Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LAPORAN TENTANG PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 1 Jakarta, Februari 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LAPORAN TENTANG PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 1 Jakarta, Februari 2014."— Transcript presentasi:

1 LAPORAN TENTANG PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 1 Jakarta, Februari 2014

2 DAFTAR ISI I.PENDAHULUAN II.WILAYAH TERDAMPAK BENCANA III.PENDATAAN KERUSAKAN IV.PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN (DaLA) V.PENILAIAN KEBUTUHAN KEMANUSIAN (HRNA) VI.USULAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMULIHAN

3 PENDAHULUAN  Banjir Bandang Kota Manado terjadi pada tanggal 15 Januari 2014;  Penyebab kejadian bencana kombinasi antara faktor alam dan antropogenik, hujan deras dipicu oleh sistem tekanan rendah di perairan selatan Filipina dan konvergensi tekanan rendah utara Australia sehingga awam besar masuk wilayah Sulawesi Utara yang menyebabkan 4 sungai di Kota Manado meluap disertai longsor;  Masa tanggap darurat berakhir pada tanggal 12 Februari 2014, diteruskan dengan masa Transisi Darurat ke Pemulihan;  Penilaian DaLA dan HRNA, pada wilayah Kota Manado di 10 (sepuluh) Kecamatan terdampak dan 5 (lima) sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi produktif serta lintas sektor.

4 PROSES PENYUSUNAN RENCANA PEMULIHAN PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN (5 SEKTOR) HRNA DAN PENILAIAN KEBUTUHAN REHAB-REKON RENCANA AKSI REHAB-REKON KEBIJAKAN DAN STRATEGI REHAB-REKON SUMBER DATA DARI K/L SUMBER DATA DARI PEMDA KELOMPOK PEMULIHAN (5 SEKTOR) DaLA HRNA dan Needs Assessment Penyusunan Rencana Aksi

5 WILAYAH TERDAMPAK

6 PENDATAAN KERUSAKAN Struktur Tim: 1.Tim Sektor Perumahan, dengan sensus by name, addres, foto dan koordinat; 2.Tim Sektor Non Perumahan yang terdiri dari sektor Infrastruktur, sosial, ekonomi produktif dan lintas sektor; 3.Tim HRNA, dengan kuesiner dan FGD pada 5 Kecamatan paling terdampak. Unsur Tim terdiri dari BNPB dan Kementerian Terkait, BPBD dan SKPD Teknis Propinsi/Kota Manado, Perguruan Tinggi, Fasilitator PNPM Perkotaan, PMI, UNDP

7

8

9

10

11

12

13 PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN (DaLA)

14 PENILAIAN KEBUTUHAN KEMANUSIAAN (HRNA) Perkiraan Kebutuhan Sektor Perumahan 1.Dukungan pembersihan puing dan sampah; 2.Musyawarah komunitas, penyuluhan dan advokasi relokasi; 3.Relokasi perumahan 4.Pembangunan, Perbaikan rumah Perkiraan Kebutuhan Sektor Infrastruktur 1.Perbaikan Jalan 2.Pembangunan dan Perbaikan Jembatan 3.Perbaikan Drainase, Air Bersih, Utilitas dan Energi/Listrik 4.Normalisasi Sungai dan Perkuatan Tebing Sungai

15 Prakira Kebutuhan Sektor Ekonomi Produktif 1.Dukungan Peralatan Kerja; 2.Revitalisasi Fungsi Pasar; 3.Konseling Usaha, Pelatihan dan Permodalan Prakira Kebutuhan Sektor Sosial 1.Sub Sektor Kesehatan: Dukungan sarana kesehatan, Penyediaan trauma healing/psikosial/mental ibadah; 2.Sub Sektor Pendidikan: Bantuan peralatan sekolah, Bantuan sekolah sementara; 3.Layanan Admin Penduduk: Pengurusan surat berharga seperti Ijazah, sertifikat rumah, identitas penduduk, surat nikah dan lain-lain; 4.Layanan Kemasyarakatan: Dukungan pengaktifan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti peribadatan,

16 Prakira Kebutuhan Lintas Sektor 1.Perbaikan sarana prasarana kantor pemerintah, ketertiban, keamanan; 2.Penyusunan RTRW dan Rencana Detail Kawasan DAS Yang bermuara ke Kota Manado; 3.Sosialisasi dan penguatan kelembagan berorientasi pada PRB; 4.Perkuatan penyelenggaran PB Daerah

17 PERCEPATAN PENANGANAN PENGUNGSI Jangka waktu penanganan pengungsi ini akan berdampak kepada besarnya kerugian (makin lama makin besar kerugian) 1.Pembersihan Sampah dan Puing Rumah Tangga: 1)Supply air untuk MCK, perlu mesin pompa air, untuk menarik air dari sungai 2)Supply air minum, perlu drum untuk penampungan air hujan, disamping supply dari PT. AIR MANADO (PDAM) 3)Peralatan untuk kebersihan, seperti sekop, sapu lidi, gayung, selang dan lain-lain 4)Pembersihan saluran/drainase dan sungai.

18 2.Penyediaan Tempat Penampungan Sementara, alternatif: 1)Diberikan biaya sewa rumah 2)Memanfaatkan bangunan terlantar/kosong, standar minimum darurat 3 m2 per orang, (idealnya Huntara inti 4x5m2, 4x6 m2, 4x7 m2) Memperhatikan : akses ke sekolah (alternatif menyediakan sekolah darurat atau pindah sekolah di lokasi dekat tempat tinggal Akses ke tempat usaha

19 PRIORITAS REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI Permukiman:  Untuk relokasi Pemerintah Kota menyediakan lahan dengan status clear and clean (kapan ?)  Alternatif dgn rumah susun (rusun) yang tidak jauh dari lokasi semula, harus memperhatikan bentuk bangunan build back better and safer  Perlu sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahuludan mendengarkan aspirasi mereka  Provinsi menyediakan tanah di Kalasey, cukup untuk memenuhi kebutuhan relokasi (Ha ?), warga belum tentu bersedia, di luar kota)

20 RENCANA TINDAK LANJUT 1.Rapat koordinasi BNPB, K/L, Pemprov dan Pemkot untuk menyepakati kebijakan, strategi, program, kegiatan dan sumber dana sebelum Ka. BNPB menetapkan Rencana Aksi Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana; 2.Sosialisasi program untuk memperkuat Komitmen, Koordinasi, dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan 3.Pemberian bantuan peralatan sekolah dan bea siswa bagi korban bencana; 4.Pemerintah Kota Manado memastikan lahan relokasi, untuk kepastian penyediaan dana bantuan rumah. 5.Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, perlu reviu RTRW menyeluruh mencakup DAS Tondano dan DAS Lainnya yang bermuara di Kota Manado

21 Terima Kasih. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jl. Ir. H.Juanda No. 36 Jakarta Pusat Telp. : Fax. : Website : Facebook: Twitter YouTube: BNPBIndonesia


Download ppt "LAPORAN TENTANG PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 1 Jakarta, Februari 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google