Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Manajemen Proyek (Perencanaan Proyek) Ir. Darmawan, MM 2008 Pertemuan 7-8.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Manajemen Proyek (Perencanaan Proyek) Ir. Darmawan, MM 2008 Pertemuan 7-8."— Transcript presentasi:

1 1 Manajemen Proyek (Perencanaan Proyek) Ir. Darmawan, MM 2008 Pertemuan 7-8

2 2 Memberikan kepahaman tentang metode perencanaan proyek. Memberikan kepahaman tentang metode perencanaan proyek. Memberikan kepahaman tentang metode jaringan kerja proyek. Memberikan kepahaman tentang metode jaringan kerja proyek. Objektif

3 3 Perencanaan Proyek Aktivitas manajemen proyek yang dimungkinkan paling memakan waktu Aktivitas manajemen proyek yang dimungkinkan paling memakan waktu Aktivitas yang terus menerus mulai dari mencirikan konsep sampai dengan penyiapan sistem. Perencanaan secara terus menerus ditinjau kembali menjadi informasi baru. Aktivitas yang terus menerus mulai dari mencirikan konsep sampai dengan penyiapan sistem. Perencanaan secara terus menerus ditinjau kembali menjadi informasi baru. Keanekaan ragam dari tipe perencanaan dapat dikembangkan untuk mendukung software utama proyek yang berkaitn dengan schedule dan budget. Keanekaan ragam dari tipe perencanaan dapat dikembangkan untuk mendukung software utama proyek yang berkaitn dengan schedule dan budget.

4 4 Mekanisme Perencanaan Definisikan tujuan proyek Definisikan tujuan proyek Definisikan “Work Breakdown Structure” (WBS) Definisikan “Work Breakdown Structure” (WBS) –Mengidentifikasikan tugas dan sub tugas – mudah diantar –Unsur terendah – bekerja sendiri Mengidentifikasi hubungan tugas Mengidentifikasi hubungan tugas Mengidentifikasikan kemungkinan resiko Mengidentifikasikan kemungkinan resiko Memperkirakan paket pekerjaan (orang, waktu) Memperkirakan paket pekerjaan (orang, waktu) Menciptakan kode perencanaan Menciptakan kode perencanaan Merencanakan berulang-ulang Merencanakan berulang-ulang dokumentasi dokumentasi

5 5 Pembukaan. Pembukaan. Organisasi Proyek. Organisasi Proyek. Analisa Resiko. Analisa Resiko. Hardware dan Software sumber permintaan. Hardware dan Software sumber permintaan. Kemacetan Bekerja. Kemacetan Bekerja. Daftar perjalanan proyek. Daftar perjalanan proyek. Monitoring dan Mekanisme Pelaporan. Monitoring dan Mekanisme Pelaporan. Struktur Prencanaan Proyek

6 6 Pemisahan proyek kedalam tugas dan perkiraan waktu serta sumber yang dibutuhkan untuk melengkapi setiap tugas. Pemisahan proyek kedalam tugas dan perkiraan waktu serta sumber yang dibutuhkan untuk melengkapi setiap tugas. Mengatur tugas-tugas untuk mengoptimalkan tenaga kerja. Mengatur tugas-tugas untuk mengoptimalkan tenaga kerja. Meminimalis ketergantungan sautu terhadap tugas lain yang harus diselesaikan. Meminimalis ketergantungan sautu terhadap tugas lain yang harus diselesaikan. Tergantung pada intuisi Proyek Manager dan pelangalaman. Tergantung pada intuisi Proyek Manager dan pelangalaman. Penjadualan Proyek

7 7 Proses Penjadualan Proyek

8 8 Memperkirakan tingkat kesulitan dari permasalahan dengan demikian biaya mengembangkan sebuah solusi dari permasalahan menjadi besar. Memperkirakan tingkat kesulitan dari permasalahan dengan demikian biaya mengembangkan sebuah solusi dari permasalahan menjadi besar. Produktivitas akan tidak proposional terhadap jumlah orang yang bekerja pada suatu tugas tertentu. Produktivitas akan tidak proposional terhadap jumlah orang yang bekerja pada suatu tugas tertentu. Penambahan orang pada proyek terakhir akan membuat biaya bertambah. Penambahan orang pada proyek terakhir akan membuat biaya bertambah. Kejadian tidak terduga selalu terjadi. Walaupun ketidaktentuan diperbolehkan dalam perencanaan. Kejadian tidak terduga selalu terjadi. Walaupun ketidaktentuan diperbolehkan dalam perencanaan. Permasalahan

