Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Golongan I dan II Golongan I & II NAMA DRS SUDIYONO, M.A TEMPAT/TGL LAHIR BANYUMAS/ 11 JAN 1953 PANGKAT/GOL PEMBINA TINGKAT I/ IV-B JABATAN WIDYAISWARA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Golongan I dan II Golongan I & II NAMA DRS SUDIYONO, M.A TEMPAT/TGL LAHIR BANYUMAS/ 11 JAN 1953 PANGKAT/GOL PEMBINA TINGKAT I/ IV-B JABATAN WIDYAISWARA."— Transcript presentasi:

1

2 Golongan I dan II Golongan I & II

3 NAMA DRS SUDIYONO, M.A TEMPAT/TGL LAHIR BANYUMAS/ 11 JAN 1953 PANGKAT/GOL PEMBINA TINGKAT I/ IV-B JABATAN WIDYAISWARA MADYA INSTANSI PUSDIKLAT PEGAWAI DEPDIKNAS ALAMAT KANTOR JL. RAYA CINANGKA KM. 19, SAWANGAN ALAMAT RUMAH KP DUKU, KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN HP

4

5 DESKRIPSI SINGKAT MATERI DIKLAT WAWASAN KEBANGSAAN DALAM KERANGKA NKRI DIMAKSUDKAN UNTUK MENANAMKAM DAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN CPNS TTG : Hakikat bangsa dan negara Nilai-nilai kejuangan, pembangunan karakter, dan ketahanan nasional Wawasan kebangsaan Permasalahan wawasan kebangsaan Analisis dan Aplikasi wawasan kebangsaan

6 PESERTA DIHARAPKAN MEMILIKI WAWASAN YG MEMADAI TTG KEBANGSAAN DLM KERANGKA NKRI

7 PESERTA MAMPU : 1.Menjelaskan pengertian bangsa dan negara. 2.Menganalisis kerangka dasar pembentukan karakter bangsa. 3.Membandingkan berbagai karakter bangsa yg membangun daya saing & ketahanan nasional. 4.Menjelaskan dan menerapkan nilai-nilai kejuangan dlm meningkatkan daya saing bangsa. 5.Menjelaskan wawasan kebangsaan sbg kekuatan nasional. 6.Menganalisis masalah wawasan kebangsaan dlm kerangka NKRI PESERTA MAMPU : 1.Menjelaskan pengertian bangsa dan negara. 2.Menganalisis kerangka dasar pembentukan karakter bangsa. 3.Membandingkan berbagai karakter bangsa yg membangun daya saing & ketahanan nasional. 4.Menjelaskan dan menerapkan nilai-nilai kejuangan dlm meningkatkan daya saing bangsa. 5.Menjelaskan wawasan kebangsaan sbg kekuatan nasional. 6.Menganalisis masalah wawasan kebangsaan dlm kerangka NKRI

8 KONDISI BANGSA KRISIS MULTI DIMENSI: POLITIK EKONOMI MONETER HUKUM KEPERCAYAAN DLL SEBUAH “POHON GUNDUL” KARAKTER BANGSA ? KRISIS IDENTITAS ?? JATI DIRI

9 TIDAK SINCERE (TIDAK TULUS IKHLAS – TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH) SEMU (SENANG BASA BASI & BUDAYA A.B.S) KELEMAHAN UTAMA

10 PRAJABATAN

11 Bangsa Arti sosiologi Ilmu tataneg Kel. Paguyuban : Hidup bsm, senasib/sepenanggungan Secara kodrati 1.Adanya keinginan hidup bersama, kesetiakawanan (Renan) 2.Adanya persamaan karakter, karena persamaan nasib (Otto Bauer) 3.Adanya hasrat bersatu  yang timbul karena kesatuan manusia + T4 tinggal (Ratzel) 4.Buah hasil hidup dalam sejarah (Kohn) Rakyat yg bersatu tekad, membangun masa depan bersama, melalui pendirian negara yg akan mengurus aspirasi + kep bsm scr adil

