Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

I.Sebelum Era Otonomi A. Jalur Program/ Proyek: 1. P2M (Surveilans Terpadu, PWS) 2. Gizi (SKPG) 3. Farmasi (LP/LPO) 4. SDMK (SIMKA, SIPTK, SINAKES, SISDK)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "I.Sebelum Era Otonomi A. Jalur Program/ Proyek: 1. P2M (Surveilans Terpadu, PWS) 2. Gizi (SKPG) 3. Farmasi (LP/LPO) 4. SDMK (SIMKA, SIPTK, SINAKES, SISDK)"— Transcript presentasi:

1

2 I.Sebelum Era Otonomi A. Jalur Program/ Proyek: 1. P2M (Surveilans Terpadu, PWS) 2. Gizi (SKPG) 3. Farmasi (LP/LPO) 4. SDMK (SIMKA, SIPTK, SINAKES, SISDK) 5. Litbang (SI-IPTEKKES) 6. Yankes (SPRS, SIMPUS) Mekanisme alur data dilakukan secara manual, surat menyurat, telpon, faximili dan kurir.

3 B. Jalur Pengelola/Bank Data: 1. Profil Kesehatan 2. Peta Situasi Kesehatan 3. SP2TP  SP3 4. Minimal Data Set Mekanisme alur data dari puskesmas-DKK- Dinkesprop-Pusat,dilakukan secara manual, surat menyurat, telpon, faximili dan kurir. Publikasi melalui buku dan LAN.

4 II.Setelah Era Otonomi (Pasca UU No. 22/1999) A. Jalur Program/ Proyek: 1. P2M (GIS, CTN, Surveilans Terpadu, PWS) 2. Gizi (SKPG, SIM-GAKY) 3. Farmasi (SIM-OBAT dan SIKER) 4. SDMK (SIMKA, SIMPEG, SINAKES, SIPTK) 5. Litbang (SI-IPTEKKES) 6. Yankes (SPRS, SIMPUS) Mekanisme alur data dilakukan secara manual (sebagian besar sudah dg software), surat menyurat, telpon, faximili, kurir dan internet ( , website)

5 B. Jalur Pengelola/Bank Data: 1. Profil Kesehatan 2. Peta Situasi Kesehatan 3. SP2TP  SP3 4. Minimal Data Set Mekanisme alur data dilakukan secara manual, surat menyurat, telpon, faximili, kurir dan elektronis (LAN, Internet: , website).

6 1.Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 2.Program lingkungan sehat 3.Program upaya kesehatan masyarakat 4.Program upaya kesehatan perorangan 5.Program pencegahan dan pemberantasan penyakit 6.Program perbaikan gizi masyarakat. 7.Program sumber daya kesehatan 8.Program obat dan perbekalan kesehatan 9.Program pengawasan obat dan makanan 10.Program pengembangan obat asli Indonesia 11.Program kebijakan dan manajemen pembangunan 12.Program penelitian dan pengembangan kesehatan

7 diperlukan data dan informasi yang bersifat menyeluruh, meliputi: - Statistik kependudukan - Statistik vital - Statistik penyakit - Statistik lingkungan - Statistik sumber daya kesehatan

8 Sangat diharapkan, bahwa dengan adanya UU 32/2004, PP 39/2001, PP 108/2000, dan KW-SPMBK, dapat menjadikan momentum untuk terbangunnya kembali sistem informasi tersebut, dengan tehnologi informasi sesuai dengan perkembangan jaman, sehingga informasi yang diinginkan dapat diakses dengan cara yang mudah dan cepat, dengan jangkauan luas, dengan akurasi dan kontinuitas yang tepat.

9 1.Azas Desentralisasi : Mendekatkan pengambilan keputusan ke sumber issue. Untuk mengetahui adanya suatu issue, dibutuhkan SIK. 2.SIK adalah perekat dan urat syaraf Sistem Kesehatan. SIK terganggu  Sistem Kesehatan sakit. Dilain pihak, bilamana komitmen komponen2 Sistem lemah untuk bekerja dalam sistem  SIK tidak akan dimanfaatkan. 3.Perlu perumusan & penataan Sistem Kesehatan Propinsi & Kab/Kota dlm rangka pencapaian Indonesia Sehat Data dan variabel yang ada dalam sistem pencatatan dan pelaporan belum dirancang untuk mengukur indikator kesehatan secara khusus. Output juga belum terintegrasi. 5.Apresiasi terhadap penggunaan teknologi masih kurang. 6.Seolah-olah ada hubungan yg putus antara Kab/Kota dengan propinsi serta dengan pusat.

