Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DOSEN: LIES ROSARIA, ST., MSI.  SECARA UMUM Harga yang dibayar atas penggunaan tanah dan faktor-faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DOSEN: LIES ROSARIA, ST., MSI.  SECARA UMUM Harga yang dibayar atas penggunaan tanah dan faktor-faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak."— Transcript presentasi:

1 DOSEN: LIES ROSARIA, ST., MSI

2  SECARA UMUM Harga yang dibayar atas penggunaan tanah dan faktor-faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak da  DEFINISI LAIN Bagian pembayaran atas sesuatu faktor produksi yang melebihi dari pendapatan yang diterimanya dari pilihan pekerjaan lain yang terbaik yang mungkin dilakukannya.

3  MENURUT DAVID RICARDO (AHLI EKONOMI KLASIK) Mengenai sebab-sebabnya harga jagung menjadi tinggi : Karena permintaan yang banyak sedangkan penawaran kurang mencukupi. Karena harga jangung tinggi, menyebabkan petani ingin menanam lebih banyak jagung lagi dan menaikkan permintaan atas tanah, sehingga sewa tanah bertambah tinggi.

4  PENENTUAN SEWA TANAH Semakin tinggi permintaan, makin tinggi pula sewa tanah yang harus dibayar. Pada awalnya permintaan akan Jagung ditunjukkan dengan kurva D 0 -D 0 dengan harga sewa R 0. Ketika permintaan mendadak meningkat, permintaan akan jagung bergeser menjadi D 1 -D 1 dengan harga sewa R 1. SD1D1 D0D0 D2D2 D1D1 D0D0 D2D2 E1E1 E0E0 E2E2 R1R1 R0R0 R2R2 S Jumlah Sewa

5  Sewa tanah bukanlah suatu pembayaran atau perangsang untuk menjamin agar tanah dapat disesuaikan jumlah dan penawarannya dengan yang diperlukan dalam kegiatan ekonomi. Apakah sewanya nol, sedikit atau sangat tinggi, jumlah tanah yang tersedia adalah tetap/tidak berubah.

6  Dalam pengertian yang lebih disempurnakan, sewa ekonomi yang juga dinikmati oleh faktor-faktor produksi lainnya yang penawarannya semakin bertambah apabila harganya naik. S D D = MRP E W L Jumlah Pekerja Upah S W1W1

7  Pembayaran ke atas modal yang dipinjam dari pihak lain dinamakan bunga. Biasa dinyatakan sebagai persentasi dari modal yang dipinjam, seperti misalnya 10 persen, 12 persen atau 15 persen.  Bunga yang dinyatakan sebagai persentasi dari modal dinamakan suku bunga. Pada umumnya persentasi yang dinyatakan menunjukkan suku bunga dari sejumlah modal di dalam satu tahun. Dengan demikian kalau dinyatakan suku bunga adalah 15 persen, artinya adalah: modal yang dipinjamkan memperoleh suku bunga sebanyak 15 persen setahun.  Di dalam perekonomian modern, perusahaan- perusahaan memerlukan modal untuk menjalankan dan memperbesar usahanya. Sebaliknya rumah tangga memiliki kelebihan pendapatan yang dapat dipinjamkan dengan harapan untuk memperoleh bunga.

8  Peranan Modal dalam Perekonomian Investasi atau penanaman modal adalah pengeluaran sektor perusahaan untuk membeli/memperoleh barang-barang modal yang baru yang lebih modern atau untuk menggantikan barang-barang modal lama yang sudah tidak digunakan lagi atau yang sudah usang.  Produktivitas Modal Produktivitas dari modal dihitung dengan cara menentukan besarnya pendapatan rata-rata tahunan neto (yaitu setelah dikurangi dengan penyusutan modal yang digunakan) dan dinyatakan sebagai persentasi dari modal yang ditanamkan. Produktivitas modal tersebut dinamakan tingkat pengembalian modal atau rate of return.

9  Menentukan Tingkat Pengembalian Modal Di dalam kegiatan perusahaan yang sebenarnya perhitungan tingkat pengembalian modal adalah lebih rumit daripada contoh yang baru saja diterangkan. Kerumitan tersebut timbul sebagai akibat dari usia barang modal yang panjang, yaitu ia dapat digunakan selama beberapa tahun, dan bahkan banyak yang penggunaannya dapat dilakukan selama berpuluh- puluh tahun. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari sesuatu investasi pada umumnya meliputi lebih dari satu tahun.

10 Terdapat dua pandangan, yaitu; 1. Pandangan klasik/tradisional Bahwa jumlah tabungan tabungan yang dilakukan masyarakat ditentukan oleh tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar jumlah tabungan yang dilakukan masyarakat. 2. Pandangan keynes Bahwa tabungan tergantung terhadap pendapatan nasional. Pada tingkat pendapatan nasional yang sangat rendah tabungan akan bernilai negatif 

11 Klasik Keynes

12 1. Menurut Pandangan klasik Tingkat bungan ditentukan oleh permintaan dan penawaran terhadap tabungan 2. Menurut Pandangan keynes Bahwa tingkat bunga tergantung kepada jumlah uang yang beredar (penawaran uang) dan permintaan uang (preferensi likuiditas). Permintaan uang adalah permintaan terhadap uang oleh seluruh masyarakat dalam perekonomian

13 Klasik Keynes

14 1. Perbedaan resiko 2. Jangka waktu pinjaman 3. Biaya administrasi pinjaman

15  Tingkat bunga Riil Persentasi kenaikan nilai riil dari modal ditambah bunganya dalam setahun, dinyatakan sebagai persentasi dari nilai riil modal sebelum dibungakan. Contoh: Ketika harga naik 10 persen nilai riil modal mengalami kenaikan 15 persen Kenaikan riil = 15 – 10 = 5 persen Sehingga suku bunga riil adalah 5 persen.

16 Perbedaan nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan serta harus mempertimbangakan biaya tersembunyi. Biaya tersembunyi: biaya produksi yang tidak dibayar dengan uang tetapi perlu dipandang sebagai bagian dari biaya produksi seperti: tanah, modal, bangunan, dan peralatan pabrik yang dimiliki sendiri.

17 Pendapatan yang diperoleh individu sebagai pembayaran setelah melakukan berbagai kegiatan kegiatan: 1. Keuntungan adalah pembayaran terhadap resiko 2. Keuntungan sebagai pembayaran terhadap kegiatan inovasi 3. Keutungan adalah akibat kekuasaan monopoli


Download ppt "DOSEN: LIES ROSARIA, ST., MSI.  SECARA UMUM Harga yang dibayar atas penggunaan tanah dan faktor-faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google