Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tinjauan Umum Prosedur ISBN & ISSN di Indonesia Agus Riyanto, SH, LL.M.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tinjauan Umum Prosedur ISBN & ISSN di Indonesia Agus Riyanto, SH, LL.M."— Transcript presentasi:

1 Tinjauan Umum Prosedur ISBN & ISSN di Indonesia Agus Riyanto, SH, LL.M

2 Latar Belakang Dalam rangka pengidentifikasi produk yang digunakan oleh pihak penerbit, penjual buku, perpustakaan, dan internet pengecer untuk pemesanan, daftar, catatan penjualan dan kontrol stok tujuan. Sehingga, dapat mengidentifikasi penerbit serta judul spesifik, edisi dan format. Demi efisiensi komunikasi perusahaan dan pembeli, jadi dapat menyangkut langsung ke soal distribusi. Selain faktor distribusi, maka sistem penomoran ini pun sesuai dengan keharusan ideal, sehingga setiap produk budaya sebaiknya tercatat dengan baik.

3 ISBN dan ISSN

4 ISBN & ISSN. Apakah itu ? ISBN  “International Standard Book Number” [Nomor Buku Standar Internasional] BUKU ISSN  “International Standard Serial Number” [Nomor Majalah Standar Internasional] JURNAL [Publikasi Berkala]

5 Contoh ISBN

6 Contoh ISSN

7 Lembaga Nasional ISBN dan ISSN ISBN  Perpustakaan Nasional Jl. Salemba Raya No. 28 A, Jakarta www. pnri.go.id ISSN  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] Jl. Gatot Subroto No. 10 Jakarta or issn.pdii.lipi.go.idwww.lipi.go.id

8 International Standard Book Number [ISBN]

9 Pendahuluan ISBN ISBN adalah merupakan kode unik yang diberikan terhadap sebuah produk berdasarkan aturan tertentu. Kode unik ini berfungsi sebagai identitas sebuah produk. Walaupun dalam setiap produk (misalnya buku) sudah memiliki identitas seperti judul, nama penulis, penerbit dan informasi lainnya, namun demikian masih dirasa perlu adanya sebuah identitas seperti ISBN. Identitas diatas sangat tidaklah praktis untuk dikelola. ISBN memberikan solusi dengan kepraktisan serta keunikan identitas. ISBN adalah nomor yang diberikan untuk sebuah judul buku. ISBN diajukan oleh siapa saja yang menerbitkan sebuah buku kepada Perpustakaan Nasional RI.

10 ISBN. Apakah itu ? ISBN memiliki panjang 10 angka sampai akhir Desember 2006, namun sejak tanggal 1 Januari 2007 telah terdiri dari 13 digit. Jumlah itu dihitung dengan menggunakan rumus matematika tertentu dan termasuk cek digit untuk memvalidasinya. Hasil nomor ISBN terlihat dan terletak pada sampul belakang buku. Tidak semua buku, sebab belum semua penerbit "sadar ISBN". Bentuknya berupa garis-garis hitam putih seperti kulit zebra yang disebut “barcode”. ISBN berfungsi sebagai pemberi identifikasi yang ”UNIK” terhadap ”SATU” judul buku yang diterbitkan.

11 Manfaat & ISBN Bukan Perizinan ISBN itu ada kaitannya hanya dengan sisi pendaftaran sebuah terbitan agar TERDAFTAR di database tertentu, sehingga Pendaftaran ISBN/ISSN tidak bersifat wajib. Kalau buku anda mempunyai ISBN, maka anda akan terdaftar di arsip nasional selama 50 tahun. Jika tanpa ISBN, maka buku tersebut tidak terdaftar pada arsip nasional. Sekarang terserah anda, apakah masalah "terdaftar" ini bagi anda penting atau tidak? Apapun jawaban anda, yang jelas ISBN/ISSN ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan perijinan.

12 Apakah ISBN itu wajib ? Sistem ISBN internasional tidak dapat memaksakan persyaratan hukum untuk memiliki ISBN, dan ISBN tidak menyampaikan hukum atau perlindungan hak cipta. Namun, penggunaan ISBN ada yang ditentukan oleh hukum di beberapa negara. Namun sangatlah diharapkan bahwa semua buku, apakah mereka yang tersedia untuk dijual atau pada dasarnya memang gratis, tetap diidentifikasi oleh ISBN.

