Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2 Sektor Industri Pengolahan merupakan satu diantara sektor-sektor ekonomi yang memberi andil signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil Survei.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2 Sektor Industri Pengolahan merupakan satu diantara sektor-sektor ekonomi yang memberi andil signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil Survei."— Transcript presentasi:

1

2 2 Sektor Industri Pengolahan merupakan satu diantara sektor-sektor ekonomi yang memberi andil signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil Survei Industri Besar dan Sedang (IBS) bulanan sebagai data strategis, merupakan indikator dini berupa angka indeks. Pelaksanaan pertama kali tahun 1976

3 3 Penggunaan hasil Survei IBS Bulanan a)Penghitungan Pertumbuhan Produksi IBS bulanan triwulanan, dan tahunan b)Penyusunan Indeks Produksi IBS bulanan, triwulanan, dan tahunan c)Rilis BRS (Berita Resmi Statistik) Industri Triwulanan d)Penyusunan PDB Triwulanan e)Rakortas Bidang Ekonomi setiap bulan f)Laporan SDDS/IMF (Special Data Dessemination Standard- International Monetary Fund) bulanan g)Laporan atas permintaan Pemerintah/Presiden, DPR, dan Menteri, sifatnya insidentil dan dadakan

4 TUJUAN 4 1. Untuk menghasilkan indeks yang lebih rinci sampai dengan 3-digit, 2-digit, 1-digit (total) revisi 3 untuk level nasional. 2. Untuk menghasilkan indeks 2-digit level Provinsi di Pulau Jawa dan 1-digit (total) pada level seluruh provinsi revisi 3 (kecuali Sulawesi Barat dan Maluku Utara). 3. Untuk menghasilkan Indeks Industri IBS Bulanan yang lebih valid dan reliable yang digunakan untuk penghitungan PDB Triwulanan sampai dengan 3-digit, 2-digit ISIC, 1-digit (total) revisi 3 dan PDRB Provinsi hanya sampai dengan 1- digit (total).

5 5  Kecepatan dan keakurasian respon data perlu diperhatikan.  Pemasukan data IBS bulanan sangatlah URGENT dan WAJIB terpenuhi.  Dokumen Survai IBS Bulanan harus masuk ke BPS u.p. Subdit Stat. IKR, paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Contoh: Data bulan Mei 2010 harus sudah diterima di Subdit Statistik IKR sebelum tanggal 20 Juni Hasil Survei : Indeks dan Pertumbuhan Produksi, Harga, serta Pekerja

6 6  1 Bulan : Angka Sangat Sangat Sementara (  )  2 Bulan : Angka Sangat Sementara (  )  3 Bulan : Angka Sementara (  )  4 Bulan : Angka Tetap  BRS setiap Triwulan (  )

7 7

8 8 Tahun Kerangka Sampel (Tahun) Tahun Dasar (=100) Jumlah Sampel Metode Penghitungan Keterwakilan KBLI Periode Survei Modified Laspeyres 5-digit Rev. 1Triwulanan Modified Laspeyres 5-digit Rev. 1Triwulanan Divisia5-digit Rev. 2Triwulanan 1993 – Divisia5-digit Rev. 2 Triwulanan dan Bulanan 2000 – Discrete Divisia3-digit Rev. 3 Triwulanan dan Bulanan Discrete Divisia2-digit Rev. 3Bulanan Discrete Divisia3-digit, Rev. 3Bulanan

9 9 UraianSampel LamaSampel Baru Frame Survei IBS Tahunan Tahun 2000Tahun 2005 Banyak Sampel600 Perusahaan1532 Perusahaan Share terhadap output Populasi 56.38%74.45% Publikasi ISIC rev 32-dijit dan 1-dijit (total) 3-dijit dan 2-dijit serta 1-dijit WilayahNasionalProvinsi, Nasional

10 10 1.Sampling Frame  Survei IBS Tahun Data Pendukung  Survei IBS Tahun 2004, 2003 dan Direktori Perusahaan IBS s.d. Tahun Tahapan : a. Perusahaan yang tutup dikeluarkan dari kerangka sampel. b.Cleaning Data yang outlier. Data yang dikategorikan “outlier” adalah perbandingan peubah pekerja dan output data tahun 2005 terhadap tahun 2004 dan data tahun 2004 terhadap tahun 2003.

