Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENELITIAN ALFIN MUSTIKAWAN RESEARCH RE – (Kembali) SEARCH – (Mencari) Penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati, teratur dan terus-menerus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENELITIAN ALFIN MUSTIKAWAN RESEARCH RE – (Kembali) SEARCH – (Mencari) Penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati, teratur dan terus-menerus."— Transcript presentasi:

1

2 METODOLOGI PENELITIAN ALFIN MUSTIKAWAN

3 RESEARCH RE – (Kembali) SEARCH – (Mencari) Penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati, teratur dan terus-menerus untuk memecahkan suatu masalah

4 PENGERTIAN PENELITIAN ILMIAH XPenelitian ilmiah adalah pengkajian dan penyelidikan yang hati-hati, sistematis, dan sungguh-sungguh dalam bidang ilmu tertentu. XPenelitian ilmiah adalah investigasi yang sistematis, kritis dan intensif ke arah terbentuknya pengetahuan baru atau yang lebih lengkap tentang subyek yang diteliti. XKedua definisi di atas berkaitan dengan ilmu pengetahuan; definisi pertama menunjuk adanya kegiatan atau proses; dan yang kedua menunjuk perlunya pembentukan atau pengembangan pengetahuan (baru).

5 Penelitian adalah: Sebuah investigasi sistematik yang dirancang untuk menghasilkan suatu pengetahuan / alat / metoda Kegiatan meneliti dalam kehidupan sehari-hari Contoh:- menelusuri silsilah keluarga - jajak pendapat tentang dosen

6 PENELITIAN Suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan. Suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

7 Tujuan melakukan penelitian Untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah.

8 Tujuan Penelitian Untuk mengembangkan pengetahuan (tujuan jangka panjang) Untuk memecahkan masalah (tujuan jangka pendek)

9 Cara Kerja Untuk memahami Objek Penelitian Ilmu yang mempelajari cara untuk memahami objek penelitian METODOLOGI PENELITIAN METODE PENELITIAN

10 observable, measureble. testable Fase III: Pengumpulan Dt Membuktikan Observasi Indra FILSAFAT POSITIVISTIK Fase 1: Formulasi Hip Fase II: Dpt, diuji KEBENARAN ILMIAH eksperimen

11 ASUMSI PARADIGMA POSITIVISTIK 1.Hipotesis diperoleh dari teori yang dapat dikonfirmasi atau tidak melalui observasi. Observasi harus independen terhadap teori 2.Observasi yang dilakukan bebas nilai. 3.Pengujian pengetahuan hanya terbatas pada fenomena yang diamati. 4.Fenomena yang diamati secara umum konsisten dengan serting dan periode waktu.

12 POSITIVISTIK DENGAN ASUMSI-ASUMSINYA FILOSOF KRITIK REVISI POST- POSITIVISTIK PENELITIAN KUALITATIF PENELITIAN KUANTITATIF PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG KEBENARAN ILMIAH

13 THE LOGIC OF SOCIAL SCIENCE (Walter L. Wallace) THEORIES EMPIRICAL GENERALIZATION HYPOTHESIS METHOD OBSERVATION (FINDING) LOGICAL DEDUCTION INSTRUMENTATION & OPERATIONALIZATION SCALLING & MEASUREMENT LOGICAL INDUCTION METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF

14 SIKLUS PENELITIAN ILMIAH RASIONAL EMPIRIS KUALITA TIF INDUKTIF KUANTITA TIF-DEDUKTIF tindakan stimulus otak Interpretasi/ kesimpulan Kajian teori Hipotesis operasional Pengumpulan dan analisis data Hint Teoritisasi/ konsepsi Masalah Menerima/ menolak hipotesis Desain penelitian Hipotesis konseptual Teori

15 JENIS PENELITIAN BasicApplied Research

16 Exploration Research Research (Base on Level of Analysis) Descriptive Research Explanation Research

17 EXPERIMENT RESEARCH Research (Base on Method) NON EXPERIMENT RESEARCH PreExperiment TrueExperiment QuasiExperiment ExposeFacto Correlational CausalComparative Survey DevelopmentStudy Time Series Longitudinal Crossectional Descriptive