13 ISBN itu Sidik Jari Buku ISBN seperti sidik jari yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya, jadi “ISBN adalah sidik jari buku.” Oleh karena itu fungsinya untuk memberikan identitas yang unik, maka hal ini bisa bermanfaat untuk banyak hal. Misalnya dalam proses pendistribusian buku, proses penjualan buku di kasir, proses pengklasifikasian rak buku, dan sebagainya. Intinya, fungsi ISBN ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat administratif, BUKAN perizinan! Bila sebuah buku sudah mendapat nomor ISBN, maka datanya akan tercatat di arsip nasional selama 50 tahun. Nah, hanya demikianlah fungsi ISBN. Sehingga, sebenarnya TAK ADA SUATU ATURAN yang mensyaratkan setiap buku harus punya ISBN.

14 Format ISBN itu seperti apa ? Setiap ISBN itu terdiri dari 5 bagian dengan masing-masing bagian dipisahkan oleh spasi atau tanda hubung. Tiga dari lima unsur dapat bervariasi panjang tentang : 1. Unsur Prefix – saat ini hanya dapat angka baik 978 atau 979 (selalu 3 digit). 2. Pendaftaran elemen grup – ini mengidentifikasi penerbit atau jejak tertentu. Hal ini mungkin lebih dari 7 digit panjangnya. 3. Elemen Publikasi – ini mengidentifikasi edisi khusus dan format judul tertentu. Hal ini mungkin lebih dari 6 digit panjangnya 4. Periksa digit – ini selalu satu digit terakhir yang secara matematis memvalidasi seluruh angka. Ini dihitung dengan menggunakan sistem 10 Modulus dengan bobot alternatif 1 dan 3.

15 Prosedur Pengajuan ISBN Mengajukan surat permohonan kepada TIM ISBN/KDT pada Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta Melampirkan surat permohonan atas nama penerbit, dengan melampirkan dokumen : 1. Fotocopy halaman judul 2. Fotocopy balik halaman judul 3. Fotocopy daftar isi 4. Fotocopy pendahuluan/kata pengantar Mengisi Surat Pernyataan Membayar biaya Rp ,- Mengurus ISBN tidaklah harus badan hukum penerbit, maka peroranganpun bisa yang penting ada nama peberbitnya.

16 Berapa Lama Mengurus ISBN ? Anda sebaiknya datang secara langsung sendiri dengan membawa dokumen yang dibutuhkan ke Gedung Perpustakaan Nasional RI (lantai 2), Jalan Salemba Raya 28-A, Jakarta. Telp: psw 43. Apabila tak ada antrian, proses pengurusan ISBN (sejak Anda datang hingga si petugas memberikan nomor ISBN kepada Anda) hanya sekitar 10 menit! Sangat mudah, gampang dan cepat, si petugas tak akan mempersulit Anda. Nah, penjelasan di atas berlaku untuk mendapatkan ISBN saja. Bila Anda ingin sekaligus mengurus bar code dan KDT (Katalog Dalam Terbitan), maka biayanya lebih besar lagi, dan prosesnya bisa memakan waktu sekitar 1 minggu.

17 International Standard Serial Number [ISSN]

18 ISSN. Apakah itu ? ISSN adalah delapan angka yang mengidentifikasi publikasi berkala sejenisnya, termasuk juga elektronik serials. ISSN itu kode angka yang digunakan sebagai sebuah identifier, tetapi tidak memiliki makna dalam dirinya sendiri dan tidak berisi informasi apapun yang mengacu pada asal atau isi dari publikasi. ISSN mengambil bentuk singkatan ISSN diikuti oleh dua kelompok dari empat digit, dipisahkan oleh tanda hubung. Karakter kedelapan adalah angka kontrol dihitung sesuai dengan algoritma 11 Modulo berdasarkan dari 7 digit sebelumnya; karakter kontrol kedelapan ini mungkin merupakan “X” jika hasil dari komputasi adalah sama dengan “10″, dalam rangka untuk menghindari ambiguitas

19 Manfaat ISSN Sebagai kode identifikasi angka standar, ISSN yang sangat cocok untuk penggunaan komputer dalam pemenuhan kebutuhan untuk file update dan linkage, pengambilan dan penyebaran data. Sebagai kode yang dibaca manusia, ISSN yang juga menghasilkan pengutipan akurat serials oleh para ilmuwan, peneliti, ilmuwan informasi dan pustakawan. Di perpustakaan, ISSN yang digunakan untuk mengidentifikasi judul, pemesanan dan check-in, mengklaim serials, antar-pinjaman, serikat katalog pelaporan dll ISSN adalah sebuah alat fundamental untuk pengiriman dokumen efisien. ISSN menyediakan ekonomis yang berguna dan metode komunikasi antara penerbit dan pemasok, membuat sistem distribusi perdagangan lebih cepat dan lebih efisien, khususnya melalui penggunaan bar-coding, dan EDI (electronic data interchange).

