Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Diskusi Bahasa Indonesia.  Amalia NurSafitri Ketua (Moderator)  Indah Agirita N.p Notulis  Siska RustadiyanaTim Penjawab  Sophia Fauziah Penyaji.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Diskusi Bahasa Indonesia.  Amalia NurSafitri Ketua (Moderator)  Indah Agirita N.p Notulis  Siska RustadiyanaTim Penjawab  Sophia Fauziah Penyaji."— Transcript presentasi:

1 Diskusi Bahasa Indonesia

2

3  Amalia NurSafitri Ketua (Moderator)  Indah Agirita N.p Notulis  Siska RustadiyanaTim Penjawab  Sophia Fauziah Penyaji Materi

4

5 Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Kenakalan remaja sering disebut juga dengan Juvenile Delinquency ialah perilaku jahat (dursila) atau kejahatan anak-anak muda. Anak- anak muda yang jahat itu disebut juga sebagai anak cacat secara sosial.

6 1. Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency 2. Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

7 a. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit. b. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin. c. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dan lain lain. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.

8 FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL

9 a. Reaksi Frustasi Diri b. Gangguan Pengamatan dan Tanggapan Pada Anak Remaja c. Gangguan Berfikir dan Intelegensi Pada Diri Remaja d. Gangguan Perasaan Pada Anak Remaja

10 1) Inkontinensi emosional ialah tidak terkendalinya perasaan yang meledak-ledak, tidak bisa dikekang dan dikendalikan. 2) Labilitas emosional ialah suasana hati yang terus menerus berganti-ganti dan tidak tetap (Labil). Sehingga anak remaja akan cepat marah, gelisah, tidak tenang dan sebagainya. 3) Ketidakpekaan dan mempunyai perasaan biasa disebabkan oleh sejak kecil anak tidak pernah diperkenalkan dengan kasih sayang, kelembutan, kebaikan dan perhatian. 4) Kecemasan merupakan bentuk “ketakutan” pada hal-hal yang tidak jelas, tidak pasti, dan dirasakan sebagai ancaman yang tidak bisa dihindari.

11 a. Keluarga b. Lingkungan Sekolah yang Tidak Menguntungkan c. Media Elektronik d. Pengaruh Pergaulan

12 1. Anak-anak tidak disukai oleh teman-temannya sehingga anak tersebut menyendiri. 2. Anak-anak yang sering menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau sekolah. 3. Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya. 4. Anak-anak yang suka berbohong. 5. Anak-anak yang tidak sanggup memusatkan perhatian. 6. Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anak-anak normal.

13

14 Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.

15 1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama. 3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja. 4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. 5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

16

17

18

19

20 Terima kasih atas perhatian nya Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Download ppt "Diskusi Bahasa Indonesia.  Amalia NurSafitri Ketua (Moderator)  Indah Agirita N.p Notulis  Siska RustadiyanaTim Penjawab  Sophia Fauziah Penyaji."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google