Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Operations Performance 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana Dwi D Hanom Driah H Herda Amalia Heru Agung P 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Operations Performance 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana Dwi D Hanom Driah H Herda Amalia Heru Agung P 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana."— Transcript presentasi:

1 Operations Performance 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana Dwi D Hanom Driah H Herda Amalia Heru Agung P 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana Dwi D Hanom Driah H Herda Amalia Heru Agung P STRATEGI PERSAINGAN PT BANK DANAMON INDONESIA MENGHADAPI TUMBUHNYA BANK MIKRO LAINNYA DI INDONESIA

2 Group-3 AP-14 MM-UGM Definisi 5 forces model oleh Michael Porter (Competitor Strategy – New York: Free Press, 1980) “ Alat analisa yang digunakan untuk menganalisa lingkungan kompetisi dan isu-isu ekonomi ”

3 Group-3 AP-14 MM-UGM Hubungan antara Strategic Management dan Managerial Economics  Apakah ada perusahaan lain yang memproduksi barang yang akan menggantikan produk kita di pasar?  Seberapa besar power yang kita miliki untuk dapat mempengaruhi pelanggan? Bagaimana dampaknya dengan strategi pricing dan output produk?  Seberapa besar dan banyak pesaing kita? Bagaimana respon mereka terhadap strategi kita?  Dari mana kita memperoleh bahan baku/input? Pada tingkat harga berapa?  Bagaimana posisi kita dengan hadirnya pemain baru? Substitute Customer Rivalry Suppliers New Entrants 5

4 Group-3 AP-14 MM-UGM Profil Bank Danamon *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007 Saat ini kepemilikan mayoritas Bank Danamon dipegang oleh Asia Financial (Indonesia) Pte.Ltd. dengan porsi sekitar 68%

5 Group-3 AP-14 MM-UGM Profil Bank Danamon *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007 Jaringan Distribusi Bank Danamon adalah #2 terbesar di Indonesia

6 Group-3 AP-14 MM-UGM Profil Bank Danamon Laporan Laba-Rugi dan Neraca Bank Danamon, periode *

7 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Substitute 1 Tinggi Produk-produk Danamon bukanlah produk spesial yang tidak bisa ditiru bank lainnya Produk Consumer Loans Danamon Syariah Danamon Credit Card Danamon Simpan Pinjam Adira Finance Produk Consumer Funds Prima Dollar Prima Reksa Tabunagan Danamon Prima Jaga 100

8 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Substitute 1 Tinggi Strategi bank Danamon untuk bersaing dengan produk substitusi Undian Berhadiah Promosi & Marketing Differensiasi Produk Tambahan Fitur Produk -Bancaasurance (tambahan Asuransi) -Cash back (saat pemakai debit card) -Personal Assitance -Produk tabungan Danamon Lebih (bebas admnistrasi) -Dirham Card (Kartu kredit Bank Dsyariah) -Danamon Menjemput impian (hadiah dipilih nasabah sendiri) - Materi advertising yang informatif menyentuh multisegmen Terdapat Banyak Produk Dana Pihak Ketiga Bank Lain Yang Mensubstitusi Produk Bank Danamon Terdapat Banyak Produk Dana Pihak Ketiga Bank Lain Yang Mensubstitusi Produk Bank Danamon

9 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Substitute 1 Tinggi Strategi bank Danamon untuk bersaing dengan produk substitusi Terdapat Banyak Produk Consumers Loans Bank Lain Yang Mensubstitusi Produk Bank Danamon Terdapat Banyak Produk Consumers Loans Bank Lain Yang Mensubstitusi Produk Bank Danamon Peningkatan Pelayanan & Proses Pricing Promosi & Marketing Fitur Produk -- sistem bebasis web dengan jeda waktu 2 – 15 menit setiap transaksinya -- perluas cakupan kredit masyrkat kecil - EDC online -Danamon Simpan Pinjam -Produk Pinjaman digabung dg Pendanaan dan Asuransi -Pembiayaan Otomotif (Adira Finance) -Pinjaman Tanpa Agunan -Bunga 0% (Adira Finance) - ekspansi jaringan cabang di setiap kota - pre-approved top up dan cross selling

