Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penulisan huruf miring Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh: harian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penulisan huruf miring Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh: harian."— Transcript presentasi:

1 Penulisan huruf miring Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh: harian Satria, majalah Tempo Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata. Contoh: Mereka tidak hanya mencuri, tetapi menjarah dagangan. Huruf pertama kata abad ialah a. Bab ini tidak mengenai penulisan huruf kapital.

2 Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau istilah asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Contoh: Saya membeli shuttle cock di toko itu. Penguasa itu menggunakan politik divide et impera. Nama ilmiah tanaman padi adalah Oriza sativa.

3 Penulisan Kata Penulisan Kata Dasar salahbenar erobikaerobik aliniaalinea aquariumakuarium bathinbatin aktifitasaktivitas begasibagasi Penulisan Kata Ulang salahbenar anak2anak-anak macam2macam-macam

4 Pengulangan gabungan kata salahbenar meja tulis-meja tulismeja-meja tulis rumah sakit-rumah sakitrumah-rumah sakit Pengulangan kata berimbuhan salahbenar ber-kejar2-anberkejar-kejaran di-dorong2didorong-dorong Pengulangan kata yang berubah bunyi Contoh: sayur-mayur, lauk-pauk ramah-tamah, bolak-balik

5 Penulisan Gabungan Kata Pemenggalan kata dasar kata dipenggal atas suku-suku katanya harus memakai tanda hubung. Contoh: dengan pindah de-ngan pin-dah tanggung buaya tang-gung bu-aya sesat bangkrut se-sat bang-krut

6 Pemenggalan kata berimbuhan bentuk dan partikel lah dan kah yang ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: makanan minuman ma-kan-an mi-num-an diamlah akankah di-am-lah a-kan-kah

7 Pemenggalan kata ulang kata ulang sudah memakai tanda hubung, maka pemenggalan disesuaikan dengan tanda hubungnya. Contoh: salahbenar … masing-ma… masing- sing masing

8 Penulisan Gabungan Kata Gabungan kata, termasuk yang lazim disebut kata majemuk, bagian-bagiannya dituliskan terpisah. salahbenar binausahabina usaha cagaralamcagar alam kerjasamakerja sama serahterimaserah terima tandatangantanda tangan

9 Ada gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata. salahbenar sapu tangansaputangan segi tigasegitiga Ada gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata yang mengandung arti penuh (unsur a, antar, catur, dasa, maha, non, pasca, peri, sub, dan tuna). salahbenar a moral, a-moralamoral antar kota, antar-kotaantarkota catur warga, catur-wargacaturwarga

10 Unsur maha dan peri sebagai gabungan kata ditulis serangkai dengan unsur berikutnya, yang berupa kata dasar, tetapi ditulis terpisah jika unsur berikutnya kata berimbuhan. (kecuali kata “Esa”) salahbenar maha kasihmahakasih maha murahmahamurah mahapengasihmaha pengasih mahapemurahmaha pemurah

11 Gabungan kata hanya mendapat awalan atau hanya akhiran, awalan atau akhiran itu dituliskan serangkai dengan kata yang paling dekat, untuk unsur gabungannya tetap dituliskan terpisah dan tidak diberi tanda hubung. salahbenar berterima kasih, berterima-kasihberterima kasih bertanda tangan, bertanda-tanganbertanda tangan menyebarluas, menyebar-luasmenyebar luas hancurleburkanhancur leburkan

12 Gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, penulisannya harus serangkai, tidak diberi tanda hubung. salahbenar diuji cobakandiujicobakan menyebar luaskanmenyebarluaskan mengambing hitamkanmengambinghitamkan melatar belakangimelatarbelakangi

13 Penulisan pra-, pasca-, dan purna- Unsur tsb diambil dari bahasa Sansekerta melalui bahasa Jawa Kuno 1. prasekolah, prasejarah, prasarjana 2. pascasarjana, pascarawat, pascapanen 3. purnakaryawan, purnawirawan Pascasarjana bukan purnasarjana Pascajual bukan purnajual

14 Penulisan kata depan Kata depan di dan awalan di- Mempunyai ciri, kata depan di- dapat diganti dengan kata dari, sedangkan di- awalan tidak dapat. di (kata depan)di- (awalan) di atas (dari atas)diatur (*dari atur) di bidang (dari bidang)dibunuh (*dari bunuh) di depan (dari depan)dicuci (*dari cuci) di kota (dari kota)diganti(*dari ganti)