11 11 c. Penentuan Cut-off Point. Semua perusahaan di tahun 2005 diurutkan (di- sort) berdasarkan nilai output secara menurun, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Seluruh perusahaan yang nilai outputnya berada di atas nilai “Cut-off point” = Rp milyar dipilih secara certainty yang dikategorikan sebagai sampel “C1”. d. Output per tenaga kerja 1% tertinggi Semua perusahaan diurutkan kembali berdasarkan produktivitas tenaga kerja (rasio output terhadap banyaknya tenaga kerja). Seluruh perusahaan yang output per tenaga kerjanya 1% tertinggi dipilih secara certainty yang dikategorikan sebagai sampel “C2”.

12 12 e. Meningkatkan cakupan survei Pemeriksaan sebaran data yang sudah terpilih “C1” dan “C2” untuk frekuensi, share of output, dan ratio of output per 3-digit ISIC. Khususnya untuk ISIC yang mempunyai ratio of output < 50%, tetapi share of output-nya berada pada top 25%, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa ISIC tersebut cukup penting. Oleh karena itu, ISIC tersebut diambil sampel secara khusus, dikategorikan sebagai sampel “C3”.

13 13 f. Begitu juga dengan share of output per provinsi yang belum memenuhi >50 %, maka perlu diambil lagi sampel untuk memenuhi share per provinsi dikategorikan “C4”. g. Teknik sampling yang digunakan adalah “Probability Proportional to Size” (PPS) dikategorikan dalam S

14 14 Jumlah Perusahaan % Jumlah Perusahaan Output 05 Share of Output 05 to Total Sample (%) Share of Output 05 to Total Output (%) Frame 2005 Sample 2005 Cut Off C1 C2 C3 C4 S 20,164 1, ,039,651,862, ,665,624, ,022,110,490 18,245,227,622 4,255,851,774 9,184,226, ,958,207,

15 15 NoKodeJumlahKETERANGAN 1C1116 Output Perusahaan  750 Milyar 2C2156  750 Milyar dan Output per TK  1% 3S328Dipilih secara acak NoKodeJumlahKETERANGAN 1C1409 Output Perusahaan  Rp Milyar 2C289 Output per TK  1% 3C325Rasio Output 25% 4C4146Share of output per provinsi < 50% 5S907Dipilih secara acak Hasil Penarikan Sampel Lama Hasil Penarikan Sampel Baru

16 16

17 17 Sampel Kode C perusahaan harus respon Peranan perusahaan terhadap populasi sangat besar, sehingga berpengaruh pada penghitungan indeks. Keterangan PENTING pada daftar sampel : Perusahaan harus respon, karena sangat berpengaruh pada penghitungan indeks ISIC 2 digit.

18 18  Implikasi penggunaan panel sampel : Tidak mengikuti perkembangan populasi.  Munculnya perusahaan baru.  Ada perusahaan yang telah mati/tutup/ganti sektor dsb. Kekuatan penggambaran perkembangan pertumbuhan produksi populasi menjadi berkurang.  Adanya penimbang sampling untuk tiap-tiap perusahaan, sehingga perusahaan yang tutup tidak dapat diganti perusahaan lain.  Penggantian sampel hanya dapat dilakukan secara serentak

19 19 Follow Up Ke Perusahaan Entry Data & Editing Publikasi & Diseminasi Pengiriman Questioners Penerimaan Questioners Pengolahan & Evaluasi

20 20 Pencacahan survei IBS bulanan dilaksanakan oleh BPS Kab/Kota/Prop dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan biaya pelaksanaannya (pencacahan dan revisit) tersedia dalam DIPA BPS Kab/Kota. Pengumpulan data: - Kunjungan langsung ke perusahaan oleh petugas BPS Kab/Kota/Prop Telepon - Faximili. Perusahaan yang belum respon sesuai periodenya, harus ditanyakan via telpon dan dilakukan revisit. Perusahaan yang non-respon dan “sulit”, agar diupayakan untuk respon dan apabila respon agar tetap dipelihara kelancarannya.

