Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Programa Dinamis. Pendahuluan  Persoalan bersifat dinamis diarahkan kepada pemecahan secara bertahap yang masing-masingnya merupakan satu kesatuan. 

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Programa Dinamis. Pendahuluan  Persoalan bersifat dinamis diarahkan kepada pemecahan secara bertahap yang masing-masingnya merupakan satu kesatuan. "— Transcript presentasi:

1 Programa Dinamis

2 Pendahuluan  Persoalan bersifat dinamis diarahkan kepada pemecahan secara bertahap yang masing-masingnya merupakan satu kesatuan.  Ada 3 hal yang penting diketahui tentang programa dinamis, yaitu: o Stage (tahapan) dari persoalan yang dihadapi dan ingin dicari solusinya. o State (kondisi) yang menjadi faktor penentu keputusan dari tiap tahapan. o Decision (keputusan) yang harus diambil dari tiap tahap untuk sampai kepada solusi keseluruhan.

3 Pendahuluan Keputusan tahap N sangat ditentukan oleh keputusan pada tahap-tahap sebelumnya. Model formulasi tujuan yang diharapkan akan berbeda, tergantung pada jenis persoalan yang dihadapi. Selanjutnya akan ditunjukkan 3 jenis persoalan yang mengarah pada model programa dinamis.

4 Contoh 1: Stage Coach  Memilih rute angkutan barang/orang dengan kereta kuda (stage coach) dari kota asal (A) ke kota tujuan (K).  Persoalan lebih disederhanakan dengan memilah tahapan yang dapat ditempuh dengan lama waktu tempuh antarkota yang dilewati sebagai berikut.

5 Contoh 1: Stage Coach  Tahap 1 → Pilihan rute AB atau AC.  Tahap 2 → Pilihan rute antara BD, BE, BF, atau BG, serta antara CD, CE, CF, atau CG,  Tahap 3 dan 4 → Dapat dibaca lanjut seperti di atas.  Penjelasannya dari persoalan tersebut: o Tahapan diperlukan sebagai penentu rute yang akan dipilih. o Secara keseluruhan, tujuan utama dari persoalan tersebut adalah minimasi waktu tempuh dari kota asal (A) ke kota tujuan akhir (K), o Penyelesaian dapat dilakukan dengan cara mundur (backward) atau maju (forward), walau pada umumnya banyak dipilih cara mundur.

6 Contoh 1: Stage Coach  Secara tradisional, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan menghitung setiap altematif rute yang mungkin (2 x 4 x 3 x 1 = 24 altematif), kemudian pilih waktu tempuh terkecil.  Cara programa dinamis lebih sistematis dan mudah dikerjakan.

7 Contoh 1: Stage Coach  Misalkan, waktu tempuh antarkota (dalam hari) seperti pada gambar didepan.  Penyelesaian cara programa dinamis adalah dengan membuat matriks setiap tahap, dimulai dari tahap 4, ke tahap 3, ke tahap 2, dan terakhir ke tahap 1 -7 dikenal sebagai cara mundur (backward).  State (kondisi penentu keputusan) adalah minimasi waktu tempuh dari route yang dipertimbangkan.

8 Dari/KeKf4(x4)f4(x4)x4*x4* H15 HK I13 IK J10 JK  Tahap 4 hanya dicantumkan waktu tempuh dari (H, I, atau J) -ke (K)  f 4 (x 4 ) adalah nilai perolehan pada tahap 4  x 4 * adalah rote terbaik pada tahap 4 Hasil tahap 4: Dari H terus ke K dengan waktu 15 hari Dari I terus ke K dengan waktu 13 hari Dari J terus ke K dengan waktu 10 hari Tahap 4: min { f 4 (X 4 ) } Contoh 1: Stage Coach

9 Pendahuluan Dari/KeHIJ f3(x3)f3(x3)x3*x3* D27 26 DJ E EJ F FH/FJ G GH Tujuan di tahap 3 adalah minimasi waktu tempuh tahap 3 ditambah yang terbaik dari tahap 4. Misalnya, untuk DH = = 27 (dihitung mulai dari D hingga K), demikian yang lainnya. f 4 *(x 4 ) adalah perolehan terbaik dari tahap 4 (pakai tanda *). f 3 (x 3 ) adalah nilai perolehan pada tahap 3. x 3 * adalah rute terbaik pada tahap 3. TAHAP 3: min {f3(x3) +f4*(x4)}