10 1. SISTEM-SISTEM PENCATATAN & PELAPORAN YG ADA BELUM TERKOORDINASIKAN DLM SATU MEKANISME KERJASAMA 2. SEBAGIAN BESAR DAERAH KURANG MEMILIKI KEMAMPUAN UTK MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN 3. PEMANFAATAN DATA & INFORMASI DLM MANAJEMEN KES BELUM OPTIMAL AKIBAT BELUM BERKEMBANGNYA SISTEM KESEHATAN & MANAJEMEN KES DI BERBAGAI TINGKAT 4. PEMANFAATAN DATA & INFORMASI KESEHATAN OLEH MASY CENDERUNG MENINGKAT, TETAPI SISTEM INFORMASI KES BELUM DPT MENGIMBANGINYA 5. PEMANFAATAN TEKNOLOGI TELEMATIKA DALAM SISTEM INFORMASI KES BELUM OPTIMAL 6. DANA UTK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KES MASIH TERBATAS 7. BELUM BANYAK TENAGA PURNA-WAKTU PENGELOLA SISTEM INFORMASI KES YG MENDUDUKI JABATAN FUNGSIONAL

11 ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN Memberikan bimbingan dan pengendalian Sistem Informasi Kesehatan sebagai upaya pengembangan Sistem Kesehatan Pengelolaan Data dan Informasi disesuaikan dengan kebutuhan setiap tingkat organisasi Merupakan integrasi dari sejumlah sub-sistem yang telah ada dan yang akan dikembangkan Digunakan oleh seluruh penyelenggara kesehatan dan di bangun serta dikelola oleh tenaga profesional bidang Teknologi Informasi, Epidemiologi, Statistik Kesehatan dan Administrasi Kesehatan. Dikembangkan sesuai dengan kemampuan wilayah, secara bertahap dan berkesinambungan. Pada proses pengembangannya dilakukan sesuai dengan kaidah- kaidah Sistem Informasi dan terintegrasi. Secara bertahap dikembangkan sistem pengelolaan data dengan prinsip satu pintu melalui (berbasis) web.

12 BATASAN KEBIJAKAN PENGEMBANGA N SISTEM INFORMASI KESEHATAN SIK dikembangkan di tingkat Kab/Kota, Prop dan Pusat untuk mendukung Kab, Kota, Prop dan Indonesia Sehat SIK tidak berdiri sendiri, melainkan bagian fungsional dari sistem kesehatan Dalam SIK perlu dikembangan : Surveilans, SI Program-program khusus, SI Sumber Daya Kesehatan dan Registrasi Vital Dalam SIK harus dikembangkan upaya saling mendukung antara pengumpulan data rutin dan pengumpulan data sewaktu- waktu Di Setiap tingkat harus dibangun pangkalan data yang dapat di olah dan dimanfaatkan setempat serta diakses oleh fihak lain SIK dikembangkan secara bertahap dg ditunjang oleh pengembangan infrastruktur Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi SIK berhubungan dengan sistem informasi lainnya Mengakomodasi kekhususan yang kemungkinan besar tidak dimiliki oleh Dinas Kesehatan Propinsi lainnya

13 VISI, MISI DAN TUJUAN VisiMisi Tujuan INFORMASI YANG LENGKAP, AKURAT, DAN CEPAT MENGANTARKAN JAWA TENGAH SEHAT 2010 Mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan yang komunikatif, informatif dan edukatif Mengembangkan dan membina jaringan kerja sama informasi kesehatan Menyajikan data/informasi yang lengkap, akurat, dapat diakses dengan mudah dan cepat, dengan jangkauan luas Terwujudnya Sistem Informasi Kesehatan yang menyeluruh, berdayaguna dan berhasil guna, yang dapat mengantarkan pembangunan kesehatan mencapai Jawa Tengah Sehat 2010