12 TEORI PEMBENTUKAN BANGSA  BANGSA TERBENTUK KRN ADANYA KEINGINAN UTK HIDUP BERSAMA (HASRAT BERSATU) DG PERASAAN SETIA KAWAN YG AGUNG (Ernest Renant)  BANGSA ADL KELOMPOK MANUSIA YG MEMPUNYAI PERSAMAAN KARAKTER YG TUMBUH KRN ADANYA PERASAAN SENASIB (Otto Bauer)  BANGSA TERBENTUK KRN ADANYA HASRAT BERSATU YG TIMBUL KRN ADANYA RASA KESATUAN ANTARA MANUSIA & TEMPAT TINGGALNYA (paham geopolitik/ F. Ratzel)  BANGSA ADL BUAH HASIL HIDUP MANUSIA DLM SEJARAH. SUATU BANGSA MRP GOL YG BERANEKA RGM & TDK BISA DIRUMUSKAN SCR PASTI. KEBANYAKAN BANGSA MEMILIKI FAKTOR2 OBYEKTIF TTT, YG MEMBEDAKAN DR BANGSA LAIN, SPT PERSAMAAN KETURUNAN, WILAYAH, BAHASA, ADAT ISTIADAT, KESAMAAN POLITIK, PERASAAN, DAN AGAMA (Hans Kohn)

13 SETIAP BANGSA MEMPUNYAI 4 UNSUR ASPIRASI: 1.KEINGINAN UTK MENCAPAI KESATUAN NASIONAL YG TERDIRI ATAS KESATUAN SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, AGAMA, KEBUDAYAAN, KOMUNIKASI, & SOSIAL. 2.KEINGINAN UTK MENCAPAI KEMERDEKAAN & KEBEBASAN NASIONAL SEPENUHNYA, YI BEBAS DR DOMINASI & CAMPUR TANGAN BANGSA ASING THD URUSAN DLM NEGERINYA. 3.KEINGINAN UTK MANDIRI, UNGUL, INDIVIDUALITAS, KEASLIAN, ATAU KEIKHLASAN. MISAL MENJUNJUNG TINGGI BHS NASIONAL YG BUKAN DIADOPSI DR BHS BANGSA LAIN. 4.KEINGINAN UTK MENONJOL (UNGGUL) DI ANTARA BANGSA2 DLM MENGEJAR KEHORMATAN, PENGARUH, & PRESTISE.

14 Manusia  Zoon Politicon Pertahankan hidup : makan, ATHG, keturunan Nomaden, menetap, ternak, cocok tanam Perlu pemimpin—KPD PEMIMPIN TSB DIBERIKAN KEKUASAAN TTT 5 6 Lahir “kekuasaan”  pemerintahan sederhana Tumbuh “organisasi berkekuasaan”  Negara P P P PENGERTIAN BANGSA+ NEG (EVOLUSI)

15 TEORI TERBENTUKNYA NEGARA KENYATAAN  RAKYAT DAN PEMERINTAH KETUHANAN  TUHAN MENGHENDAKI “DG RACHMAT… PERJANJIAN  DIBUAT UTK MEMELIHARA KEPENTINGAN PENAKLUKAN  KELOMPOK MENGUASAI KELOMPOK LAIN – PEMBERONTAKAN TERHADAP PENJAJAHAN  AS THD INGGRIS – PELEBURAN BEBERAPA KELOMPOK  JERMAN BERSATU – PENDUDUKAN WILAYAH KRN KOSONG  LIBERIA – MELEPASKAN DIRI DARI KEKUASAAN  INDONESIA

16 BENTUK NEGARA KESATUAN – SENTRALISASI – DESENTRALISASI – PELIMPAHAN KEWENANGAN KE DAERAH – SIFAT KEDALAM DAN KELUAR TERPUSAT 1 UNDANG2, 1 KEPALA NEGARA, 1 DEWAN MENTERI, 1 DPR 1 KEBIJAKAN IPOLEKSOSBUDHANKAM FEDERASI – PENGGABUNGAN BERBAGAI NEGARA BAGIAN PENYERAHAN KEKUASAAN PENYERAHAN KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA BAGIAN KE PUSAT PEMERINTAHAN YANG DISEBUTKAN DELEGATED POWER

17 NILAI KEJUANGAN BANGSA KEJUANGAN MEWARISI UPAYA MENDOBRAK DARI PENJAJAH PD WAKTU PRA 45 UTK MENGAKTUALISASI NILAI LUHUR SEMANGAT MEMERDEKAKAN BANGSA YG DIWARISKAN, MUTU YANG HARUS DIJAGA DAN DIPERKUAT NILAI-NILAI YANG HARUS DIJIWAI – MERDEKA – PERSATUAN DAN KESATUAN – KONSEKWEN, TANPA PAMRIH, DAN SEDERHANA – KOKOH TAK KENAL MENYERAH – PROPATRIA – KEPELOPORAN DAN KEPEMIMPINAN – KEIKHLASAN

