Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bab 10 Packet Switching. Prinsip-prinsip zDirancang untuk mengendalikan lalu lintas suara ySumberdaya ditujukan untuk panggilan tertentu ySebagian besar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bab 10 Packet Switching. Prinsip-prinsip zDirancang untuk mengendalikan lalu lintas suara ySumberdaya ditujukan untuk panggilan tertentu ySebagian besar."— Transcript presentasi:

1 Bab 10 Packet Switching

2 Prinsip-prinsip zDirancang untuk mengendalikan lalu lintas suara ySumberdaya ditujukan untuk panggilan tertentu ySebagian besar waktu koneksi data tidak terpakai yRate data konstan xDua perangkat yang dihubungkan saling mentransmisi dan menerima pada rate data yang sama

3 Operasi Dasar zData ditransmisi dalam bentuk paket pendek yPanjang paket 1000 octet (byte) yPesan yang panjang dipecah menjadi beberapa paket ySetiap paket berisi data pemakai dan beberapa informasi kontrol zInformasi Kontrol yInformasi alamat zPaket diterima, disimpan dan diteruskan ke simpul berikutnya ySimpan dan diteruskan

4 Penggunaan Paket

5 Kelebihan zJalur efisiensi yang lebih besar yJalur simpul ke simpul dibagi secara dinamik beberapa paket sepanjang waktu yPaket diantrikan dan ditransmisi secepat mungkin zKonversi rate data ySetiap stasiun terhubung ke simpul lokal pada rate data yang sesuai ySimpul penyangga data dibutuhkan untuk menyamakan rate zPaket dapat diterima meskipun jaringan sibuk yPengiriman dapat saja terlambat zSkala propritas dapat digunakan

6 Tehnik Switching zStasiun memecah pesan yang panjang dalam bentuk paket zPaket dikirim segera ke jaringan zPaket dikemas dalam 2 cara yDatagram ySirkuit Virtual

7 Datagram zSetiap paket diperlakukan terpisah zPaket dapat menggunakan jalur yang praktis zPaket dapat saja terlambat zPaket dapat hilang zPenerima dapat meminta ulang paket

8 Sirkuit Virtual zRute sudah direncanakan dahulu, sebelum paket-paket dikirim zKoneksi dibangun antara permintaan dan penerimaan zSetiap paket mempunyai identifikasi sirkuit virtual sebagai alamat tujuan zSetiap paket dapat mencari jalurnya sendiri

9 Sirkuit Virtual v Datagram zSirkuit Virtual yJaringan dapat melakukan deretan dan kontrol kesalahan yPaket diteruskan lebih cepat xTidak perlu jalur khusus yKurang handal xsimpul mengalami kegagalan seluruh sirkuit virtual yang melintasi simpul bisa hilang zDatagram yPanggilan untuk set up fase dapat dihindari xLebih baik pada paket-paket yang sedikit yLebih fleksibel xJika sebuah simpul gagal paket berikutnya dapat menemukan rute pengganti

10 Ukuran Paket

11 Perbandingan Circuit dan Packet Switching zKinerja yPenundaan perambatan yWaktu Transmisi yPenundaan simpul

12 Event Timing

13 Operasi Eksternal dan Internal zPacket switchingdatagrams atau virtual circuits zInterface antara stasiun dan simpul yOrientasi koneksi xStatiun meminta koneksi logik (virtual circuit) xSemua paket diidentifikasikan sebagasi milik koneksi logik tertentu dan diberi nomor berurutan xJaringan mengirim paket sesuai nomor urutan xSebagai layanan External virtual circuit xcontoh. X.25 xBeda dari operasi internal virtual circuit yTanpa koneksi xPaket ditangani terpisah xSebagai layanan External datagram xBeda dari operasi internal datagram

14 Kombinasi (1) zExternal virtual circuit, internal virtual circuit ySeluruh paket mengikuti rute yang sama zExternal virtual circuit, internal datagram yJaringan menangani setiap paket terpisah yPaket yang berbeda dari external virtual circuit yang sama memungkinkan memiliki rute internal yang berbeda yJaringan penyangga pada simpul tujuan