10 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Segmentasi Customer Bank Danamon* *sumber: Laporan Keuangan tahun 2007 Customer 2 Fokus di Consumer Mass Market dan Finance Market

11 Group-3 AP-14 MM-UGM 9% dari Total kredit Perbankan 5 Forces Model Bank Danamon Customer 2 Fokus di Self Employed Mass Market dan Finance Market  Danamon membidik pasar SEMM (Self Employed Mass Market), yaitu sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum banyak digarap bank lainnya dan fasilitas pinjaman tanpa agunan (ritel).  Selain sektor UMKM, Danamon memiliki sektor usaha lain yaitu Finance Market melalui ADIRA Finance yang memberikan kredit kepemilikan kendaraan bermotor.  Typical klien Danamon adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan cukup untuk datang ke bank atau yang memiliki agunan yang cukup seperti dipersyaratkan oleh bank-bank pada umumnya.  Typical klien Danamon di sektor Usaha Mikro adalah para pedagang di pasar traditional (wet market) yang tidak banyak memahami cara kerja per-bank-an. Kondisi yang ada Total Kredit IDR 66.5 T UMKM IDR 43.3 T 65% UMKM IDR 43.3 T 65% Lainnya IDR 10.2 T 15% ADIRA IDR 13.0 T 20% DSP IDR 10.3 T 24% DSP IDR 10.3 T 24% UKM IDR 14.2 T 33% UKM IDR 14.2 T 33% Ritel IDR 18.8 T 43% Ritel IDR 18.8 T 43% Pasar Yang Dibidik *sumber: Biro Riset InfoBank

12 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Customer 2 Fokus di Self Employed Mass Market dan Finance Market Strategi bank Danamon untuk menjaring klien baru dan mempertahankan loyalitas klien lama Tidak punya cukup waktu untuk datang ke bank Tidak punya cukup agunan & pengetahuan untuk meminjam uang di bank Dibangun jaringan unit yang berada di sekitar lokasi pelanggan yang dibidik, yaitu di sekitar pasar tradisional dengan dukungan hingga 1’400 unit, termasuk mobile unit Pembukaan rekening baru diselesaikan dalam waktu 15 menit Perbaikan layanan di front line melalui Service Role Play, Mystery Shopper dan Sarasehan Service *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007 Meluncurkan kembali program yaitu pengelolaan kas elektronik yang berbasis internet Dibuat unit DSP (Danamon Simpan Pinjam) yang diperuntukkan bagi pelanggan skala mikro, dengan fasilitas kredit berjangka 3 tahun dengan bunga yang relatif rendah Simplicity – prosedur mudah dengan layanan yang menyenangkan Outreach – siap melayani siapa saja tanpa batasan jam kerja Cost Recovery – layanan tanpa batas waktu dan siap jemput bola

13 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Customer 2 Fokus di Self Employed Mass Market dan Finance Market Strategi bank Danamon untuk menjaring klien baru dan mempertahankan loyalitas klien lama Kebutuhan akan perlindungan kendaraan bermotor dan transportasi Pasar di P. Jawa relatif banyak kompetitor (bank lainnya) Danamon memberikan perhatian yang cukup besar dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih handal dan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya Pembangunan infrastruktur diprioritaskan di luar pulau Jawa, khususnya di Indonesia Bagian Timur (IBT), seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur Dibuat unit asuransi (ADIRA Insurance) yang memberikan fasilitas perlindungan terhadap resiko atas kendaraan bermotor yang diliki, termasuk perlindungan dalam perjalanan melalui layanan Call Center Outbond *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007 Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Melalui Yayasan Danamon Peduli, Danamon banyak melakukan aktifitas sosial Kebutuhan akan alat transportasi yang murah dan fleksibel Dibuat unit pembiayaan (ADIRA Finance) yang memberikan fasilitas kredit kepemilikan kendaraan bermotor dengan jangka waktu kredit selama 3 tahun dengan bunga tetap

