Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Prepared by Oktaviana Purnamasari, S.Sos, M.Si February 18 th, 2011 Karakteristik dan Strategi Pemilihan Media Cetak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Prepared by Oktaviana Purnamasari, S.Sos, M.Si February 18 th, 2011 Karakteristik dan Strategi Pemilihan Media Cetak."— Transcript presentasi:

1 Prepared by Oktaviana Purnamasari, S.Sos, M.Si February 18 th, 2011 Karakteristik dan Strategi Pemilihan Media Cetak

2 Media Cetak sebagai Bagian dari Media Massa Media massa merupakan medium yang digunakan untuk melakukan komunikasi secara masal (mass communication) Komunikasi massa didefinisikan dalam 3 ciri, yaitu: 1. Komunikasi massa diarahkan kepada audience yang relatif besar, heterogen dan anonim 2. Pesan-pesan yang disebarkan secara umum, sering dijadwalkan menjangkau sebanyak mungkin audience secara serempak dan sifatnya sementara 3. Komunikator cenderung berada/beroperasi dalam sebuah organisasi yang kompleks yang membutuhkan biaya besar (Wright dalam Severin & Tankard, 2001:4)

3 Jenis-jenis Media Massa A.Media Massa Tradisional Yakni media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Yang termasuk media massa tradisional adalah surat kabar, majalah, radio, TV, film Media massa tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan 2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu. 3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima. 4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit. Media Cetak sebagai Bagian dari Media Massa

4 B. Media Massa Modern Ciri-cirinya adalah: 1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya) 2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual 3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu 4. Penerima yang menentukan waktu interaksi Contoh: Social media (Facebook, Twitter), mailing list Media Cetak sebagai Bagian dari Media Massa

5 A.Koran / Surat Kabar Berasal dari bahasa Belanda Krant, dan dari bahasa Perancis courant Adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Menurut cakupan area (jangkauannya), surat kabar dibagi menjadi 2: surat kabar nasional (Kompas) dan surat kabar daerah (Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, dll) Bentuk-bentuk Media Cetak

6 Format Surat kabar modern biasanya terbit dalam salah satu dari tiga ukuran: Broadsheet (ukuran besar) (29½ X 23½ inci), biasanya berkesan lebih intelektual. Tabloid: setengah ukuran broadsheet, dan sering dipandang sebagai berisi kabar-kabar yang lebih sensasional. "Berliner" atau "midi" (470×315 mm), yang digunakan surat kabar di Eropa seperti Le Monde.

7 B. Majalah Majalah adalah penerbitan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi. Majalah biasa diterbitkan mingguan, dwi mingguan atau bulanan Biasanya memiliki artikel mengenai topik populer yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Majalah diklasifikasikan sesuai dengan profil pembacanya, meliputi majalah wanita / pria, majalah remaja, majalah anak-anak.

8 Klasifikasi majalah sesuai dengan profil pembacanya meliputi: 1.Majalah wanita (cth: Femina, Oprah) / pria (FHM, Popular, Man’s Health) 2.Majalah remaja pria (Hai ) / remaja wanita (Gadis, Seventeen, Cosmo Girl) 3.Majalah anak-anak (Bobo, Mombi, Princess) Klasifikasi majalah sesuai dengan content (isinya): 1.Majalah berita (cth: Tempo, Gatra) 2.Majalah kesehatan (Nirmala, Fit) 3.Majalah bisnis (Swa, Marketing) 4.Majalah hobi (Otomotif, Sedap, Rolling Stone) 5.Majalah arsitektur (Asri, Idea, Space) 6.Majalah berbahasa daerah (Penjebar Semangat, Jaya Baya, Jaka Lodhang) 7.Majalah komunitas (Kicau Bintaro, Famili Gading, Info Serpong) 8.Majalah religi (Sabili, Suara Muhammadiyah)