18 NILAI DAN PRINSIP NILAI-NILAI 45  PROKLAMASI KEMERDEKAAN FALSAFAH DAN PANDANGAN HIDUP YANG BERASASKAN LIMA SILA, DAN TERMAKTUB DALAM PEMBUKAAN UUD 45. PEMBUKAAN – NEGARA KESATUAN MELINDUNGI DAN MELIPUTI SEGENAP BANGSA – TUJUAN NEGARA MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM, PERDAMAIAN ABADI, DAN KEADILAN SOSIAL – BERDAULAT ATAS DASAR KERAKYATAN DAN PERMUSYAWARATAN – BERDASAR KETUHANAN YME MENURUT KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB – NEGARA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT – ANTI PENJAJAH YANG TIDAK SESUIA DG PERIKEMANUSIAAN DAN ADIL

19 PRINSIP PENJELMAAN PANCASILA NEGARA KESATUAN BUKAN FEDERASI MENJUNJUNG TINGGI HAK ASASI  DALAM KESETARAAN DG ASAS DWI TUNGGAL INDIVIDU DAN MASYARAKAT BHINEKA TUNGGAL IKA KESAMAAN KEDUDUKAN DALAM SISTEM POLITIK SISTEM EKONOMI DG USAHA BERSAMA DAN KEKELUARGAAN BELA NEGARA HAK DAN KEWAJIBAN SEMUA WARGA NEGARA PEMERINTAHAN DEMOKRASI  NEGARA HUKUM DAN KEDAULATAN RAKYAT PEMERINTAH BERTANGGUNGJAWAB PADA RAKYAT PRESIDENTIIL PENGAWASAN DPR KEKUASAAN KEHAKIMAN YANG BEBAS OTONOMI DAERAH

20 PRINSIP CAPAI, TAHAN, DAN ISI MERDEKA SENASIB SEPENANGGUNGAN TAHAN DAN KEMBANG PRIBADI BANGSA dr SEJARAH BUDAYA NILAI BANGSA LAIN YANG POSITIF TRIDHARMA – IKUT MEMILIKI – BERTANGGUNGJAWAB – MAWAS DIRI DAN BERTERUS TERANG RASA KEKELUARGAAN DAN HIDUP GOTONG ROYONG

21 DAYA SAING NASIONAL BERSAING DLM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BANGSA DAN MENAMPILKAN KEUNGGULAN DIATAS BANGSA LAIN SERTA MENGEMBANGKAN KUALITAS KEHIDUPAN BANGSA SECARA GIGIH DAYA SAING NASIONAL DG POTENSI BERANI MENUNJUKKAN KEKUATAN WILAYAH SCR KOOPERATIF, TDK BERLE-BIHAN DALAM SEMANGAT KESATUAN DAN NASIONALISME. BERDASARKAN KEUNGGULAN PRODUK WILAYAH DAN DAERAH SBG PUNCAK KEBUDAYAAN BERSAMA-SAMA NTK MENGHADAPI GERAKAN GLOBALISASI DAN MELEPASKAN KEDAERAHAN YG SEMPIT DAN PRIMORDIAL

22 MEMBANGUN KARAKTER PNS  KARAKTER  PERILAKU  SUASANA KONDUSIF  MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PEMERINTAH  PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN PROSES USAHA TERUS MENERUS DLM MEMBINA DAN MEMBENTUK TABIAT, WATAK, SIFAT, KEJIWAAN, AKHLAK, MANUSIA/ MASYARAKAT DIJIWAI NILAI-NILAI – SEMANGAT PENGABDIAN DAN KEBERSAMAAN – TERLAKSANANYA PENYELANGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMB. – TERCIPTANYA SUASANA KONDUSIF DLM NILAI-NILAI FALSAFAH PANCASILA

23 CIRI-CIRI KARAKTER SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI ANTAR SESAMA KEBERSAMAAN DAN TOLONG MENOLONG PERSATUAN DAN KESATUAN SUATU BANGSA PEDULI DALAM KEHIDUPAN BERMASY., BERBNGS, BERNEG BERMORAL DAN BERAKHLAK DILANDASI NILAI AGAMA PERILAKU DAN SIFAT YG SALING HORMAT DAN UNTUNG SIKAP DAN PERILAKU KEBANGSAAN

24 KETAHANAN BANGSA KEKUATAN, KETANGGUHAN, KETEGUHAN, DAN KETABAHAN HATI DLM MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEUTUHAN BANGSA SBG PRODUK KEPEMERINTAHAN BERNEGARA DAN BERBANGSA. SCR SADAR MEMPERJUANGKAN DG KEKUATAN, KEULETAN, KETEGUHAN, KETABAHAN HATI DAN DLM MENGHADAPI TANTANGAN, ANCAMAN, DAN HAMBATAN THD KEPENTINGAN NASIONAL, BANGSA YG TELAH MENEGARA.