9 9 Metode Jaringan Kerja Metode Jalur Kritis (Critical Path Methode – CPM). Menggunakan satu angka estimasi dan dalam prakteknya banyak digunakan oleh industri dan proyek-proyek engineerinng konstruksi. Metode Jalur Kritis (Critical Path Methode – CPM). Menggunakan satu angka estimasi dan dalam prakteknya banyak digunakan oleh industri dan proyek-proyek engineerinng konstruksi. Teknik Evaluasi dan Review Proyek (Project Evaluation and Review Technoque – PERT). Untuk menampung unsur yang belum pasti, menganalisa kemungkinan penyimpangan proyek atau memenuhi sasaran jadual penyelesaian. Teknik Evaluasi dan Review Proyek (Project Evaluation and Review Technoque – PERT). Untuk menampung unsur yang belum pasti, menganalisa kemungkinan penyimpangan proyek atau memenuhi sasaran jadual penyelesaian.

10 10 Lukiskan anak panah dengan garis penuh dari kiri ke kanan, dan garis putus untuk “dummy”. Lukiskan anak panah dengan garis penuh dari kiri ke kanan, dan garis putus untuk “dummy”. Dalam menggambar anak panah usahakan ada bagian yang mendatar untuk tempat keterangan kegitan dan kurun waktu. Dalam menggambar anak panah usahakan ada bagian yang mendatar untuk tempat keterangan kegitan dan kurun waktu. Keterangan kegiatan ditulis diatas anak panah, sedangkan kurun waktu dibawahnya. Keterangan kegiatan ditulis diatas anak panah, sedangkan kurun waktu dibawahnya. Hindari sejauh mungkin garis yang saling menyilang. Hindari sejauh mungkin garis yang saling menyilang. Panjang anak panah tidak ada kaitannya dengan lama kurun waktu (kecuali hal khusus). Panjang anak panah tidak ada kaitannya dengan lama kurun waktu (kecuali hal khusus). Peristiwa dilingkari dengan nomor yang bersangkutan. Peristiwa dilingkari dengan nomor yang bersangkutan. Nomor sebelah kanan lebih besar dari sebelah kiri. Nomor sebelah kanan lebih besar dari sebelah kiri. Menggambarkan Jaring Kerja

11 11 “Dummy” “Kegiatan Fiktif” agar terlihat adanya hubungan ketergantungan antara dua peristiwa (event) dan tidak memerlukan waktu. “Kegiatan Fiktif” agar terlihat adanya hubungan ketergantungan antara dua peristiwa (event) dan tidak memerlukan waktu. C Dummy BD A

12 12 Kegiatan-kegiatan Kegiatan pada Anak Panah (Activity On Arrow, AOA). Kegiatan digambarkan sebagai anak panah yang menghubungkan dua lingkaran peristiwa. Ekor anak panah merupakan awal dan ujungnya sebagai akhir kegiatan. Kegiatan pada Anak Panah (Activity On Arrow, AOA). Kegiatan digambarkan sebagai anak panah yang menghubungkan dua lingkaran peristiwa. Ekor anak panah merupakan awal dan ujungnya sebagai akhir kegiatan. Kegiatan dalam lingkaran/kotak (Activity On Node, AON). Anak panah hanya menjelaskan hubungan ketergantungan antara kegiatan-kegiatan. Kegiatan dalam lingkaran/kotak (Activity On Node, AON). Anak panah hanya menjelaskan hubungan ketergantungan antara kegiatan-kegiatan.

