Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System) 2 SKS Dedy Alamsyah, S.Kom.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System) 2 SKS Dedy Alamsyah, S.Kom."— Transcript presentasi:

1 Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System) 2 SKS Dedy Alamsyah, S.Kom.

2 Tentang Mata Kuliah Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System) Kredit: 2 SKS Dosen: Dedy Alamsyah, S.Kom Kelas: Sabtu, WIB (R. M203)

3 Komposisi Penilaian Aspek PenilaianProsentase Tugas Mandiri - Jurnal20 % Hasil Ujian Tengah Semester30 % Hasil Ujian Akhir Semester40 % Presentasi/Quis10 % Total100 %

4 Profile Nama: Dedy Alamsyah, S.Kom Panggilan : Dedy Web: Facebook: LinkedIn: YM: dygorgonites Pekerjaan: IT Dept. Head at PT Alamkaca Prabawa Indonesia Dosen Lepas Perguruan Tinggi Raharja (TI)

5 Tata Tertib Perkuliahan 1. Sama dengan tata tertib kampus 2. Telat dibawah 20 menit langsung diabsen. Telat 20 menit Absen 35 Menit kemudian Telat 30 menit Absen 45 Menit kemudian Telat 45 menitAbsen15 Sebelum kelas selesai Telat 1 JamTidak boleh Absen 3. Tidak boleh mengantuk apalagi tidur 4. Tidak boleh BETE dan Vacum

6 Teknik Pembelajaran 1. Ceramah dan Tanya Jawab 2. Presentasi, Tanya Jawab dan Diskusi 3. Tugas 1. Tugas Presentasi Sistem Penunjang Keputusan 2. Jurnal Sistem Penunjang Keputusan

7 Silabus Perkuliahan Pert. / Mode Pokok Bahasan / MateriTujuan Instruksional KhususAktivitas PembelajaranMedia / Referensi 1Dasar Konseptual DSS1.Kerangka Pengembangan DSS - Definisi, contoh dan sifat - Perbedaan DSS dengan SIM - Konsep DSS - Pengembangan Peran DSS - Tujuan dan kemampuan kinerja 2.DSS dalam konteks - Pendahuluan - Misi keseluruhan - Dukungan terhadap pengguna informasi - DSS sebagai pemandu  Mahasiswa mengenal dan mengetahui dasar-dasar dan konsep DSS menurut konteksnya Media : White board, Multi Media Proyektor

8 Silabus Perkuliahan Menggunakan DSS 1.Acuan Pengawasan Manajemen : Keterlibatan terhadap DSS 2.Analisis Nilai : Mempertimbangkan DSS  Mahasiswa lebih mampu mengembangkan dan menggunakan DSS;  Mahasiswa dapat memahami hubungan DSS dengan manajemen serta mempertimbangkan bagaimana nilai keputusan tersebut. Media : White board, Multi Media Proyektor 3Mengembangkan DSS1.Eksperiman dalam menerapkan pendekatan desain adaptif untuk pengembangan DSS 2. Dukungan keputusan melalui optimasi  Mahasiswa dapat menjelaskan penerapan DSS dengan desain adaptif dan memberikan contoh lain penerapannya. Media : White board, Multi Media Proyektor 4&54&5 Arsitektur DSS1.Komponen arsitektur DSS 2.Pemilihan persyaratan database untuk DSS institusional dan Ad- hoc 3.Infrastruktur teknologi untuk DSS berbasis dokumen  Mahasiswa mempunyai pengetahuan tentang komponen-komponen dari arsitektur keputusan dan memberiklan contoh kasus;  Mahasiswa mempunyai pengetahuan tentang infrastruktur teknologi penunjang keputusan. Media : White board, Multi Media Proyektor Pert. / Mode Pokok Bahasan / MateriTujuan Instruksional KhususAktivitas PembelajaranMedia / Referensi