14 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Customer 2 Fokus di Self Employed Mass Market dan Finance Market ADIRA Finance, dibangun menjadi bisnis pembiayaan kendaraan bermotor terbesar di Indonesia *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007 Unit pembiayaan sepeda motor mencapai 76% dari total kredit kepemilikan kendaraan bermotor yang disalurkan ADIRA finance. Pendapatan bunga bersih dari sektor ini mencapai IDR 2.3 T, naik sebanyak 49% dari periode sebelumnya. Untuk mendukung ekspansi bisnis pembiayaan, dilakukan sentralisasi operasi untuk menjamin kualitas layanan dan produktivitas. Pada Maret 2007 diluncurkan program “Cross Selling”, yaitu kredit tanpa agunan bagi nasabah ADIRA finance Untuk mendukung ekspansi bisnis pembiayaan, dilakukan sentralisasi operasi untuk menjamin kualitas layanan dan produktivitas. Pada Maret 2007 diluncurkan program “Cross Selling”, yaitu kredit tanpa agunan bagi nasabah ADIRA finance

15 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Customer 2 Fokus di Self Employed Mass Market dan Finance Market ADIRA Insurance, diprioritaskan sebagai komplemen ADIRA Finance dalam hal perlindungan resiko *sumber: Laporan Tahunan Bank Danamon 2007  Didirikan pada tahun 2002, mengoperasikan 31 outlet di Indonesia  Menjalin hubungan erat dengan bengkel-bengkel servis ternama  Call Center Outbound : disediakan untuk menjamin kenyamanan nasabah di perjalanan apabila memerlukan pertolongan  On the spot approval: disediakan untuk memberikan kecepatan pelayanan bagi nasabah  Didirikan pada tahun 2002, mengoperasikan 31 outlet di Indonesia  Menjalin hubungan erat dengan bengkel-bengkel servis ternama  Call Center Outbound : disediakan untuk menjamin kenyamanan nasabah di perjalanan apabila memerlukan pertolongan  On the spot approval: disediakan untuk memberikan kecepatan pelayanan bagi nasabah

16 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Rivalry 3 Struktur pasar OLIGOPOLISTIK  Karakteristik pasar bank Danamon lebih mengarah ke pasar Oligopolistik.  Di Indonesia saat ini jumlah usaha kecil mikro mencapai 42,4 juta, dan hanya dilayani sekitar 48,6 ribu unit layanan mikro, seperti BRI, BPR dan Badan Keuangan Desa (BKD). Dari jumlah pengusaha tersebut, yang bisa dilayani BRI hanya 7,5%, BPR dan BKD lima persen, sehingga sekitar 87% usaha kecil mikro belum mendapat akses layanan bank. Sehingga Bank Danamon membantu pengusaha tersebut dengan Danamon Simpan Pinjam  Perbankan Self Employed Mass Market (SEMM) Danamon juga dikenal sebagai Danamon Simpan Pinjam (DSP) diawali di tahun 2004 untuk memberikan akses layanan perbankan yang lebih mudah bagi usaha-usaha mikro dan berskala kecil. PERSAINGAN DUNIA PERBANKAN SEKTOR MICRO FINANCE

17 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Rivalry 3 Struktur pasar OLIGOPOLISTIK PERSAINGAN DUNIA PERBANKAN MARKET SHARE KREDIT