14 KIE Q.AMOBILISASIPROGRAM SP2RSSP2RS PWS PWS SKPG SKPG GIS, CTN GIS, CTN SIMPUS SIMPUS dll dll OBAT SIKERSIKER SIMOSIMO SDM SI-SDMKES - SIMKA - SITK - SIPTK - SINAKES - SIDIKLAT

15 Manajemen Surveilans Epidemiologi Knowledge Based Service E_Health & Telemedicine G I S Akses Literatur & Informasi

16 1.Subsistem data (database management system - DBMS) 2.Subsistem model (model base management system - MBMS) 3.Subsistem antarmuka (graphic user interface - GUI). Models Base : Sistem Pakar, research, Metodologi, interaktif, dll Databases: Profil, GIS, CTN, Simpus, Simka, dll GUI: INTRANET/ INTERNET Portal User Figure: Komponen Utama SPK

17 1.Berbagai Sistem Informasi yang ada harus dapat men-support dan menjadi payung pengembangan Sistem Informasi Kesehatan yang ada di Propinsi, Kabupaten/Kota. 2.Berbagai SIK harus dapat menjadi pelengkap terhadap sistem yang lain. Harus ada satu mekanisme terpusat untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan output dari masing-masing sub-sistem. 3.Sub sistem yang dikembangkan harus menyediakan informasi yang evidence based yang berguna untuk pendukung pengambilan keputusan. 4.Sumber informasi lain dapat diperoleh melalui stakeholder misal: LSM, Swasta, media masa dan Instansi Pemerintah. 5.Sistem informasi dikembangkan berdasarkan kemampuan atau potensi setempat yang ada, dan secara bertahap dikembangkan pada sistem inforamasi yang berbasis web, sehingga di masing-masing tingkatan dapat saling mengakses secara cepat dan mudah.

18 Alur pelaporan dan informasi Crisis centre ProvProv Kab/Kota Pusk Pusk Kab/Kota LapLap Lap Lap Lap Lap Info Info Info Radio Kom Sarana: Radio Komunikasi; Internet; Intranet; LAN; WAN; Telepon; Faksimili; Surat Radio Kom

19 Perguruan Tinggi Media Masa Swasta, LSM, Masyarkat Lintas Sektor Pusat Data Propinsi Perguruan Tinggi Media Masa Swasta, LSM, Masyarkat Lintas Sektor Pusat Data Kab Perguruan Tinggi Media Masa Swasta, LSM, Masyarkat Lintas Sektor Prog 1Prog 6 Pusat Data Nasional Prog 1 Prog 2Prog 3Prog 4 Prog 6 Prog 5 Prog 1Prog 6

20 PENGELOLAAN DATA & INFORMASI ONE GATE SYSTEM PENGELOLAAN DATA & INFORMASI ONE GATE SYSTEM Data masuk bisa dari semua sumber, data keluar dari satu pintu Data masuk bisa dari semua sumber, data keluar dari satu pintu Di setiap tingkatan memiliki Pusat Data sbg pintu keluar/masuk data Di setiap tingkatan memiliki Pusat Data sbg pintu keluar/masuk data Diperlukan standarisasi data di semua tingkatan Diperlukan standarisasi data di semua tingkatan Laporan yg non data base divalidasi dgn LS/LP terkait sebelum dipublikasikan (Profil Kesehatan, Lapkesda dan SPM) Laporan yg non data base divalidasi dgn LS/LP terkait sebelum dipublikasikan (Profil Kesehatan, Lapkesda dan SPM) Publikasi via web d/a : dan media resmi : Majalah INFOKES, Profil Kesehatan, Hasil Kinerja SPM, Laporan Kesehatan Daerah. Publikasi via web d/a : dan media resmi : Majalah INFOKES, Profil Kesehatan, Hasil Kinerja SPM, Laporan Kesehatan Daerah.www.health-lrc.or.id Setiap rencana pembuatan software yg akan diaplikasikan ke web agar dikonsultasikan dulu ke Pusat Data/info Setiap rencana pembuatan software yg akan diaplikasikan ke web agar dikonsultasikan dulu ke Pusat Data/info Master-plan SIKDA Jawa Tengah akan disusun pada Tahun 2006, diperlukan koordinasi yg baik dgn semua Kab/Kota (sharing dana). Master-plan SIKDA Jawa Tengah akan disusun pada Tahun 2006, diperlukan koordinasi yg baik dgn semua Kab/Kota (sharing dana). Kebijakan ini direncanakan efektif Kebijakan ini direncanakan efektif 2006.