25 HAKIKAT KETAHANAN NASIONAL KONDISI MENTAL BANGSA KONDISI KEHIDUPAN POLITIK KONDISI PEREKONOMIAN KONDISI SOSIAL BUDAYA KONDISI PERTAHANAN DAN KEAMANAN

26 CIRI KETAHANAN NASIONAL MANDIRI DAN MAJU MENUJU DAN MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIUP DALAM PENCAPAIAN TUJUAN NASIONAL KETAHANAN YANG DINAMIS NASIONALISME INTERGRALISTIK OPERASIONALISASI UUD 45 DAN PANCASILA BERASASKAN – KESEJAHTERAAN DAN KEAMANAN – UTUH MENYELURUH DAN TERPADU – KEKELUARGAAN – MAWAS DIRI

27 TUGAS 1.SEBUTKAN BEBERAPA CONTOH PEMIKIRAN ATAU PERILAKU YANG MERUSAK WAWASAN KEBANGSAAN (PERSATUAN & Kesatuan) 2.SEBUTKAN UPAYA-UPAYA YG BISA DILAKUKAN UTK MEMPERKOKOH PERSATUAN & KESATUAN 3.BAGAIMANA PENDAPAT BAPAK/ IBU TENTANG PELAKSANAAN PILKADA YANG MEGUTAMAKAN PUTRA ASLI DAERAH?

28 SESI KE 2

29 I. Wawasan kebangsaan ( WASBANG ) Penting bagi WN / PNS  Perekat persatuan / kesatuan Pembahasan : Konsep / aplikasinya + integrasi nas Wasnus Nilai kejuangan + karakter Masalah WASBANG

30

31 WASBANG INDONESIA B. Nilai dasar : 6 dimensi manusia Bersifat fundamental : 1.Allah 2.Bebas, bersama, bersatu, merdeka 3.Cinta tanah air 4.Demokrasi 5.Setiakawan 6.Masy. Adil Makmur A. Label / periode : 1.Kerajaan nusantara (sriwijaya+majapahit) ||Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrua|| 2.Penjajahan / devide et impera. 3.Perjuangan lokal 4.Kesadaran : perjuangan bersifat nasional 5.Budi utomo (20 MEI 1908) C. Makna : 1.Amanat = persatuan, kesatuan, kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi / gol 2.Asas : BHINEKA TUNGGAL IKA 3.Dilandasi PANCA SILA 4.Nasionalisme + internasionalisme (bukan chauvinisme – kosmopolitisme) 5.Bukan hanya inward looking, tetapi outward looking 6.Laut (kedalam : pemersatu), (keluar : wahana : hubungan) 7.Wasnus  perwujudan kesatuan pol, sosbud, ek, hankam 8.Waspada ! (kapitalisme + liberalisme + globalisasi)

32

33 WAWASAN KEBANGSAAN WAWASAN  TINJAUAN CARA PANDANG – KONSEPSI THD TUJUAN NASIONAL DARI NEGARA KEPULAUAN SBG SATU KESATUAAN EKPOLSOSBUDHANKAM SPT CARA-CARA PENYESUAIAN/ PENEMPATAN DIRI DI LINGKUNGAN SOSIAL – HASIL KESAMAAN GERAK LANGKAH MENUJU TUJUAN BERSAMA ASPEK – MORAL  PERJANJIAN ATAU KOMITMEN PD MASY. GUNA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BERBANGSA – INTELEKTUAL  ADANYA PENGETAHUAN YANG MEMADAI TTG TANTANGAN BAIK KINI DAN MENDATANG AGAR DAPAT DIATASI DAN DIOPTIMALKAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA

34 DASAR-DASAR WAWASAN KEBANGSAAN LATAR BELAKANG – SRIWIJAYA DAN MAJAPAHIT DG ADANYA BHINEKA TUNGGAL EKA TAN HANA DHARMA MANGRUA  DIPECAH BELAH PENJAJAH  BERSATU BUDI OETOMO  KEBANGKITAN NASIONAL NILAI DASAR – PENGHARGAAN HARKAT DAN MARTABAT MAKLUK CIPTAAN TUHAN – TEKAD BERSAMA HIDUP BERBANGSA, BEBAS, MERDEKA, BERSATU – CINTA TANAH AIR DAN BANGSA – DEMOKRASI ATAU KEDAULATAN RAKYAT – KESETIAKAWANAN SOSIAL – MASYARAKAT ADIL MAKMUR MAKNA – MENGOPERASIONALKAN NILAI-NILAI ATAS DASAR PANCASILA – PENGETAHUAN BERBANGSA DAN BERNEGARA YANG TIDAK PICIK – PEMBENTUKAN KARAKTER SEBAGAI BANGSA YANG BERDAULAT, BEBAS, MERDEKA, DAN BERTANGGUNGJAWAB DALAM KE1AN EKPOLSOSBUDHANKAM