13 13 Menggambar Jaring Kerja A. Hubungan peristiwa dan kegiatan pada AOA. j i Peristiwa berikutnyaPeristiwa terdahulu Kegiatan Kurun waktu B. Hubungan antara kegiatan-kegiatan pada AON. Kegiatan AKegiatan B Garis Penghubung

14 14 lanjutan B A C.Kegiatan B mulai setelah A selesai. D.Kegiatan B dan C dapat mulai setelah A selesai (kegiatan memencar). B C A

15 15 lanjutan E.Kegiatan C dan D dapat mulai setelah kedua kegiatan A dan B selesai. C D B A Teknik-teknik Penjadualan : PERT – Program Evaluation and Review techniques PERT – Program Evaluation and Review techniques CPM – Critical Path Method CPM – Critical Path Method Teknik-teknik Penjadualan : PERT – Program Evaluation and Review techniques PERT – Program Evaluation and Review techniques CPM – Critical Path Method CPM – Critical Path Method

16 16 Proyek Pengadaan Generator Listrik KegiatanKeterangan Kegiatan yang mendahului ij (1)(2)(3)(4) 12Membuat spesifikasi dan desain- 23 Pabrikasi generator 1 – 2 24 Membeli material pondasi 1 – 2 25 Merekrut operator 1 – 2 36 Uji coba 2 – 3 47 Membuat pondasi 2 – 4 57 Melatih operator dan mekanik 2 – 5 67 Transportasi generator ke lokasi proyek 3 – 6 78 Memasang dan start-up generator 4 – 7, 5 – 7, 6 – 7

17 17 Diagram Jaring Spesifikasi Dummy untuk node 3 – 5, yaitu melatih operator harus menunggu selesainya pabrikasi genset Memasang start-up Transportasi Uji Coba Melatih Operator Pabrikasi Genset Merekrut Operator Membuat PondasiMaterial Pondasi dan Desain

18 18 Metode Diagram Batang Kegiatan Waktu Diperlukan Rencana (hari) Kenyataan (hari) a44 b33 c58 d6Belum tahu e8 f5 Jenis Kegiatan Hari a b c d e f Kenyataan Rencana Tanggal Pelaporan

19 19 Milestone Milestone (Tonggak Kemajuan/TK) adalah event yang mempunyai fungsi kunci dilihat dari pencapaian keberhasilan proyek dari segi jadual. TK menandai waktu mulai atau akhir dari suatu kegiatan penting, yang bila terlambat akan mempunyai dampak negatif yang cukup besar.

20 20 Kurun Waktu Kurun Waktu = Jumlah tenaga kerja Jam-orang untuk menyelesaikan pekerjaan Kurun Waktu adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dari awal sampai akhir, lazimnya dinyatakan dalam jam, hari atau minggu. Kurun Waktu adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dari awal sampai akhir, lazimnya dinyatakan dalam jam, hari atau minggu.

21 21 Jaring Kerja Berskala Waktu (3) (6) (4) (3) (5) (2) waktu

22 22 Contoh Aplikasi Diagram Gantt

23 23 Metode Jalur kritis Jalur Kritis adalah jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Jalur Kritis adalah jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Maka Jalur Kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir proyek. Maka Jalur Kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir proyek.

24 24 Terminologi TE = E TE = E Waktu paling awal peristiwa (node/event) dapat terjadi (Earliest Time of Occurance). TL = L TL = L Waktu paling akhir peristiwa boleh terjadi (Last Allowable Event/Occurance Time). ES ES Waktu mulai paling awal suatu kegiatan (Earliest Start Time). EF EF Waktu selesai paling awal suatu kegiatan (Earliest Finish Time). Bila hanya ada satu kegiatan terdahulu, maka EF suatu kegiatan terdahulu merupakan ES kegiatan berikutnya. LS LS Waktu paling akhir kegiatan boleh mulai (Last Allowable Start Time), waktu paling akhir kegaiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek secara keseluruhan. LF LF Waktu paling akhir kegiatan boleh selesai (Last Allowable Finish Time) tanpa memperlambat penyelesaian proyek. D Kurun waktu kegiatan, umumnya dengan satuan Hari, Minngu, atau Bulan.

25 25 Perhitungan (3) (6) (4)(3) (5) (2) A. Hitungan Maju, untuk mengidentifikasikan jalur kritis. B. Hitungan Mundur, untuk mengetahui waktu dan tanggal paling akhir “masih” dapat memulai dan mengakhiri masing-masing kegiatan.