10 Pendahuluan HASIL TAHAP 3:  Dari D, yang terbaik adalah terus ke J hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 26 hari.  Dari E, yang terbaik adalah terus ke J hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 23 hari.  Dari F, ada 2 jalur yang terbaik, yaitu: a) terus ke H hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 30 hari dan b) terus ke J hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 30 hari.  Dari G, yang terbaik adalah terus ke I hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 26 hari.

11 Dari/Ke D (26) E (23) F (30) G (26) f2(x2)f2(x2)x2*x2* B BE C CD  Tujuan tahap 2 adalah minimasi waktu tempuh tahap 2 ditambah yang terbaik dari tahap 3. Misalnya, untuk BE = = 40 (dihitung mulai dari B hingga K), demikian pula yang lainnya.  f 3 *(x 3 ) adalah perolehan terbaik dari tahap 3 (pakai tanda *).  f 2 (x 2 ) adalah nilai perolehan pada tahap 2.  x 2 * adalah rute terbaik pada tahap 2.  Dari tahap 2 ini, tampak bahwa tujuan berikutnya adalah ke D (bila dari C) atau E (bila dari B). Tahap 2: min f 2 (x 2 ) +f 3 *(x 3 ) Contoh 1: Stage Coach

12 HASIL TAHAP 2:  Dari B, yang terbaik adalah terus ke E, lanjut ke J, hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 40 hari.  Dari C yang terbaik adalah terus ke D, lanjut ke J, hingga ke K dengan total waktu tempuh = = 44 hari Contoh 1: Stage Coach

13 Dari/Ke B /40/ C /44/ f1(x1)f1(x1)x1*x1* A15+40= =5655AB TAHAP 1: min {f 1 (x 1 ) +f 2 *(x 2 )}  Tujuan tahap 1 adalah minimasi waktu tempuh tahap 1 ditambah yang terbaik dari tahap 2.  Y ang terbaik pada tahap 1 adalah rute AB  Bila diteruskan dapat diperoleh rute terbaik (waktu tempuh 55 hari), yaitu dari A ke B ke E ke J dan berakhir di K Contoh 1: Stage Coach

14  Dapat ditunjukkan hasil akhir rute terbaik dengan programa dinamis sebagai berikut (diberi wama merah). Rute terbaik → dari A ke B ke E ke J ke K dengan waktu tempuh 55 hari Contoh 1: Stage Coach

15 CONTOH 2: CARGO LOADING Jenis BarangBerat (ton)Biaya (juta/ton) A266 B5155 C396 Misalkan, sebuah perusahaan angkutan mendapat order mengirimkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan satu truk besar yang berkapasitas 15 ton. Jenis barang yang diangkut, berat, dan biayanya adalah sebagai berikut. Barang yang diangkut harus utuh (tidak boleh setengah atau seperempat-nya (kalau mengangkut 1 barang B berarti kapasitasnya 5 ton, bila 2 barang B berarti 10 ton, dan seterusnya).

16 Contoh 2: Cargo Loading Jawab: Stage dalam persoalan ini adalah jumlah barang yang harus diangkut dengan syarat tanpa melampaui kapasitas serta dapat memaksimumkan pendapatan. → Ada 3 jenis barang, berarti ada 3 tahapan (stage).  Tahap 3: max { f 3 (X3) } Karena berat barang C (sebagai X3) = 3 ton, berarti jumlah maksimum barang C yang dapat diangkut adalah 5 buah. Siapkan kolom untuk C = ° (tanpa barang C), C=1, C=2, C=3, C=4, dan C=5 Perhatikan kapasitasnya, cantumkan rupiah yang diperoleh.

17 Contoh 2: Cargo Loading KapasitasC=0C=1C=2C=3C=4C=5f3(x3)f3(x3)x3*x3* Pada C= 1, berarti rupiahnya = 1 x 96 = 96 juta. Pada C= 2, berarti rupiahnya = 2 x 96 = 192 juta. Pada C= 3, berarti rupiahnya = 3 x 96 = 288 juta. Pada C= 4, berarti rupiahnya = 4 x 96 = 384 juta. Pada C= 5, berarti rupiahnya = 5 x 96 = 480 juta.