35 KONSEP WAWASAN KEBANGSAAN NKRI NEGARA  STATUS  TEGAK BERDIRI KESATUAN  MERDEKA DAN BERDAULAT  DALAM SATU PEMERINTAHAN (PUSAT)  KEWENANGAN MEMBENTUK DAN MENGATUR DAERAH DAN WILAYAH  SENTRALISTIK DAN DESENTRALISTIK REPUBLIK  KEKUASAAN TERTINGGI DITANGAN RAKYAT INDONESIA  ARCHIPALAGIC  GEO STRATEGY  PULAU2 DAN LAUTAN

36 WAWASAN NUSANTARA Pandangan, Indonesia = Satu kesatuan dari semua aspek POLITIK SOSBUD EKONOMI HANKAM Mencakup Kesatuan Kedaulatan Nas  Kesatuan Wil Bangsa Ind  Satu bangsa Psikologis  Senasib  Satu (Nusa,Bangsa,bhs,,Tanah air) Pancasila  Ideologi Bangsa Kep Nus  Satu kes wil hkm nas Masy Ind = Satu bangsa Bud Ind = Satu, tetapi beragam Kekayaan  modal bsm Perkemb ek.  harus seimbang sel. wil Ancaman thd suatu pulau / daerah = ancaman seluruh bangsa Tiap WNI  hak & kewajiban sama dalam pembelaan negara

37 INTEGRASI NASIONAL PENGERTIAN PENYATUAN DAN PEMBAURAN DLM SATU KESATUAN BANGSA YG TERKANDUNG NILAI BERANEKA SUKU BANGSA, AGAMA, ADAT ISTIADAT, WARNA KULIT, KETURUNAN, WILAYAH DAN BUDAYA SHG MENJADI SUATU CIRI DAN ATRIBUT GUNA MENJAMIN TERJADINYA KESELARASAN, KESERASIAN, DAN KESEIMBANGAN DLM MEWUJUDKAN CITA-CITA BERSAMA (TANPA BENTURAN, HORMAT MENGHORMATI, DAN TERJADI SCR WAJAR) KONSEP (MANUNGGALING KAWULO GUSTI) MENJAMIN KEPENTINGAN SEMUA ORANG BUKAN SEGELINTIR ATAU INDIVIDU, HUBUNGAN DLM IKATAN ERAT SATU DG LAINNYA, SBG KE1AN ORGANIS TIDAK MEMIHAK DAN MENJAMIN KESELAMATAN HIDUP BERBANGSA DLM KESATUAN YG TAK TERPISAHKAN

38 INTEGRASI   NASIONAL Pembauran / penyatuan kebangsaan Integritas Nasional (proses penyatuan/ pembauran berbagai aspek sosbud kedalam kesatuan wilayah + pembentukan identitas nasional / bangsa) Menjamin terwujudnya : 1.Keselarasan  terciptanya suasana adam + tibtur, (ketentraman lahir/batin) 2.Keserasian  terpadunya unsur yg terlibat dlm kehidupan bersama 3.Keseimbangan  keadaan dimana unsur – unsur tsb diperlakukan sewajarnya B

39 CIRI INTEGRASI NASIONAL TERLIBATNYA SEMUA BAGIAN DAN GOLONGAN DALAM KE1AN ORGANIS EKSISTENSI SETIAP UNSUR: BAG DAN GOL TANGGUNGJAWAB DAN KEWJB TIDAK ADA KEBERPIHAKAN

40 CIRI INTEGRASI NASIONAL TIDAK DOMINASI MAYORITAS DAN TIRANI MINORITAS TIDAK ADA TEMPAT UNTUK PAHAM INDIVIDUALISME, LIBERALISME, DAN TOTALITARIAN

41 CIRI INTEGRASI NASIONAL UTAMAKAN KESELAMATAN, KESEJAHTERAAN, KEBAHAGIAAN SELURUH BANGSA UTAMAKAN KEWAJIBAN DARIPADA TUNTUTAN PRIBADI/GOL UTAMAKAN PEMADUAN PENDAPAT DARIPADA MENANG SENDIRI

42 CIRI INTEGRASI NASIONAL DASAR SEMANGAT KERUKUNAN, KEUTUHAN, PERSATUAN, KEBERSAMAAN SETIA KAWAN DAN GOTONG ROYONG SALING MENOLONG, MEMBANTU, DAN BEKERJASAMA ATAS DASAR KASIH SAYANG, PENGORBANAN PRIA TERHADAP WANITA, INDIVIDU MAUPUN MASYARAKAT.

