Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI. DEFENISI Aset tetap :  dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI. DEFENISI Aset tetap :  dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan."— Transcript presentasi:

1 ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI

2 DEFENISI Aset tetap :  dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan pada pihak lain atau untuk dipakai sendiri  Digunakan lebih darisatu periode.  Berwujud (memiliki bentuk fisik)  Memiliki tujuan penggunaan khusus, kalau dimiliki untuk dijual bukan aset tetap  Termasuk aset tidak lancar.  Contoh: tanah, bangunan, peralatan, kendaraan.

3 Pengakuan Diakui sebagai aset tetap jika: Memiliki manfaat ekonomis di masa yang akan datang bagi entitas. Biaya perolehannya dapat diukur dengan andal

4 Pengukuran awal  Aset tetap diukur berdasar biaya perolehan meliputi :  Harga perolehan termasuk bea impor dan pajak pembelian setelah dikurang diskon dan potongan lain.  Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap.  Contoh: 1.Biaya imbalan kerja (upah pembangunan) 2.Biaya penyiapan lahan 3.Biaya penganganan dan penyerahan awal dan lain2.

5 Pembangunan Aset Tetap Jika entitas membangun sendiri aset tetapnya, dan untuk pendanaan pembangunan perusahaan dapat memperoleh pinjaman dan dari pinjaman tersebut terdapat biaya biaya pinjaman yang harus ditanggung entitas, maka pinjaman tersebut harus diatribusikan sebagai biaya perolehan aset tetap tersebut.

6 Ilustrasi: Pada tanggal 1 Desember 2009 PT Semesta mengikat kontrak dengan PT Konstruksi untuk membangun pabrik yang akan digunakan oleh PT Semesta untuk usahanya. Pabrik tsb dibangun di atas tanah milik PT Semesta nilai kontrak pembangunan Rp 2,55 miliar dan PT Semesta memiliki pinjaman sebagai berikut :

7  Pinjaman khusus untuk pembangunan pabrik tersebut: Utang Bank bunga 12 % Rp 1,5 miliar (entitas memperoleh penghasilan bunga RP 30.000.000 dari investasi temporer pinjaman tersebut.)  Pinjaman umum:  Wesel bayar dengan bunga 15 % Rp 1,5 miliar  Obligasi dengan bunga 10 % Rp 1,8 miliar. Dan pembayaran yang dilakukan : 1 Januari 2010Rp 500.000.000 1 April 2010Rp 850.000.000 1 Agustus 2010Rp 600.000.000 1 Desember 2010Rp 600.000.000 TotakRp 2.550.000.000

8 Pembangunan pabrik tersebut telah selesai pada tanggal 31 Desember 2010. Pengeluaran yang terjadi untuk pembangunan masjid tersebut pertama2 dialokasikan ke pinjaman yang secara spesifik ditujukan untuk pembangunan dan sisanya dialokasikan ke pinjaman umum. TanggalPengeluaranPinjaman KhususPinjaman UmumRata-raat tertimbang 1 Jan500.000.000 -- 1 April850.000.000700.000.000150.000.000150.000.000 x 9/12 1 Agust600.000.000 600.000.000 x 5/12 1 Des600.000.000 600.000.000 x 1/12 412.500.000

9 Rata-rata tertimbang biaya pinjaman (dari pinjaman umum): Wesel bayar dengan tingkat bunga 15%1,5 miliar x 15% 225.000.000 Obligasi dengan tingkat bunga 10%1,8 miliar x 10%180.000.000 Total405.000.000 Rata-rata tertimbang = 405.000.000 x 3,3 miliar = 12,27 Biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi : Pinjaman sfesifik12% x 1,2 miliar144.000.000 Pinjaman umum12,27% x 412,500.00050,610.000 Total154.610.000 Dikurangi penghasilan investasi(30.000.000) Total biaya pinjaman di kapitalisasi114.610.000.

10 Ayat jurnalnya sbb: 1-jan 2010Bangunan Kas 500.000.000 1 April 2010Bang unan Kas 850.000.000 1 Agustus 2010Bangunan Kas 600.000.000 1 Desember 2010 Bangunan Kas 600.000.000 31 Desember 2010 Kas * Bangunan Beban Bunga Kas** 30.000.000 114.610.000 404.390.000 549.000.000 * Kas yang diperoleh dari investasi * Total Beban Bunga yang dibayar th 2010 = 144.000.000 + 405.000.000 = 549.000.000.

11 AKUISISI ASET TETAP SECARA GABUNGAN Entitas membeli tanah, bangunan dan mesin dengan total biaya Rp 800.000.000. dan nilai wajar dari masing-masing aset tersebut adalah: TanahRp 350.000.000 BangunanRp 500.000.000 MesinRp 150.000.000 TotalRp 1.000.000.000 Total Harga perolehan Rp 800.000.000 dialokasikan sebagai berikut: Tanah 350.000.000 : 1.000.000.000 x 800.000.000= 280.000.000 Bangunan 500.000.000 : 1.000.000.000 x 800.000.000 = 400.000.000 Mesin 150.000.000 : 1.000.000.000 x 800.000.000 = 120.000.000 Total= 800.000.000

12 Jurnalnya Tanah 280.000.000 Bangunan400.000.000 Mesin150.000.000 Kas-800.000.000

13 Model pengukuran setelah pengakuan awal Setelah pengakuan awal, entitas harus memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakannya dan model yang dipilih harus diterapkan pada seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. Dan tidak perlu diterapkan untuk semua aset tetap yang dimiliki perusahaan.

