Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Investasi Bonds Akuntansi Keuangan Menengah 2 1 Akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Investasi Bonds Akuntansi Keuangan Menengah 2 1 Akuntansi."— Transcript presentasi:

1 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Investasi Bonds Akuntansi Keuangan Menengah 2 1 Akuntansi Keuangan Menengah 2 - Pertemuan 3

2 Agenda Aset Keuangan 1 Investasi di Instrumen Utang Akuntansi Keuangan Menengah 2 Investasi di Instrumen Ekuitas 3 Latihan dan Pembahasan 4

3 Tujuan Pemelajaran Mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan definisi dan klasifikasi aset keuangan. 2. Menyajikan investasi intrumen utang di laporan keuangan. 4. Menyajikan investasi intrumen ekuitas di laporan keuangan. 5. Mencatat penurunan nilai investasi di instrumen utang dan ekuitas 6. Menjelaskan perpindahan klasifikasi aset keuangan 3 Akuntansi Keuangan 2

4 Aset Keuangan 1. Kas. 2. Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain. 3. Hak kontraktual untuk menerima kas atau aset keuangan lain, atau mempertukarkan aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut. 4. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan nonderivatif atau derivatif. 4 Akuntansi Keuangan 2

5 Klasifikasi Aset Keuangan 5 Akuntansi Keuangan 2 1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. 2. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo. 3. Pinjaman yang diberikan dan piutang. 4. Tersedia untuk dijual.

6 Klasifikasi Efek Utang dan Efek Ekuitas (SAK ETAP) 6 Akuntansi Keuangan 2 1. Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity); 2. Diperdagangkan (trading); 3. Tersedia untuk dijual (available for sale).

7 Kategori Aset Keuangan (PSAK 50) 7 Akuntansi Keuangan 2 NO YES Nilai Beli Pinjaman atau Piutang Bentuk Investasi dlm Utang Keinginan memegang Held to maturity YES NO Tujuan Spekulatif Available for Sale NO YES Trading Diukur dg Nilai Wajar No YES Nilai Wajar

8 Klasifikasi Aset Keuangan 8 Akuntansi Keuangan 2 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah aset keuangan yang memiliki salah satu kondisi berikut: a. Diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan b. Saat pengakuan awal ditetapkan oleh entitas untuk diukur melalui laba rugi Untuk memenuhi salah satu dari kedua kondisi di atas, entitas harus memenuhi seperti yang disyaratkan oleh PSAK 55.

9 Klasifikasi Aset Keuangan 9 Akuntansi Keuangan 2 Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta entitas memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: a. Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, b. Investasi yang ditetapkan oleh entitas dalam kelompok tersedia untuk dijual, dan c. Investasi yang memenuhi kriteria sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

10 Klasifikasi Aset Keuangan 10 Akuntansi Keuangan 2 Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap dan tidak memiliki kuotasi pasar aktif, kecuali pinjaman yang diberikan dan piutang: a. dimaksudkan dijual dalam waktu dekat dan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, b. saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual, atau c. dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembalai investasi awal secara substansial kecuali disebabkan penurunan kualitas, dan diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual

11 Klasifikasi Aset Keuangan 11 Akuntansi Keuangan 2 Aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai tersedia dijual adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

12 Pengakuan Awal Aset Keuangan 12 Akuntansi Keuangan 2 Entitas mengakui aset keuangan, jika dan hanya jika, menjadi salah satu pihak pada kontrak instrumen tersebut.

13 Pengukuran Awal Aset Keuangan 13 Akuntansi Keuangan 2 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman yang diberikan dan piutang Tersedia untuk dijual Nilai wajar (biaya transaksi dibebankan) Nilai wajar + biaya transaksi Biaya transaksi adalah biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.

14 Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Aset Keuangan 14 Akuntansi Keuangan 2 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman yang diberikan dan piutang Tersedia untuk dijual Nilai wajar Biaya perolehan diamortisasi Nilai wajar Biaya perolehan diamortisasi adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur saat pengakuan awal, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh tempo, dan dikurangi penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Instrumen ekuitas yang tidak ada kuotasi pasar aktif dan nilai wajar tidak dapat diukur dengan andal Biaya perolehan

15 Investasi Efek Utang 15 Akuntansi Keuangan 2 Biaya Amortisasi= (PSAK 55) Jumlah saat pengukuran awal Akumulasi amortisasi dengan metode suku bunga efektif Pembayaran Penurunan Nilai

16 Metode Suku Bunga Efektif 16 Akuntansi Keuangan 2 Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa mendatang. Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga yang ditetapkan. Suku bunga efektif digunakan untuk menghitung amortisasi premium atau diskon

17 Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Aset Keuangan 17 Akuntansi Keuangan 2 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Tersedia untuk dijual Nilai wajar Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Diakui di pendapatan komprehensif lain*, sampai aset keuangan dihentikan pengakuannya. Setelah dihentikan pengakuannya, saldo keuntungan atau kerugian kumulatif direklasifikasi ke laba rugi Diakui di laba rugi Pinjaman yang diberikan dan piutang Untung/rugi ketika dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi

18 Penyajian Efek pada SAK ETAP Held to Maturity Trading Available for Sale Biaya perolehan dikurangi amortisasi premi atau diskonto Nilai wajar pada tanggal neraca

19 Pengukuran Efek Akibat Perubahan Nilai Wajar (SAK ETAP) 19 Akuntansi Keuangan 2 Laba/rugi belum direalisasi Trading Available for sale Dividen dan pendapatan bunga, termasuk amortisasi premi dan diskonto yang timbul saat perolehan, dan laba yang telah direalisasi Dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah, dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut dapat direalisasi. Diakui sebagai penghasilan Untuk ketiga kelompok efek

20 Investasi Instrumen Utang 20 Akuntansi Keuangan 2 Terdapat kontrak pembayaran yang telah ditentukan tanggalnya atas : (a) pokok utang dan (b) bunga Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual

21 Investasi Instrumen Utang 21 Akuntansi Keuangan 2 PT Original membeli lembar Obligasi KW dengan nilai par Rp per lembar pada tanggal 1 Juli Tingkat bunga kupon sebesar 12% dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Tingkat bunga efektif obligasi sejenis sebesar 10%. Obligasi akan jatuh tempo empat tahun mendatang. Nilai wajar saat penerbitan sebesar Rp ,52. Nilai wajar per lembar Obligasi KW pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2013 masing-masing Rp dan Rp Tugas: 1.Buat tabel amortisasi diskon atau premium atas obligasi. 2.Buat jurnal pada tanggal 1 Juli 2012, 31 Desember 2012, 1 Januari 2013, 1 Juli 2013, dan 31 Desember Sajikan investasi di laporan keuangan akhir tahun 2012 dan Pada tanggal 1 Januari 2014, setelah memperoleh pembayaran bunga, PT Original menjual seluruh Obligasi KW dengan harga per lembar Rp Contoh soal:

22 Investasi Instrumen Utang 22 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Periode Bunga Diterima (6%) Pendapatan Bunga (5%) Amortisasi Premium Saldo Investasi Obligasi 1 Juli ,926, Januari ,000,00010,646, ,353, ,572, Juli ,000,00010,578, ,421, ,151, Januari ,000,00010,507, ,492, ,658, Juli ,000,00010,432, ,567, ,091, Januari ,000,00010,354, ,645, ,446, Juli ,000,00010,272, ,727, ,718, Januari ,000,00010,185, ,814, ,904, Juli ,000,00010,095, ,904, ,000, Tabel amortisasi

23 Investasi Instrumen Utang 23 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 2. Jurnal 1 Juli 2012 Investasi obligasi Rp ,52 Kas Rp ,52 31 Desember 2012 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,28 Investasi obligasi ,72

24 Investasi Instrumen Utang 24 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 2. Jurnal 1 Januari 2013 Kas Rp Piutang bunga Rp (asumsi tidak membuat jurnal balik) 1 Juli 2013 KasRp Pendapatan bungaRp ,34 Investasi obligasi ,66

25 Investasi Instrumen Utang 25 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 2. Jurnal 31 Desember 2013 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,21 Investasi obligasi ,79

26 Investasi Instrumen Utang 26 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 3. Penyajian di laporan posisi keuangan Per 31 Desember 2012 Aset Lancar Piutang BungaRp Aset Tidak Lancar Investasi obligasi – biaya perolehanRp ,79 diamortisasi Per 31 Desember 2013 Aset Lancar Piutang BungaRp Aset Tidak Lancar Investasi obligasi – biaya perolehanRp ,34 diamortisasi

27 Investasi Instrumen Utang 27 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 4. Penjualan Aset Keuangan 1 Januari 2014 Kas Rp ,00* Kerugian penjualan investasi ,34 Investasi obligasi Rp ,34 *Rp x

28 Investasi Instrumen Utang 28 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 1 Juli 2012 Investasi obligasi Rp ,52 Kas Rp ,52 31 Desember 2012 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,28 Investasi obligasi ,72

29 Investasi Instrumen Utang 29 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 31 Desember 2012 Nilai wajar 31 Des 2012 = Rp x = Rp Kerugian belum terealisasi = Nilai tercatat 31 Des Nilai wajar 31 Des 2012 = Rp , = ,79 Jurnal: Keuntungan/kerugian belum terealisasi ,79 – Ekuitas Penyesuaian perubahan nilai wajar ,79 aset keuangan – tersedia untuk dijual

30 Investasi Instrumen Utang 30 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 1 Januari 2013 Kas Rp Piutang bunga Rp (asumsi tidak membuat jurnal balik) 1 Juli 2013 KasRp Pendapatan bungaRp ,34 Investasi obligasi ,66

31 Investasi Instrumen Utang 31 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 31 Desember 2013 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,21 Investasi obligasi ,79