43 SESI KE 3

44 KEKUATAN NASIONAL KETAHANAN NASIONAL SOSIAL BUDAYA – TRADISI – PENDIDIKAN – KEPEMIMPINAN PENYELENGGARAAN NEGARA – TUJUAN NASIONAL – KEPRIBADIAN NASIONAL – BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN KONDISI DINAMIS BERSIFAT KEULETAN BANGSA ATHG TERGANTUNG PADA WAWASAN, SISTEM, GEOGRAFIS, INTEGRASI ABRI DAN RAKYAT, PENDIDIKAN KEWIRAAN, MATERIAL, ILMU DAN TEKNOLOGI, MANAJEMEN, PENGARUH LUAR NEGERI, DAN KEPEMIMPINAN MANFAAT SOSBUD – NILAI KEBERSAMAAN – KETENTUAN YANG MEMBUDAYA – KELOMPOK SOSIAL YANG SALING MENGHORMATI – SIKAP DAN PERILAKU YANG BAKU UNTUK MENCAPAI TUJUAN – ADANYA RASA SOLIDER – ADANYA NILAI PERSATUAN DAN KESATUAN SEBAGAI BANGSA – NILAI KESETIAAN DAN KECINTAAN

45 MASALAH WAWASAN KEBANGSAAN HAL YANG HARUS DIPELIHARA – KEUTUHAN KEWILAYAHAN SABANG SAMPAI MERAOKE – PANCASILA DAN UUD 45 SBG ACUAN BERBANGSA DAN BERNEGARA – KONSEP WAWASAN NUSANTARA DAN KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI ACUAN OPERASIONAL – KEKAYAAN BUDAYA BANGSA INDONESIA TERMASUK HASIL-HASIL PEMBANGUNAN HAL-HAL YANG HARUS DICEGAH – INFERIORITAS AN SUPERIORITAS SUKU BANGSA – KESENJANGAN KEWILAYAHAN BARAT DAN TIMUR – KESENJANGAN ANTAR PENDUDUK MISKIN DAN KAYA – PENGEKANGAN THD DEMOKRATISASI DAN DESENTRALISASI HAL YANG PERLU DIKEMBANGKAN – MENGGALI, MENGHIMPUN, MENGIDENTIFIKASI, MENDEKRIPSIKAN, DAN MENYUSUN PETA BUDAYA DAN BAHASA NASIONAL – KONTAK LINTAS BUDAYA – PENDIDIKAN BERKELANJUTAN – MENINGKATKAN DAYA ADAPTASI

46 MAKIN RENDAH & MEMUDARNYA : RASA CINTA TANAH AIR PENGHARGAAN TERHADAP NILAI BUDAYA & BAHASA NILAI SOLIDARITAS SOSIAL & KEKELUARGAAN

47 HAL TERSEBUT DISEBABKAN ANTARA LAIN : BELUM OPTIMAL PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA KURANGNYA KETELADANAN PARA PEMIMPIN LEMAHNYA BUDAYA PATUH CEPAT MENYERAP BUDAYA GLOBAL YG NEGATIF KURANG MAMPU MENYERAP BUDAYA GLOBAL YG LEBIH SESUAI DG BUDAYA BANGSA TIDAK MERATA KONDISI SOSIAL & EKONOMI MASYARAKAT

48 INDONESIA MENANGIS RAKYAT BERDARAH- DARAH KONFLIK YANG MENGGOYANG KEUTUHAN BANGSA SEPANJANG TAHUN 1998 S.D. TAHUN 2007 TAHUN 1998 : MELETUP KERUSUHAN, DIMULAI DENGAN TRAGEDI “MEI” TRAGEDI PADA BEBERAPA KOTA (JAKARTA- KETAPANG-POSO/SULSEL) PERTIKAIAN ANTAR ETNIS MELAYU-DAYAK DAN MADURA DI SAMBAS, KALBAR, KOTA AMBON TAHUN 2000 : KERUSUHAN DI KOTA MATARAM NTB, KOTA POSO SULTENG. TAHUN 2001: KERUSUHAN DI SAMPIT, KOTA KALTIM, KALTENG

49 ADA GETAR TERSENDIRI KETIKA MENDENGAR NAMA INDONESIA DISEBUT GN TEGAS DI RUANG-RUANG TERHORMAT & FORUM INTERNASIONAL ADA RASA BANGGA KETIKA MENDENGAR LAGU INDONESIA RAYA

