Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012 PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI PROVINSI BENGKULU.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012 PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI PROVINSI BENGKULU."— Transcript presentasi:

1 1 DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012 PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI PROVINSI BENGKULU

2 2 1. LATAR BELAKANG  Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan yang selanjutnya di sebut PUAP adalah bagian dari pelaksanaan program PNPM-Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran;  PUAP merupakan program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Gapoktan di perdesaan dengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani maupun rumah tangga tani yang tujuannya memberikan kepastian akses pembiayaan yang dikoordinasikan oleh Gapoktan;

3   Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah yang harus segera diatasi dan tidak dapat ditunda serta menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional, oleh karena itu pembangunan nasional berbasis pertanian dan perdesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap pengurangan penduduk miskin;   Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan, Kementerian Pertanian sejak tahun 2008 telah mencanangkan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang merupakan program pemberdayaan masyarakat tani (bagian integral dari PNPM-M) dalam bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota Gapoktan, baik petani pemilik maupun penggarap; Lanjutan

4  Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP di provinsi Bengkulu hingga tahun 2011 telah direalisasikan sebesar Rp ,- yang diperuntukkan kepada 805 gapoktan dengan perincian tahun 2008 = 289 gapoktan, tahun 2009 = 251 gapoktan, tahun 2010 = 139 gapoktan dan tahun 2011 = 126 gapoktan dan akan berlanjut pada tahun 2012; Lanjutan

5   Dana BLM PUAP tersebut diarahkan sebagai cikal bakal/inisiasi dari terbentuknya bagi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA), yang mengelola jasa keuangan untuk membiayai usaha agribisnis skala kecil di perdesaan, baik berbentuk formal maupun non formal.   Melalui pemberdayaan masyarakat tani sampai dengan tahun 2011 sudah terbentuk sebanyak 116 LKMA-PUAP dan pada tahun 2012 ditargetkan dapat memanfaatkan Skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor Pertanian; Lanjutan

6 2. TUJUAN PUAP : > Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah; >Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Usaha; >Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis; >Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan;

7 3. SASARAN PUAP  Berkembangnya usaha agribisnis di desa miskin terjangkau sesuai dengan potensi pertanian desa;  Berkembangnya Gapoktan yang dimiliki dan dikelola oleh petani untuk menjadi kelembagaan ekonomi;  Meningkatnya kesejahteraan rumah tanga tani miskin, petani/peternak (pemilik dan/atau penggarap) skala kecil, buruh tani;  Berkembangnya usaha agribisnis petani yang mempunyai siklus usaha harian, mingguan, maupun musiman.

8 4. INDIKATOR KEBERHASILAN a. OUTPUT : a. OUTPUT : >Tersalurnya dana BLM PUAP kepada petani, buruh tani dan rumah tangga miskin anggota Gapoktan sebagai modal untuk melakukan usaha produktif pertanian; >Tersalurnya dana BLM PUAP kepada petani, buruh tani dan rumah tangga miskin anggota Gapoktan sebagai modal untuk melakukan usaha produktif pertanian; >Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumberdaya manusia pengelola Gapoktan, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. >Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumberdaya manusia pengelola Gapoktan, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. b. OUT COME : b. OUT COME : > Meningkatnya kemampuan Gapoktan dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani anggota baik pemilik, penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani; > Meningkatnya kemampuan Gapoktan dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani anggota baik pemilik, penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani; >Meningkatnya jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha; >Meningkatnya jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha;

9 Lanjutan  Meningkatnya aktivitas kegiatan usaha agribisnis (hulu, budidaya dan hilir) di perdesaan;  Meningkatnya pendapatan petani pemilik/penggarap, buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah. c. INDIKATOR BENEFIT DAN IMPACT : > Berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah tangga tani di lokasi desa PUAP; >Berfungsinya Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani di perdesaan yang dimiliki dan dikelola oleh petani; >Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan

10 5. PENUTUP Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program strategis Kementerian Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan. Dalam rangka mempercepat keberhasilan PUAP dilakukan berbagai upaya dan strategi pelaksanaan yang terpadu melalui: (1) Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas SDM; (2) Penguatan modal bagi petani, buruhtani dan rumahtangga tani; dan (3) Penguasaan teknologi produksi, pemasaran hasil dan pengelolaan nilai tambah. Sejak tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011, PUAP di provinsi Bengkulu telah dilaksanakan di 805 desa/gapoktan sebagai pusat pertumbuhan usaha agribisnis di perdesaan dan diharapkan melalui Gapoktan PUAP dapat menumbuhkan tingkat keswadayaan masyarakat petani sesuai dengan kebijakan PNPM Mandiri.

11 Keberhasilan PUAP sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan dukungan anggaran. Diharapkan dengan adanya pendampingan oleh Penyuluh Pendamping dan PMT serta adanya pengawalan dan pembinaan dari Propinsi dan Kabupaten/Kota dapat mendorong tumbuhnya Gapoktan menjadi kelembagaan ekonomi petani di perdesaan. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk mencapai tujuan PUAP, yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran, PUAP difokuskan untuk mempercepat pengembangan usaha ekonomi produktif yang diusahakan para petani di perdesaan. Lanjutan

12 TERIMA KASIH


Download ppt "1 DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012 PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI PROVINSI BENGKULU."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google