Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912) Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912) Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912)"— Transcript presentasi:

1 PSIKOLOGI PENDIDIKAN

2 Chairil Fajar ( ) Ria Puspita ( ) Riska Dwi G ( ) Chairil Fajar ( ) Ria Puspita ( ) Riska Dwi G ( ) Nama Kelompok

3 Pembelajaran efektif (manajemen kelas / classroom management) meliputi strategi yang di gunakan guru untuk menciptakan ruang kelas yang positif dan produktif. Pembelajarna efektif sering di pandang sebagai soal mengatasi perilaku buruk masing-masing siswa. Pembelajaran efektif adalah ??

4 Dampak waktu Dalam Pembelajaran Gijselaers & Schmidt, 1995; Karweit, 1989, megatakan bahwa waktu yang lebih banyak digunakan dalam pengajaran mempunyai dampak yang positif terhadap pencapaian siswa, dampak waktu sering tidak terlalu besar atau tidak konsisten. Perbedaan khas lamanya hari sekolah dan tahun sekolah diantara distrik-distrik yang berbeda hanya mempunyai dampak kecil terhadap pencapaian siswa.

5 Pengunaan Alokasi Waktu Untuk Pengajaran Istilah untuk waktu pengajaran yang tersedia adalah alokasi waktu (allocated time) adalah waktu yang tersedia bagi siswa untuk memperoleh kesempatan belajar. Cara untuk mengalokasikan waktu diantaranya : Mencegah waktu hilang Mencegah permulaan yang terlambat dan penyelesaian dini Mencegah gangguan Menangani prosedur rutin Meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk disiplin Istilah untuk waktu pengajaran yang tersedia adalah alokasi waktu (allocated time) adalah waktu yang tersedia bagi siswa untuk memperoleh kesempatan belajar. Cara untuk mengalokasikan waktu diantaranya : Mencegah waktu hilang Mencegah permulaan yang terlambat dan penyelesaian dini Mencegah gangguan Menangani prosedur rutin Meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk disiplin

6 Menggunakan waktu sibuk secara efektf Untuk menggunakan waktu sibuk secara efektif : memberikan pelajaran yang memikat Mempertahankan gaya gerak Mempertahankan kemulusan pelajaran Mengelola peralihan Mempertahankan fokus kelompok selama pelajaran Mempertahankan foku kelompok selama tugas kelas Kejelian Tumpang tindih Untuk menggunakan waktu sibuk secara efektif : memberikan pelajaran yang memikat Mempertahankan gaya gerak Mempertahankan kemulusan pelajaran Mengelola peralihan Mempertahankan fokus kelompok selama pelajaran Mempertahankan foku kelompok selama tugas kelas Kejelian Tumpang tindih

7 Manajemen Ruang Kelas yang terpusat pada Siswa Di ruang kelas yang lebih terpusat pada siswa, anak- anak mungkin menghabiskan banyak waktu mereka bekerjasama satu sama lain, mengerjakan proyek terbuka, menulis, dan melakukan eksperimen. Evertson & Rudolf (1995) telah menbahas peralihan yang harus terjadi dalam memikirkan manajemen ruang kelas untuk ruang kelas semacam itu. Namun, dalam hal lain ternyata ketentuan untuk mengelola ruang kelas yang terpusat pada sisa tidak begitu berbeda dengan ketentuan untuk mengelola ruang kelas secara tradisional dmana siswa mempunyai pilihan tentang apa yang mereka kerjakan dan sedikit interaksi dengan satu sama lain. Di ruang kelas yang lebih terpusat pada siswa, anak- anak mungkin menghabiskan banyak waktu mereka bekerjasama satu sama lain, mengerjakan proyek terbuka, menulis, dan melakukan eksperimen. Evertson & Rudolf (1995) telah menbahas peralihan yang harus terjadi dalam memikirkan manajemen ruang kelas untuk ruang kelas semacam itu. Namun, dalam hal lain ternyata ketentuan untuk mengelola ruang kelas yang terpusat pada sisa tidak begitu berbeda dengan ketentuan untuk mengelola ruang kelas secara tradisional dmana siswa mempunyai pilihan tentang apa yang mereka kerjakan dan sedikit interaksi dengan satu sama lain.

