Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penulisan Media PR Session 4- Relasi Media Ambang Priyonggo, M.A.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penulisan Media PR Session 4- Relasi Media Ambang Priyonggo, M.A."— Transcript presentasi:

1 Penulisan Media PR Session 4- Relasi Media Ambang Priyonggo, M.A.

2 Outcomes 1.Mahasiswa mampu menjelaskan nature kerja wartawan di media; konsep dan nilai berita 2.Mahasiswa mengetahui teknik membangun relasi dengan media.

3 Media Relations: sudut pandang Praktisi PR Kenapa seringkali praktisi PR menilai jurnalis sebagai ‘biang masalah’ atau sosok yang selalu mencoba ‘menggali-gali persoalan’?

4 Media Relations: Sudut pandang wartawan Kenapa para wartawan juga sering menilai Praktisi PR sebagai flak (noda), spin doctor (tukang plintir) yang dinilai selalu mencoba turut campur ke ranah media demi klien mereka?

5 Akar masalah... Akar masalah “perseteruan” antara PR dan jurnalis ini lebih karena kurangnya kesepahaman antara mereka, terutama bagaimana masing-masing pihak itu bekerja... Dari sudut PR, terutama dalam kuliah ini, mungkin tidak banyak hal yang jurnalis perlu tahu soal Anda sebagai PR, tapi tentu akan sangat menguntungkan Anda jika Anda mengetahui bagaima media itu bekerja...

6 Apa itu berita? Satu hal yang paling menjadi gap antara praktisi PR dan jurnalis profesional adalah tentang kesamaan pengertian soal apa yang layak disebut berita! Sebagai praktisi PR tentu Anda perlu tahu kejadian atau peristiwa apa yang layak disebut berita.  News Value

7 Anda menyebut ini berita? Crocodile eats man….

8 Anda menyebut ini berita? Earth Quake in Pakistan

9 Anda menyebut ini berita? Queen Elizabeth in a London’s celebration….

10 Apa itu Berita? Selintas pertanyaan itu terlihat sederhana, tetapi untuk menjawabnya sungguh tidak mudah. Bahkan, para sarjana dan praktisi pers pun kesulitan menjawabnya. ”One big trouble with news is that nobody knows what it is. The other trouble is that nobody knows what it means.” Leon V Sigal, political scientist Reporters and Officials (1973)

11 Apa itu berita? Namun, secara umum, para praktisi pers akan merunut ke belakang kepada rumusan klasik terkenal, yang dikemukakan hampir 100 tahun yang lalu. “When a dog bites a man, that’s not news. But when a man bites a dog, that is news.” (John B Bogart, City editor of New York Sun) Yang ingin ditekankan oleh rumusan itu adalah bahwa berita itu harus unik, sesuatu yang tidak lazim terjadi, atau bukan sesuatu yang biasa- biasa saja.

12 Apa itu berita? Definisi tentang apa yang disebut dengan berita itu banyak sekali, tapi pada hakikatnya ada dua yang bisa mewakili… News is… any event, idea, or opinion that is timely, that interests or affects a large number of people in a community, and that is capable of being understood by them.” M Lyle Spencer News is the timely report of fact or opinion that hold interest or importance or both a considerable number of people.” Mitchell V Charnley

13 Apa itu berita ? Secara singkat dapat dikatakan bahwa berita mencakup dua hal penting: 1. Laporan yang akurat dan aktual tentang fakta (peristiwa), gagasan, atau pendapat 2. Menarik perhatian orang banyak NB. Penting untuk diingat bahwa berita itu bukanlah fakta (peristiwa), gagasan, atau pendapat itu sendiri, melainkan laporan tentang fakta (peristiwa), gagasan, atau pendapat yang dibuat oleh wartawan sesuai dengan persepsinya.

14 Apa itu berita? Yang obyektif adalah peristiwa itu sendiri. Sedangkan cara berita itu dipilih untuk dijadikan berita, atau dilaporkan sebagai berita peristiwa, nyata-nyata bersifat subyektif. Itu sebabnya, peristiwa yang sama dilaporkan oleh berbagai suratkabar secara berbeda-beda. Baik itu dalam kelengkapan isi, susunan, nuansa, dan juga sosoknya. Perbedaan itu bisa karena persepsi, interpretasi, visi media

15 The News Values

16 1. Timeliness Peristiwa yang baru saja terjadi akan memiliki peluang untuk menjadi berita daripada peristiwa yang sudah ataku agak lama terjadi.