18 Research Menurut filsasat) ( Menurut filsasat) Positivisme meliputi pokok Phenomenologis  Membatasi penelitian pada hal-hal yang positif yakni yang dapat diuji secara empiris  Menggunakan bahasa yang jelas (teori arti); variabel dan atributnya perlu dijelaskan  Menggunakan logika; argumentasi ilmiahnya perlu memenuhi syarat logika  Menunjukkan cara untuk justifikasi; menyajikan rancangan pengujian empiris serta melakukan pengujian empiris (teori pengetahuan  Ilmu alam dan ilmu sosial praktis semuanya menggunakan metoda dengan dasar positivisme (positivisme logika)  Menyeluruh (wholistic), tidak melihat sasaran penelitian dalam bagian- bagiannya  Manusia sebagai pengukur sehingga manusia melakukan observasi  Hasil observasi diungkapkan dalam bentuk uraian kualitatif  Sasaran menurut pilihan, biasanya, suatu sasaran yang cukup sempit  Ilmu budaya sering menggunakan dasar penelitian secara phenomenologis

19 Research Menurut Logika PENELITIAN INDUKTIF Dari data yang sangat banyak dan sangat lama menemukan adanya keteraturan Memastikan keteraturan itu Menemukan penjelasan dari keteraturan itu (teori baru) Dilanjutkan dengan penelitian deduktif  Menggunakan teori, hukum, atau premis lainnya untuk menemukan jawaban pada satu hal tertentu (hipotesis)  Menguji hipotesis itu secara empiris PENELITIAN DEDUKTIF

20

21 PROSES PENELITIAN Experi mental designed Relevant theories and concept Final report Findings Problem Hypotheses (with variables labeled) Predic tions Relevant findings Measure ment devices reading thinking literature search deduction induction operationally and defining variable designing Operationalizing data collection and analysis

22 1. Identifikasi masalah; 2. Kajian literatur; 3. Merumuskan hipotesis; 4. Mengidentifikasi dan membuat label-label variabel; 5. Merumuskan definisi operasional variabel; 6. Memanipulasi dan mengkontrol variabel; 7. Merancang (desain) penelitian; 8. Menentukan subyek penelitian (populasi dan sampel) TAHAP-TAHAP PROSES PENELITIAN 9. Mengidentifikasi dan merancang instrumen dan kelengkapan observasi; 10. Membuat instrumen (contohnya kuesioner dan cara apengambilan data; 11. Pengolahan data 12. Menentukan analisisnya (analisis statistiknya); 13. Menulis hasil penelitian.

23 1. Identifikasi masalah; Gap antara apa yg seharusnya (Das Sollen) dan apa yg ada dalam kenyataan (Das Sein) Teori tidak sesuai dg kenyataan Realisasi tidak mencapai sasaran Situasi berjalan kurang dari apa yang seharusnya Fenomena yg tidak sepenuhnya difahami Pengertian : Permasalahan

24 2. Kajian literatur; SUMBER: UMUM (TEXTBOOK: TEORI, HUKUM, DALIL, DLL) KHUSUS (LAPORAN PENELITIAN, JOURNAL : BERBAGAI HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN) KAJIAN LITERATUR BERISI: LANDASAN TEORI BERBAGAI HASIL PENELITIAN

25 MODEL KONSEPTUAL DROP OUT SISWA DARI ROM BEAN AND MATZNER (1985) Background and definishing variables Age Enrollment Status Residence Educational Goals High School Performance Ethnicity Gender Academic variables Study habits Academic advising Absenteeism Major certainty Course availability Environmental variables : Finances Hours of employment Outside encouragement Family responsibility Opportunity to transfer Academicoutcome G P A Intent to leave Psichologycal outcomes Utility Satisfaction Goal commitment Stress Drop out Social integration variables

26 WH. Mosley and Lincoln C. Chen, An Analytical Framework for the Study of Child Survival in Developing Countries, Determinan sosial ekonomi Faktor ibu Faktor pencemaran lingkungan Faktor tersedianya gizi Faktor luka SehatSakit Hambatan pertumbuhan Mati Faktor pengendalian penyakit perorangan

