Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Bilangan. Terdapat 4 sistem bilangan yaitu : Bilangan Desimal (10) Bilangan Biner(2) Bilangan Oktal(8) Bilangan Hexadesimal(16)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Bilangan. Terdapat 4 sistem bilangan yaitu : Bilangan Desimal (10) Bilangan Biner(2) Bilangan Oktal(8) Bilangan Hexadesimal(16)"— Transcript presentasi:

1 Sistem Bilangan

2 Terdapat 4 sistem bilangan yaitu : Bilangan Desimal (10) Bilangan Biner(2) Bilangan Oktal(8) Bilangan Hexadesimal(16)

3 Sistem Bilangan Desimal Bilangan Desimal : Susunan bilangan yang mempunyai Basis/Radix 10, sebab sistem bilangan ini menggunakan 10 nilai koefisien yang mungkin yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9 Bentuk nilai suatu bilangan desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) atau pecahan decimal (decimal fraction) Integer Desimal adalah nilai desimal yang bulat

4 contoh 357 artinya : 3 x 10 2 = x 10 1 = 50 7 x 10 0 = absolute value Position value Absolute value : nilai mutlak dari masing-masing digit. Position value : bobot dari masing-masing digit tergantung dari letak/ posisinya.

5

6 Pecahan Desimal adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan di belakang koma. contoh 173,25 artinya : 1 x 102 = x 101 = 70 3 x 100 = 3 2 x 10-1 = 0,2 5 x 10-2 = 0, ,25

7 Penjumlahan Sistem Bilangan Desimal Contoh : = ……. (10) =15, 15/10=5 carry of (di bawa) =12, 12/10=2 carry of 1 1+4=5

8 Pengurangan Sistem Bilangan Desimal Contoh : = ……. (10) =x, borrow of (pinjam) 1->10, =14-8=6 2 diambil 1 tinggal 1-7=x, =11-7=4 5-1=4 Perkalian Sistem Bilangan Desimal Contoh : 57 x 24 = ……. (10) x 228 4x7=28, 28/10=2 sisa x5=20+2=22, 22/10=2 sisa x7=21, 21/10=2 sisa x5=15+2=17, 17/10=1 sisa 7

9 Pembagian Sistem Bilangan Desimal Contoh : 125 : 5 = ……. (10) 5/ 125 \

10 Sistem Bilangan Biner Bilangan Biner : Susunan bilangan yang mempunyai Basis/Radix 2, sebab sistem bilangan ini menggunakan dua nilai koefisien yang mungkin yaitu : 0 dan 1 Bentuk nilai suatu bil.biner dapat berupa integer biner (binary integer) atau pecahan biner (binary fraction) Integer Biner adalah nilai biner yang bulat. contoh 1001 artinya : = (1x2 3 )+(0x2 2 )+(0x2 1 )+(1x2 0 ) = (1x8)+(0x4)+(0x2)+(1x1) = = x 2 0 = 1 0 x 2 1 = 0 0 x 2 2 = 0 1 x 2 3 = 8

11 Position value biner

12

13 Pecahan biner contoh artinya : 1 x 2-1 = 1/2 atau x 2-2 = 1/4 atau x 2-3 = 1/8 atau (10)

14 Penjumlahan Sistem Bilangan Biner

15 Pengurangan Sistem Bilangan Biner

16 Perkalian Sistem Bilangan Biner Prinsip : 0 x 0 = 0 0 x 1 = 0 1 x 0 = 0 1 x 1 = 1 Contoh : 101 x 11 = ……. (2) x

17 Pembagian Sistem Bilangan Biner

18 Sistem Bilangan Oktal Bentuk nilai suatu bil.oktal dapat berupa integer octal (octal integer) atau pecahan oktal (octal fraction) Integer Oktal adalah nilai oktal yang bulat.