50 PEMBUKAAN UUD NEGARA RI TAHUN 1945 BAHWA SESUNGGUH KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA. …. MENDAPAT PENGAKUAN TAHUN 1960 MELALUI SIDANG PBB, MELALUI RESOLUSI PBB NO. 1514

51 MIMPI INDAH MERAJUT KEBANGSAAN ALANGKAH INDAHNYA JIKA KERAGAMAN RAS, AGAMA, SUKU, DAN GOLONGAN DAPAT DIJADIKAN MODAL BERSAMA UNTUK MEMBANGUN INDONESIA SEMUA ELEMEN BANGSA DITEMPATKAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL YG BERHARGA, BERLAKU ADIL, SERTA PUNYA KESEMPATAN BERKEMBANG DAN BERPERAN SAMA DALAM MEMBANGUN NEGARA

52 WAWASAN KEBANGSAAN DALAM NKRI SEBANYAK NAMA PULAU AKAN DILAPORKAN KE PBB MELALUI SIDANG UNITED NATION CONFERENCE ON STANDARIZATION OF GEOGRAPHICAL NAMES DI NEW YORK TGL AGUSTUS 2007 BERDASARKAN PERPRES NO. 112 THN 2006 BULAN MEI – JULI 2007 DILAKUKAN VERIFIKASI TERHADAP NAMA PULAU, MENYUSUL AKAN DIVERIFIKASI SEJUMLAH NAMA PULAU LAGI SUMBER KOMPAS AGUSTUS 2007

53 JUMLAH PENDUDUK CINA : 1,2 m INDIA : 1,1 M USA : 500 JUTA INDONESIA : 220 JUTA PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA OLEH PBB TAHUN 2050 MENJADI 293 JUTA JIWA

54 NASIONALISME DI ERA GLOBALISASI SEMANGAT PATRIOTIME DAN NASIONALISME YG MELANDASI SEMANGAT PERJUANGAN KEMERDEKAAN, SEMAKIN LUNTUR, TIDAK HANYA DI KALANGAN GENERASI MUDA, TETAPI JUGA POLITISI DAN MEREKA YG MEMEGANG TAMPUK KEPEMIMPINAN ATAU KADER CALON PEMIMPIN DI NEGARA INDONESIA

55 DARI ASPEK EKONOMI SEMANGAT NASIONALISME EKONOMI YG SEHARUSNYA MENJADI TUMPUAN MEMBANGUN EKONOMI BANGSA BERBASIS EKONOMI RAKYAT MENCAPAI SEBESAR-BESARNYA KEMAKMURAN RAKYAT, TIDAK PERNAH TERWUJUD DENGAN SEMAKIN KUATNYA BUDAYA “SERBA IMPOR”. PRODUK MADE IN INDONESIA, TIDAK PERNAH MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI NASIONALISME EKONOMI DIKONOTASIKAN SECARA POLITIS DAN SEMPIT SEKEDAR SEBAGAI SIKAP ANTI ASING

56 ASPEK POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA TIDAK BISA BICARA BANYAK DI BERBAGAI FORUM REGIONAL DAN GLOBAL, UNTUK MENYUARAKAN KEPENTINGAN ATAU IKUT MENENTUKAN ARAH KONSTELASI POLITIK DAN EKONOMI KAWASAN & DUNIA

57 NASIONALISME ADALAH RUANG TERBUKA YANG BISA DIISI OLEH SEGENAP WARGA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN CINTA PADA BANGSA SIAPAPUN BISA BERBUAT UNTUK BANGSA SESUAI DENGAN KEMAMPUAN, KONDISI ATAU KEAHLIAN SEBAGAI WUJUD KECINTAAN KEPADA BANGSA

58 APBN TAHUN 2007: RP. 600 TRILYUN APBN 2008 DIARAHKAN UNTUK TIGA SEKTOR INFRA STRUKTURPENDIDIKANSOSIAL

59 ANGGARAN BELANJA MODAL TERBESAR TAHUN 2008 DEPARTEMEN PU : RP.30,77 TRILYUN DEPARTEMEN PERHUBUNGAN : RP.13,55 TRILYUN DEPARTEMEN PERTAHANAN : RP.10,47 TRILYUN DEPARTEMEN KESEHATAN : RP.6,05 TRILYUN DEPARTEMEN KEUANGAN : RP.4,37 TRILYUN

60 ALOKASI ANGGARAN BELANJA DAERAH DARI RP. 252,5 TRILYUN TAHUN 2007 MENJADI RP. 271,6 TRILYUN TAHUN 2008

61 ANGGARAN PERTAHANAN CINA ANGKATAN PERANG CINA TAHUN 2007 RP TRILYUN ANGKATAN DARAT CINA : ORANG ANGKATAN LAUT CINA : ORANG ANGKATAN DARAT CINA : ORANG