27 KERANGKA PIKIR Dinyatakan dalam skema/ diagram Uraian hubungan antar variabel yang terkait dengan masalah yang akan diteliti Sesuai dengan rumusan masalah dan tinjauan kepustakaan Penjelasan bentuk narasi mencakup identifikasi variabel, jenis dan hubungan antar variabel

28 KERANGKA KONSEP MASALAH PENELITIAN TEORI HASIL PENELITIAN HIPOTESIS

29 TEORI DAN HIPOTESIS The Traditional Image of Science RESEARCH PROBLEM HYPOTHESIS THEORITICAL UNDERSTANDING

30 KERANGKA KONSEP kematian bayi pendidikan ibu pekerjaan ibu jumlah anak perilaku kesehatan ibu kesa ki tan jarak kelahiran sanitasi lingkungan

31 4. IDENTIFIKASI DAN MEMBUAT LABEL VARIABEL VARIABEL YANG DIKAJI: 1. Pendidikan ibu 2. Pekerjaan ibu Kematian bayi LABEL VARIABEL: X1 = Pendidikan ibu X2 = Pekerjaan ibu X3 =..... Y = Kematian bayi

32 3. Merumuskan hipotesis; Konsep hipotesis: Hipotesis penelitian adalah dugaan yang perlu Diverifikasi atau dibuktikan benar Salahnya RUMUSAN HIPOTESIS 1. Jelas (clear). 2. Dapat diukur. 3. Spesifik, operasional antar variabel. 4. Dapat diuji secara empiris (empirical testing). 5. Dan hipotesis selalu engambil kalimat pernyataan (deklaratif) dan menghubungkan secara umum ataupun khusus variabel satu dengan yang lain

33 HIPOTESIS TIDAK DITERIMA Disebabkan: 1. Landasan teorinya kurang tepat. 2. Sampelnya kurang representatif. 3. Instrumen penelitiannya kurang valid dan reliabel. 4. Rancangan (desain) penelitiannya kurang tepat. 5. Salah hitung. 6. Kurang tepat memilih variabel. 7. Ada variabel lain yang lepas dari perhatian peneliti (tidak terkontrol).

34 Klasifikasi variabel Dependent variable Intervening variable Independent variable Moderator variable Controle variable random variable confounding variable Anticedent variable

35 5. Merumuskan definisi operasional variabel; Dirumuskan secara operasional, dalam definisi operasional sudah dapat menunjukkan jenis data, instrumen, cara pengumpulan data, skala data. Contoh: Kematian bayi adalah jumlah bayi yang meninggal yang pernah dilahirkan seorang ibu yang meninggal sebelum umur satu tahun. Tingkat pendidikan ibu adalah jenjang pendidikan formal terakhir seorang ibu yang dibuktikan dengan dokumen ijazah.

36 DEFINISI OPERASIONAL Memudahkan pengumpulan data dan menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup variabel Definisi variabel kunci / penting yang dapat diukur secara operasional dan dipertanggungjawabkan (referensi jelas) Memuat batasan variabel bebas dan variabel terikat, serta istilah yang dipakai untuk menghubungkan variabel-variabel

37 SKALA PENGUKURAN NOMINAL ORDINAL INTERVAL RATIO N O I R

38 SKALA NOMINAL : Karakteristik Skala Nominal: 1. Bersifat kategorial 2. Angka yang tertera hanya berupa label tidak punya makna 3. Tidak memiliki order (tingkatan) Contoh: Jenis kelamin: W – L Pendapat : ya-tidak Warna: Merah-Kuning-Hijau,

39 SKALA ORDINAL : Karakteristik skala Ordinal: 1.Bersifat kategorial 2.Sudah ada orde (tingkatan) 3.Mempunyai inteval tidak sama Contoh: Kepangkatan Militer : Jenderal (4), Letnan Jenderal (3) Mayor Jenderal (2) dan Brigadir Jenderal (1) Skala sikap: sangat setuju (5), setuju (4), ragu-ragu 3), tidak setuju (2), sangat tidak setuju (1)

40 SKALA INTERVAL : Karakteristik skala interval: 1.Ada orde (tingkatan) 2.Mempunyai interval sama 3.Mempunyai nilao nol tidak mutlak Contoh: temperatur udara (4 o C, -10 o C, 0 o C) ketinggian tempat ( 25 m dpl, -50 m dpl, 0 m dpl) skor ujian siswa 6, 8, 9, dst.