21 21 Membina hubungan baik dengan contact person di perusahaan. Hal ini sangat penting karena hubungan yang baik akan sangat membantu kelancaran survei. Hubungi contact person perusahaan yang akan dikunjungi dalam rangka pencacahan maupun pada saat akan melakukan kunjungan ulang (revisit). Kuesioner hasil pencacahan sebelum dikirim ke BPS, hendaknya diperiksa lebih dahulu dan apabila ada isian yang meragukan agar dikonfirmasikan kembali ke perusahaan responden. Dokumen kuesioner hasil pencacahan yang sudah diperiksa, segera dikirim ke BPS (Subdit Stat. IKR) dan jangan ditunggu hingga selesai semua.

22 22

23 Kuesioner surveI IBS Bulanan dikirim ke perusahaan industri terpilih secara berjenjang melalui BPS Provinsi sampai kepada petugas pencacah. Dengan demikian BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota secara langsung bertanggung jawab baik terhadap kelancaran jalannya survei, pemasukan dokumen, maupun kualitas isiannya. Kemudian pengiriman kembali ke BPS RI biasanya BPS daerah dan perusahaan mengirimkan langsung ke BPS RI melalui atau Faksimili 23 PENGISIAN KUESIONER

24 24 Prosedur kunjungan ke perusahaan sebagai berikut: a. Hubungi melalui telepon contact person perusahaan yang akan dikunjungi untuk merancang pertemuan. b. Menjelaskan maksud kedatangan serta latar belakang adanya survei bulanan, kegunaan angka indeks produksi bulanan bagi pemerintah maupun bagi perusahaan itu sendiri. c. Sampaikan ke pihak perusahaan beberapa pasal UU No. 16 tahun 1997 tentang statistik yang relevan dengan penyelenggaraan survei tersebut, terutama yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab BPS, kewajiban responden dan kerahasiaan data serta sanksinya. d. Ucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah merespon dengan baik.

25 TATA TERTIB PENGISIAN KUESIONER 1.Pengisian hendaknya ditulis dengan jelas dan mudah dibaca. 2.Tulisan atau angka-angka harus ditulis pada tempat yang telah ditentukan. 3.Pegang teguh konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan 4.Perhatikan instruksi, tata cara pengisian setiap kolom dan baris. 25

26 26 5. Teliti sekali lagi isian dari kuesioner apakah sudah lengkap dan benar. Apabila terdapat keraguan terhadap angka-angka yang diisikan/ dilaporkan, agar ditanyakan kembali kepada perusahaan apakah angka-angka tersebut memang sudah benar. Kalau ternyata terdapat kesalahan, maka perbaikilah sesuai dengan penjelasan perusahaan sebelum meninggalkan perusahaan.

27 27 Kuesioner shuttle form (survei berjalan selama satu tahun dan bulan Desember tahun sebelumnya dalam satu lembar) memudahkan pemeriksaan konsistensi pengisian kuesioner antar bulan. Satuan standar untuk komoditi, seperti: M 3, Kg, Ton, Buah, Pasang. Satuan harus sama untuk setiap bulannya. Bila ada perubahan satuan, dilakukan konversi supaya satuannya sama.