18 Hasil tahap 3:  Pada kapasitas ° ton, tidak ada yang diangkut sehingga tidak ada rupiah yang diperoleh.  Pada kapasitas 3 ton, yang diangkut hanya 1 barang C dengan berat 3 ton sehingga diperoleh 96 juta.  Pada kapasitas 6 ton, yang diangkut 2 barang C dengan berat 2 x 3 ton sehingga diperoleh 2 x 96 juta = 192 juta.  Pada kapasitas 9 ton, yang diangkut 3 barang C dengan berat 3 x 3 ton sehingga diperoleh 3 x 96 juta = 288 juta.  Pada kapasitas 12 ton, yang diangkut 4 barang C dengan berat 4 x 3 ton sehingga diperoleh 4 x 96 juta = 384 juta.  Pada kapasitas 15 ton, yang diangkut 5 barang C dengan berat 5 x 3 ton sehingga diperoleh 5 x 96 juta = 480 juta Contoh 2: Cargo Loading

19 TAHAP 2: max { f 2 x 2 + f3 * (kapasitas - x 3 ) }  Karena barang B (disebut X2) = 5 ton maka maksimum jumlah barang B yang dapat diangkut adalah 3 buah.  Siapkan B=O, B=1, B=2, dan B=3.  Perhatikan kapasitasnya.  Formula di atas berarti rupiah yang diharapkan adalah dari barang B ditambah dengan sisa kapasitas yang tersedia untuk tahap 3 (tanda *) yang terbaik.  Hasil terbaik pada tahap 2 ini sudah mencakup hasil terbaik pada tahap 3.

20 Contoh 2: Cargo Loading Catatan perhitungan pada tahap 2:  Pada kolom f 2 *X 2 tercantum nilai rupiah terbaiknya.  Kolom X 2 * menunjukkan jumlah barang B yang harus diangkut pada tahap 2.  Jumlah barang B yang dapat diangkut dapat 0, 1, atau 2 - tergantung pada kapasitasnya.

21 Contoh 2: Cargo Loading KapasitasB=0B=1B=2B=3f2(x2)f2(x2)x2*x2*

22 HASIL TAHAP 2:  Pada kapasitas 0 hingga 2 ton, tidak ada barang B yang dibawa (B=O) sehingga tidak ada rupiah yang diperoleh.  Pada kapasitas 3 hingga 4 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang C (C=l) tanpa barang B (B=O) dengan perolehan 96 juta.  Pada kapasitas 5 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B=I) tanpa barang C (C=O) dengan perolehan 155 juta.  Pada kapasitas 6 hingga 7 ton, yang terbaik adalah bawa 2 barang C (C=2) tanpa barang B (B=O) dengan perolehan 2 x 96 = 192 juta.  Pada kapasitas 8 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B= 1) dan 1 barang C (C=I) dengan perolehan = 251 juta Contoh 2: Cargo Loading

23 HASIL TAHAP 2:  Pada kapasitas 0 hingga 2 ton, tidak ada barang B yang dibawa (B=O) sehingga tidak ada rupiah yang diperoleh.  Pada kapasitas 3 hingga 4 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang C (C=l) tanpa barang B (B=O) dengan perolehan 96 juta.  Pada kapasitas 5 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B=I) tanpa barang C (C=O) dengan perolehan 155 juta.  Pada kapasitas 6 hingga 7 ton, yang terbaik adalah bawa 2 barang C (C=2) tanpa barang B (B=O) dengan perolehan 2 x 96 = 192 juta.  Pada kapasitas 8 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B= 1) dan 1 barang C (C=I) dengan perolehan = 251 juta Contoh 2: Cargo Loading