17 2. Impact Peristiwa yang akan mempengaruhi banyak orang lebih layak untuk dapat diberitakan ketimbang masalah-masalah pribadi

18 3. Prominence Peristiwa yang melibatkan orang- orang atau institusi-institusi terkenal. Contoh: Michael Jackson meninggal pada usia 50 karena diduga overdosis obat penahan rasa sakit

19 4. Proximity Peristiwa yang secara geografis dan emosional dekat dengan orang-orang yang tertarik (dengan peristiwa tersebut) Mine blast in coal mine in China kills 24, dozens trapped Mine blast in coal mine in Sawah Lunto, Sumatra, kills 28

20 5. Conflict Perselisihan, antagonisme (permusuhan), dan perang telah menjadi dasar dari cerita-cerita (kisah-kisah) sejak zaman dulu, saat manusia masih menggambarkan tentang perlawanan mereka dengan binatang yang mengepungnya pada dinding gua Racial conflict in Urumqi, Xinjiang, China, between the Uighur Muslim and Chinese Han

21 6. Unusual/Oddity Peristiwa yang menyimpang jauh dari apa yang diharapkan, yang menyimpang dari pengalaman hidup sehari-hari Riana Van Nieuwenhuizen shares her South African home with not one, but FOUR orphaned cheetah, five lions and two tigers. (Daily Mail). Roller-skating baby Evian advert proves an internet sensation with 4 million viewers

22 7. Currency Currency (yang masih berlaku). Kadang- kadang, sebuah situasi yang sudah lama bergolak, tiba-tiba muncul sebagai bahan diskusi dan menjadi pusat perhatian, itu bisa menjadi berita

23 8. Necessity Sesuatu yang dirasakan perlu untuk diungkapkan kepada banyak orang

24 Istilah yang digunakan untuk menentukan kriteria berita (news value) itu berbeda dari satu buku ke buku yang lain. Akan tetapi, jika mengikuti penjabaran dari istilah-istilah itu, maka akan dihasilkan 10 kriteria di bawah ini:

25 1. Timeliness (aktual, baru). Sesuatu yang terjadi tadi malam, lebih berharga ketimbang sesuatu yang terjadi sebulan atau setahun lalu 2. Consequence (daya pengaruh, size, magnitude). Semakin banyak orang yang terpengaruh oleh suatu peristiwa, semakin tinggi nilai beritanya. 3. Prominence (tersohor, terkenal). Semakin terkenal orang atau institusi yang terlibat semakin tinggi nilai beritanya.

26 4. Rarity (langka). Sesuatu yang langka selalu menarik perhatian. 5. Proximity (kedekatan). Kedekatan yang dimaksudkan di sini adalah kedekatan dari segi jarak maupun kedekatan dari segi hubungan kedaerahan (emosi). 6. Conflict (konflik). Secara alamiah manusia menaruh perhatian yang besar terhadap konflik, atau bentrokan, di mana di dalamnya terdapat drama manusia (human drama). 7. Change (perubahan). Perubahan itu selalu menarik perhatian orang banyak terutama apabila ke mana arah perubahan itu belum diketahui. Secara alamiah manusia akan menerima terjadinya perubahan atau menolak perubahan.

27 8. Action (aksi, kejutan). Orang yang berbuat sesuatu itu lebih dramatis ketimbang orang yang baru berpikir atau berbicara akan berbuat sesuatu. 9. Concreteness (nyata). Kejadian nyata jauh lebih menarik daripada hal-hal yang abstrak. 10. Personality (Kepribadian). Dimensi manusia— wartawan menyebutnya dengan ketertarikan manusia (human interest)—secara jelas menempati skala nilai berita. Orang senang membaca berita mengenai orang, baik itu dari kalangan selebriti maupun orang biasa yang terlibat dalam peristiwa yang luar biasa.

28 Sebagai bagian awal dari berita, lead haruslah sederhana, ringkas, berisi, kuat. Yang terpenting adalah menarik perhatian dimengerti oleh sebanyak mungkin pembaca hingga mereka mau terus membaca kelanjutannya. Lead biasanya terdiri dari satu, atau bisa juga dua alinea yang ditulis maksimum dengan 40 kata. Namun, ada pula yang menyebutkan, maksimum kata. Lead....

29 Untuk mulai menyusun lead, Anda dapat memilih yang paling penting dan paling menarik dari semua fakta yang telah Anda kumpulkan. Apabila fakta terpenting (dianggap) tidak menarik orang untuk membacanya, Anda dapat memilih beberapa poin yang lebih pribadi (personal) dan menarik orang untuk membacanya. Menyusun Lead

30 1. Tanyakan pada diri Anda sendiri, ”Apa yang ingin Anda beritahukan kepada pembaca?” Bisakah Anda menulis jawaban ini dalam satu dan dua kalimat? 2. Organisasikan catatan Anda untuk menjawab enam pertanyaan dasar dari pembaca: 5 W + 1 H Tips menulis lead

31 WHAT: Apa yang terjadi? Apa yang akan terjadi selanjutnya? WHO: Siapa yang terlibat? WHERE: Di mana terjadinya? WHEN: Kapan terjadinya? WHY: Mengapa terjadi? HOW: Bagaimana terjadinya? Tips menulis lead