21 KEBUTUHAN VARIABEL & INDIKATOR SPM SPM PROFIL KESEHATAN PROFIL KESEHATAN LAPKESDA LAPKESDA LAPSUS LAPSUS MANAJEMEN SIKDA MANAJEMEN SIKDA LOKAL SPESIFIK LOKAL SPESIFIK

22 YANG ADA SAAT INI STATIC WEBSITE: STATIC WEBSITE: DYNAMIC WEBSITE: DYNAMIC WEBSITE: LOCAL AREA NETWORK ( LAN ) LOCAL AREA NETWORK ( LAN ) JATENG ON LINE JATENG ON LINE LEARNING RESOURCE CENTRE LEARNING RESOURCE CENTRE MAJALAH KESEHATAN: INFOKES MAJALAH KESEHATAN: INFOKES KERJASAMA LINTAS SEKTOR/PROP: KERJASAMA LINTAS SEKTOR/PROP: STATISTIK; BALITBANGDA; BKKBN STATISTIK; BALITBANGDA; BKKBN LITBANGKES, DLL LITBANGKES, DLL MPU & LINTAS BATAS MPU & LINTAS BATAS SUMBER DATA: SUMBER DATA: RUTIN: Bank Data Kab/Kota; Laporan Program(Profil,SPM,Lapkesda) RUTIN: Bank Data Kab/Kota; Laporan Program(Profil,SPM,Lapkesda) NON-RUTIN: SURVEY-SURVEY, SUSENAS NON-RUTIN: SURVEY-SURVEY, SUSENAS LIPUTAN INFOKES & MEDIA MASSA LIPUTAN INFOKES & MEDIA MASSA

23 1.TERBATASNYA SDM YG MENANGANI SIK, meliputi: JUMLAH TENAGA YANG BELUM MEMADAI KURANG TANGGAP AKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI (GAGAP TEKNOLOGI) DISTRIBUSI dan PENEMPATAN YANG KURANG SESUAI BELUM ADANYA SDM PURNA WAKTU (FUNGSIONAL) 2.APRESIASI TERHADAP DATA DAN INFORMASI MASIH KURANG, DALAM HAL INI TERKAIT: PEMBIAYAAN YG KURANG TERUTAMA PADA TK. KAB/KOTA PEMANFAATAN DATA dan INFORMASI YG KURANG OPTIMAL. SISTEM INFORMASI DIANGGAP BELUM PRIORITAS. PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELUM BERDASARKAN FAKTA (EVIDENCE BASED). 3.SISTEM INFORMASI MASIH TERKOTAK-KOTAK BELUM TERINTEGRASI, ADA YG MELALUI JALUR PROGRAM/PROYEK dan JALUR PENGOLAH DATA 4.PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI YG SANGAT CEPAT BELUM DIIMBANGI DG KEMAMPUAN PEMANFAATANNYA. 5.KEMAMPUAN ANGGARAN YG MASIH SANGAT TERBATAS UNTUK PENGEMBANGAN SIK, TERUTAMA PADA TK. KAB/KOTA. 6.BELUM ADA MASTER-PLAN SIKDA JATENG. 7.BELUM ADA APLIKASI SOFTWARE PADA WEBSITE.

24


Download ppt "I.Sebelum Era Otonomi A. Jalur Program/ Proyek: 1. P2M (Surveilans Terpadu, PWS) 2. Gizi (SKPG) 3. Farmasi (LP/LPO) 4. SDMK (SIMKA, SIPTK, SINAKES, SISDK)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google