18 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Rivalry 3 Struktur pasar OLIGOPOLISTIK DSP untuk membantu usaha berskala mikro dan kecil Di Indonesia terdapat sekitar 19,5 juta usaha berskala mikro dan kecil dan sebagian besar tidak mempunyai akses ke layanan perbankan. Oleh karenanya pada bulan Maret 2004 Bank Danamon meluncurkan layanan DSP untuk melayani komunitas tersebut. DSP untuk melayani nasabah individu berpenghasilan tetap Sementara itu, dari seluruh populasi rakyat Indonesia, lebih dari 20 juta rumah tangga adalah individu berpenghasilan tetap dengan kisaran penghasilan bulanan Rp.400 rb hingga Rp. 2.5 juta, dimana dalam kesehariannya tidak terlepas dari kegiatan pemenuhan berbagai kebutuhan primer maupun sekunder. Untuk itulah dibentuk DSP yang khusus melayani kelompok nasabah tersebut, melalui kegiatan perbankan simpan dan pinjam yang mudah, aman, cepat dan terpadu. PRODUK BANK DANAMON UNTUK BERSAING PADA PASAR YANG BERSIFAT OLIGOPOLISTIK

19 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Rivalry Struktur pasar OLIGOPOLISTIK Dalam Menghadapi Persaingan Di Perbankan Bank Danamon Meningkatkan Hubungan Kepada Nasabah, dengan Menawarkan : Kas dan Pembayaran Produk Tresuri Trade Finance Solusi trade finance yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan impor dan ekspor Produk tresuri yang mampu memenuhi kebutuhan akan produk mata uang asing serta alternatif investasi lainnya Solusi pengelolaan kas dan pembayaran 3

20 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Rivalry 3 Struktur pasar OLIGOPOLISTIK STRATEGI BANK DANAMON DI SEKTOR MICRO FINANCE Mengoperasikan dua jenis bisnis Berbasis Pasar Tradisional Bertemu langsung dengan nasabah untuk pemberian kredit antara 5jt – 500 juta kepada para pedagang kios atau yang jualan di pasar. Berbasis Supply Chain melayani kebutuhan usaha-usaha kecil dan mikro dalam suatu jaringan supply chain, seperti usaha- usaha ritel dari pedagang besar maupun para pemasok di industri manufaktur tertentu.

21 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 Karakteristik Nasabah Danamon Kondisi yang ada Privilege Banking : Diatas1 miliar (individu) CMM Consumer Mass Market (individu pekerja) Perbankan Personal (individu) SEMM Self Employed Mass Market (corporate skala kecil/mikro) Karakteristik Nasabah

22 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 Sumber Pendanaan Danamon Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiayai kegiatan operasinya Sumber dana JANGKA PENDEK (CASA) dana pihak ke-3 Current Account : Giro Saving Account : 1. Tabungan 2. Depsito JANGKA PANJANG Repo SUBDEBT OBLIGASI/SAHAM Others

23 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 bla … bla … bla … Pendanaan Jangka Pendek *sumber: Laporan Keuangan tahun 2007 Sumber Pendanaan Danamon

24 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 Sumber Pendanaan Danamon Pendanaan Jangka Panjang

25 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 Strategi Pengambangan Pasar

26 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon Suppliers 4 Produk yang di sediakan untuk para nasabah Danamon Liabilities Product 1.Primagiro 2.Primagiro Super 9 3.Primadollar Asset Product 1.Instakas – Personal Loan 2.Multipurpose Loan 3.Investment Financing Service and Other 1.ATM 2.Insurance Product dan Service

27 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 BARRIER TO ENTRY  Highly Regulated Industry  Qualified Human Resources  Information Technology Hambatan bagi pemain baru untuk memasuki industri perbankan :

28 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 REGULASI DALAM INDUSTRI PERBANKAN 1.Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan. 2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional. 3. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko. 4. Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional. 5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat. 6. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan. ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA

29 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 REGULASI DALAM INDUSTRI PERBANKAN  Persyaratan Modal Inti Minimum bagi Bank Umum (PBI No.9/16/PBI/2007  perubahan atas PBI No.7/15/PBI/2005) » PBI No.7/15/PBI/2005 Pasal 2 31 Desember 2007 Rp. 80 milyar 31 Desember 2010 Rp. 100 milyar » Jika tidak terpenuhi, maka sesuai Pasal 4 PBI tersebut, Bank wajib membatasi kegiatan usahanya.  Capital Adequacy Ratio (PBI No. 10/15/PBI/2008) Bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8% dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Berlaku : 1 Januari 2009 DELIBERALISASI