41 SKALA RATIO; Karakteristik skala rasio: Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Contoh: Tingkat pendapatan per bulan (Rp) Umur seseorang Artinya seseorang tidak dapat berumur mulai nol tahun dan seseorang harus memiliki berat badan di atas nol. berat badan, tinggi pohon, tinggi badan, jarak, panjang dll.

42 6. Memanipulasi dan mengkontrol variabel; VARIABEL EKSTERNAL PERLU DIKENDALIKAN DENGAN CARA MATCHING DUA KELOMPOK MANIPULASI (INTERVENSI) VARIABEL YANG DITELITI

43 7. MERANCANG (DESAIN) PENELITIAN DESAIN: 1. EKSPERIMEN 2. NON EKSPERIMEN CONTOH DESAIN: E O1 --- x ---- O2 R K O O4 PRE-POST CONTROLED EXPERIMENTAL DESIGNED E= KEL EXP K = KEL KONTROL O1 = PRETEST SEBELUM PERLAKUAN KEL EXP O2 = POSTTEST SETELAH PERLAKUAN KEL EXP O3 = PRETEST KEL KONTROL O4 = POSTTEST KEL KONTROL X = INTERVENSI (DIBERI PERLAKUAK METODE DISKUSI - = TIDAK ADA PERLAKUAN

44 DESAIN Untuk menjawab pertanyaan penelitian Meminimalkan kesalahan dengan memaksimalkan reliabilitas dan validitas. Jenis tergantung dari permasalahan diketahui/sumber data didapat Eksperimental (studi intervensi, murni atau kuasi/perbandingan:uji klinik, laboratori, intervensi masyarakat,kebijakan program) atau Non eksperimental (observasional/non-intervensi: eksploratif, deskriptif, analitik).

45 KEPUITUSAN MEMILIH METODE DAN RANCANGAN PENELITIAN 1. Cause-Effect Relationship? 2. Independent Variable Manipulated? 3. Relationship Prediction? 4. Current Condition? No Experimental Yes No Yes Causal-Comparative No Yes Correlational No Yes Descriptive Historical

46 8. Menentukan subyek penelitian (populasi dan sampel) SUBYEK PENELITIAN SEKOMPOK SUBYEK YANG MEMPUNYAIKARAKTERITIK SAMA = POPULASI POPULASI PENELITIAN PERLU DEFINISIKAN: KRITERIA INKLUSI KRITERIA EKSLUSI

47 KRITERIA INKLUSI Persyaratan umum dapat diikutsertakan kedalam penelitian Dinyatakan dengan jelas dan logis Mencakup karakteristik subyek, demografis, geografis, dan periode waktu

48 KRITERIA EKSKLUSI Keadaan yang menyebabkan subyek yang memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikursertakan Dinyatakan dengan jelas dan logis Penelitian klinis: adanya kontra indikasi, penyakit lain, kepatuhan pasien, pasien menolak diteliti, dan masalah etik

49 SAMPEL Sampel : Individu subyek yang mewakili populasinya, senyawa atau sistem BESAR SAMPEL? CARA MENGAMBIL SAMPEL? PROBABILITAS 1.SIMPLE RANDOM SAMPLING 2.SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING 3.STRATIFIED RANDOM SAMPLIMNG 4.CLUSTER RANDOM SAMPLING 5.MULTISTAGE RANDOM SAMPLING ATAU AREA SAMPLING L ∑ N i 2 p i q i/wi i =1 N = L N 2 D + ∑ N i 2 p i q i/wi i =1

50 NON PROBABILITAS 1.PURPOSIVE 2.SNOWBALL 3.INCIDENTAL 4.QUATO 5.CONVINIENCE

51 PEMILIHAN dan ESTIMASI BESAR SAMPEL Sampling: Pemilihan sejumlah unit penelitian dari populasi penelitian Perlu diketahui kelompok populasi yang akan diteliti dan yang mana akan diambil sebagai sampel Disusun kerangka sampling Simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, cluster sampling, multistage sampling

