Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem pernafasan II Dr. Rini Rahmawati Kadir, Mkes, CWCCA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem pernafasan II Dr. Rini Rahmawati Kadir, Mkes, CWCCA."— Transcript presentasi:

1 Sistem pernafasan II Dr. Rini Rahmawati Kadir, Mkes, CWCCA

2 IV. TRAKEA Trakea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 sampai 20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C). Trakea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 sampai 20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C). Panjang trakea 9-11 cm dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. Panjang trakea 9-11 cm dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos.

3

4 Trakea dilapisi oleh epitel bertingkat dengan silia dan sel goblet. Trakea dilapisi oleh epitel bertingkat dengan silia dan sel goblet. Sel goblet menghasilkan mukus dan silia berfungsi menyapu partikel yang berhasil lolos dari saringan di hidung, ke arah faring untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukkan. Sel goblet menghasilkan mukus dan silia berfungsi menyapu partikel yang berhasil lolos dari saringan di hidung, ke arah faring untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukkan. Potongan melintang trakea khas berbentuk huruf D. Potongan melintang trakea khas berbentuk huruf D.

5 Setinggi sudut sternal, 5 cm inferior terhadap insisura jugularis, trakea bercabang dua menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Setinggi sudut sternal, 5 cm inferior terhadap insisura jugularis, trakea bercabang dua menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kanan dan kiri disebut karina. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kanan dan kiri disebut karina.

6 V. BRONKUS Trakea bercabang menjadi bronkus utama (primer) kiri dan kanan. Trakea bercabang menjadi bronkus utama (primer) kiri dan kanan. Bronkus kanan bercabang lagi menjadi bronkus (sekunder) lobus atas dan bawah. Bronkus kanan bercabang lagi menjadi bronkus (sekunder) lobus atas dan bawah. Setiap bronkus lobaris bercabang lagi menjadi bronkus tersier (segmental). Setiap bronkus lobaris bercabang lagi menjadi bronkus tersier (segmental).

7

8 Setelah 9 atau 12 generasi percabangan, ukuran saluran telah mengecil sampai berdiameter 1 mm. Setelah 9 atau 12 generasi percabangan, ukuran saluran telah mengecil sampai berdiameter 1 mm. Saluran ini disebut bronkiolus, yang turut menyusun lobulus paru. Saluran ini disebut bronkiolus, yang turut menyusun lobulus paru. Bronkiolus memasuki lobulus pada puncaknya, bercabang-cabang lagi, membentuk 4 sampai 7 bronkiolus terminalis dan masing2 bercabang lagi menjadi 2 bronkiolus respiratorius. Bronkiolus memasuki lobulus pada puncaknya, bercabang-cabang lagi, membentuk 4 sampai 7 bronkiolus terminalis dan masing2 bercabang lagi menjadi 2 bronkiolus respiratorius.

9 Bagian ini bercabang lagi lebih dari 3 kali menjadi duktus alveolaris Bagian ini bercabang lagi lebih dari 3 kali menjadi duktus alveolaris Kemudian duktus alveolaris masih dapat bercabang dua sebelum menjadi sakus alveolaris dan alveoli. Kemudian duktus alveolaris masih dapat bercabang dua sebelum menjadi sakus alveolaris dan alveoli. Pertukaran gas berlangsung mulai dari bronkiolus respiratorius sampai alveoli (bagian respirasi sistim pernafasan). Pertukaran gas berlangsung mulai dari bronkiolus respiratorius sampai alveoli (bagian respirasi sistim pernafasan).

10

11 VI. PARU-PARU Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi 2 yaitu : Pleura dibagi menjadi 2 yaitu : 1). Pleura viseral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru, 2). Pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah luar.

12

13 Antara kedua pleura ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura. Antara kedua pleura ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini vakum (hampa udara) sehingga paru- paru dapat berkembang-kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernapas. Pada keadaan normal, kavum pleura ini vakum (hampa udara) sehingga paru- paru dapat berkembang-kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernapas.

14 SELAMAT BELAJAR


Download ppt "Sistem pernafasan II Dr. Rini Rahmawati Kadir, Mkes, CWCCA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google