30 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 REGULASI DALAM INDUSTRI PERBANKAN  Giro Wajib Minimum Bank Umum /GWM (PBI No. 10/15/PBI/2008) Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing Berlaku : 24 Oktober 2008 Sanksi : Membayar sebesar 125% dari rata-rata suku bunga jangka waktu 1 (satu) hari overnight dari JIBOR pada hari terjadinya pelanggaran.  Standar Kompetensi bagi pengurus dan pejabat bank umum (PBI Nomor 8/9/PBI/2006  Perubahan atas PBI Nomor 7/25/PBI/2005) Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, yang secara garis besar mewajibkan pengurus & pejabat bank untuk mempunyai sertifikat manajemen risiko. DELIBERALISASI

31 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 POTENTIAL NEW ENTRANTS  Formation of new companies  Low Adanya barrier to entry menyebabkan potensi pendirian bank baru kecil  Globalization Strategies by Foreign Companies  High Globalisasi industri perbankan membuka peluang besar bagi bank asing untuk masuk Indonesia, umumnya dengan cara membeli existing local bank. Misal : Bank Akita yang diakuisis oleh Barclays Bank PLC pada februari 2009, dan kemudian berganti nama menjadi Barclays Bank Indonesia (BBI)  Introduction of new product lines by existing firm  High Semakin banyak bank tertarik untuk menggarap pasar micro banking yang menjadi fokus Danamon, karena sektor mikro masih memiliki pangsa pasar yang besar dan terbukti tahan terhadap krisis ekonomi. Pendatang baru dalam industri perbankan :

32 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 MICRO BANKING DANAMON dengan divisi DSP-nya adalah market leader dalam perbankan mikro (no 2 setelah BRI) Pangsa Pasar Micro banking (http://www.danamon.co.id )

33 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 POTENTIAL NEW ENTRANTS IN MICRO BANKING LOKAL  BTPN  Mitra Usaha Rakyat (MUR)  BANK MANDIRI  Kredit Usaha Micro (KUM)  BANK BUKOPIN  Swamitra  BANK INTERNASIONAL INDONESIA (BII)  CIMB NIAGA  BANK MEGA SYARIAH  Mega Mitra Syariah (MMS)  BANK MAYAPADA ASING  CITIBANK  CITIFINANCIAL  THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION (HSBC)  Pinjaman HSBC Pemain baru yang masuk pasar micro banking dan bisa menjadi ancaman bagi Danamon

34 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 POTENTIAL NEW ENTRANTS IN MICRO BANKING Pemain baru yang masuk pasar micro banking dan bisa menjadi ancaman bagi Danamon

35 Group-3 AP-14 MM-UGM 5 Forces Model Bank Danamon New Entrance 5 STRATEGI DANAMON DALAM MENGHADAPI NEW ENTRANTS KESEDERHANAAN : Persyaratan dan proses yang sederhana, yang diterjemahkan dalam persyaratan jaminan dan dokumentasi yang fleksibel dan sederhana; proses transaksi yang sederhana menggunakan cap jempol (teknologi biometrik) KECEPATAN : Proses persetujuan kredit dalam 2 hari untuk kredit dibawah Rp 50 juta dan 3 hari untuk kredit lebih dari Rp 50 juta. KENYAMANAN : Lokasi cabang berada dalam komunitas yang dilayani ( 1’400 unit, termasuk mobile unit), transaksi dapat dilakukan di tempat customer, layanan jemput uang tunai setiap hari untuk menggalakkan kebiasaan menabung secara teratur. SOLUSI TOTAL: DSP melayani seluruh kebutuhan perbankan customer baik bisnis maupun konsumtif, melalui kelengkapan produk dan layanan Source : )