9 C. Tabloid Sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597 mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dll), yang terfokus pada hal-hal yang lebih "tidak serius", terutama masalah selebritas, olah raga, kriminal, dll. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa surat kabar harian seperti Republika dan Koran Tempo telah pula mulai menggunakan format tabloid Contoh: Nova, Senior, Bola

10 D. Buletin Adalah publikasi organisasi yang mengangkat perkembangan suatu topik atau aspek tertentu dan diterbitkan/ dipublikasikan secara teratur (berkala) dalam waktu yang relatif singkat (harian hingga bulanan). Contoh: Buletin internal perusahaan, newsletter untuk pelanggan

11 E. Brochure, Leaflet & Flyer Adalah materi cetak yang digunakan untuk mempromosikan suatu produk atau jasa. Biasanya brosur lebih komprehensif dibanding leaflet dan flyer, karena brosur bisa terdiri dari beberapa halaman. Leaflet merupakan selebaran yang dilipat. Biasanya A4 lipat 3 atau A2 lipat 2 Flyer adalah selebaran yang hanya terdiri dari 1 halaman

12 How? Perkembangan Teknologi Media Cetak A.Cetak Jarak Jauh Perkembangan teknologi modern (komputer, internet, dll) memungkinkan pencetakan surat kabar secara simultan di beberapa tempat, sehingga peredaran di daerah-daerah yang jauh dari pusat penerbitan dapat dilakukan lebih awal. Misalnya, koran Republika yang pusatnya di Jakarta, melakukan sistem cetak jarak jauh (SCJJ) di Solo. Koran International Herald Tribune yang beredar di Indonesia dicetak dan diterbitkan di Singapura, padahal kantor pusatnya berada di Paris. Kelemahan: koran-koran besar semakin merajai dan mematikan koran-koran daerah yang lebih kecil.

13 How? Perkembangan Teknologi Media Cetak B. Koran Digital Perkembangan internet yang luar biasa pesat membuat surat kabar mem-publish materinya di dunia maya. Rata-rata hampir semua harian surat kabar kini memiliki versi virtualnya. Contoh: Kompas Cyber Media (KCM) dan Kompas versi cetak yang bisa dibaca lewat internet (Kompas E paper) Juga ada Republika Online, Tempo interaktif, dll.

14 How? Perkembangan Teknologi Media Cetak C. QR Code (Quick Response Code) QR code adalah sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi Diciptakan pertama kali oleh perusahaan Jepang, Denso-Wave tahun QR code berfungsi sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara cepat, efektif dan efisien (quick response). Kompas adalah media cetak pertama di Indonesia yang memelopori penggunaan QR Code pada tahun 2009.

15 How? Perkembangan Teknologi Media Cetak C. QR Code (Quick Response Code) Pada beberapa brand, QR code bahkan mulai didesain sedemikian rupa sehingga terlihat menarik untuk dipasang di Print Ad (iklan cetak) dan Billboard sekaligus difungsikan untuk menampilkan konten promosi di layar ponsel target audience. Contoh: QR Code LV dan Pocari Sweat Ionopolis di Billboard

16 Strategi Pemilihan Media Cetak Menentukan target audience Objective beriklan Efektivitas: budget vs reach

17 Menentukan Target Audience Umur, Pria / Wanita? SES (Social Economic Status) A, B, C1, C2, D, E Demografi (Urban, Sub Urban, Rural?) Psikografi (hobi, gaya hidup)

18 SES (Socio Economic Status) Merupakan parameter yang digunakan untuk memetakan daya beli target audience berdasarkan jumlah pengeluaran per bulan Berdasarkan survey AC Nielsen di 10 kota besar di Indonesia tahun 2010, SES diklasifikasikan sebagai berikut: SES A: Rp SES B: Rp – Rp SES C1: Rp – Rp SES C2: Rp – Rp SES D: Rp – Rp SES E : < Rp

19 Tujuan / Objective Beriklan Launching new product (Create awareness) Increasing awareness Induce trial Educate target audience Create corporate / brand image Tujuan / Objective Beriklan Launching new product (Create awareness) Increasing awareness Induce trial Educate target audience Create corporate / brand image