28 28 Besarnya persentase dari nilai komoditi yang benar-benar diproduksi selama satu triwulan (realisasi produksi) dibandingkan dengan perkiraan nilai komoditi yang diproduksi apabila seluruh mesin dan peralatan di perusahaan tersebut dioperasikan secara penuh (full capacity) pada triwulan tersebut

29 29 Contoh: PT. Makmur selama triwulan yang lalu menghasilkan 600 pasang sepatu dewasa dan 900 pasang sepatu anak-anak. Dengan 1000 pekerja dan peralatan yang dimiliki, usaha tsb mampu memproduksi sepatu dewasa dan anak-anak masing-masing sebanyak 1000 pasang sepatu. Harga jual sepatu dewasa Rp ,- sepasang dan sepatu anak-anak Rp ,- sepasang. Maka: Nilai Realisasi Prod = (600 x Rp ,-) + (900 x Rp ,-) = Rp ,- Nilai Prod pd Kapasitas Penuh = (Rp Rp ) x 1000 = Rp ,- Realisasi Produksi terhadap Kemampuan Maks Persh = (Rp ,-/Rp ,-) x 100% = 67,27 persen

30 30  Kuesioner tidak terisi seluruhnya, antara lain:  Banyaknya tenaga kerja  Persentase kapasitas produksi  Nilai Produksi  Kapasitas Produksi (hanya sekitar 20 % yang terisi)  Industri musiman (misalnya: industri gula) apabila sedang tidak ada produksi, boleh diisikan banyaknya tenaga kerja saja.  Industri makloon (misalnya: PT Guna Nusa, industri anjungan lepas pantai di Serang), nilai produksi dapat di proporsikan setiap bulannya, jangan hanya diisi tenaga kerja saja.  Fluktuasi isian volume/banyaknya produksi dan banyaknya tenaga kerja, ada perubahan (naik/turun) sampai 300 % setiap bulannya tanpa ada catatan.

31 31 Pelaksanaan Survei Mengumpulkan kuesioner “Shuttle Form” Pengumpulan data via faximile, , dan pos kilat Kunjungan langsung ke perusahaan hanya untuk hal-hal yang tertentu saja Diharapkan Data lebih konsisten BPS dan perusahaan mempunyai file data Mudah meng-update data Lebih cepat & langsung ke contact person Tidak terhambat birokrasi di perusahaan

32 32 Permasalahan Utama: Terlambat, dan tidak respon Data tidak konsisten, tidak masuk akal, dan tidak lengkap Tidak ada telepon/fax langsung yang bisa dipakai khusus Penggunaan tidak bisa langsung, harus melalui Bidang IPDS (Daerah) Pengumpulan data yang masih konvensional, dengan antar jemput kuesioner (Daerah) Solusi: Membina hubungan, kerjasama yang baik dengan contact person Mengembangkan pemantauan kualitas data Penggunaan yang bisa langsung dari Bidang Produksi Pengumpulan data menggunakan faximile, dan

33 33 Adanya perusahaan yang tidak respon akan mempengaruhi keakuratan indeks yang dihasilkan adjustment Perlakuan adjustment : – Kategori C : Penimbang sampling x rasio output tahun – Kategori S : Penimbang sampling x inverse tingkat respon

34 KONSEP DAN DEFINISI 34 Banyaknya Produksi adalah banyaknya komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan dari proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan industri itu sendiri dalam kurun waktu tertentu. Satuan adalah besaran yang digunakan untuk menyatakan jumlah produksi seperti Kg, Liter, M 3, Buah, dan sebagainya. Nilai Produksi adalah nilai dari sejumlah komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan dari proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan industri itu sendiri dalam kurun waktu tertentu. Biasanya perusahaan industri dalam menentukan nilai produksi dari setiap jenis barang dan jasa yang diproduksi telah memperhitungkan komponen biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan dan sebagainya dalam jutaan rupiah.