36 Group-3 AP-14 MM-UGM Kinerja Finansial Bank Danamon pada akhir Q dibanding periode sebelumnya (YOY)* Total Pendanaan Tumbuh 20% hingga mencapai IDR 83.9 T Total Dana Pihak Ke-3 Tumbuh 24.6% hingga mencapai IDR 70.3 T Total Kredit Tumbuh 24.7% hingga mencapai IDR 66.5 T DSP (kredit mikro) Tumbuh 26% hingga mencapai IDR 10.3 T Tingkat NPL Turun menjadi 2.1% dari 2.8% pada periode sebelumnya Tingkat CAR Mencapai 16.6% Net Interest Margin Tumbuh menjadi 11.4% dari 10.4% pada periode sebelumnya Laba bersih setelah Pajak (NPAT) Laba bersih setelah Pajak (NPAT) Tumbuh 14.6% hingga mencapai IDR 1.95 T *sumber: Biro Riset InfoBank

37 Group-3 AP-14 MM-UGM Prestasi Bank Danamon sampai akhir Maret 2009 Global Finance Bank Terbaik 2008 di Indonesia Majalah “The Asset” Bank Domestik Terbaik 2008 di Indonesia Majalah “Investor” Bank Syariah Terbaik 2008 UNDP & Metro TV Millenium Development Goals (MDGs) Award 2008 dalam - kategori pengentasan kemiskinan dan kelaparan Majalah “The Asset” Perusahaan Terbaik 2008 di Indonesia untuk kategori – Tata Kelola Perusahaan *sumber: bla bla bla …

38 Group-3 AP-14 MM-UGM KESIMPULAN  Fokus pasar bank Danamon adalah sektor perbankan UMKM, khususnya mikro, melalui jaringan DSP dan sektor pembiayaan kredit kepemilikan kendaraan bermotor melalui ADIRA group. Meskipun demikian, bank Danamon hanya menempati peringkat #2 setelah BRI di pangsa pasar tersebut.  Karena besarnya potensi pasar di sektor tersebut, banyak bank lain yang berminat untuk masuk sehingga muncul tingkat persaingan yang hebat, terutama untuk mendapatkan SDM yang tepat sebagai salah satu kunci sukses memenangkan persaingan di sektor tersebut.  Selain faktor SDM, kekuatan jaringan infrastruktur dan pendekatan personal merupakan faktor kunci untuk memenangkan persaingan di sektor perbankan mikro. Hal ini sudah dimiliki oleh bank Danamon untuk bertahan di sektor mikro.  Secara umum bank Danamon telah melakukan yang terbaik dalam hal tata kelola perusahaan dan tanggung-jawab sosial kepada masyarakat, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diterima dari berbagai institusi  Kelemahan bank Danamon yang bisa diserang oleh kompetitor adalah (1) tingginya suku bunga yang dikenakan kepada nasabah mikronya (2.75% per bulan di DSP vs. 1.5% per bulan di BTPN), dan (2) employee benefit untuk mencegah eksodus SDMnya yang handal ke kompetitor.

39 Group-3 AP-14 MM-UGM KESIMPULAN Customer Typical customer  mayoritas di SEMM Terkonsentrasi di SEMM  tk persaingan tinggi Lemah di tk. edukasi  simplicity, outreach & cost recovery Potential New Entrants Formation new company  low Golbalization strategies by foreign companies  high Introduction of new product lines by existing firm  high Subtitutes Jenis produk sejenis  banyak dan mudah ditiru Kemudahan pindah layanan  high Supplier Typical nasabah  umum, tidak berbeda dari bank lain Owner  swasta asing dengan struktur modal kuat Rivalry Struktur pasar  oligolopi Tingkat kompetisi  high Bank Danamon perlu mengembangkan produk layanan baru dengan tingkat suku bunga yang lebih – menarik untuk mempertahankan dan mengembangkan pangsa customernya, mereview employee benefit dan memperkuat jaringan distribusinya agar lebih dekat ke customernya.


Download ppt "Operations Performance 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana Dwi D Hanom Driah H Herda Amalia Heru Agung P 5 FORCES – Analysis PT Bank Danamon Fitriana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google