasi

7 Pelaporan investigatif orisinal (original investigative reporting): Pelaporan investigatif orisinal melibatkan reporter itu sendiri dalam mengungkap dan mendokumentasikan berbagai aktivitas subjek, yang sebelumnya tidak diketahui oleh publik. Ini merupakan bentuk pelaporan investigatif, yang sering berujung pada investigasi publik secara resmi, tentang subjek atau aktivitas yang semula diselidiki dan diungkap oleh jurnalis. Ini adalah contoh klasik, di mana pers mendesak lembaga publik (pemerintah), atas nama publik.

8 Teknik Investigatif Orisinal Penggunaan tenaga informan Pemeriksaan catatan/data publik Pemantauan aktivitas dengan sembunyi- sembunyi dan penggunaan penyamaran. Kekuatan analisis komputer (computer assisted reporting)

9 Pelaporan investigatif interpretatif (interpretative investigative reporting): Jenis pelaporan investigatif interpretatif juga menggunakan keterampilan yang sama, seperti pada pelaporan investigatif orisinal, namun menempatkan interpretasi (penafsiran) pada tingkatan yang berbeda.

10 Perbedaan Mendasar pada pelaporan investigatif orisinal, si jurnalis mengungkapkan informasi, yang belum pernah dikumpulkan oleh pihak lain manapun. Tujuannya adalah memberitahu publik tentang peristiwa atau situasi, yang mungkin akan mempengaruhi kehidupan mereka. Sedangkan, pelaporan interpretatif berkembang sebagai hasil dari pemikiran dan analisis yang cermat, terhadap gagasan serta pengejaran fakta-fakta yang diikuti, untuk memadukan semua informasi itu dalam konteks yang baru dan lebih lengkap. Dengan cara ini, diharapkan bisa memberi pemahaman yang lebih mendalam pada publik.

11 Pelaporan terhadap investigasi (reporting on investigations)): Perkembangan terbaru dari jurnalisme investigatif. Dalam hal ini, pelaporan berkembang dari temuan awal atau bocoran informasi, dari sebuah penyelidikan resmi yang sudah berlangsung atau yang sedang dipersiapkan oleh pihak lain, biasanya oleh badan-badan pemerintah

12 Elemen-elemen Jurnalisme Investigatif (1) Mengungkap kejahatan terhadap kepentingan publik, atau tindakan yang merugikan orang lain. (2) Skala dari kasus yang diungkap cenderung terjadi secara luas atau sistematis (ada kaitan atau benang merah). (3) Menjawab semua pertanyaan penting yang muncul dan memetakan persoalan dengan gamblang. (4) Mendudukkan aktor-aktor yang terlibat secara lugas, didukung bukti-bukti yang kuat. (5) Publik bisa memahami kompleksitas masalah yang dilaporkan dan bisa membuat keputusan atau perubahan berdasarkan laporan itu.

13 Skill Kunci Jurnalis Investigasi Wawancara (Interviewing) Observasi (Observing) Mengejar dokumen (Chasing Documents)

14 Proses Reportase Investigatif 1.First Lead/tip (How we began) Info/bocoran awal atas suatu kejadian, peristiwa 2.Sniff Mengendus informasi/bocoran itu lebih dalam 3. Form an Investigative Hypothesis Menyusun suatu hipotesa sebagai fokus dari investigasi

15 Proses Reportase Investigatif 4.Follow the Investigative Trail: Paper, People, Electronic Trails, Field works Mencoba melacak jejak berupa dokumen tertulis, orang-orang yang terlibat, dan material elektronik (termasuk data komputer), dan penyelidikan lapangan

16 Proses Reportase Investigatif 5. Organize information Setelah segala data dan informasi terkumpul, susun dan klasifikasikan sesuai kebutuhan. Analisa dan susun temuan-temuan Anda

17 Proses Reportase Investigatif 6. Fill in the Gaps: More data or interviews Penuhi kekurangan data, informasi, atau wawancara atas temuan-temuan dari informasi yang Anda klasifikasi sebelumnya. 7. Write the Report Penulisan laporan 8. Fact Check: Cek ulang data-data dalam tulisan 9. Libel Check: Teliti apakah tulisan Anda mengandung libel (kebohongan, fitnah) yang berpotensi Anda bisa dituntut secara hukum oleh pihak yang dirugikan

18 Tips Know the law (Pahami hukum) Know the procedures (Pahami prosedur) Focus your research (Fokus riset Anda) Follow the money (Ikuti informasi terkait uang) Just keep digging (terus gali)

19 Skandal Watergate Reporters Bob Woodward, right, and Carl Bernstein, whose reporting of the Watergate case won a Pulitzer Prize, sit in the newsroom of the Washington Post in May Laporan Bob Woodward dan Carl Bernstein yang dibukukan: All The President’s men Former FBI deputy director Mark Felt waves to photographers with his daughter by his side. In 2005, the 91- year-old was identified as 'Deep Throat' the secret source for Bob Woodward

20 Tips dari sang Maestro Bob Woodward Bob Woodward explains the three ways journalists get their information and comments on the future of in-depth journalism in the digital age. 1.People 2.Document 3.Visiting the field Watch THE VIDEO

21 Tips dari sang Maestro Michael Isikoff is an investigative journalist for the United States- based magazine Newsweek. Isikoff had been prepared to break the Monica Lewinsky scandal, but several hours before going to print, the article was killed by top Newsweek executives. As a result, the story broke first on Matt Drudge's Drudge Report the following morning. His book on the subject, Uncovering Clinton: A Reporter’s Story, was named Best Non-Fiction Book of 1999 by the Book of the Month Club. (wikipedia) NEWSWEEK's award-winning Investigative Correspondent Michael Isikoff discusses the importance of "getting behind the story" to break news. WATCH THE VIDEOWATCH THE VIDEO

22 Skandal Bre-X, Busang Investigasi Bondan Winarno dalam buku Bre-X: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi

23 PR untuk Diskusi Baca buku Membongkar Gurita Cikeas (MGC) oleh peneliti dan mantan wartawan Tempo, George Junus Aditjondro. Bedah buku itu dari perspektif Jurnalisme Investigasi. Layakkah itu disebut karya jurnalistik investigasi? Apakah karya itu layak disebut pelaporan investigatif interpretatif? Dari perspektif “verifikasi,” bagaimana Anda melihat data yang disajikan penulis. Download full version buku MGC


Download ppt "Reportase Investigatif Teknik Penulisan Berita Session 13 Oleh Ambang Priyonggo, M.A UMN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google