24  Pada kapasitas 9 ton, yang terbaik adalah bawa 3 barang C (C=3) tanpa barang B (B=O) dengan perolehan 3 x 96 = 288 juta.  Pada kapasitas 10 ton, yang terbaik adalah bawa 2 barang B (B=2) tanpa barang C (C=O) dengan perolehan 2 x 155 = 310 juta.  Pada kapasitas 11 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B=1) dan 2 barang C (C=2) dengan perolehan (2 x 96) = 347 juta.  Pada kapasitas 12 ton, yang terbaik adalah bawa 4 barang C (C=4) tanpa barang B (B=O) dcngan perolehan 4 x 96 = 384 juta.  Pada kapasitas 13 ton, yang terbaik adalah bawa 2 barang B (B=2) dan 1 barang C (C=l) dengan perolehan (2 x 155) + 96 = 406 juta Contoh 2: Cargo Loading

25  Pada kapasitas 14 ton, yang terbaik adalah bawa 1 barang B (B=I) dan 3 barang C (C=3) dengan perolehan (3 x 96) = 443 juta.  Pada kapasitas 15 ton, yang terbaik adalah bawa 5 barang C (C=5) tanpa barang B (B=O) dengan pcrolehan 5 x 96 = 480 juta. Tahap 1: max { f 1 x1 + f2* (kapasitas – x1) }  Pada tahap akhir, cukup dicantumkan kapasitas maksimum (15 ton).  Karena berat barang A (disebut x.) = 2 ton maka maksimum jumlah barang yang dapat diangkut adalah 7 buah barang A dengan sisa 1 ton.  Nilai rupiah terbaik dihitung dari jumlah barang A yang diangkut dengan ditambah rupiah terbaik dari si sa kapasitas di tahap Contoh 2: Cargo Loading

26 Kapa sitas A=0A=1A=2A=3A=4A=5A=6A=7 f1(x1)f1(x1)x1*x1* = = = = = = = =  Hasil terbaik dari tahap 1 dan secara kesuluruhan adalah 492 juta  Bawa 6 buah barang A (6 x 66 juta = 396 juta).  Dari tahap 2, tambahan 96 juta dari kolom B = 0 (berarti tidak ada barang B yang diangkut).  Ke tahap 3, nilai 96 tersebut dari kolom C = 1 (berarti bawa 1 barang C). Siapkan kolom A=O, A=I, A=2, A=3, A=4, A=5, A=6, A=7

27  Ringkasan Contoh 2: Cargo Loading Tahap123Total Jumlah BarangA=6B=0C=1 Tonase ton Rupiah juta Bawa 6 barang A, tidak perlu bawa barang B, dan bawa 1 barang C. Total perolehan = 492 juta

28 CONTOH 3: RELIABILITY  Suatu peralatan elektronik terdiri atas 3 komponen utama yang disusun secara seri. Agar keandalan (reliability) sistem tersebut lebih baik lagi maka dimungkinkan untuk menambah unit-unit paralel pada ketiga komponen utama dengan kendala biaya, serta dengan tujuan mendapat- kan keandalan yang lebih tinggi.  Tabulasi untuk tambahan unit paralel dengan kondisi biaya (c i ) dan probabilitas sistem dapat berfungsi (R i ) adalah sebagai berikut: JumlahKomponen 1Komponen 2Komponen 3 Unit ParalelR1c1R2c2R3c3 10,610,730,52 20,82 50,74 30,93 6 5

29 Contoh 3: Reliability  Pada tiap komponen utama minimal harus dipasang 1 unit paralel.  Tahapan adalah untuk komponen utama (ada 3 tahapan).  Tujuan perhitungan adalah mendapatkan probabilitas berfungsi- nya sistem yang tinggi (maksimasi reliabilitas).  Kendalanya adalah biaya, misalnya total dana $ 10 juta (satuan c, dalam juta $). → Penyelesaian dengan metode backward (ada 3 tahap).

30 Contoh 3: Reliability Danax 3 =1x 3 =2x 3 =3f 3 *(x 3 )x3*x3* 20, ,7 2 50,50,70,9 3 60,50,70,9 3 Tahap 3; max {f 3 x 3 }  Pada tahap ini, cukup dicantumkan nilai R, dari data asal dengan total dana yang disiapkan adalah $ 6 juta.  Dana yang sudah pasti dipakai minimal $ 2 juta (untuk memasang 1 unit paralel di komponen utama Ill).