8 Manajemen Ruang Kelas yang Efektif adalah ?? Tindakan sederhana meliputi mengawali tahun ajaran dengan tepat, menata ruang kelas demi pembelajran yang efektif, menetapkan aturan dan prosedur kelas, dan menjelaskan harapan tentang harapan prilaku terhadap siswa. ( Marzano : 2003)

9 Mengawali Tahun Ajaran yang Benar Emner dkk (1980) dan Evertson dan Emner (1982) mempelajari tindakan buruk pada awal tahun ajaran dan menghubungkannya dengan prilaku siswa kemudian hari pada tahun itu. Enam karakteristik manajer ruang kelas yang efektif yaitu: mempunyai rencana yang jelas dan spesifik bekerja dengan seluruh kelas pada awalnya menggunakn waktu tambahan selama hari-hari pertama sekolah mengajarkan prosedur spesifik pada siswa menggunakan tugas yang sederhana dan menyenangkan sebagai kegiatan pertama memberi reaksi langsung pada setiap prilaku guru Emner dkk (1980) dan Evertson dan Emner (1982) mempelajari tindakan buruk pada awal tahun ajaran dan menghubungkannya dengan prilaku siswa kemudian hari pada tahun itu. Enam karakteristik manajer ruang kelas yang efektif yaitu: mempunyai rencana yang jelas dan spesifik bekerja dengan seluruh kelas pada awalnya menggunakn waktu tambahan selama hari-hari pertama sekolah mengajarkan prosedur spesifik pada siswa menggunakan tugas yang sederhana dan menyenangkan sebagai kegiatan pertama memberi reaksi langsung pada setiap prilaku guru

10 Seperangkat peraturan kelas yang cocok untuk segala tujuan yaitu: 1.Bersikap sopan pada orang lain 2.Hormati harta benda orang lain 3.Tetaplah pada tugas 4.Acungkan tangan untuk dikenali Menetapkan peraturan Kelas

11 Strategi Mengelola Perilaku Buruk yang Rutin Strategi Mengelola Perilaku Buruk yang Rutin Sebagian besar masalah prilaku yang harus diatasi guru adalah gangguan yang relatif kecil, seperti berbicara diluar giliran, bangkit tanpa permisi, tidak berhasil mentaati peraturan dan prosedur kelas, dan prhatia yang tidak ada. Tidak satupun benar-benar parah, tetapi prilaku yang harus diminimalkan agar terjadi pembelajaran.

12 1. Prinsip Intervensi Terkecil Dalam mengatasi masalah perilaku rutin di ruang kelas, prinsip terpenting adalah bahwa guru haruslah memperbaiki prilaku buruk dengan menggunakan intervensi yang paling sederhana yang akan menbawa hasil. (kyle dan Rogien, 2004; Nelson, lott, dan Glenn, 1997) 1. Prinsip Intervensi Terkecil Dalam mengatasi masalah perilaku rutin di ruang kelas, prinsip terpenting adalah bahwa guru haruslah memperbaiki prilaku buruk dengan menggunakan intervensi yang paling sederhana yang akan menbawa hasil. (kyle dan Rogien, 2004; Nelson, lott, dan Glenn, 1997)

13 2. Isyarat Nonverbal ?? Guru dapat menghilangkan banyak perilaku buruk rutin di ruang kelas tanpa memutus daya gerak pembelajaran melalui penggunaan isyarat nonverbal (nonverbalcue) sedehana (woolfolk & brooks, 1985). Melakukan kontak mata dengan siswa yang beprilaku buruk mungkin sudah cukup untuk menghentikan segala perilaku buruk. Bergerak kedekat siswa yang berperilaku buruk juga biasanya menyadarkan siswa tersebut untuk berperilaku baik 2. Isyarat Nonverbal ?? Guru dapat menghilangkan banyak perilaku buruk rutin di ruang kelas tanpa memutus daya gerak pembelajaran melalui penggunaan isyarat nonverbal (nonverbalcue) sedehana (woolfolk & brooks, 1985). Melakukan kontak mata dengan siswa yang beprilaku buruk mungkin sudah cukup untuk menghentikan segala perilaku buruk. Bergerak kedekat siswa yang berperilaku buruk juga biasanya menyadarkan siswa tersebut untuk berperilaku baik

