Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

3.1 Pemahaman Adiksi. 3.2 Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan adiksi Mendiskusikan mengapa adiksi disebut sebagai “brain disease” Memberikan bahasan bagaimana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "3.1 Pemahaman Adiksi. 3.2 Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan adiksi Mendiskusikan mengapa adiksi disebut sebagai “brain disease” Memberikan bahasan bagaimana."— Transcript presentasi:

1 3.1 Pemahaman Adiksi

2 3.2 Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan adiksi Mendiskusikan mengapa adiksi disebut sebagai “brain disease” Memberikan bahasan bagaimana zat psikoaktif mempengaruhi otak

3 3.3 Pertanyaan untuk Kelas Apa itu adiksi?

4 3.4 Prinsip Utama Adiksi Penggunaan zat adalah perilaku sadar yang dapat dicegahTetapi Adiksi zat bukanlah hanya penggunaan zat yang berlebihan

5 3.5 Adiksi Adiksi adalah penyakit otak yang kronik dan mudah kambuh yang ditandai dengan pencarian dan penggunaan zat yang kompulsif, walaupun mengetahui dampak negatifnya.

6 3.6 Penyakit Perubahan fungsi dan struktur normal dari pelbagai bagian tubuh, organ atau sistem Seperangkat tanda-tanda dan gejala khas

7 3.7 Keilmuan Adiksi Kemajuan dibidang kedokteran dan teknik- teknik keilmuan membuat para peneliti memperoleh penjelasan mengenai apa itu adiksi :  Penelitian genetik canggih  Pencitraan

8 3.8 Pencitraan Otak PET MRI SPECT

9 3.9 Penyakit PENYAKIT OTAK DAN JANTUNG MENYEBABKAN PERUBAHAN- PERUBAHAN BIOLOGIS

10 3.10 Penyakit kronis Berlangsung lama Tidak bisa disembuhkan tapi dapat dikendalikan

11 3.11 Penyakit kronis Terjadi perubahan-perubahan yang jelas di otak setelah penggunaan zat yang dapat bertahan dalam waktu lama setelah penggunaan zat dihentikanDan Seperti diabetes dan hipertensi, adiksi :  Tidak bisa disembuhkan  Dapat dikendalikan

12 3.12 Penyakit Otak Napza mengubah struktur dan cara kerja otak

13 3.13 Penyakit Kambuhan Karena adiksi bersifat kronis, kekambuhan bukan hanya mungkin tetapi sering terjadi

14 3.14 Kambuh

15 3.15 Lapse dan Relapse Lapse adalah kembali menggunakan zat dalam waktu singkat, seringkali hanya sekali Relapse adalah kembali menggunakan zat dengan cara yang sama seperti sebelum berhenti Lapse dapat menjadi relapse, walaupun tidak selalu demikian Relapse dapat dicegah

16 3.16 Introduksi Fungsi Otak

17 3.17 Komunikasi di Otak Otak adalah pusat komunikasi yang terdiri dari jutaan sel-sel syaraf

18 3.18 Struktur sel syaraf Myelin Sheath

19 3.19 Komunikasi di Otak Jaringan sel-sel syaraf menghantar pesan- pesan timbal balik ke berbagai struktur di otak,sumsum tulang belakang, dan sistem syaraf tepi

20 3.20 Dopamin Dopamine Dopamine Receptor

21 3.21 Komunikasi di Otak Neurotransmitter dan reseptor bekerja seperti kunci dan gembok

22 3.22 Komunikasi di Otak Dopamine Transporters Dopamine

23 3.23 Latihan Komunikasi Otak Normal

24 3.24 Rehat 15 minutes

25 3.25 Kelompok sel-sel syaraf

26 3.26 Komunikasi di Otak Zat psikoaktif memicu sistem komunikasi di otak dan meniru atau mengganggu cara-cara sel otak normal mengirim, menerima dan memproses informasi

27 3.27 Kokain T Transporters

28 3.28 Latihan Napza mempengaruhi komunikasi di otak

29 3.29 Bagian-bagian otak yang paling terpengaruh oleh penggunaan zat Batang otak Cerebral cortex Sistem limbik

30 3.30 Batang Otak Mengontrol fungsi kehidupan kritikal, seperti denyut jantung, pernafasan dan tidur Batang otak

