Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Euis Nurul B, SE, M.Si Komunikasi Verbal dan Non Verbal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Euis Nurul B, SE, M.Si Komunikasi Verbal dan Non Verbal."— Transcript presentasi:

1 Euis Nurul B, SE, M.Si Komunikasi Verbal dan Non Verbal

2 Komunikasi Verbal Komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal (bahasa) Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian Manusia yang paling impresif Kasus: saat ini lebih dari bahasa dan dialek yang digunakan umat manusia di dunia

3 Setiap bahasa memiliki aturan-aturan: Komunikasi Verbal FONOLOGI: pengetahuan tentang bunyi- bunyi dalam bahasa SEMANTIK: pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata SINTAKSIS: pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. PRAGMATIS: cara bagaimna bahasa digunakan

4 KOMUNIKASI LAMBANG Tanda-tanda yang mengandung arti yang digunakan komunikator untuk mengubah pesan yang abstrak menjadi konkrit dalam upaya menwujudkan motif komunikasi UMUMKHUSUS NONVERBAL VERBAL Suara Mimik Gerak – gerik Sentuhan Proksemik (ruang dan jarak Bhs Lisan Bhs Tulisan Bahasa Prokem Lisan & Tulisan Misal: Doi = Dia Bokap = Bapak Nada Gambar Warna

5 Komunikasi Non Verbal Komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol non verbal Sebagian aktivitas komunikasi individu menggunakan simbol-simbol non verbal Komunikasi Non Verbal berfungsi: 1. Menentukan makna dalam komunikasi interpersonal 2. Mengapresiasi perasaan dan emosi 3. Mengefisiensikan pesan verbal 4. Sarana sugesti yang efektif

6 Larry L Barket, Bahasa memiliki 3 fungsi penamaan Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi Fungsi interaksi menekankan berbagai gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa.

7 Casandra L Book : Casandra L Book mengemukakan agar komunikasi berhasil al : 3 Fungsi BahasaKeterbatasan Bahasa Mengenal dunia sekita kita Berhubungan dengan orang lain Menciptakan koherensi dalam kehidupan kita Jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual Kata-kata mengandung bias budaya Pencampuradukkan fakta, penafsiran dan penilaian.

8 3 Faktor Psikologi yang mendasari salah penafsiran pesan Selective atttention, cenderung berkomunikasi jika dikehendaki saja. Selective perception, menafsirkan isi komunikasi sesuai prakonsepsi yang dimiliki sebelumnya, berpikir stereotipe Selective retention, komunikan cenderung hanya mengingat apa yang merek ingin untuk diingat.

9 4 hal dalam Komunikasi Efektif Kemampuan mengamati dan menganalisis persoalan Kemampuan menarik perhatian Kemampuan mempengaruhi pendapat Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling mempercayai

10 Encoding Proses di dalam diri komunikator dimana akal budi manusia bekerja untuk memilih satu atau lebih Lambang Komunikasi yang dapat mewujudkan pesan yang abstrak menjadi konkrit Kode = Sandi = Simbol = Lambang Kode Balok ST UV WX YZ AB CD EF GHIJ KL MN OP QR..

11 Decoding Kasus Mampukah Anda mendecode lambang di bawah ini? AB CD EF GHIJ KL MN OP QR ST UV WX YZ proses di dalam diri komunikan dimana akal budi manusia bekerja untuk mengurai Lambang Komunikasi kembali pada kandungan pesannya

12 Transmitting Proses pengiriman Lambang Komunikasi dari komunikator kepada komunikan Proses penerimaan Lambang Komunikasi pada sisi komunikan Receiving Komunikator Perjalanan Pesan dalam bentuk LK Komunikan

13 Interpreting Proses pemaknaan pesan Sopir Taxi melihat saya berlenggang mengayun langkah memaknai sebagai panggilan dan berkata, “Taxi, Pak?” Ayu Utami mengenang keindahan yang pernah menyentuh inderanya mengambil alat tulis dan menulis, A. Dalam Diri Komunikator Anda membaca iklan FIKOM Indonusa mengangkat telepon, dan bertanya, “Bisa dapat info lebih jauh tentang Fikom Emas?”