19 Position value oktal

20 Penjumlahan Sistem Bilangan Oktal Contoh : 376 (8) + 45 (8) = ……. (8) =11, 11/8=1 sisa =12, 12/8=1 sisa 4 1+3=4

21 Pengurangan Sistem Bilangan Oktal Contoh : 4352 (8) (8) = ……. (8) =x, bo 1, 1->8, 8+2-4=10-4=6 5-1=4, 4-6=x, bo 1, 1->8, 8+4-6=12-6=6 3-1=2, 2-7=x, bo 1, 1->8, 8+2-7=10-7=3 4-1=3

22 Perkalian Sistem Bilangan Oktal Contoh : 56 (8) x 43 (8) = ……. (8) x 212 3x6=18, 18/8=2 sisa x5=15+2=17, 17/8=2 sisa x6=24, 24/8=3 sisa x5=20+3=23, 23/8=2 sisa 7

23 Pembagian Sistem Bilangan Oktal Contoh : 250 (8) : 14 (8) = ……. (8) 14 / 250 \ -> x <-- 6x4=24,24/8=3 sisa x1=6+3=9, 9/8=1 sisa Cttn : Bilangan Oktal : Susunan bilangan yang mempunyai Basis/Radix 8, sebab sistem bilangan ini menggunakan 8 nilai koefisien yang mungkin yaitu : 0,1,2,3,4,5,6, dan 7

24 Sistem Bilangan Hexadesimal Bentuk nilai suatu bil.hexa dapat berupa integer hexa (hexa integer) atau pecahan hexa (hexa fraction) Integer Hexa adalah nilai hexa yang bulat. contoh 152B (16) artinya : 152B (16) = (1x16 3 ) + (5x16 2 ) +(2x16 1 ) +(Bx16 0 ) = (1x4096) + (5x256) + (2x16) + (11x1) = = 5419 (10)

25 Penjumlahan Sistem Bilangan Hexa Contoh : 176 (16) +8C (16) = ……. (16) 176 8C C=6+12=18, 18/16=1 sisa 2 7+8=15+1=16, 16/16=1 sisa 0 1+1=2 Pengurangan Sistem Bilangan Hexa Contoh : B435 (16) – A7D (16) = ……. (16) B435 A7D A9B8 5-D=5-13=x, bo 1, 1->16, =21-13=8 3-1=2, 2-7=x, bo 1, 1->16, =18-7=11 (B) 4-1=3, 3-A=3-10=x, bo 1, 1->16, =19-10=9 B-1=11-1=10 (A)

26 Perkalian Sistem Bilangan Hexa Contoh : 5C (16) x 76 (16) = ……. (16) 5C x 228 6xC=6x12=72, 72/16=4 sisa x5=30+4=34, 34/16=2 sisa xC=7x12=84, 84/16=5 sisa 4 2A68 7x5=35+5=40, 40/16=2 sisa 8 Cttn : Bilangan Heksadesimal : Susunan bilangan yang mempunyai Basis/Radix 16, sebab sistem bilangan ini menggunakan 16 nilai koefisien yang mungkin yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,dan F.

27 Pembagian Sistem Bilangan Hexa Contoh : 1224 (16) : 1B (16) = ……. (16) 1B / 1224 \AC -> 1B 10E A x E <-- AxB=10x11=110,110/16=6 sisa 14(E) 144 Ax1=10+6=16, 16/16=1 sisa > 1B 0 C ---- x 144 <-- CxB=12x11=132,132/16=8 sisa 4 Cx1=12+8=20, 20/16=1 sisa 4

28

29 Latihan : =……… =……… x 11 2 =……… : =……… =……… =……… x 43 8 =……… : 14 8 =……… AB =……… FA 16 =……… xA4 16 =……… D1A 16 :2B 16 =……….. 16

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42 3. Konversi ke Biner Dilakukan dengan cara merubah semua bilangan heksa menjadi bilangan biner dengan 4 digit biner. 9 A F (16) = …. (2) 9 A F (16) = (2)

43 Daftar Pustaka Digital Principles and Applications, Leach-Malvino, McGraw-HillDigital Principles and Applications, Leach-Malvino, McGraw-Hill Sistem Digital konsep dan aplikasi, freddy kurniawan, ST.Sistem Digital konsep dan aplikasi, freddy kurniawan, ST. Elektronika Digital konsep dasar dan aplikasinya, Sumarna, GRAHA ILMUElektronika Digital konsep dasar dan aplikasinya, Sumarna, GRAHA ILMU


Download ppt "Sistem Bilangan. Terdapat 4 sistem bilangan yaitu : Bilangan Desimal (10) Bilangan Biner(2) Bilangan Oktal(8) Bilangan Hexadesimal(16)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google