15 Kombinasi (2) zExternal datagram, internal datagram yPaket diperlakukan secara terpisah, baik secara jaringan dan pengguna zExternal datagram, internal virtual circuit yPengguna luar tidak melihat koneksi apapun yPengguna luar mengirim paket begitu saja yJaringan menyusun koneksi logik diantara stasiun yang di maksud

16 External Virtual Circuit and Datagram Operation

17 Internal Virtual Circuit and Datagram Operation

18 Routing zKompleks, Aspek penting dari jaringan packet switching zKarakteristik yPembetulan yKesederhanaan yKekokohan yStabilitas yKejelasan yOptimal yEfisien

19 Kinerja Kriteria zMenggunakan rute tertentu zMinimum hop zBiaya rendah

20 Costing of Routes

21 Keputusan Waktu dan Tempat zWaktu yBerdasar Packet atau virtual circuit zTempat yDistribusi xDibuat oleh tiap simpul ySentralisasi ySumber

22 Sumber Informasi Jaringna dan Pewaktuan Perbaruan zStrategi routing umumnya didasari oleh pengetahuan topologi jaringan zRouting distribusi ySimpul menggunakan informasi lokal yMengumulkan informasi dari simpul yang berdekatan yMengumpulkan informasi dari seluruh simpul pada rute yang berkepentingan zRouting sentral yMengumpulkan informasi dari seluruh node zPewaktuan Pembaruan yJika tidak ada informasi yang digunakan, tidak ada pembaruan informasi

23 Strategi Routing z(Fixed) Tetap zFlooding (Kebanjiran) zRandom zAdaptive

24 Fixed Routing zRute tunggal untuk setiap pasangan sumber dan tujuan zRute tetap, sampai ada perubahan pada topologi jaringan

25 Tabel Fixed Routing

26 Flooding zTidak memerlukan informasi apapun zPaket dikirim dari sebuah simpul ke simpul yang berdekatan zPaket yang datang ditransmisi ke setiap jalur kecuali jalur datangnya paket tersebut zSetiap paket mempunyai nomor yang unik sehingga duplikasinya dapat dibuang zSetiap simpul harus mengingat indentitas paket yang ditransmisikan

27 Contoh Flooding

28 Random Routing zSimpul memilih satu jalur untuk keluar untuk mentransmisikan kembali paket yang datang zPemilihan secara random atau round robin zDapat memilih jalur keluar berdasarkan perhitungan probabilitas zTidak memerlukan informasi jaringan zBiasanya rute yang dipilih bukan rute minimum atau rute dengan lompatan minimum

29 Adaptive Routing zDigunakan hampir pada semua jaringan paket switching zKeputusan routing berubah bila kondisi jaringan berubah zMembutuhkan informasi jaringan zKeputusan lebih kompleks zBeban pengolahan pada simpul meningkat zBereaksi terlalu cepat sehingga dapat menimbulkan kemacetan,ketidakstabilan

30 Adaptive Routing Terisolasi

31 Strategi Routing ARPANET (1) zGenerasi pertama y1969 yDistribsi adaptive yEstimasi penundaan sebagai kriteria kinerja yAlgoritma Bellman-Ford ySimpul menukar vektor penundaan dengan vektor terdekat yPembaruan routing berdasarkan informasi yang datang yTidak mempertimbangkan kecepatan jalur, hanya panjang antrian

32 Strategi Routing ARPANET (2) zGeneration Kedua 1979 yMenggunakan penundaan sebagai kriteria kinerja yPenundaan diukur langsung yMenggunakan algoritma Dijkstra’s yBaik pada muatan kecil atau sedang

33 Strategi Routing ARPANET (3) zGenerasi ketiga 1987 yPerubahan perhitungan biaya jalur yPerhitungan penundaan tiap 10 detik yNormalisasi berdasarkan nilai saat itu dan hasil sebelumnya

34 Penggunaan Virtual Circuits

35 Layanan Virtual Circuit zPanggilan Virtual yDibuat dinamis zVirtual circuit permanen ysirkuit virtual yang ditetapkan jaringan

36 Virtual Call

37 Packet Format

38 Penetapan jumlahVirtual Circuit


Download ppt "Bab 10 Packet Switching. Prinsip-prinsip zDirancang untuk mengendalikan lalu lintas suara ySumberdaya ditujukan untuk panggilan tertentu ySebagian besar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google