9 6&76&7 Menciptakan Lingkungan DSS1.Mengorganisaikan DSS : Alternatif layanan end-user 2.Permasalahan tentang pemberian dukungan keputusan untuk proses pembuatan keputusan strategi Mahasiswa mengetahui bagaimana mengorganisasikan DSS melalui teknologi lain. Media : White board, Multi Media Proyektor Silabus Perkuliahan UJIAN TENGAH SEMESTER 9Pemilihan S/W DSS1.Pemilihan S/W DSS : Metodologi keputusan berkriteria banyak 2.Kasus : Mead Corporation Mahasiswa dapat memilih S/W dengan metode penunjang berkriteria majemuk dan dapat menyebutkan beberapa contoh perusahaan yang menerapkannya. Media : White board, Multi Media Proyektor 10DSS Kelompok1.Konsepsi DSS Kelompok 2.Metodologi DSS Mahasiswa dapat memahami konsepsi DSS kelompok beserta metodologinya. 11 & 12 Teknik Pengambilan Keputusan Programa Linier 1.Penelitian Operasional dan Programa Linier 2.Metode Grafik untuk Pemecahan Programa Linier Mahasiswa dapat memahami teknik pengambilan keputusan secara programa linier maupun metode grafiknya. Pert. / Mode Pokok Bahasan / MateriTujuan Instruksional KhususAktivitas PembelajaranMedia / Referensi

10 13 & 14,15 Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk Analytical Hierarchy Process Mahasiswa dapat memahami teknik pengambilan keputusan dengan criteria majemuk melalui pendekatan AHP. 16Ujian Akhir Semester Silabus Perkuliahan - 4 Pert. / Mode Pokok Bahasan / MateriTujuan Instruksional KhususAktivitas PembelajaranMedia / Referensi

11 Pertemuan 1 Dasar Dasar SPK Problem Solving John Dewey, Profesor Filosofi dari Columbia University 1910 dalam bukunya mengetengahkan konsep pemecahan masalah secara terstruktur. Ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu: 1. Mengenali kontroversi 2. Menimbang klaim alternatif 3. Membentuk penilaian Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem. Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.

12 Identifikasi Masalah Masalah terdiri dari dua jenis 1.Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah 2.Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan- hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. 3.Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen- elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.

13 Tahap Pemecahan Masalah 1.Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. 2.Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. 3.Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan. Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem.

14 Usaha Persiapan Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari: a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem b) Mengenal sistem lingkungan c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan

15 Usaha Definisi Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu : a) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem b) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu

16 Usaha Pemecahan Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.

17 Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlahwaktu yang dihabiskan, tetapi pada konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternative keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan system untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja system. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh system. Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini, informasi itu menggambarkan keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh system. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan.

18 Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah. Penghindar Masalah (problem avoider) Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan. Pemecah Masalah (problem solver) Manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan. Pencari Masalah (problem seeker) Manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya. Tipe Manajer

19 Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka. Gaya Teratur (preceptive style) Manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya. Gaya Menerima (receptive style) Manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi. Mengumpulkan informasi

20 Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah. Gaya Semantik (systematic style) Manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem. Gaya Intuitif (intuitive style) Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi. Menggunakan informasi

21 Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan Keputusan yaitu Simon dan Mintzberg 1. Keputusan menurut Simon Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, Simon menguraikan istilah keputusan menjadi Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi. Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masing-masing memerlukan teknik yang berbeda. Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah : Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan. Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada. Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan. Sistem Penunjang Komputer (SPK) Decission Support System (DSS)

22 2. Keputusan menurut Mintzberg Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu interpersonal, informasional, desisional. Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan. Ada empat peranan desisional menurut mintzberg : Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi. Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru. Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan. Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja Keputusan

23 Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah : kegiatan intelijen, kegiatan merancang, kegiatan memilih dan menelaah. Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat. Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.

24 Sejarah DSS/SPK Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Time-haring membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen).