32 Investasi Instrumen Utang 32 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 31 Desember 2013 Nilai wajar 31 Des 2013 = Rp x Rp Saldo biaya perolehan diamortisasi obligasi 31 Des 2013 (lihat tabel) ,34 Selisih (Dr)Rp ,66 Penyesuaian perubahan nilai wajar ,79 aset keuangan – tersedia untuk dijual (Cr) Keuntungan/kerugian belum terealisasi Rp ,45 – Ekuitas

33 Investasi Instrumen Utang 33 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 2. Jurnal 31 Desember 2013 Jurnal: Penyesuaian perubahan nilai wajar ,45 aset keuangan – tersedia untuk dijual Keuntungan/kerugian belum terealisasi ,45 – Ekuitas

34 Investasi Instrumen Utang 34 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 3. Penyajian di laporan posisi keuangan Per 31 Desember 2012 Aset Lancar Piutang BungaRp Aset Tidak Lancar Investasi obligasi – nilai wajarRp tersedia untuk dijual Ekuitas Pendapatan komprehensif lainRp ( ,79) Per 31 Desember 2013 Aset Lancar Piutang BungaRp Aset Tidak Lancar Investasi obligasi – nilai wajarRp tersedia untuk dijual Ekuitas Pendapatan komprehensif lainRp ,66

35 Investasi Instrumen Utang 35 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Tersedia untuk Dijual 4. Penjualan Aset Keuangan 1 Januari 2014 KasRp * Kerugian penjualan ,34 Investasi Keuntungan/kerugian belum ,66 terealisasi – Ekuitas Investasi obligasi Rp ,34 Penyesuaian perubahan nilai wajar ,66 aset keuangan – tersedia untuk dijual *Rp x

36 Investasi Instrumen Utang 36 Akuntansi Keuangan 2 Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 2. Jurnal 1 Juli 2012 Investasi obligasi Rp ,52 Kas Rp ,52 31 Desember 2012 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,28 Investasi obligasi ,72

37 Investasi Instrumen Utang 37 Akuntansi Keuangan 2 2. Jurnal 31 Desember 2012 Nilai wajar 31 Des 2012 = Rp x = Rp Kerugian belum terealisasi = Nilai tercatat 31 Des Nilai wajar 31 Des 2012 = Rp , = ,79 Jurnal: Keuntungan/kerugian belum terealisasi ,79 – laba rugi Penyesuaian perubahan nilai wajar ,79 aset keuangan – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

38 Investasi Instrumen Utang 38 Akuntansi Keuangan 2 2. Jurnal 1 Januari 2013 Kas Rp Piutang bunga Rp (asumsi tidak membuat jurnal balik) 1 Juli 2013 KasRp Pendapatan bungaRp ,34 Investasi obligasi ,66 Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

39 Investasi Instrumen Utang 39 Akuntansi Keuangan 2 2. Jurnal 31 Desember 2013 Piutang bungaRp Pendapatan bungaRp ,21 Investasi obligasi ,79 Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

40 Investasi Instrumen Utang 40 Akuntansi Keuangan 2 2. Jurnal 31 Desember 2013 Nilai wajar 31 Des 2013 = Rp x Rp Saldo biaya perolehan diamortisasi obligasi 31 Des 2013 (lihat tabel) ,34 Selisih (Dr)Rp ,66 Penyesuaian perubahan nilai wajar ,79 aset keuangan (Cr) Keuntungan/kerugian belum terealisasi Rp ,45 – laba rugi Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

41 Investasi Instrumen Utang 41 Akuntansi Keuangan 2 2. Jurnal 31 Desember 2013 Jurnal: Penyesuaian perubahan nilai wajar ,45 aset keuangan – diukur pada nilai wajar Keuntungan/kerugian belum terealisasi ,45 – laba rugi Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

42 Investasi Instrumen Utang 42 Akuntansi Keuangan 2 3. Penyajian di laporan posisi keuangan Per 31 Desember 2012 Aset Lancar Piutang BungaRp Investasi obligasi – nilai wajarRp diukur pada nilai wajar Per 31 Desember 2013 Aset Lancar Piutang BungaRp Investasi obligasi – nilai wajarRp diukur pada nilai wajar Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

43 Investasi Instrumen Utang 43 Akuntansi Keuangan 2 4. Penjualan Aset Keuangan 1 Januari 2014 KasRp * Kerugian penjualan Investasi Investasi obligasi Rp ,34 Penyesuaian perubahan nilai wajar ,66 aset keuangan – diukur pada nilai wajar *Rp x Jawaban Soal – Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

44 Transfer / Reklasifikasi Diijinkan jika ada perubahan intensi. HTM AFS FVTPL Diijinkan namun harus memenuhi TAINTING RULE Loans & Receivable Situasi yang langka

45 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI atau Akuntansi Keuangan 2 45


Download ppt "Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Investasi Bonds Akuntansi Keuangan Menengah 2 1 Akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google