20 Launching New Product

21 Increasing Awareness

22 Induce Trial

23

24 Educate Target Audience

25 Create Brand Image

26 Efektivitas: Budget VS Reach Dengan budget yang ada, berapa jumlah target audience yang bisa dijangkau? Mencermati oplah dan profil pembaca untuk mendapatkan jangkauan (reach) terbanyak Mencermati readership untuk menentukan karakter target audience yang ingin disasar

27 Oplah dan Profil Pembaca Media OplahPembaca Femina 135,000Wanita (bekerja & Wirausaha Usia : th SES : AB Pendidikan : S1-s2 Idea 112,800Wanita : 75%, Pria : 25% Usia : th : 50%, th : 38%, >38 th : 12% SES : A : 63%, B : 13%, C1 : 24% Pendidikan : SMU : 25%, Akademi : 63%, S1 : 12% Profesi : Eksekutif : 88%, Pengusaha : 12% Nova 626,084Wanita : 77%, Pria : 23% Usia : th : 9%, th : 29%, th : 40% SES : A : 24%, B : 40%, C1 : 26%, C2 : 6% Profesi : Eskekutif : 21%, Pekerja : 36%, Pengusaha : 12%, Ibu RT : 18% Hai 42,000Pria : 71%, Wanita : 29% Usia : th : 10%, th : 66%, th : 24% Pendidikan : SLTP : 42%, SMU : 31%, Akademi : 8%, Univ. : 9% Profesi : Pelajar : 43%, Pekerja : 20%, Eksekutif : 10%

28 Oplah dan Profil Pembaca Media OplahPembaca Bobo 206,600Wanita : 76%, Pria : 24% Usia : 7-12 th SES : A & C Pendidikan : Pelajar Nirmala 45,000Wanita : 70%, Pria : 30% Usia : th : 15%, th : 39%, th : 30%, >49 th : 12% SES : A : 80%, B : 20% Profesi : Eksekutif/Profesional : 37%, Wiraswata : 20%, Ibu RT : 30% Otomotif 183,700Pria : 90%, Wanita : 10% Usia : th : 23%, th : 15%, th : 31%, >29 th : 26% SES : A : 22%, B : 24%, C1 : 45% Pendidikan : SLTP : 22%, SLTA : 54%, Akademi : 3%, Univ. : 6% Profesi : Eksekutif : 19%, Pekerja : 39%, Wiraswasta : 10%, Mhsiswa : 19% Kompas 500,650Pria : 79.5%, Wanita : 20.5% Usia : th : 3.10%, th : 34.13%, th : 31,19%, th : 15,82%, >49 th : 15.46% SES : A1 : 32.10%, A2 : 3.44%, B : 26.53%, C1 : 13.08%, C2 : 9.35%, D : 6.19%, E : 9.32% Pendidikan : SLTP : 2.49%, SMU : 24.95%, Akdmi : 10.52%, PT. : 8.20%, S1 : 45.64%, S1/S2 : 7.5% Profesi : Peg.Swasta : 33%, PNS : 21%, Pljr/Mhsiswa : 17%, Pensiunan : 7%, Ibu RT : 6%

29 Readership Media Cetak di Indonesia Berdasarkan data tahun 2010, jumlah pembaca surat kabar terbanyak di Indonesia adalah Jawa Pos ( orang) dengan SES pembaca terbanyak C1 ( orang) Kompas menempati urutan kedua pembaca terbanyak ( orang) dengan SES pembaca terbanyak A ( orang) Majalah dengan pembaca terbanyak adalah Hidayah ( orang) dengan SES terbanyak B ( orang) Tabloid terbanyak pembacanya adalah Pulsa ( orang) mengungguli Nova yang berjumlah orang.


Download ppt "Prepared by Oktaviana Purnamasari, S.Sos, M.Si February 18 th, 2011 Karakteristik dan Strategi Pemilihan Media Cetak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google