25 Definisi DSS Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik. DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

26 JENIS DSS Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu : Retrive information element (memanggil eleman informasi) Analyze entries fles (menganali semua file) Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files) Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan) Propose decision (menawarkan keputusan ) Make decisions (membuat keputusan)

27 Model Model DSS terdiri dari: 1. Model matematika. 2. Database. 3. Perangkat lunak. Perangkat lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan komputer dalam mencari solusi.

28 Tujuan DSS Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu : 1.Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur. 2.Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau engganti keputusan tersebut. 3.Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan ukannya peningkatan efisiensi. Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

29 Pengguna DSS/SPK Pembuat keputusan dalam organisasi terjadi pada tiga level utama yaitu : 1.Levelstrategik, 2.Manajerial 3.Operasional Keputusan pada level operasional merupakan keputusan-keputusan terstruktur yaitu keputusan-keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan). Keputusan-keputusan terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel tersebut terprogram. Pada level manajerial dan strategik merupakan keputusan semistruktur, dimana problem-problem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Dalam hal ini SPK dapat digunakan untuk mengembangkan solusi problem–problem yang bersifat kompleks dan semiterstruktur dengan mempertimbangkan SIM tradisional. Penggunaan SPK tidak terbatas untuk manajer-manajer dari level menengah sampai ke level tinggi, tetapi dapat digunakan oleh individu-individu. Pengguna memiliki gaya pembuatan keputusan tersendiri, kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya sendiri-sendiri, oleh karenanya perancang SPK perlu mempertimbangkan atribut-atribut khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem.

30 Penerapan DSS Dalam Suatu Instansi Mengapa DSS digunakan dalam suatu perusahaan? Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil. Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat. Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis. Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar- benar menguntungkan.

31 Dampak Pemanfaatan DSS Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain : Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan. Problem yang kompleks dapat diselesaikan. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya. Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif. Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.

32 Faktor Pendukung DSS Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh : Faktor teknologi Faktor kompleksitas struktural Faktor pasar internasional Faktor stabilitas politik Faktor konsumerisme Faktor intervensi pemerintah Faktor informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut, Faktor gaya pengambilan keputusan dan Faktor kemampuan (intelegensi,persepsi, dan falsafah) serta Pertimbangan pengambil keputusan. Pengambilan keputusan selalu berkaitan dengan ketidakpastian dari hasil keputusan yang diambil.

33 Karakteristik DSS/SPK vs SIM Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah salah satu cara mengorganisir informasi (melibatkan pengunaan basis data) yang dimaksudkan untuk digunakan dalam membuat keputusan. SPK dirancang untuk pendekatan menyelesaikan masalah para pembuat keputusan dan kebutuhan-kebutuhan aplikasi, tetapi tidak untuk menggantikan keputusan maupun membuat suatu keputusan untuk pengguna. SPK dirancang sedemikian rupa untuk mebantu mendukung keputusan-keputusan yang melibatkan masalah-maslah kompleks yang diformulasikan sebagai problem- problem semiterstruktur. SPK bisa dibangun untuk mendukung keputuisan sekali saja, keputusan–keputusan yang jarang dibuat atau keputusan-keputusan yang muncul secara rutin. SPK berbeda dengan SIM tradisional, SIM tradisional berorientasi produk yang menghasilkan keluaran sedangakan SPK berorientasi proses dimana fokus SPK adalah pada interaksi pembuat keputusan dengan sistem tersebut, bukan pada keluaran yang Dihasilkan SIM -> Berorientasi Produk SPK -> Beriontasi Keputusan

34 SIM

35 DSS/SPK

36 Contoh Kasus Seorang Manajer ingin membuat sebuah sistem yang akan membantu dia dalam menentukan biaya operasional dalam suatu periode, lalu muncul dalam pemikirannya dia beberapa pertanyaan yang antara lain : 1. Apa yang sebenarnya akan saya dapatkan dari system tersebut ? 2. Jika biaya prorotipe adalah $X, apakah saya rasa biaya tersebut bisa diterima ?


Download ppt "Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System) 2 SKS Dedy Alamsyah, S.Kom."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google