31 Contoh 3: Reliability H asil Tahap 3:  Dengan dana $ 2 juta hingga $ 3 juta, dipasang 1 unit paralel (1 x $ 2 juta) dengan reliabilitas 0,5.  Dengan dana $ 4 juta, dipasang 2 unit paralel (2 x $ 2 juta) dengan reliabilitas 0,7.  Dengan dana $ 5 juta hingga $ 6 juta, dipasang 3 unit paralel (3 x $ 2 juta) dengan reliabilitas 0,9. Hasil terbaik di tahap 3 akan digunakan untuk mencari yang terbaik di tahap 2 nantinya. Untuk ke tahap 2, minimal dana yang terpakai adalah $ 5 juta ($ 2 juta + $ 3 juta) untuk pemasangan minimal 1 unit paralel pada komponen utama II dan Ill). Dana maksimal yang dipakai adalah $ 9 juta (karena harus disiapkan minimal 1 unit paralel pada komponen utama I yang berharga $ 1 juta).

32 Contoh 3: Reliability Danax 2 =1x 2 =2x 2 =3f 2 *(x 2 )x2*x2* 50,7x0,5=0,350,351 60,7x0,5=0,350,351 70,7x0,7=0,490,8x0,5=0,400,491 80,7x0,9=0,630,8x0,5=0,400,9x0,5=0,450,631 90,7x0,9=0,630,8x0,7=0,560,9x0,5=0,450,631 Tahap 2: max {f 2 x 2, f 3 *(dana-x 3 )}  Probabilitas sistem yang disusun seri adalah hasil perkalian antara probabilitas tiap komponennya. Dana yang disiapkan adalah $ 9 juta.  Hasil tahap 2 menunjukkan bahwa se1alu hanya memasang 1 unit parale1 saja (dari nilai X2* = 1).  Lanjut ke tahap 1 yang cukup ditampilkan dengan total dananya (10 juta).

33 Contoh 3: Reliability Hasil tahap 2:  Dengan dana $ 5 juta hingga $ 6 juta, yang terbaik adalah dipasang 1 unit paralel di komponen utama II (1 x $ 3 juta) dan 1 unit parale1 di komponen utama III (1 x $ 2 juta) dengan reliabilitas 0,7 x 0,5 = 0,35.  Dengan dana $ 7 juta, yang terbaik adalah dipasang 1 unit parale1 di komponen utama II (1 x $ 3 juta) dan 2 unit parale1 di komponen utama III (2 x $ 2 juta) dengan reliabilitas 0,7 x 0,7 = 0,49  Dengan dana $ 8 juta hingga $ 9 juta, yang terbaik adalah dipasang 1 unit parale1 di komponen utama II (1 x $ 3 juta) dan 3 unit parale1 di komponen utama III (3 x $ 2 juta) dengan re1iabilitas 0,7 x 0,9 = 0,63.

34 Tahap 1: max {f 1 x 1, f 2 *(dana-x 2 )} Contoh 3: Reliability Danax 1 =1x 1 =2x 1 =3f 1 *(x 1 )x1*x1* 100,63x0,63=0,3780,8x0,63=0,5040,9x0,49=0,4410,5402 Reliabilitas tertinggi adalah 0,504. Solusi terbaiknya adalah dengan memasang 2 unit paralel di komponen utama I, 1 unit paralel di komponen utama Il, dan 3 unit paralel di komponen utama Ill.

35 Komponen Utama I Komponen Utama II Komponen tama III Jumlah Unit Paralel yang dipasang 213 Biaya yang dibutuhkan 2 x $ 1juta1x $ 3juta3 x $ 2juta Realibilitas0,80,70, Contoh 3: Reliability Solusi (ringkasan) terbaiknya  Total biaya = $10 juta.  Total reliabilitas = 0,8 X 0,7 X 0,9 = 0,504

36 Contoh 3: Reliability

37

38

39 Contoh 1: Stage Coach

40

41


Download ppt "Programa Dinamis. Pendahuluan  Persoalan bersifat dinamis diarahkan kepada pemecahan secara bertahap yang masing-masingnya merupakan satu kesatuan. "

Presentasi serupa


Iklan oleh Google