62 NASIONALISME DI TENGAH GEMPURAN GLOBALISASI TUDINGAN SEMAKIN PUDARNYA SEMANGAT NASIONALISME DI KALANGAN GENERASI MUDA BILA UKURANNYA SEMANGAT PATRIOTISME DAN PERJUANGAN FISIK SEPERTI PERANG KEMERDEKAAN DULU TENTU ADA BENARNYA

63 NASIONALISME NASIONALISME BUKAN SESUATU YG KAKU, BAKU, DAN STATIS. TIAP ZAMAN MEMILIKI KONDISI DAN TANTANGAN YG BERBEDA SEHINGGA MEMBUTUHKAN WUJUD NASIONALISME YG. DINAMIS

64 PERKEMBANGAN NASIONALISME MENIMBULKAN PARADOKS NASIONALISME FANATIK MELAHIRKAN FASISME CONTOH: DI EROPA DI SISI LAIN MENIMBULKAN SEMANGAT PEMBEBASAN BANGSA – BANGSA ASIA AFRIKA DARI BELENGGU KOLONIALISME; CONTOH: KONFRENSI ASIA AFRIKA DI BANDUNG

65 DI INDONESIA SEMANGAT NASIONALISME ATAU KECINTAAN PD BANGSA OLEH PENDIRI NEGARA DG CERDIK DIPADUKAN DG HARGA DIRI (DIGNITY) UTK MELAWAN PENINDASAN KOLONIALISME CONTOH : SEMANGAT BERJUANG RELA BERKORBAN SIKAP TULUS TANPA PAMRIH UNTUK KEJAYAAN BANGSA

66 MOMENTUM YG TEPAT JIKA DIKELOLA SECARA BAIK DAPAT MEMPERTEBAL RASA NASIONALISME CONTOH : RASA NASIONALISME AMERIKA SEMAKIN KUAT SETELAH TERJADI TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001 (WTC) RASA NASIONALISME INDONESIA (ANAK INDONESIA) “MENDIDIH” KETIKA MALAYSIA MELAKUKAN PROVOKASI DI PERAIRAN AMBALAT PENONTON PERTANDINGAN SEPAK BOLA INDONESIA VERSUS ARAB SAUDI DI ISTORA, SERENTAK KURANG LEBIH 100 ORANG MENYANYIKAN “INDONESIA RAYA” DAN “PADA MU NEGERI”

67 WUJUD LAIN ADALAH MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN KECINTAAN PADA BANGSA CINTA DAN BANGGA MENGGUNAKAN PRODUK DLM NEGERI TIDAK MELAKUKAN KKN SCR SADAR WALAUPUN KESEMPATAN TERBUKA

68 NASIONALISME DALAM ARUS GLOBALISASI MENUJU 2025 DLM PERKEMBANGAN TERNYATA MAMPU MENGGESER KALKULASI BISNIS YG SEBENARNYA BISA MEMBERI KEUNTUNGAN FINANSIAL CONTOH : INDONESIA, BAGAIMANA DG FREE PORT ? AQUA DANONE, PEMBORAN MINYAK BALONGAN DLL.

69 PENGARUH GLOBALISASI 1.POLITIK : MUNCULNYA TRANSNASIONAL : a. Cenderung Tunduk pada otoritas Global b. Rakyat mempertanyakan kontribusi negara

70 SOSIAL 1.POSITIF Kehidupan sebagian kecil masyarakat cenderung membaik 2. NEGATIF a.Ketimpangan sosial b. Potensi konflik ---- Disintegrsi

71 EKONOMI 1.Persaingan bebas - berilmu - teknologi 2.Ketimpangan - kesenjangan yang semakin lebar

72 BUDAYA Akulturasi Kebudayaan Selektif – Pancasila dan UUD RI 1945

73 SEKARANG ? KITA MASIH MENUNGGU SETITIK SEMANGAT NASIONALISME? IBU PERTIWI MENUNGGU JAWABAN DARI LUBUK HATI KITA YG PALING DALAM

74 APLIKASI WAWASAN KEBANGSAAN DALAM KERANGKA NKRI

75

76 Jangan tanya apa yang NEGARA berikan kepadamu, Tetapi apa yang Anda lakukan untuk NEGARA …?

77


Download ppt "Golongan I dan II Golongan I & II NAMA DRS SUDIYONO, M.A TEMPAT/TGL LAHIR BANYUMAS/ 11 JAN 1953 PANGKAT/GOL PEMBINA TINGKAT I/ IV-B JABATAN WIDYAISWARA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google