20 Struktur & Format Catatan ISSN Masing-masing catatan bibliografis yang menyusun Daftar ini berisi, selain unsur-unsur otoritas yang unik (ISSN – judul kunci – kunci disingkat judul), informasi tambahan, sangat diperlukan atau berguna untuk identifikasi publikasi yang bersangkutan (frekuensi publikasi, bahasa, bentuk-bentuk lain judul, tempat penerbitan, penerbit …) dan dari link yang dapat mengaitkan ke publikasi seri lainnya, yang juga diidentifikasi oleh berbagai ISSN (mantan judul (s), edisi bahasa lainnya, edisi media lainnya …). Catatan ISSN tersedia sebagai catatan dan 21 MARC UNIMARC (MARC adalah format yang digunakan bibliografi di perpustakaan). Format Pertukaran adalah ISO 2709.

21 Prosedur Pengajuan ISSN Melengkapi formulir permohonan online di halaman Formulir permohonan ISSN baru. Setelah melakukan permohonan, catat nomor ID serta kata-sandi yang diberikan melalui yang tercatat di formulir pendaftaran dan simpan dengan baik. Ini diperlukan untuk kembali masuk guna mengunggah seluruh dokumen sampai kepada soal konfirmasi penerbitan kodebar digital.Formulir permohonan ISSN baru Mengunggah seluruh data elektronik yang dipersyaratkan untuk pengajuan ISSN melalui sarana yang tersedia. Pemohon tidak perlu mengirimkan dokumen-dokumen fisik, tetapi juga diwajibkan mengunggah seluruh dokumen tersebut di tempat yang tersedia di halaman formulir (setelah masuk).

22 Prosedur Pengajuan ISSN Melunasi seluruh pembayaran biaya administrasi sebesar Rp ,- langsung kepada rekening : a/n PDII LIPI No Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka Kantor Telkom Pusat, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Nomor dan kodebar ISSN dapat diketahui dan juga diunduh langsung dari halaman status pemohon setelah seluruh proses selesai dan disetujui. Perubahan kodebar akibat variasi terbitan (nomor terbitan, perubahan harga, dsb) hanya dapat dilakukan sendiri oleh pemohon dengan mengganti 2 angka terakhir sesuai dengan aturan ISSN yang ada.

23 Persyaratan Pengajuan ISSN Pengajuan untuk terbitan regular (terbitan dalam format cetak) maupun elektronik (terbitan elektronik). Kategorisasi terbitan berkala adalah majalah, surat kabar, buletin, buku tahunan, laporan tahunan, jurnal maupun prosiding aneka pertemuan ilmiah. Terbitan memenuhi syarat kelengkapan minimum : Halaman sampul depan terbitan berkala lengkap dengan penulisan volume, nomor, dan tahun terbit. Halaman daftar isi. Halaman daftar Dewan Redaksi.

24 Persyaratan Pengajuan ISSN Biaya administrasi pengurusan nomor ISSN. Seluruh dokumen disiapkan dalam bentuk data elektronik dengan format PDF dan dikompres dengan format ZIP. Untuk media elektronik bisa digantikan dengan tampilan situs yang memuat informasi terkait. Setiap nomor ISSN hanya diperuntukkan bagi 1 (satu) judul terbitan pada satu media. Nomor ISSN yang sama terus berlaku selama judul terbitan dan medianya tidak berubah. Terbitan yang diterbitkan pada beberapa media berbeda (misal : cetak dan elektronik) wajib mengajukan ISSN untuk setiap media

25 Kontak Langsung Mengurus ISBN Hanya memang bila benar-benar diperlukan silahkan melakukan kontak langsung ke : Bidang Dokumentasi – PDII LIPI Gd. PDII (lt. 5) Jl. Gatot Subroto 10, Jakarta PO BOX 4298 Tel / fax (021) / , atau klik online :

26 Sumber Literaur Eman Suparman, Merancang, Mengelola Menerbitkan dan Menulis Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi, Bangkalan 26 Nopember Jonru on the Web, Self Publishing, Cara Mendapatkan Nomor ISBN, http//www.jonru.net/self-publishing-cara- mendapatkan-nomor-isbn. Permadi Heru Prayogo, Dasar-dasar Organisasi Informasi Tugas ISBN dan ISSN, 9 Maret 2010, http//permadiheru. Wordpress.com/2010/03/09/doi-tugas-isbn-issn.


Download ppt "Tinjauan Umum Prosedur ISBN & ISSN di Indonesia Agus Riyanto, SH, LL.M."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google