52 ESTIMASI BESAR SAMPEL Perhitungan besar sampel disesuaikan dengan tujuan dan desain penelitian Mempergunakan rumus Penelitian yang hanya mengamati sejumlah kecil individu, dapat melibatkan semua subyek penelitian dalam kelompok tersebut Penelitian yang melibatkan kelompok populasi yang besar, mungkin hanya dapat dilakukan terhadap sebagian anggota populasi yang diteliti dengan pengambilan sampel dari populasi total

53 9. Mengidentifikasi dan merancang instrumen dan kelengkapan observasi; JENIS INSTRUMEN KUESIONER TEST DLL BENTUK INSTRUMEN UJI INSTRUMEN VALIDITAS RELIABILITAS SENSITIFITAS

54 IX. INSTRUMEN PENELITIAN JENIS INSTRUMEN -KUESIONER -TEST -DLL BENTUK INSTRUMEN UJI INSTRUMEN -VALIDITAS -RELIABILITAS -SENSITIFITAS

55 9 PENGOLAHAN DATA EDITINGCODINGTABULATING

56 XI. ANALISIS DATA STATISTIK DESKRIPTIF ANALITIKANALITIK PARAMETRIK NON PARAMETRIKANALISIS KORELASIONAL (MENGHUBUNGKAN) KOMPARASI (MEMBANDINGKAN)

57 SKALA DATA? NOMINAL ORDINAL INTERVAL RASIO PERSYARATAN UJI DAN UJI ASUMSI

58

59 Perbedaan dgn metoda kuantitatif Paradigma dasar: – Metoda kuantitatif : paradigma positivism (fakta-fakta “benar” dan dapat diukur) – Metoda kualitatif : paradigma interpretivism (socially constructed, kompleks, dan selalu berubah) Tujuan penelitian, peran peneliti

60 Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran) (Strauss dan Corbin. 1997) Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku oranbg yang diamati (Bogdan dan Taylor, 1992)

61 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PENELITIAN KUALITATIF 1.Model interpretatif dari Gertz 2.Model Grounded Research 3.Ethnographik-Ethnometodologik 4.Model Interaksi simbolik

62 Metoda Kuantitatif Tujuan : 1.Kejelasan variabel 2.Kaitan / hubungan antar variabel 3.Besarnya masalah 4.Faktor-faktor penyebab 5.Generalisasi

63 Metoda Kuantitatif PENTING : Strategi pemilihan sampel Yang diunggulkan: Disain eksperimen dan RCT (randomized controlled trial) PERAN PENELITI : Mengamati dan mengukur

64 Metoda Kuantitatif PROSES : Relatif tetap Data seobyektif mungkin LAPORAN : Mereduksi data menjadi angka Bentuk dan gaya presentasi : formal

65 Metoda Kualitatif Tujuan : Memahami, menginterpretasi bagaimana responden dalam lingkungan sosialnya membentuk dunia di sekeliling mereka Deskripsi suatu fenomena Arti / interpretasi fenomena tersebut Teori berdasarkan interpretasi

66 Metoda Kualitatif PENTING : Akses ke berbagai perspektif dari responden Disain studi mengutamakan interaksi lama dan mendalam PERAN PENELITI : Alat penelitian / instrumen

67 “Walau mengetahui nama latin bunga mawar, namun bila tak pernah mencium baunya, kita akan luput memahami sebagian besar hakikat mawar tersebut” (Eisner 1981,9)

68 Metoda Kualitatif PROSES : Evolusi LAPORAN : Seni Menulis

69 LANGKAH-LANGKAH Permasalahan Deskripsi – Pembuktian – Evaluasi – Interpretasi – Prediksi Studi Literatur Menyusun kerangka pikir – mempertajam fokus – mendisain proposal – menentukan metoda pengumpulan data – menentukan metoda analisis

70 Lokasi Studi Tempat dan Populasi penelitian Catatan : Studi kualitatif klasik seyogyanya tidak dilakukan di “rumah – halaman” sendiri Daya tarik :akses mudah, dekat, hasil langsung Kerugian:peran peneliti baur, responden tidak memberi penjelasan lengkap, etika, politik