14 CONTOH KELOMPOK ASET 1.Tanah 2.Tanah dan Bangunan 3.Mesin 4.Kapal 5.Pesawat Udara 6.Kendaraan Bermotor 7.Perabotan 8.Peralatan Bermotor

15 Model Biaya (Cost Model) PT Berlian membeli membeli peralatan dengan biaya perolehan Rp 500.000.000 pada tanggal 2 Januari 2010. Entitas mengestimasikan umur peralatan tersebut 10 tahun tanpa nilai sisa. Entitas menggunakan metode penyusutan garis lurus. Pada tanggal 31 Desember diestimasi terdapat rugi penurunan nilai peralatan Rp 10.000.000.

16 Jurnalnya : 2 Januari 2010 Peralatan500.000.000 Kas 500.000.000 Beban Penyusutan50.000.000 Akumulasi Penyusutan50.000.000 (500.000.000/10 tahun = 50.000.000) Rugi Penurunan Nilai10.000.000 Akumulasi Rugi Penurunan Nilai 10.000.000

17 Nilai Tercatat per 31 Desember 2010 Biaya Perolehan500.000.000 Dikurangi Akumulasi Penyusutan (50.000.000) Dikurangi Akk Rugi Penurunan Nilai(10.000.000) Peralatan Netto(440.000.000)

18 MODEL REVALUASI Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

19 CONTOH PT B Memiliki peralatan dengan biaya perolehan Rp 780.000.000 pada tanggal 1 Desember 2010. Masa manfaat peralatan tersebut adalah 6 tahun tanpa nilai sisa. PT B Memiliki metode revaluasi untuk peralatan tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2011 nilai wajar peralatan tersebut adalah Rpo 800.000.000.

20 JURNALNYA 1 Januari 2010 Peralatan780.000.000 Kas 780.000.000 31 Desember 2010 Beban Penyusutan130.000.000 Akumulasi Penyusutan130.000.000 (780.000.000/6 tahun = 130.000.000)

21 PERLAKUAN JIKA ADA SURPLUS REVALUASI ILUSTRASI: PT Bayu memiliki bangunan dengan harga perolehan awal Rp 400.000.000, Bangunan tersebut disusutkan dengan metode garis lurus selama 50 tahun. Tanpa nilai sisa. Entitas memilih menggunakan metode revaluasi untuk pengukuran bangunan tersebut. Bangunan tersebut telah direvaluasi sebanyak 3 kali : Pada Akhir tahun ke 1 nilai wajar Rp 460.000 Pada akhir tahun ke 3 Nilai wajar Rp 520.000 Pada akhir tahun ke 5 nilai wajar Rp 600.000

22 Pada tahun 1 beban penyusutan adalah Rp 400.000.000 : 50 tahun = 8.000.000. tahun-tahun berikutnya beban penyusutan tergantung revaluasi yang dilakukan entitas. Penyusutan tahunan: Tahun ke 1400.000.000 : 50 tahunRp 8.000.000 Tahun ke 2460.000.000 : 49 tahunRp 9.388.000 Tahun ke 3460.000.000 : 49 tahunRp 9.388.000 Tahun ke 4520.000.000 : 47 tahunRp 11.064.000 Tahun ke 4520.000.000 : 47 tahunRp 11.064.000 Tahun ke 6600.000.000 : 45 tahunRp 13.333.000

23 Surplus revaluasi-nya : Akhir tahun 1: Nilai tercatat bangunan Rp 400.000.000 -8.000.000 = 392.000.000 Nilai wajar adalah 460.000.000 Saldo ditransfer ke surplus revaluasi Rp 460.000.000 - 392.000.000 = 48.000.000. Akhir tahun ke 3: Nilai tercatat bangunan adalah Rp 460.000.000 – (9.388.000x2) = 441.224.000. Nilai wajar adalah Rp 520.000.000 Saldo ditransfer ke surplus revaluasi Rp 520.000.000 - 441.224.000. = 78.776.000.

24 Surplus revaluasinya...lanjutan Akhir tahun ke 5 Nilai tercatat bangunan Rp 520.000.000 – (11.064.000 x 2) = 497.872.000 Nilai wajar adalah Rp 600.000.000 Saldo ditransfer ke surplus revaluasi Rp 600.000.000 – 497.872.000 = 102.128.000 Saldo revaluasi yang diakui secara bertahap ke saldo laba adalah: Tahun ke 1 nihil Tahun ke 2 Rp 9.388.000 – 8.000.000 = 1.388.000 Tahun ke 3 Rp 9.388.000 – 8.000.000 = 1.388.000 Tahun ke 4 Rp 11.046.000 – 8.000.000 = 3.064.000 Tahun ke 5 Rp 11.046.000 – 8.000.000 = 3.064.000 Tahun ke 6 Rp 13. 333.000 - 8.000.000 = 5.333.000

25 PENYUSUTAN Setiap bagian dari aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan. Contoh : komponen-komponen dari pesawat terbang seperti badan pesawat dan mesin pesawat memiliki biaya perolehan yang cukup signifikan dan umur manfaat yang terbatas.

26 CONTOH PT Anugerah membeli sebidang tanah beserta bangunan dengan masa manfaat 50 tahun dengan harga perolehan Rp 1.450.000. Bangunan tersebut mempunyai komponen yang nilainya signifikan dengan masa manfaat yang berbeda. Berikut adalah komponen- komponen tersebut dengan alokasi harga perolehan masing-masing dan beban penyusutan dihitung dengan metode garis lurus.

27 KomponenHarga Perolehan Umur Manfaat (Tahun) Beban Penyusutan (Pertahun) Tanah600.000.000Tidak Terbatas - Atap50.000.000252.000.000 Lift400.000.0002020.000.000 Sisa komponen Bangunan Lain 500.000.0005010.000.000

28

29


Download ppt "ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI. DEFENISI Aset tetap :  dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google