14 3. Pencegahan 4.Memuji Perilaku yang Bertentangan dengan Perilaku Buruk, Pujian dapat menjadi sasaran motivasi bagi banyak siswa. Salah satu strategi untuk mengurangi perilaku di kelas ialah memastikan. 5.Menuji Siswa Lain 6.Peringatan Lisan 7.Peringatan Berulang 8.Menerapkan Konsekuensi 3. Pencegahan 4.Memuji Perilaku yang Bertentangan dengan Perilaku Buruk, Pujian dapat menjadi sasaran motivasi bagi banyak siswa. Salah satu strategi untuk mengurangi perilaku di kelas ialah memastikan. 5.Menuji Siswa Lain 6.Peringatan Lisan 7.Peringatan Berulang 8.Menerapkan Konsekuensi

15 Analisis Perilaku Terapan Digunakan Untuk Mengelola Masalah Perilaku Yang Lebih Parah Analisis Perilaku Terapan Digunakan Untuk Mengelola Masalah Perilaku Yang Lebih Parah Teori pembelajaran perilaku berpendapat bahwa perilaku yang tidak dikuatkan atau dihukum akan berkurang dari segi frekuensinya. Tindakan penguatan yang paling umum bagi perilaku buruk di ruang kelas adalah perhatian dari guru, kelompok teman sebaya, ataupun keduanya.

16 Tindakan penguatan yang paling umum bagi perilaku buruk di ruang kelas Tindakan penguatan yang paling umum bagi perilaku buruk di ruang kelas Perhatian dari guru Siswa berperilaku buruk terkadang karena ingin mendapat perhatian dari guru. Perhatian teman sebaya Selain untuk memperoleh perhatian guru, siswa yang berperilaku buruk ialah untuk memperoleh perhatian dari teman sebayanya. Pembebasan dari keadaan atau kegiatan yang tidak menyenangkan Pelarian diri atau penghindaran rangsangan yang tidak menyenangkan adalah tindakan penguatan. Siswa yang berperilaku buruk karena untuk melarikan diri dari kegiatan yang tidak menyenangkan. Seorang siswa berperilaku buruk hanya untuk keluar dari kebosanan. Perhatian dari guru Siswa berperilaku buruk terkadang karena ingin mendapat perhatian dari guru. Perhatian teman sebaya Selain untuk memperoleh perhatian guru, siswa yang berperilaku buruk ialah untuk memperoleh perhatian dari teman sebayanya. Pembebasan dari keadaan atau kegiatan yang tidak menyenangkan Pelarian diri atau penghindaran rangsangan yang tidak menyenangkan adalah tindakan penguatan. Siswa yang berperilaku buruk karena untuk melarikan diri dari kegiatan yang tidak menyenangkan. Seorang siswa berperilaku buruk hanya untuk keluar dari kebosanan.

17 Prinsip Analisis Perilaku Terapan Langkah yang dimulai dari implementasi program hingga evaluasi program adalah sebagai berikut : 1.Identifikasi perilaku dan tindakan penguatan sasaran 2.Tentukan garis besar untuk perilaku sasaran 3.Pilihlah tindakan penguatan dan kriteria untuk penguatan 4.Pilihlah tindakan penghukuman dan kriteria untuk hukuman, jika perlu 5.Kurangi frekuensi penguatan Langkah yang dimulai dari implementasi program hingga evaluasi program adalah sebagai berikut : 1.Identifikasi perilaku dan tindakan penguatan sasaran 2.Tentukan garis besar untuk perilaku sasaran 3.Pilihlah tindakan penguatan dan kriteria untuk penguatan 4.Pilihlah tindakan penghukuman dan kriteria untuk hukuman, jika perlu 5.Kurangi frekuensi penguatan

18 Identifikasi perilaku dan tindakan penguatan sasaran Tujuannya untuk menentukan garis dasar yang menjadi patokan untuk membandingkan peningkatan. Tentukan perilaku garis dasar (patokan) Mengamati siswa yang berperilaku buruk untuk melihat seberapa sering perilaku terjadi. Pilihlah tindakan penguatan dan kriteria untuk penguatan Tindakan penguatan yang lazim ditemukan di ruang kelas meliputi pujian, perlakuan istimewa, dan imbalan yang berwujud. Identifikasi perilaku dan tindakan penguatan sasaran Tujuannya untuk menentukan garis dasar yang menjadi patokan untuk membandingkan peningkatan. Tentukan perilaku garis dasar (patokan) Mengamati siswa yang berperilaku buruk untuk melihat seberapa sering perilaku terjadi. Pilihlah tindakan penguatan dan kriteria untuk penguatan Tindakan penguatan yang lazim ditemukan di ruang kelas meliputi pujian, perlakuan istimewa, dan imbalan yang berwujud.