26 26 Perhitungan Maju Peristiwa 1 menandai dimulainya proyek. Disini berlaku waktu paling awal peristiwa terjadi adalah, E(1) = 0. Peristiwa 1 menandai dimulainya proyek. Disini berlaku waktu paling awal peristiwa terjadi adalah, E(1) = 0. Untuk kegiatan 1-2, EF(1-2) = ES(1-2) + D(1-2). Untuk kegiatan 1-2, EF(1-2) = ES(1-2) + D(1-2). Bila kegiatan memiliki 2 atau lebih kegiatan yang menggabung, maka waktu mulai paling awal (ES) kegiatan adalah sama dengan waktu selesai paling awal (EF) yang terbesar dari kegiatan terdahulu. Bila kegiatan memiliki 2 atau lebih kegiatan yang menggabung, maka waktu mulai paling awal (ES) kegiatan adalah sama dengan waktu selesai paling awal (EF) yang terbesar dari kegiatan terdahulu. a db c Misalkan c memiliki EF terbesar dari kegiatan lain yang mendahului d, maka ES dari d = EF dari c. Misalkan c memiliki EF terbesar dari kegiatan lain yang mendahului d, maka ES dari d = EF dari c. EF(c) > EF (b) > EF (a), maka ES (d) = EF (c). EF(c) > EF (b) > EF (a), maka ES (d) = EF (c). EF(d) = EF (c) + D (d) EF(d) = EF (c) + D (d)

27 27 Perhitungan Maju Mendapatkan EF Kegiatan Kurun Waktu (D) Paling Awal ijNama Mulai (ES) Selesai (EF) EF(5-6)= EF (4-5) + D (5-6) = = 16

28 28 Perhitungan Mundur Mendapatkan LF Kegiatan Kurun Waktu (D) Paling Awal Paling Akhir ijNama Mulai (ES) Selesai (EF) Mulai (LS) Selesai (LF) L (6)= EF (5-6) = 16 dan LF(5-6) = L(6) LS= LF – D Jadi untuk kegiatan 5-6 dihasilkan : LS (5-6)= LF (5-6) – D atau = 16 – 3 = 13

29 29 Ringkasan H.L, Gantt merintis perencanaan dan pengendalian proyek yang sistematis dan analisis dengan metode diagram balok untuk mengidentifikasikan unsur waktu (mulai dan selesai) dan saat pelaporan. H.L, Gantt merintis perencanaan dan pengendalian proyek yang sistematis dan analisis dengan metode diagram balok untuk mengidentifikasikan unsur waktu (mulai dan selesai) dan saat pelaporan. Manajemen Proyek berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian serta fungsi-fungsi seperti mengorganisasikan, memimpin, dan staffing. Manajemen Proyek berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian serta fungsi-fungsi seperti mengorganisasikan, memimpin, dan staffing. Prosedur dan sistematika Jaringan Kerja adalah mengkaji dan memecahkan lingkup proyek menjadi komponen kegiatan, disusun berdasarkan logika ketergantungan, memperkirakan waktu, dan mengidetifikasikan jalur kritis dengan jadual yang optimal dan ekonomis. Prosedur dan sistematika Jaringan Kerja adalah mengkaji dan memecahkan lingkup proyek menjadi komponen kegiatan, disusun berdasarkan logika ketergantungan, memperkirakan waktu, dan mengidetifikasikan jalur kritis dengan jadual yang optimal dan ekonomis. Kaidah dasar Jaringan Kerja (Critical Path Metode/Program Evaluation Review Techniques) sebagai kegiatan awal, jika kegiatan terdahulu (predecessor) harus sudah selesai. Kaidah dasar Jaringan Kerja (Critical Path Metode/Program Evaluation Review Techniques) sebagai kegiatan awal, jika kegiatan terdahulu (predecessor) harus sudah selesai.

30 30 S E L E S A I TERIMA KASIH


Download ppt "1 Manajemen Proyek (Perencanaan Proyek) Ir. Darmawan, MM 2008 Pertemuan 7-8."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google