35 35 Pekerja adalah orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung di dalam proses produksi, dan memperoleh balas jasa atas pekerjaannya dari perusahaan industri tempat mereka bekerja, yang biasanya berupa upah dan gaji. Kapasitas penuh (full capacity) adalah kapasitas produksi maksimum yang diharapkan dapat dicapai apabila seluruh mesin dan peralatan serta pekerja produksi yang tersedia di perusahaan industri tersebut dioperasikan secara penuh. Realisasi Produksi adalah sejumlah barang dan jasa yang benar-benar dihasilkan atau diproduksi sendiri dalam kurun waktu (dalam triwulan laporan tertentu) di dalam proses produksinya.

36 36 Persentase realisasi produksi dalam triwulan laporan terhadap kapasitas penuh (full capacity) adalah perkiraan besarnya persentase dari sejumlah komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan atau diproduksi selama triwulan laporan dibandingkan dengan perkiraan sejumlah barang dan jasa yang dihasilkan atau diproduksi apabila seluruh mesin dan peralatan di perusahaan tersebut dioperasikan secara penuh (full capacity) pada triwulan laporan.

37 37 1.Rasio Komoditi 2.Rasio Perusahaan 3.Rasio KBLI 4.Rasio Total 5.Indeks KBLI dan Total

38 38 Rasio masing-masing komoditi antar dua bulan yang berurutan R ijk Rasio komoditi -k, Perusahaan –j, ISIC-i antar Bulan 2 dan 1 Q ijk2 Komoditi -k, Perusahaan –j, ISIC-i Bulan 2 Q ijk1 Komoditi -k, Perusahaan –j, ISIC-i Bulan 1

39 39 R ij : Rasio Perusahaan –j, KBLI-i antar Bulan 2 dan 1 V ijk : Nilai Produksi Komoditi -k, Perusahaan –j dalam KBLI-i selama Dua Bulan Periode Q ijk : produksi dari komoditi -k untuk perusahaan-j dalam KBLI-i pada bulan 1 atau 2

40 40 R i : Rasio KBLI-i V ij : Nilai Produksi Perusahaan –j dalam KBLI-i selama Dua Bulan Periode, dimana V ij = ∑ V ijk W ijadj : penimbang sampling yang disesuaikan untuk perusahaan j dalam KBLI-i

41 41 R tot : Rasio total W i V i : Total nilai produksi tertimbang dari seluruh perusahaan untuk KBLI-i selama periode 2 bulan

42 42 R to t : Rasio I t : Indeks pada bulan ke-t I t-1 : Indeks pada bulan ke-(t-1)

43 43 Produksi tidak ada, tetapi banyaknya tenaga kerja dipertengahan bulan terisi. Terdapat inkonsistensi nilai produksi yang dikirimkan oleh daerah. Pengisian kuesioner hanya nilai produksi, sedangkan banyaknya produksi tidak terisi. Semuanya angkanya sama (produksi dan nilai) dari bulan Desember s/d bulan Maret Sampai dengan Februari 2010 produksinya CPO dan PKO tetapi bulan Maret 2010 jenis barang yang diproduksi bertambah yaitu “bataco”. Selain itu, tingkat tenaga kerja di bawah 20 orang. Jenis barang tiap bulannya berubah rubah terus

44

45 45 Tidak terdapat Isian Tenaga kerja terisi

46 46 Tidak terdapat Isian Tenaga kerja terisi

47 47 Banyaknya barang dan Nilai barang dari bulan Desember 2009 – Maret 2010

48 48 Catatan : Produksinya s/d Februari 2010 produksi CPO dan PKO, tetapi bulan Maret 2010 masuk data ke BPS Pusat jenis barang bertambah yaitu “bataco”. Selain itu tenaga kerjanya di bawah 20 orang

49 49 Produk terus bertambah dan produksi bulan lalu banyak yang tidak diproduksi lagi bulan berikutnya.

50 50

51


Download ppt "2 Sektor Industri Pengolahan merupakan satu diantara sektor-sektor ekonomi yang memberi andil signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil Survei."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google