71 STUDI PENDAHULUAN Penting Bersifat terbuka Proses pendekatan Sangat penting – building raport Identifikasi “informan” Cover story : siapa, maksud, tujuan, dsb Kejujuran yang terukur

72 METODA PENGUMPULAN DATA 1)Observasi partisipatori 2)Wawancara mendalam 3)Pengumpulan dokumen 4)Diskusi Kelompok Terarah

73 Observasi partisipatori Pengamat (observer) – Pengamat yang berpartisipasi – Partisipan / responden yang mengamati – Partisipan / responden Tujuan : Memahami pola, norma dan makna perilaku Peneliti belajar dari responden (Spradley 1979, 3)

74 Wawancara Mendalam (in-depth interview) : Studi pendahuluan sangat bermanfaat Topik “pemanasan” Topik spesifik Pertanyaan penutup Hal-hal prinsip : Terbuka Mempunyai pedoman Mendalam Perencanaan – persiapan (alat, mental, dsb) Nyaman – Mudah - Pantas

75 Hal-hal yang membantu lancarnya wawancara :  Sikap antisipatif  Memupuk kepercayaan  Naif  Analitik  Peran paradoks  Non-reaktif, non-direktif, non-judgmental  Terapetik  Gigih mengikuti jawaban  Sabar

76 Masalah dalam wawancara :  Responden tidak konsentrasi  Responden tidak kooperatif – menolak berbicara  Responden sangat suka berbicara  Masalah teknis (alat perekam, catatan)

77 Pengumpulan dokumen Pengumpulan catatan / dokumen yang relevan Tujuan : Membantu memahami fenomena Membantu membuat interpretasi Membantu menyusun teori Membantu validasi data

78 Diskusi Kelompok Terarah Diskusi dengan karakteristik : Kelompok kecil (8 – 12 orang) Homogen (sex, umur, sos-ek, pendidikan, dll) Diskusi bebas-spontan, fokus tertentu Dipimpin fasilitator Dibantu beberapa asisten

79 Manfaat a.l. : Memfokuskan penelitian Menentukan topik-topik wawancara Pelengkap hasil wawancara Mengembangkan teori Istilah-istilah khusus

80 Persiapan : Menetapkan tujuan DKT Menetapkan topik-topik diskusi (fleksibel) Pemilihan / mengundang peserta Tempat – pengaturan duduk - nama Asisten – pembagian tugas Alat perekam

81 Fasilitator : Pembukaan: mencairkan suasana, menetapkan aturan main, rendah hati Tugas: memimpin dan menjaga alur diskusi Penutup: komentar, terimakasih

82 Asisten : 1.Proses diskusi, proses perekaman 2.Membuat catatan: tanggal, jam mulai dan selesai, keterangan singkat dan deskripsi tentang peserta, tempat DKT dan komentar 3.Dinamika kelompok, jalannya DKT 4.Topik yang disukai, tidak disukai 5.Istilah lokal, sikap responden 6.Mengingatkan fasilitator: topik, dominasi responden, dll

83 ANALISIS DATA Selama penelitian 1.Penulisan Memo (catatan pribadi - kontemplasi) 2.Transkripsi hasil rekaman / catatan 3.Evaluasi harian / mingguan / bulanan 4.Kodifikasi awal 5.Cara menyusun data

84 ANALISIS DATA Langkah-langkah 1.Kategorisasi 2.Membuat matriks 3.Matematik sederhana 4.Ringkasan dari tiap responden 5.Kontekstualisasi 6.Analisis naratif 7.Susun teori

85 ANALISIS DATA 1.Proses validasi : Triangulasi – Subyek (responden) – Metoda pencarian data – Teori / kerangka konsep 2.Untuk memastikan reliabilitas : – Deskripsi tebal – Sampel responden dari semua kemungkinan karakteristik yang ada – Sampel waktu – Pendekatan lama dan erat

86 HASIL ANALISIS berbentuk cerita bersifat personal deskripsi tebal naratif seluruh cerita seorang / lebih responden dapat dibantu tabel frekuensi distribusi