19 Pilihlah tindakan penghukuman dan kriteria untuk hukuman, jika perlu Tindakan penghukuman adalah setiap rangsangan yang tidak menyenangkan yang akan dicoba untuk dihindari seseorang. Tindakan penghukuman yang lazim digunakan di sekolah yaitu teguran. Salah satu hukuman yang efektif untuk siswa yang berperilaku buruk yaitu dengan cara penyingkiran atau skorsing. Kurangilah frekuensi penguatan Pengurangan frekuensi penguatan membantu mempertahankan perilaku baru dalam jangka panjang dan membantu memperluas jangkauan perilaku tersebut ke keadaan lainnya. Pilihlah tindakan penghukuman dan kriteria untuk hukuman, jika perlu Tindakan penghukuman adalah setiap rangsangan yang tidak menyenangkan yang akan dicoba untuk dihindari seseorang. Tindakan penghukuman yang lazim digunakan di sekolah yaitu teguran. Salah satu hukuman yang efektif untuk siswa yang berperilaku buruk yaitu dengan cara penyingkiran atau skorsing. Kurangilah frekuensi penguatan Pengurangan frekuensi penguatan membantu mempertahankan perilaku baru dalam jangka panjang dan membantu memperluas jangkauan perilaku tersebut ke keadaan lainnya.

20 Program Analisis Perilaku Terapan Penguatan berbasis keluarga Strategi perubahan perilaku dimana perilaku sekolah siswa dilaporkan kepada orang tua, yang memberikan imbalan. Program kartu laporan harian Program kartu laporan harian memiliki manfaat untuk mengurangi perilaku buruk siswa dan meningkatkan hasil akademis siswa. Program Kebergantungan Kelompok Program kebergantungan kelompok adalah sistem penguatan dimana seluruh kelompok diberi imbalan berdasarkan perilaku anggota-anggota kelompok. Penguatan berbasis keluarga Strategi perubahan perilaku dimana perilaku sekolah siswa dilaporkan kepada orang tua, yang memberikan imbalan. Program kartu laporan harian Program kartu laporan harian memiliki manfaat untuk mengurangi perilaku buruk siswa dan meningkatkan hasil akademis siswa. Program Kebergantungan Kelompok Program kebergantungan kelompok adalah sistem penguatan dimana seluruh kelompok diberi imbalan berdasarkan perilaku anggota-anggota kelompok.

21 Etika Metode Perilaku Strategi analisis perilaku jika diterapkan dengan tepat biasanya akan membawa perilaku bahkan siswa yang paling mengganggu ke tingkat yang dapat dikelola. Salah satu keberatan terhadap teknik manajemen perilaku adalah bahwa hal itu dapat digunakan untuk terlalu mengendalikan siswa. Strategi manajemen perilaku seharusnya selalu menekankan pujian dan penguatan, dengan menjadikan hukuman sebagai pilihan terakhir.

22 Mencegah Masalah Perilaku yang Parah Sekolah mempunyai peran penting dalam mencegah atau mengelola perilaku buruk dan kenakalan remaja yang serius. Perkins & Borden, 2003 mengatakan masalah perilaku yang parah adalah pria: sebanyak 3-8 kali lebih banyak daripada anak perempuan.

23 Beberapa pedoman untuk mencegah kenakalan dan perilaku buruk yang serius yaitu: Program pencegahan Mengidentifikasi penyebab perilaku buruk Menegakkan peraturan dan praktik Menegakkan kehadiran sekolah Periksa dan hubungi Menghindari jalur khusus Mempraktikan intervensi Meminta keterlibatan keluarga Menggunakan mediasi teman sebaya Menerapkan konsekuensi dengan bijaksana Beberapa pedoman untuk mencegah kenakalan dan perilaku buruk yang serius yaitu: Program pencegahan Mengidentifikasi penyebab perilaku buruk Menegakkan peraturan dan praktik Menegakkan kehadiran sekolah Periksa dan hubungi Menghindari jalur khusus Mempraktikan intervensi Meminta keterlibatan keluarga Menggunakan mediasi teman sebaya Menerapkan konsekuensi dengan bijaksana

24 Sekian, TERIMA KASIH


Download ppt "PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912) Chairil Fajar (1006492) Ria Puspita (1006131) Riska Dwi G (1002912)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google