31 3.31 Cerebral Cortex Memproses informasi dari alat –alat indera;juga merupakan pusat berpikir dan pendapat dari otak Cerebral Cortex

32 3.32 Sistem Limbik Berisi sirkuit Penghargaan (reward circuit) dari otak Limbic System

33 3.33 Adiksi dan sirkuit penghargaan Otak kita sudah terkondisi akan jaminan bahwa kita akan mengulangi kegiatan mempertahankan hidup dengan mengaitkannya dengan kesenangan dan Penghargaan

34 3.34 Adiksi dan sirkuit penghargaan Stimulasi berlebihan pada sirkuit Penghargaan,yang memberi penghargaan perilaku alami kita (makan, minum dan perilaku seksual), menghasilkan efek euforia yang selalu dicari oleh orang yang menggunakan zat psikoaktif dan mengajarkan mereka untuk mengulangi perilaku tsb.

35 3.35 Sirkuit yang menghasilkan kesenangan di Otak Pengahargaan dari perilaku penghargaan pada umumnya (makan, seks, dll) Penghargaan dari zat psikoaktif

36 3.36 Adiksi dan Sirkuit Penghargaan Otak menyesuaikan diri terhadap produksi dopamin berlebihan (dan juga transmitter lainnya) dengan mengurangi produksi dopamin atau mengurangi jumlah reseptor

37 3.37 Adiksi dan Sirkuit Penghargaan

38 3.38 Ketersediaan Reseptor Dopamin Source: National Institute on Drug Abuse. (2007). Science & Practice Perspectives, 3(2). Kondisi otak sehat Kondisi otak pengguna kokain kronis Red=High levels of dopamine receptors

39 3.39 Toleransi Membutuhkan lebih banyak zat untuk memperoleh efek yang sama

40 3.40 Progresi Adiksi 1 Keluarga Substance Pekerjaan Olahraga Makanan Teman-teman Latihan Teman-teman Sekolah Substance Keluarga

41 3.41 Progresi Adiksi 2 Keluarga Substance Substance Bekerja OlahragaMakanan Teman-teman Latihan Teman-teman Sekolah Substance

42 3.42 Progresi Adiksi 3 SubstanceSubstance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance Substance

43 3.43 Kriteria ICD-WHO untuk Mendiagnosis Ketergantungan Narkoba Keinginan yang kuat untuk menggunakan zat Kesulitan mengendalikan penggunaan zat Berlanjut menggunakan zat walaupun berakibat membahayakan diri Memprioritaskan penggunaan zat katimbang kegiatan-kegiatan dan kewajiban-kewajiban lain Toleransi meningkat Kondisi putus zat fisik (kadang-kadang)

44 3.44 Mengapa orang mulai menggunakan zat ? Rasa ingin tahu Karena teman-teman menggunakan zat Untuk merasa nyaman; untuk merayakan sesuatu Untuk merasa lebih baik Untuk bekerja lebih baik

45 3.45 Adiksi Tak seorangpun pernah berencana untuk menjadi Pecandu !

46 3.46 Mengapa tidak setiap orang yang mencoba Napza menjadi kecanduan? Kerentanan terhadap adiksi berbeda bagi setiap orang

47 3.47 Mengapa tidak setiap orang yang mencoba Napza menjadi pecandu? Biology/Genes Lingkungan Biologis/ Interaksi lingkungan

48 3.48 Mengapa tidak semua orang yang mencoba Napza menjadi pecandu? Antara 40 dan 60 persen kerentanan individu terhadap napza adalah genetik

49 3.49 Mengapa tidak setiap orang yang mencoba Napza menjadi pecandu? Faktor-faktor Lingkungan yang berperan  Rumah  Sekolah  Tetangga  Keluarga dan teman  Kebiasaan budaya

50 3.50 Mengapa tidak setiap orang yang mencoba Napza menjadi pecandu? Bagaimana Napza digunakan adalah suatu faktor  Mengisap atau menyuntikkan Napza meningkatkan potensi adiktif


Download ppt "3.1 Pemahaman Adiksi. 3.2 Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan adiksi Mendiskusikan mengapa adiksi disebut sebagai “brain disease” Memberikan bahasan bagaimana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google