87

88 Penelitian Ilmiah Kualitas Penelitian 1. Komponen kualitas penelitian Patokan pada penelitian adalah kualitas yang mencakup Kualitas substansi Kualitas penalaran Kualitas metoda atau prosedur Kualitas literatur Kualitas format penulisan Kualitas bahasa Kualitas tata tulis Kualitas presentasi

89 2. Indikator Kualitas Penelitian Indikator kualitas penelitian mencakup, di antaranya Originalitas Keaslian, yakni apakah baru pertama kali diteliti orang, menunjukkan kualitas tinggi Variabel Makin abstrak (ke arah konstruk) sehingga makin luas keberlakuannya makin tinggi kualitasnya Kaitan variabel Makin banyak variabel (multivariat) makin sulit Literatur Makin menyentuh otoritas ilmu dari penulis makin baik Generalisasi Makin general (rampat) makin baik

90 Penelitian Ilmiah Publikasi Publikasi Hasil Penelitian 1. Jenis publikasi Hasil penelitian dipublikasi sehingga diketahui oleh para pakar serumpun Jenis publikasi meliputi Laporan hasil penelitian Seminar ilmiah Artikel di jurnal ilmiah Yang paling tinggi nilainya adalah artikel ilmiah di jurnal

91 Laporan Hasil Penelitian Fungsi Fungsi laporan penelitian mencakup Sebagai dokumentasi Sebagai pertanggungjawaban Sebagai sumber informasi Penulisan Biasanya ada format baku tentang penulisan laporan yang ditentukan oleh bidang ilmu dan lembaga Biasanya bentuk tulisan adalah esei Biasanya mengikuti salah satu aturan tata tulis yang ditentukan oleh lembaga

92 Seminar Ilmiah Ada beberapa jenis seminar ilmiah, mecakup Seminar tingkat lembaga Biasanya dilakukan di lembaganya sendiri Seminar tingkat lokal Biasanya di antara rekan seilmu yang dekat (mis. di fakultas) Seminar tingkat nasional Dihadiri oleh pakar nasional Seminar tingkat regional Dihadiri oleh pakar regional Seminar internasional Dihadiri oleh pakar internasional Disajikan sebagai makalah yang dipresentasikan atau sebagai poster

93 Artikel di Jurnal Prosedur Perlu melewati seleksi oleh dewan editor Biasanya hanya sebagian yang diterima Jenis Jurnal Ada yang agak umum di satu bidang ilmu, seperti jurnal ilmu komputer Ada yang sangat spesifik, misalnya, Jurnal Pemuliaan Tanaman Tingkat Lokal Nasional Regional internasional

94 Penelitian Ilmiah Publikasi Catatan kaki Kutipan diberi nomor urut Di kaki halaman (ada kalanya di akhir tulisan, sebagai catatan akhir) dicatat sumber bacaan: nama penulis, judul tulisan, dan fakta publikasinya Catatan nama tanggal Di kutipan diberi tanda kurung dan di dalam tanda kurung itu ditulis nama penulis dan tahun terbitannya Keterangan lengkap dari sumber dapat dilihat di daftar pustaka pada nama dan tanggal itu Catatan numerik Di kutipan diberi kurung siku dan di dalam kurung siku ditulis nomor urut Keterangan lengkap dari sumber dapat dilihat di daftar pustaka pada nomor urut itu

95 Jurnal Ilmiah di Indonesia Diterbitkan oleh perguruan tinggi dan oleh organisasi profesi ilmiah (OPI) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengakreditasi jurnal ilmiah dengan peringkat A B C Tidak terakreditasi Angka kredit untuk jenjang jabatan akademik dosen yang mempublikasikan karya ilmiah ditentukan oleh status akreditasi jurnal ilmiah

96 Etika Jenis etika Etika penelitian Etika publikasi 1. Etika Penelitian Penelitian dapat berdampak Membahayakan diri dan mental manusia Melanggar privacy orang Mengganggu tradisi budaya Membayakan masyarakat Mencemari lingkungan hidup Merusak lingkungan alam Dewan etika Proposal penelitian perlu diperiksa oleh dewan etika (di perguruan tinggi ada juga dewan etika)