32 lead body Details (straight news story) berita ditulis dalam bentuk piramida terbalik (an inverted pyramid) berita ditulis dalam bentuk piramida terbalik (an inverted pyramid)berita ditulis dalam bentuk piramida terbalik (an inverted pyramid)berita ditulis dalam bentuk piramida terbalik (an inverted pyramid) Most important Least important

33 Inverted Pyramid Pertama, agar pembaca langsung menangkap inti dari berita tersebut pada kesempatan pertama. Dengan demikian, jika pembaca tidak cukup waktu untuk membaca keseluruhan berita, ia telah mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai berita tersebut. Kedua, memudahkan proses penyuntingan (editing). Dengan kata lain, jika berita terlalu panjang, lebih panjang daripada tempat yang disediakan untuk berita tersebut, maka penyunting tinggal memotong dari bagian yang paling bawah ke atas, tanpa mengganggu isi berita.

34 Seorang wartawan saat menulis berita, akan mungkin memulainya seperti ini: Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan segera memeriksa Duta Besar Indonesia untuk Thailand Muhammad Hatta dalam kasus dugaan korupsi Daftar Isian Pagu Anggaran (DIPA) 2008 yang sedang diselidiki saat ini. Pada paragraf-paragraf berikutnya, akan mengikuti alur dari yang paling penting berada di atas dan hal yang kurang penting atau tidak penting berada di bawah Ini adalah lead dasarnya... Lead ini memberi fakta yang mengandung unsur 5W+ 1H— Lead ini memberi fakta yang mengandung unsur 5W+ 1H— who, what, when, where, why and how who, what, when, where, why and how dari berita itu.

35 Bekerja sama dengan media Mengenali cara kerja wartawan Mengenali wartawan sebagai manusia

36 Pedoman berurusan dengan media Jangan berasumsi bahwa wartawan akan datang untuk ‘mendapatkan’ Anda. Jangan mengintimidasi wartawan Jangan meminta-minta wartawan agar mem- follow up kasus atau cerita Anda.

37 Pedoman berurusan dengan media Selalu jujur Tegakkan “rule” sejak awal ketika membangun relasi dengan media  stay on the record, not for attribution, background. Selalu jawab telepon wartawan Berikan yang diinginkan oleh media, bukan yang diinginkan oleh Anda. Jangan bombardir wartawan dengan press release

38 Pedoman saat menggelar wawancara On-the –record Sediakan background Ketahui topik/masalahnya Antisipasi pertanyaan yang tajam Jujurlah Jawab pertanyaan secara langsung Tetap formal Bersikap profesional Menawarkan bantuan yang mungkin nanti dibutuhkan

39 Pedoman untuk mengoreksi kesalahan Bersikap diplomatis sedapat mungkin Segera kontak wartawan Tetap tenang dan sabar Jika berita sudah termuat, minta hak jawab

40 Pedoman untuk mengoreksi kesalahan Jika wartawan enggan mengoreksi jangan langsung datangi dan memarahi mereka— kecuali memang beritanya penting dan Anda bersedia putus relasi. Jika masih gagal, tulis surat ke redakturnya. Terakhir, tanyakan ke wartawan bila ada yang perlu Anda lakukan di masa depan kepadanya agar kesalahan tak terulang.

41 Media Placement Pentingnya memiliki direktori Media list: nama media atau program tertentu; nama redpel, pemred, redaktur, wartawan; alamat; telepon/fax; editorial info (style guidelines)

42 Delivery... Kirim Antar langsung Fax Kirim via surat elektronik

43 Press Kit Table of content A news release A backgrounder One or two other information pieces (brosur, biografi, company profile, annual report, foto) Business card

44 Corporate Project AT&T prepared a media kit for the launch of Telstar 401, first of a new family of communications satellites. The media kit included the following pieces:

45 Main news release: Sections on technology, launch vehicles, positioning, applications and consumer base (3 pages) ● News release: Satellite services (2 pages) ● News release: The AT&T Hawley satellite command center (3 pages) ● News release: Satellite-based educational programming (2 pages) programs (1 page) ● Fact sheet: Telstar 401 (1 page) ● “Telstar Factoids”: Multiple-choice test with answers (2 pages) ● Listing: Colleges and universities using satellite-focused “distance learning” ● Historical piece: AT&T communications satellites (4 pages) ● Interview: Transcript of question- and-answer interview with project manager who is a former NASA astronaut (4 pages) ● Biography: General manager of satellite services (1 page) ● Testimonials: Customer comments about satellite services (3 pages) ● Glossary of terms (2 pages) ● Chart: Satellite inventions, milestones and innovations (1 page) ● Technical specification sheets: Satellites and related services (9 pages) ● Color photo with caption: Artist’s rendition of the satellite (1) ● Color photo with caption: Classroom use of satellite-based education (1) ● Color photos with caption: Hawley command center (2) ● Black-and-white photo with caption: Project manager (1) ● Black-and-white photo with caption: General manager (1)

46 Any question?


Download ppt "Penulisan Media PR Session 4- Relasi Media Ambang Priyonggo, M.A."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google