14 Interpreting Proses pemaknaan pesan Saya berkunjung ke rumah Anda 3 jam ngobrol gak disuguh minum dan berkata, “Wah, di sini lagi kemarau, ya?” Anda mendengar ucapan saya, dan berkata, “Iya, udah 4 bulan gak ujan!!!” B. Dalam Diri Komunikan MAKNA PESAN Denotatif Konotatif

15 LK tidak punya makna, kitalah yang memberi makna pada LK Seorang anak kecil dibiasakan ibunya mengatakan “menyanyi” bila ingin buang air kecil agar tamu tidak terganggu jika si anak ingin buang air kecil saat ada tamu. Suatu hari si anak menginap di rumah neneknya. Menjelang tidur, ia ingin buang air kecil. “Nek, Adi ingin nyanyi!” katanya. “Ah, bagus, mari sini di kuping Nenek,” jawab nenek sambil tiduran, memiringkan tubuh, memejamkan matanya. Teori Segitiga Makna Lambang/Simbol Pikiran pemakai Obyek

16 Kasus: BHS DAERAH vs BAHASA DAERAH Cowok Batak dan cewek Sunda bertemu di angkot. Cowok sok akrab berkata, “Biar saya yang bayar, Neng.” Cewek tidak bisa menolak. “Terima kasih, Kang,” katanya. Cowok menjawab, “Bujur kembali”. Cewek marah, “Nih, ambil uangmu!!!” Siswa kelas enam SD suku SUnda menangis sepulang sekolah pada hari pertamanya di Banjarmasin. “Kenapa kamu?” tanya ibunya. Putrinya menjawab, “Tadi disekolah pelajaran berhitung dan ibu guru menyuruh saya menjawab pertanyaan. Saya sudah menjawab benar, tapi ibu guru bilang, ‘Kamu bujur! Kamu bujur!’” Bujur Sunda: pantat Batak (karo): terima kasih Banjarmasin: benar

17 Kasus: Bhs Daerah vs Bhs Indonesia Seorang wanita menikahi lelaki padang. Saat berbulan madu, mereka mengendarai mobil, dan isteri bertanya, “Mas, capek?” Suami langsung tancap gas. Tak lama, isteri kembali bertanya, “Mas, capek?” Suami mengemudi semakin kencang. “Mas, capek?” isteri kembali bertanya. Suami akhirnya marah, “Ini kan sudah capek, mau tabrakan kamu!!!!”

18 Kasus: Bhs Indonesia vs Bhs Malaysia Rombongan peserta konferensi Indonesia tiba di Malaysia. Sesampainya di hotel, terdapat pesan berbunyi, “Seluruh peserta dijemput ke tempat panitia pukul 20:00” Tepat pukul 20:00 rombongan Indonesia siap di lobby hotel. Hingga pukul 21:00 jemputan belum juga datang. Salah seorang peserta menelepon panitia menanyakan keterlambatan itu. Seusai menelepon, orang itu tertawa terus, membingungkan peserta lain. Ia menjelaskan bahwa mereka semua yang salah. Dalam bahasa Malaysia, dijemput berarti diundang.

19 Kasus: Antarnegara Gadis Jerman (GR) makan siang di sebuah hotel di Bali, bertemu pria Prancis (PR). Keduanya saling menyapa dengan senyum. Ketika pelayan menyuguhkan makanan, PR mengangkat gelas dan berkata, “Bon apetit.” GR tidak mengerti ucapan itu dan menjawab “Ginzberg.” Makan malam, keduanya kembali bertemu. PR kembali mengangkat gelasnya dan berkata, “Bon apetit,” yang dijawab GR, “Ginzberg.” Pelayan memperhatikan itu. Setelah makan malam, ia mengajak GR ke pojok dan memberi tahu bahwa PR bukan menanyakan namanya, melainkan mengucapkan selamat makan. Esok paginya, GR sengaja sarapan dekat PR untuk memperbaiki kekeliruannya. GR mengambil inistiatif, mengangkat gelas, dan berkata, “Bon apetit” dan dijawab dengan bangga oleh PR, “Ginsberg!”


Download ppt "Euis Nurul B, SE, M.Si Komunikasi Verbal dan Non Verbal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google