15 Kata depan ke dan awalan ke- Mempunyai ciri, kata depan ke- dapat diganti dengan kata dari, sedangkan ke- awalan tidak dapat. Kata depan ke- Ke mana saja kamu selama ini? Dia pergi ke kantor setiap hari kerja. Awalan ke- Kesampingkan dulu pekerjaan itu, dan …. Catatan: kepada., kemari ditulis serangkai

16 Partikel -pun Parikel –pun setelah kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, ditulis terpisah karena kata utuh yang memiliki makna penuh. Salah Apapun alasannya, Anda dilarang korupsi. Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak jika rindu dengan kekasih. Benar Mereka pun berharap agar mendapat nilai baik. Karena krisis moneter, harga-harga pun membumbung tinggi. Penulisan –pun berikut ini harus ditulis serangkai Adapun, andaipun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, ataupun, maupun, kendatipun, meskipun, sungguhpun, walaupun, dan sekalipun. Penulisan partikel –pun dan -per

17 Partikel -per Parikel -per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ dituliskan terpisah. salah Semua orang yang ditahan diperiksa satu persatu. Upah pekerja kasar sekarang Rp ,00 perhari. benar Semua orang yang ditahan diperiksa satu per satu. Upah pekerja kasar sekarang Rp8.000,00 per hari. Partikel -per berikut ini dituliskan serangkai, tiga persepuluh, delapan perlima belas, tujuh dua pertiga.

18 Penulisan Angka dan Lambang Bilangan Lambang bilangan dituliskan dengan angka jika berhubungan dengan ukuran (panjang, luas, isi, berat) satuan waktu, nilai uang, atau nomor jalan, rumah pada alamat yang bukan dokumen resmi. salahbenar lima sentimeter5 sentimeter selupuh meter persegi10 meter persegi dua puluh lima liter25 liter Bilangan dalam perincian dituliskan dengan angka. Menurut catatan Depkes, jumlah pasien yang masuk 21 orang per hari, 5 orang penderita demam, 8 orang penderita TBC, 6 orang penderita penyakit dalam, dan 3 orang penderita darah tinggi.

19 Lambang bilangan yang dpt dinyatakan dng satu atau dua kata dituliskan dng huruf, dan yang dinyatakan lebih dari dua kata dituliskan dng angka. 1. Selama seminggu jumlah penderita muntaber berjumlah tiga ribu orang. 2. Rumah sakit itu sudah menyediakan dua belas tenda tambahan. Lambang bilangan pada awal kalimat dituliskan dengan huruf. 1. Delapan mobil ditahan oleh polisi karena melanggar aturan. 2. Lima ekor kambing disembelih dalam acara pesta itu. 3. Sebanyak 28 orang ditahan dalam kasus tersebut.

20 Kata bilangan yang mendapat akhiran –an ditulis seperti berikut ini. 80-an atau delapan puluhan an atau lima ribuan Bilangan yang ditulis dalam dokumen resmi, seperti akta, kuitansi, wesel pos, dan cek dapat menggun angka dan huruf sekaligus. 1. Telah dijual sebidang tanah seluas 100 (seratus) meter persegi dengan harga Rp ,00 (sepuluh juta rupiah). 2. Telah diterima uang sejumlah Rp ,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk melunasi faktur No.231/PB/II/1998.

21 Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan sebagai berikut. 1. Pendidikan Perpajakan Angkatan IV dimulai tanggal 1 Juni Pendidikan Perpajakan Angkatan Ke-4 dimulai tanggal 1 Juni 2000.

22 Penulisan Bentuk Singkat, Singkatan, dan Akronim Bentuk singkat adalah bentuk pendek yang diambil dari bentuk lengkapnya. Penulisannya menggunakan huruf kecil semua. Contoh: lab bentuk singkat dari laboratorium Singkatan adalah bentuk pendek yang diambil dari huruf- huruf pertama suatu kata atau frasa. Penulisannya dengan huruf kapital semua tanpa diberi titik. Contoh: AMDAPBNPT BBMCBSAKTP

23 Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap hurufnya diikuti dengan titik. Contoh: a.n. (atas nama) u.b. (untuk beliau) d.a. (dengan alamat) Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dsb. sda. Yth. dst.hlm.dll. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Contoh: A.S. KartasasmitaMuh. Imran Kol. SupraptoEdwin, M.Sc. Putri, S.E.Bpk. (bapak)

24 Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret serta seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. orbapemilu rapim tilangradar rudal Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. AkabriBappenasIwapi Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital ABRISIMPASIIKIP


Download ppt "Penulisan huruf miring Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh: harian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google