97 2. Etika Publikasi Dilarang plagiat atau kutipan tanpa menyebut sumber kutipan Dilarang publikasi ganda (di dua tempat, kecuali disebut di publikasi itu) Memperhatikan privacy nama responden di dalam penelitian (gunakan kode) Semua nama peneliti (jika lebih dari satu) harus ditulis semuanya Urutan nama peneliti (jika lebih dari satu) harus tetap menempatkan nama peneliti utama di awal urutan Kejujuran Ilmiah Penelitian dan Publikasi Penelitian dan publikasi harus dilakukan secara jujur tanpa manipulasi data

98 PERTIMBANGAN IJIN DAN ETIK (KOMISI ETIK) Ijin penelitian dari pemerintah daerah penelitian sesuai dengan peraturan yang berlaku Pertimbangan etik penelitian (subyek manusia dan hewan coba) dan persetujuan dari subyek penelitian ( informed consent ) setelah mendapat penjelasan dari peneliti Surat Persetujuan Pelaksanaan Penelitian (SP3) diterbitkan setelah ada persetujuan Komisi Etik

99

100 Dalam lingkungan Lembaga Penelitian, yang menekan-kan kepada pemanfaatan berbagai bidang ilmu untuk: memahami masalah- masalah yang dipandang penting dalam kehidupan; mengembangkan pilihan-pilihan cara dan sarana yang diharapkan dan dimaksudkan untuk dapat menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

101 Kelompok kajian Pusat-pusat Penelitian dalam lingkungan Lembaga Penelitian adalah: – Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – Pusat Penelitian/kajian tentang Timur Tengah – Pusat Penelitian/Studi Wanita/PSG – Pusat Penelitian

102 Program Unggulan di Bidang Penelitian Oleh karena terbatasnya sumber daya manusia dan sumber pendanaan penelitian maka pengembangan penelitian harus diarahkan pada program – program unggulan dengan kriteria seperti yang sudah disebutkan di atas. Menetukan arah kebijakan penelitian (road map penelitian) serta menentukan topik-topik unggulan tidaklah mudah. Beberapa topik-topik unggulan yang mungkin dikembangkan adalah: Kajian tentang sosial budaya Kajian tentang filsafat islam Kajian tentang manajemen pendidikan islam Kajian tentang sain dan islam Kajian tentang Ekonomi Islam Kajian tentang spirituality in Economics and Management.

103 Program payung: Kajian tentang Ekonomi Islam Area research/tema: 1.Koperasi islam 2.Perbankan Islam Program payung: Kajian tentang manajemen pendidikan islam Area research/tema: 1.Manajemen pendidikan di pondok pesantren 2.Pemodelan pendidikan berbasis kultur Islam Program payung: Kajian tentang sain dan islam 1.Biologi reproduksi dan Islam 2.Bahan kimia produk makanan dan minuman yang dianjurkan Islam 3.Astrifisika/Ilmu Falakh Dll

104 Kelompok peneliti Kajian tentang sosial budaya Kajian tentang filsafat islam Kajian tentang manajemen pendidikan islam Kajian tentang sain dan islam Kajian tentang Ekonomi Islam Kajian tentang spirituality in Economics and Management.

105 PUSAT KAJIAN EK ISLAM PUSAT KAJIAN SOSBUD PUSAT KAJIAN SAIN DNA ISLAM LEMBAGA PENELITIAN PUBLIKASI JURNAL SEMINAR D O S E N KOMISI ETIK PUBLIKASI JURNAL PUBLIKASI JURNAL PUSAT KAJIAN DISIMINASI

106 STRATEGI PENELITIAN BERDAMPAK TINGGI KUALITAS DAN RELEVANSI PENELITIAN EVALUASI, ADAPTASI, DAN ADOPSI HASIL PENELITIAN + DAMPAKDAMPAK KESEJAHTERAAN PENGELOLAAN SDA IMAN DAN TAQWA

107


Download ppt "METODOLOGI PENELITIAN ALFIN MUSTIKAWAN RESEARCH RE – (Kembali) SEARCH – (Mencari) Penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati, teratur dan terus-menerus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google